spot_imgspot_img
Rabu 7 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 202

BKPRMI Kota Tasikmalaya Genjot Kompetensi Ratusan Pengajar Al-Qur’an

0
Tasikmalaya, FOKUSjabar.id
Ket foto : Wakil Wali Kota Dicky Candra Negara dan Ketua BKPRMI Nuki Anwar Sidiq, foro bersama para peserta dalam kegiatan P2KG di Gedung Dakwah Kota Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Tasikmalaya menggelar Program Peningkatan Kompetensi Guru (P2KG) di Gedung Dakwah Indonesia (GDI), Cihideung, Rabu (19/8/2026). Sebanyak 376 ustadz dan ustadzah dari TKA, TPA, serta PAUD-qu se-Kota Tasikmalaya antusias mengikuti pelatihan tersebut.

Organisasi merancang P2KG sebagai ruang pembekalan dan pemantapan bagi para tenaga pendidik Al-Qur’an. Langkah ini bertujuan memperkuat kualitas pembelajaran serta pembinaan moral generasi muda sejak dini.

Baca Juga: Kabar Gembira untuk Guru Keagamaan di Tasikmalaya, Insentif Naik Jadi Rp650 Ribu

Pemkot Tasikmalaya Apresiasi Peran Strategis Guru Agama

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Dicky Candra Negara membuka acara ini secara resmi bersama Ketua Umum BKPRMI Kota Tasikmalaya Nuki Anwar Sidiq. Ia menilai peran guru TKA/TPA sangat penting dalam melahirkan generasi yang mandiri dan berakhlak mulia.

“Guru-guru madrasah merupakan garda terdepan, mereka punya peran penting dalam membentuk anak yang beriman dan berakhlak, serta memiliki moral yang mulia. Dari jiwa-jiwa terampil mereka inilah, lahir generasi yang cinta Al-Qur’an dan punya adab,” katanya, Rabu (19/8/2026).

Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah terus berupaya memberikan perhatian pada kesejahteraan pengajar madrasah meski menghadapi tantangan kondisi fiskal.

“Kami akan terus hadir di masyarakat, walau tidak mampu membantu dalam bentuk materi, minimal ada bentuk perhatian, ada kehadiran, sehingga jangan sampai masyarakat merasakan tidak ada perhatian dari Pemerintah,” tambahnya.

Insentif Guru TPA Naik Menjadi Rp650 Ribu

Ketua Umum BKPRMI Kota Tasikmalaya Nuki Anwar Sidiq membawa angin segar dengan mengumumkan kenaikan insentif tahunan bagi para pengajar sebesar Rp50 ribu.

“Awalnya insentif sebesar Rp600 ribu per tahun, insyaallah mulai tahun sekarang menjadi Rp650 ribu per tahun. Ini sudah diputuskan dan tinggal menunggu pencairan anggarannya,” kata Nuki.

Kebijakan ini melanjutkan tren kenaikan dari kepemimpinan sebelumnya, yang semula Rp300 ribu di masa Syarif Hidayat, naik menjadi Rp600 ribu di era Budi Budiman, hingga kini mencapai Rp650 ribu per tahun.

“Memang belum dapat guru terima saat ini. Tapi setidaknya ada kepastian. Rencana pencairannya akhir Agustus 2026,” tutur Nuki.

Materi Pelatihan Fokus pada Pembelajaran Modern

Rangkaian pembekalan P2KG membekali para peserta dengan materi ilmu pedagogik, metode pengajaran Al-Qur’an yang menyenangkan, serta penguatan karakter anak. BKPRMI ingin memastikan para guru mampu mengajar dengan pendekatan yang sesuai perkembangan zaman.

“Tentu dengan kompetensi para guru-guru yang semakin meningkat. Harapannya lulusan TKA/TPA dan PAUD-qu di Kota Tasikmalaya semakin berkualitas dan hafalannya bagus. Terlebih akhlaknya baik, dan siap jadi generasi penerus yang Qurani,” pungkas Nuki.

(Seda)

Pemdes Cibeureum Sambut Positif Penanaman Bawang Putih Polres Ciamis

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot : Unsur Forkompinda Ciamis saat pelaksanaan penanaman bibit bawang putih di Desa Cibeureum Kecamatan Sukamantri

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Pemerintah Desa (Pemdes) Cibeureum, Kecamatan Sukamantri, Kabupaten Ciamis, menyambut hangat pelaksanaan penanaman bawang putih di wilayahnya. Kepolisian Resor (Polres) Ciamis Polda Jawa Barat menginisiasi gerakan ini untuk memperkuat program ketahanan pangan nasional.

Kepala Desa Cibeureum Ayi Hidayat menyatakan bahwa program garapan Polres Ciamis ini memberikan dampak positif secara langsung bagi warga setempat.

Baca Juga: 17 Bulan, 17 Negara, Finis 17 Agustus: Kisah Warga Ciamis Jalan Kaki ke Mekkah

“Budidaya bawang putih berpotensi membuka ruang pemberdayaan masyarakat sekaligus meningkatkan perekonomian petani,” kata Ayi Hidayat, Rabu (19/8/2026).

Tanah Kas Desa Jadi Lahan Garapan Petani Lokal

Ayi menjelaskan bahwa budidaya ini membawa efek domino yang luar biasa, mulai dari pemberdayaan warga, penguatan ekonomi desa, hingga penyerapan tenaga kerja lokal.

Pihak pemerintah desa mengalokasikan aset daerah untuk menyukseskan program uji coba tersebut pada tahap awal.

“Pada tahap awal lahan tanah kas desa turut dimanfaatkan untuk penanaman bibit bawang putih itu,” tutur Ayi.

Kelompok Tani Gunung Sari Jadi Garda Terdepan

Kelompok Tani Gunung Sari menjadi kelompok masyarakat utama yang mengelola penanaman bibit bawang putih pada proyek perdana ini.

Ayi menilai rekam jejak dan pengalaman para anggota kelompok tani tersebut menjadi modal kuat untuk membesarkan budidaya bawang putih secara berkelanjutan.

“Pengalaman petani Gunung Sari dapat menjadi modal untuk mengembangkan budidaya bawang putih secara berkelanjutan,” jelas Ayi.

Aksi penanaman bibit di Kecamatan Sukamantri ini menandai langkah awal Kabupaten Ciamis dalam mendukung gerakan nasional pengembangan komoditas bawang putih unggulan.

“Mudah-mudahan dengan awal penanaman bawang putih ini sukses sampai dipanen, hasilnya luar biasa,” pungkas Ayi.

(Husen Maharaja)

17 Bulan, 17 Negara, Finis 17 Agustus: Kisah Warga Ciamis Jalan Kaki ke Mekkah

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketfot: Vico Noer Faizal warga Karanganyar Kecamatan Rancah Kabupaten Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Perjalanan panjang Vico Noer Faizal, warga Karanganyar, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, menuju Mekkah akhirnya mencapai garis finis pada momen istimewa. Setelah berjalan kaki selama 17 bulan melintasi 17 negara, Vico menuntaskan ekspedisinya tepat pada 17 Agustus 2026, bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bagi Vico, perjalanan ini bukan sekadar ujian fisik menuju Tanah Suci. Ia mengemban misi memperkenalkan Ciamis dan Jawa Barat kepada masyarakat dunia sekaligus menyelesaikan penulisan Al-Qur’an sepanjang rute perjalanan.

Baca Juga: Polres Ciamis Tanam Bawang Putih di Sukamantri, Dorong Swasembada dan Kurangi Impor

“Saya mempersiapkan semuanya, mulai birokrasi, uang yang harus disimpan, riset jalur sampai visa. Saya sadar ini ekspedisi bukan ekspedisi biasa,” kata Vico pada Rabu (19/8/2026).

Kombinasi Unik Angka 17 Terbentuk Secara Alami

Kombinasi angka 17 bulan, 17 negara, dan finis tanggal 17 Agustus sejatinya tidak dirancang Vico sejak awal. Jalur antar-perbatasan antarnegara membentuk jumlah tersebut secara alami.

“Untuk 17-17-17 bulan sama 17 negara itu tidak direncanakan. Border to border biasanya ada negara yang memang tidak mungkin terlewati. Akhirnya menjadi 17 negara dengan durasi 17 bulan,” tutur Vico.

Vico terpaksa menyesuaikan rute perjalanan pulang karena kondisi wilayah di kawasan Timur Tengah tidak memungkinkan untuk dilalui dengan berjalan kaki. Ia mengambil penerbangan menuju Thailand, lalu melanjutkan perjalanan darat menuju Malaysia hingga menyelesaikan ekspedisinya.

Vico sengaja menyiapkan bendera Merah Putih untuk dikibarkan di setiap negara persinggahan. Ia menyandingkan bendera Indonesia dengan bendera lokal sebagai simbol persahabatan antarnegara.

“Intinya niat kita baik, dijalani dengan baik, insyaallah hasilnya baik,” ujar Vico.

Uzbekistan Beri Kesan Mendalam Hingga Bertemu Presiden Erdogan

Uzbekistan menjadi salah satu tempat yang paling membekas bagi Vico karena kehangatan sambutan warga setempat. Ekspedisi ini bahkan membawanya bertemu langsung dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melalui undangan Wali Kota Şile, Istanbul.

Sejumlah media internasional seperti stasiun televisi Uzbekistan dan NST Malaysia juga mewawancarai Vico secara khusus. Ia memanfaatkan seluruh kesempatan tersebut untuk mempromosikan kebudayaan Ciamis.

“Alhamdulillah, saya bisa mengkampanyekan kearifan lokal yang ada di Kabupaten Ciamis,” ungkap Vico.

Vico menganggap semua tantangan dan cibiran orang lain selama perjalanan sebagai bahan evaluasi serta penambah semangat.

“Yang jelas semuanya maslahat bagi saya, tidak ada yang mudarat. Orang-orang yang julid di awal justru menjadi acuan dan menambah giroh dalam perjalanan,” jelas Vico.

Tuntaskan Penulisan Al-Qur’an dan Buka Peluang Ekspedisi Al-Aqsa

Vico berhasil menuntaskan misi menulis ayat-ayat Al-Qur’an di setiap titik persinggahan bersamaan dengan berakhirnya perjalanan ini.

“Karena kemarin saya fokusnya lebih menulis Al-Qur’an. Setiap crossing saya menulis Al-Qur’an beberapa ayat dan alhamdulillah ditutup dengan finis. Al-Qur’an itu saya selesaikan,” kata Vico.

Beberapa pihak kini menawarkan kerja sama untuk membukukan pengalaman 17 bulan tersebut. Meski begitu, Vico justru tengah mengarahkan fokusnya untuk bersiap menuju target ekspedisi berikutnya, yaitu Masjid Al-Aqsa.

“Program lanjutannya insyaallah mungkin satu atau dua tahun lagi. Sudah banyak call dari berbagai negara dan ada beberapa sponsor ke depannya untuk mengejar satu masjid lagi, yaitu Al-Aqsa,” tutup Vico.

(Mia)

Angkot Listrik Mulai Mengaspal di Bandung, Seperti Apa Rute dan Fasilitasnya?

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Bandung Smart Transport (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Koperasi Pemilik Angkutan Masyarakat (Kopamas) Kota Bandung mulai menguji coba armada angkot listrik sebagai transportasi umum. Langkah ini bertujuan mengumpulkan data operasional secara detail sebelum mengoperasikan kendaraan ramah lingkungan tersebut secara penuh.

Ketua Kopamas Kota Bandung Budi Kurnia menegaskan bahwa uji coba ini merupakan bentuk inisiasi pihak koperasi dalam mendorong penggunaan kendaraan listrik di Bandung.

Baca Juga: Uji Coba Angkot Listrik di Bandung, Hemat Biaya Operasional?

“Kopamas sebenarnya sudah melakukan inisiasi. Hari ini kami mulai dengan uji coba,” kata Budi pada Rabu (19/8/2026).

Dukungan Pemerintah dan Warga Jadi Kunci Utama

Budi mengungkapkan bahwa keberhasilan operasional angkot listrik ke depan membutuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah, anggota koperasi, dan warga Kota Bandung.

“Ke depan, kami tetap ingin menggunakan kendaraan listrik seperti ini. Harapan saya tentu ada dukungan dari pemerintah, khususnya dalam bentuk support terhadap program ini. Selain itu, kami juga membutuhkan dukungan dari para anggota dan masyarakat Kota Bandung,” ujar Budi.

Kopamas memproyeksikan kebutuhan awal sebanyak 15 hingga 20 unit angkot listrik. Armada ini disiapkan untuk melayani rute dengan headway atau jeda kedatangan antar-armada sekitar 10 hingga 15 menit.

Rerouting Trayek dan Perhitungan Durabilitas

Pihak Kopamas telah menyesuaikan rute perjalanan angkot listrik ini. Trayek yang semula direncanakan melayani Cibogo Atas-Andir kini berubah melayani rute Terminal Ledeng menuju Bandara Husein Sastranegara via Sukahaji.

Uji coba lapangan ini berfokus mengukur daya tahan kendaraan serta memantau tingkat keterisian penumpang (load factor).

“Uji coba ini memiliki beberapa tujuan. Pertama, kami ingin mengukur durabilitas atau ketahanan kendaraan. Kedua, kami ingin menguji sekaligus melihat tanggapan masyarakat Kota Bandung terhadap penggunaan kendaraan listrik sebagai angkutan umum,” kata Budi.

Pihak pengelola akan mendokumentasikan seluruh hasil uji coba sebagai bahan laporan resmi kepada instansi terkait.

Fasilitas Lengkap Mengutamakan Kenyamanan Penumpang

Armada yang diuji coba telah menyematkan sejumlah fasilitas pendukung kenyamanan warga, salah satunya fasilitas pendingin udara (AC). Kopamas juga berencana menambahkan fitur koneksi Wi-Fi serta sistem pembayaran nontunai (tapping card).

“Untuk fitur angkot, semuanya sudah tersedia. Kendaraan ini sudah dilengkapi AC sehingga penumpang bisa merasa nyaman,” tutur Budi.

Pihak koperasi terus membuka diri terhadap kritik dan masukan dari masyarakat pengguna demi meningkatkan mutu pelayanan angkutan umum listrik ini.

(Yusuf Mugni)

Pelajar SMKN Bantarkalong Tasikmalaya Terpilih Jadi Brand Ambassador MUN, Siap ke Sri Lanka

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
SMKN Bantarkalong Nur Rahma, terpilih sebagai Brand Ambassador International Diplomat Model United Nations (MUN) dan bersiap mewakili Indonesia di Colombo, Sri Lanka

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Prestasi membanggakan kembali lahir dari pelajar asal Tasikmalaya selatan (Tasela). Nur Rahma, siswi SMKN Bantarkalong, sukses terpilih sebagai Brand Ambassador International Diplomat Model United Nations (MUN) dan bersiap mewakili Indonesia di Colombo, Sri Lanka.

Remaja asal Kecamatan Pancatengah yang belum genap berusia 17 tahun ini membuktikan bahwa keterbatasan wilayah tidak menghalangi langkahnya menembus panggung dunia.

Baca Juga: Cuma Persoalan Batas Lahan, Cekcok Dua Tetangga di Tasikmalaya Berakhir Tragis

“Insya Allah, keberangkatan dijadwalkan antara bulan September atau Mei 2027 mendatang ke Colombo, Sri Lanka,” kata Nur Rahma.

Perjalanan Panjang Dari Ketua OSIS Hingga Ajang Global

Keberhasilan Nur Rahma mengalir dari proses panjang kepemimpinannya di sekolah. Ia mengawali kiprah organisasinya sebagai Ketua OSIS SMKN Bantarkalong sebelum aktif di tingkat kabupaten hingga provinsi.

Kiprahnya makin bersinar saat ia terpilih menjadi Duta Siswa Indonesia dan mengikuti Konferensi Pemuda Nasional di Universitas Gadjah Mada (UGM).

“Semua tidak terjadi begitu saja. Saya hanya mencoba mengambil satu kesempatan, lalu belajar dari kesempatan berikutnya—dari memimpin di sekolah, tingkat kabupaten, provinsi, nasional, hingga kini bersiap menuju forum internasional,” kata Nur Rahma.

Incar Fakultas Hukum UI dan Pantang Menyerah Belajar Bahasa

Nur Rahma bakal mengikuti simulasi sidang PBB seperti UNICEF, UNHRC, UNEP, dan UNGA di Colombo nanti. Siswi yang bercita-cita menembus Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) ini tetap rendah hati walau masih terus mengasah kemampuan bahasa Inggrisnya.

“Saya tidak ingin menunggu sampai merasa benar-benar siap. Terlebih Saya ingin belajar melalui pengalaman ini, berani berkomunikasi, berani melakukan kesalahan, dan terus memperbaikinya. Saya mungkin menjadi salah satu peserta termuda, dan saya datang bukan merasa paling hebat, melainkan untuk membawa nama Indonesia dengan sebaik mungkin,” kata Nur Rahma.

Pesan Semangat Untuk Generasi Muda Indonesia

Nur Rahma berharap kisah perjalanannya dari pelosok Tasikmalaya menuju panggung internasional dapat memantik keberanian pelajar lain untuk bermimpi besar.

“Langkah besar selalu dimulai dari sesuatu yang kecil. Dari sekolah, dari organisasi, dari keberanian berbicara dan mengambil tanggung jawab. Kita tidak perlu menunggu dewasa untuk mulai memberikan dampak,” kata Nur Rahma.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada kedua orang tuanya serta Kepala Sekolah SMKN Bantarkalong, Drs. Agus Setiadi, M.Si, beserta jajaran guru yang terus mendukung tumbuh kembang prestasinya.

(Abdul Latif)

Cekcok Dini Hari Berujung KDRT, Suami Hantam Kepala Istri Pakai Palu di Pangandaran

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
‎Poto: Ilustrasi

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Aksi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) mengguncang warga Dusun Nanggewer, Desa Bojongsari, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran pada Rabu (19/8/2026) dini hari. Seorang pria bernama Kurnaevin (22) nekat memukul kepala istrinya, Thania Nurjanah (21), menggunakan palu setelah terlibat pertengkaran hebat.

Kepala Desa Bojongsari Yaya Sutiawan mengonfirmasi bahwa insiden penganiayaan tersebut bermula dari perselisihan sekitar pukul 04.00 WIB.

“Awalnya cekcok. Mungkin sesaat sebelum kejadian suasananya agak panas. Kemudian cekcok itu dibuntuti tindakan kekerasan,” kata Yaya, Rabu (19/8/2026).

Korban Alami Luka Parah Hingga 30 Jahitan

Pukulan benda tumpul tersebut mengakibatkan korban mengalami luka robek serius di bagian kepala. Kades bersama warga sekitar langsung mengevakuasi korban menuju Puskesmas Sindangwangi guna mendapatkan pertolongan medis darurat.

“Setelah Subuh saya ikut mengantar korban ke Puskesmas Sindangwangi. Ada sekitar 30 jahitan di bagian kepala korban,” ungkap Yaya.

Pelaku Nekat Menenggak Racun Usai Dilerai Warga

Warga setempat langsung bergerak cepat merelai aksi kekerasan pasangan muda yang telah memiliki satu anak perempuan tersebut. Pelaku Kurnaevin yang panik lantas nekat menenggak racun tak lama setelah warga menghentikan aksinya.

Petugas dan warga segera mengarahkan pelaku ke Klinik Puspa di Kecamatan Kalipucang agar mendapatkan perawatan medis akibat tindakan nekatnya tersebut.

Dugaan sementara menunjukkan bahwa faktor kecemburuan serta tekanan ekonomi menjadi pemicu utama perselisihan pasangan suami istri ini. Namun, pihak berwenang masih terus mendalami pemicu pasti dari tragedi KDRT tersebut.

(Sajidin)

Cuma Persoalan Batas Lahan, Cekcok Dua Tetangga di Tasikmalaya Berakhir Tragis

0
Tasikmalaya, FOKUSjabar.id
gambar ilustrasi

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Pagi yang tenang mendadak mencekam bagi warga Kampung Ciaren RT 010/RW 010, Desa Karangjaya, Kecamatan Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (19/8/2026). Perselisihan sepele terkait batas tanah perkebunan memicu aksi pembunuhan sadis di lokasi tersebut.

Seorang pria paruh baya bernama Tata (45) tewas bersimbah darah tepat di atas lahan miliknya. Tetangganya sendiri yang berinisial E (30) menyerang korban secara brutal menggunakan senjata tajam.

Baca Juga: AHY Dijadwalkan Kunjungi Tasikmalaya, Stadion Kaliki Mangunreja Diharap Jadi Sorotan

Warga Temukan Korban Tergeletak Tak Bernyawa

Warga sekitar mendadak gempar saat menemukan tubuh korban pada pukul 09.30 WIB di area kebun. Sabetan senjata tajam mengakibatkan luka parah pada leher korban hingga tewas seketika di tempat kejadian.

Suasana duka dan syok langsung menyelimuti masyarakat Kampung Ciaren. Warga tidak menyangka pertengkaran batas tanah dapat merenggut nyawa sesama tetangga.

Polisi Ringkus Pelaku Tanpa Perlawanan

Aparat penegak hukum bergerak cepat setelah menerima laporan warga. Kapolsek Karangjaya Iptu Saptaji mengonfirmasi langsung insiden berdarah yang mengguncang wilayahnya tersebut.

“Iya benar ada kejadian, dan pelakunya sudah diamankan di Polres Tasikmalaya Kota,” kata Saptaji.

Pelaku berinisial E tidak berupaya kabur usai melancarkan aksinya. Ia memilih bertahan di sekitar lokasi hingga jajaran Polsek Karangjaya datang meringkusnya tanpa perlawanan.

Emosi Sesaat Pemicu Utama Pembunuhan

Pemeriksaan awal kepolisian menunjukkan bahwa korban dan pelaku saling mengenal serta tinggal di permukiman yang sama. Polisi memastikan insiden maut ini murni terpicu oleh emosi sesaat saat cekcok masalah patok batas lahan, bukan karena dendam lama.

“Tidak ada dendam, hanya berselisih masalah batas tanah,” kata Saptaji.

Petugas telah melimpahkan kasus ini ke Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota untuk penyidikan mendalam. Pelaku kini mendekam di balik jeruji besi dan menghadapi ancaman hukuman berat.

(Abdul Latif)