spot_imgspot_img
Selasa 7 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 203

Polres Garut Gelar Operasi Keselamatan Lodaya 2026

0
Operasi Lodaya Polres Garut fokusjabar.id
Kepolisian Resor (Polres) Garut melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi (OPS) Keselamatan Lodaya 2026

GARUT, FOKUSJabar.id: Dalam upaya menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan tertib menjelang Operasi Lodaya 2026, Polres Garut Polda Jabar resmi memulai Operasi Keselamatan Lodaya 2026.

Operasi Keselamatan Lodaya 2026 di tandai dengan Apel Gelar Pasukan di Lapangan Markas Polres Garut, Jalan Jenderal Sudirman, Senin (2/2/2026).

BACA JUGA:

Sinkronkan Program Pusat dan Daerah, Bupati Garut Tinjau Jalan Garut Selatan

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Garut, AKP Aang Andi Suhandi menyatakan, operasi tersebut mengedepankan pendekatan kemanusiaan yang bersifat preventif (pencegahan) dan edukatif.

Berbeda dengan operasi penindakan murni, dalam Operasi Keselamatan Lodaya, Polres Garut akan lebih intensif melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Salah satu poin krusial yang menjadi perhatian adalah pemeriksaan kelaikan kendaraan atau ramp check.

“Kami akan lebih konsentrasi pada pemeriksaan angkutan umum. Hal ini di lakukan untuk memastikan kendaraan pengangkut orang maupun barang dalam kondisi prima. Ini untuk mencegah kecelakaan fatal di jalan raya,” tegas Aang.

Sinergi Lintas Instansi

Guna memaksimalkan hasil di lapangan, Polres Garut menjalin kolaborasi erat dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Garut. Khususnya Dinas Perhubungan (Dishub) baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.

Sinergi ini diharapkan dapat menyasar empat target utama operasi, yakni:

  • Menurunkan angka kecelakaan lalu lintas serta meminimalisir fatalitas korban.
  • Menekan jumlah pelanggaran lalu lintas secara signifikan.
  • Meningkatkan disiplin masyarakat dalam mematuhi aturan berkendara.
  • Mewujudkan Kamseltibcarlantas (Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas) yang kondusif di wilayah hukum Kabupaten Garut.

Melalui operasi ini, pihak kepolisian mengimbau seluruh pengguna jalan untuk senantiasa mengutamakan keselamatan dan mematuhi rambu-rambu yang ada demi kenyamanan bersama.

(Y.A. Supianto)

Gorong-gorong Tersumbat, Rumah Warga di Ciamis Terendam

0
ciamis banjir fokusjabar.id
Saluran air yang tersumbat sampah

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Rumah Kimin di wilayah Desa/Kecamatan Banjaranyar Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar) terendam air bah.

Selain itu, jalan Kabupaten juga ikut terendam hingga menyebabkan arus lalu lintas terganggu.

BACA JUGA:

Dari Rumah Sempit Hingga Sudut Kota, Menteri LH Sidak Pengelolaan Sampah di Ciamis

Penyebabnya, gorong-gorong/saluran air di lokasi tersebut tersumbat sampah.

Kejadian meluapnya saluran air yang merendam rumah dan jalan kabupaten saat wilayah Kecamatan Banjaranyar di guyur hujan deras dengan intensitas cukup tinggi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Ani Supiani mengatakan, pihaknya menerima laporan dari aparat pemerintahan Kecamatan Banjaranyar, Minggu (1/2/2026) kemarin.

“Kejadian banjirnya kemarin,” katanya, Senin (2/2/2026).

Menurut Ani, pihaknya langsung menerjunkan petugas untuk melakukan penangan di lokasi kejadian.

BACA JUGA:

Cuaca Ekstrem Terjang Sukadana Ciamis, Sejumlah Rumah dan Sekolah Rusak

“Saat ini air sudah surut dan sampah yang menyumbat gorong-gorong sudah dilakukan pembersihan. Sehingga air kembali mengalir dengan normal,” ungkapnya.

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, hujan deras di sertai angin kencang menerjang wilayah Kecamatan Sukadana dan sekitarnya, Sabtu (31/1/2026) sore.

Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan sejumlah rumah warga di Desa Margajaya mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon tumbang dan terjangan angin.

Angin kencang merobohkan pohon albasia dan petai di Dusun Margadanu. Pohon-pohon tersebut menimpa bangunan SD Negeri 2 Margajaya, sehingga menyebabkan kerusakan pada bagian sekolah.

Kejadian serupa juga terjadi di Dusun Margasari. Sebuah warung rusak setelah pohon albasia tumbang dan menimpa bangunan tersebut.

Sementara di Dusun Cijoho, pohon kemiri roboh dan menimpa rumah milik Holil, mengakibatkan kerusakan pada bagian atap. Di Dusun Sindangsari, angin kencang merobohkan pohon afrika yang menimpa rumah milik Omoh.

(Husen Maharaja)

Pemkot Bandung Gelar Bazar Murah Utama di 30 Kecamatan

0
Bazar Murah Utama fokusjabar.id
Jelang Ramadan 1447 H, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung Akan Menggelar Bazar Murah Utama (Bazmut) di 30 kecamatan

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Menjelang Bulan Suci Ramadan 1447 H, Pemkot Bandung Jawa Barat (Jabar) menyiapkan langkah antisipasi untuk menahan lonjakan harga kebutuhan pokok dengan Bazar Murah Utama (Bazmut) di 30 kecamatan.

Bazar Murah Utama menjadi langkah konkret Pemkot Bandung dalam mengendalikan inflasi daerah sekaligus memastikan pasokan bahan pangan tetap terjangkau bagi warga.

BACA JUGA:

Menjelang Muswil PPP Jabar, KH Asep Serukan Kedewasaan dan Soliditas Partai

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, bazar murah akan dilaksanakan dalam dua tahap. Dengan begitu, dampaknya lebih maksimal.

“Bazaar ini kami bagi dalam dua sesi. Sesi pertama 9–13 Februari 2026 atau menjelang puasa. Dan sesi kedua pada 2–6 Maret 2026 menjelang Lebaran,” kata Farhan, Senin (2/2/2026).

Masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dari harga pasar. Sejumlah komoditas yang akan tersedia, beras SPHP, minyak goreng, gula pasir hingga daging.

Menurutnya, harga murah tersebut di mungkinkan karena Disdagin menggandeng Bulog, Pertamina serta jaringan ritel modern sebagai mitra penyedia bahan pangan.

“Di setiap lokasi akan tersedia sekitar 10 tenda yang menjual berbagai kebutuhan pokok. Kami pastikan stok aman dan harga terjangkau,” ucapnya.

Tak hanya menghadirkan sembako murah, Bazmut juga menghadirkan layanan publik dan pendampingan usaha.

Warga dan pelaku UMKM dapat mengakses layanan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas), sertifikasi halal, Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) hingga layanan perizinan dari DPMPTSP.

Selain itu, produk-produk UMKM binaan kecamatan juga turut di pasarkan. Hal itu sebagai upaya mendorong perputaran ekonomi lokal.

BACA JUGA:

Ada Penolakan, Wali Kota Bandung Pastikan Revitalisasi Pasar Ciroyom Berlanjut

Farhan berharap, program bazar murah dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok di tengah meningkatnya permintaan jelang Ramadan dan Idul Fitri.

“Kami ingin masyarakat terbantu, UMKM bergerak dan inflasi daerah tetap terkendali,” pungkasnya.

Berikut Jadwal dan Lokasi Bazar Murah Utama Kota Bandung:

9–13 Februari 2026:

Senin (9 Februari 2026) di Ujungberung, Bandung Kulon, Cibiru, Selasa (10 Februari 2026) di Bandung Kidul, Kiaracondong, Batununggal.

Rabu (11 Februari 2026) di Buahbatu, Arcamanik, Coblong

Kamis (12 Februari 2026) di Lengkong, Cibeunying Kidul, Mandalajati, Jumat (13 Februari 2026) di Bandung Wetan, Bojongloa Kaler, Sukajadi.

2–6 Maret 2026:

Senin (2 Maret 2026) di Andir, Gedebage, Sumur Bandung, Selasa (3 Maret 2026) di Astanaanyar, Cibeunying Kaler, Bojongloa Kidul, Rabu (4 Maret 2026) di Sukasari, Cidadap, Cinambo.

Kamis (5 Maret 2026) di Regol, Panyileukan, Babakan Ciparay, Jumat (6 Maret 2026) di Rancasari, Antapani, Cicendo.

(Yusuf Mugni)

BMKG: Hari Ini Kota Besar di Indonesia Berpotensi Hujan

0
BMKG hujan fokusjabar.id
Kota=kota besar di Indonesia diprediksi hujan (foto :AI)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan mayoritas kota-kota besar di Indonesia berpotensi diselimuti awan hingga di guyur hujan dengan intensitas ringan pada Senin (2/2/2026).

Dalam sistem peringatan dini cuaca BMKG, untuk wilayah Sumatera, kota-kota besar berpotensi di guyur hujan ringan hingga sedang. Yakni, Medan, Bengkulu, Padang, Pekanbaru, Jambi, Palembang dan Bandar Lampung.

BACA JUGA:

BMKG: 23-29 Januari 2026 Masih Diterjang Cuaca Ekstrem

Sementara Aceh dan Tanjung Pinang di prakirakan berawan.

“Untuk di Pulau Jawa, hujan ringan hingga sedang berpotensi merata terjadi di Banten, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta dan Surabaya,” kata Prakirawan BMKG, Medayu Bestari di kutip jawa pos.com.

Pulau Kalimantan di kota Palangkaraya, Samarinda dan Pontianak di prakirakan hujan ringan. Adapun Banjarmasin dan Tanjung Selor berpotensi hujan lebat di sertai kilat.

“Sementara Bali, Mataram dan Kupang berpotensi di guyur hujan ringan,” ungkapnya.

Untuk di pulau Sulawesi, hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di Mamuju dan Makassar.

Kota Kendari berpotensi di guyur hujan lebat di sertai kilat. Sementara Palu, Gorontalo dan Manado berawan tebal.

Ambon, Sorong, Manokwari dan Jayapura di prakirakan berawan. Sementara Nabire dan Jayawijaya di prakirakan di guyur hujan ringan hingga sedang. Merauke berpotensi hujan lebat di sertai kilat.

BMKG menegaskan, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang di lakukan di Indonesia merupakan upaya mitigasi bencana yang terukur dan berbasis sains.

Langkah tersebut di ambil sebagai respons paralel terhadap penurunan daya dukung lingkungan dan meningkatnya ancaman perubahan iklim.

BACA JUGA:

BMKG Ingatkan Potensi Gelombang Tinggi Terjadi 16-19 Januari

Sebelumnya, di media sosial beredar narasi bahwa jika di lakukan terus menerus, OMC memiliki risiko dan seperti bom waktu.

Dalam narasi yang beredar, OMC memiliki risiko bencana lain seperti membuat kondisi cuaca tidak stabil serta membentuk cold pool (kolam dingin), memindahkan atau menumpuk air di wilayah tertentu. Sehingga membuat banjir besar dan memberikan rasa aman yang palsu.

Dalam konteks tersebut, BMKG menegaskan bahwa cold poll atau kolam dingin merupakan fenomena meteorologi yang sepenuhnya alami.

Fenomena tersebut terjadi saat air hujan menguap di bawah awan badai, mendinginkan udara dan menciptakan massa udara padat yang jatuh ke permukaan.

(Bambang Fouristian)

Pangalengan Kabupaten Bandung Diterjang Longsor

0
pangalengan kabupaten bandung longsor fokusjabar.id
Pangalengan longsor (foto: AI)

BANDUNG, FOKUSJaba.id: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat (Jabar) melaporkan terjadi bencana longsor di Kampung Mekarsari Desa Tribakti Mulya Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung, Minggu (1/2/2026).

“Kejadian bencana tanah longsor terjadi hari Minggu pada pukul 14.30 WIB,” demikian keterangan BPBD Jabar di kutip tempo.co, Senin(2/2/2026).

BACA JUGA:

74 Korban Longsor Cisarua KBB Ditemukan Tim Gabungan

BPBD Jawa Barat mencatat dua rumah rusak sedang. Longsor di Pangalengan mengakibatkan dua balita meninggal dunia. Penyebab longsor akibat hujan ringan dan tanah labil.

Bencana Longsor Cisarua

Kepala Kantor Basarnas Bandung, Ade Dian Permana mengatakan, proses pencarian di lakukan secara terukur dengan mengutamakan keselamatan personel di lapangan.

Menurut Dia, dua kantong jenazah di temukan di Worksite A2. Sementara dua lainnya di Worksite A3 setelah di lakukan perluasan area operasi.

“Perluasan area pencarian memberikan dampak positif terhadap hasil evakuasi. Kegiatan tetap kami laksanakan dengan fokus pada keselamatan seluruh personel,” kata Ade.

BACA JUGA:

Kawasan Wisata Dago Rawan Longsor, Pemkot Bandung Perketat Pengawasan

Dari total 74 kantong jenazah yang telah di evakuasi, tim Disaster Victim Identification (DVI) telah mengidentifikasi 57 jenazah dari 58 kantong yang masuk proses pemeriksaan.

Sementara 16 kantong jenazah lainnya masih dalam tahap identifikasi lanjutan.

(Bambang Fouristian)

Polres Pangandaran Gelar Operasi Lodaya 2026, Ini Jadwalnya

0
Operasi Lodaya Polres Pangandaran fokusjabar.id
Apel Operasi Lodaya 2026 Polres Pangandaran

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Polres Pangandaran Polda Jabar melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Lodaya 2026, Senin (2/2/2026).

‎Kasat lantas Polres Pangandaran, AKP Yudi Risnandar mengatakan, tujuan apel untuk memastikan kesiapan personel, sarana prasarana serta strategi pelaksanaan operasi yang di gelar selama 14 hari (2-15/2/2026).

BACA JUGA:

Tak Pernah Kering Sejak 1926, Sumur Tua di Pangandaran Sarat Misteri

Dia menjelaskan, operasi ini mengedepankan pendekatan preemtif 40 persen, preventif 40 persen dan represif 20 persen.

‎”Untuk penegakan hukum (represif), sebanyak 95 persen di lakukan melalui sistem ETLE. Baik statis maupun mobile. Sedangkan 5 persen melalui penindakan manual secara selektif dan humanis terhadap pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas,” ungkap Yudi.

Wakapolres Pangandaran, Kompol Usep Supian menekankan bahwa pentingnya keselamatan sebagai prioritas utama.

Dia mengajak seluruh personel mengedepankan pendekatan edukatif dan persuasif kepada masyarakat.

‎”Operasi ini menjadi bagian dari cipta kondisi menjelang pengamanan arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 H,” kata Usep.

‎Menurut Usep, operasi Keselamatan Lodaya 2026 mengusung tema “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang aman, nyaman dan selamat menjelang pelaksanaan Ops Ketupat Lodaya 2026.”

BACA JUGA:

Panorama Indah Langit Senja Pantai Pangandaran

Sasaran operasi meliputi potensi gangguan lalu lintas, pelanggaran dan kecelakaan. Termasuk pengawasan kendaraan angkutan umum, bus pariwisata dan travel.

‎Karena itu, Polres Pangandaran bersama instansi terkait akan mengintensifkan sosialisasi tertib berlalu lintas, ramp check kendaraan, patroli di titik rawan kemacetan dan kecelakaan serta penegakan hukum berbasis ETLE.

‎”Langkah ini di harapkan mampu menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di wilayah Pangandaran,” kata dia.

‎Wakapolres juga mengingatkan seluruh personel agar menghindari tindakan arogan dan selalu mengutamakan keselamatan dalam bertugas. Sehingga kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

‎”Dengan digelarnya Operasi Keselamatan Lodaya 2026, Polres Pangandaran berharap tercipta situasi lalu lintas yang aman, tertib dan kondusif. Sekaligus meningkatkan budaya disiplin berlalu lintas masyarakat Kabupaten Pangandaran,” pungkasnya.

(Sajidin)

Kementerian Kesehatan Minta Waspadai Virus Nipah

0
Virus Nipah fokusjabar.id
Ilustrasi Virus Nipah (foto: AI)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Rumah Sakit dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota di minta waspada terhadap virus Nipah di daerahnya masing-masing.

Imbauan tersebut di sampaikan Kementerian Kesehatan melalui Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/C/445/2026 tentang Kewaspadaan Terhadap Penyakit Virus Nipah.

BACA JUGA:

Kementerian Kesehatan: Super Flu Terkendali

Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Murti Utami menginstruksikan seluruh perangkat penyedia Fasilitas Kesehatan (Faskes) melakukan sejumlah langkah untuk mengantisipasi adanya penularan kasus tersebut.

“Kepala Dinas Kesehatan provinsi, kabupaten.kota, kepala UPT bidang kekarantinaan kesehatan, pimpinan rumah sakit, kepala puskesmas dan kepala laboratorium kesehatan masyarakat di Indonesia untuk melaksanakan langkah-langkah antisipatif,” kata Murti di kutip tempo.co, Senin (2/2/2026).

Menurut Murti, penyakit virus nipah merupakan penyakit zoonotik emerging yang di sebabkan oleh virus Nipah, anggota genus Henipavirus dan famili Paramyxoviridae.

Virus tersebut memiliki reservoir alami pada kelelawar buah (Pteropus sp).

Dia menyebut, virus tersebut bisa menular kepada manusia secara langsung atau melalui perantara hewan lain. Seperti babi serta melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi virus seperti buah atau nira.

Penularan antarmanusia juga memungkinkan terutama melalui kontak erat dengan penderita.

Manifestasi penyakit nipah kata Dia bervariasi. Mulai infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) ringan hingga berat serta ensefalitis yang dapat berakibat kematian.

Kasus ini telah muncul sejak 2001. Namun kembali terdeteksi di India pada Januari 2026.

Per 26 Januari 2026, di laporkan sebanyak 2 kasus konfirmasi tanpa kematian di Distrik North 24 Parganas, Negara Bagian West Bengal.

BACA JUGA:

Tak Dipakai Berobat, Iuran BPJS Kesehatan Dipakai Apa?

Seluruh kasus yang terkonfirmasi tersebut merupakan tenaga kesehatan. Saat ini tercatat lebih dari dari 120 orang saling berkontak erat dengan penyintas.

“Semuanya dilakukan karantina dan investigasi lengkap masih terus di lakukan,” ungkapnya.

Menurut Murti, hingga saat ini belum terdapat laporan kasus konfirmasi penyakit virus nipah pada manusia di Indonesia.

Kendati demikian, kewaspadaan tetap perlu di tingkatkan. Mengingat Indonesia termasuk wilayah berisiko berdasarkan kedekatan geografis dan intensitas mobilitas dengan negara-negara yang pernah mengalami kejadian luar biasa.

Kementerian Kesehatan mengimbau sejumlah langkah antisipatif dilakukan dinas kesehatan dan sejumlah fasilitas kesehatan.

Lakukan pemantauan dan verifikasi tren kasus suspek meningitis/ensefalitis, influenza like illness (ILI), severe acute respiratory infection (SARI), ISPA dan pneumonia.

Selain itu, fasilitas kesehatan di minta melakukan penemuan kasus melalui sindrom pernapasan akut berat dan sindrom meningoensefalitis akut yang memiliki faktor risiko sesuai definisi operasional kasus mengacu pada Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Virus Nipah.

Bagi Rumah Sakit, Kementerian Kesehatan meminta fasilitas kesehatan untuk melakukan koordinasi dengan laboratorium rujukan terkait pengelolaan spesimen kasus sesuai dengan standar yang berlaku.

Sementara Dinas Kesehatan di minta melakukan kajian epidemiologis penyakit dan faktor risiko kesehatan potensi KLB penyakit virus Nipah. Mencakup riset pemodelan, riset prediktif dan riset operasional.

BACA JUGA:

Kemenkes juga meminta Unit Pelaksana Teknis Bidang Kekarantinaan Kesehatan meningkatkan pengawasan di pintu masuk negara. Terutama terhadap pelaku perjalanan dari negara terjangkit.

“Melakukan pengamatan suhu melalui thermal scanner serta pengamatan tanda dan gejala terhadap seluruh pelaku perjalanan yang masuk Indonesia dengan menyiagakan petugas di area kedatangan internasional,” kata Dia.

Kemenkes menyerukan peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan KLB penyakit virus Nipah melalui kegiatan kesiapsiagaan menghadapi KLB dan respons awal di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama maupun fasilitas pelayanan kesehatan tingkat lanjut.

Rumah sakit, puskesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan pun di minta menyiapkan ruang isolasi serta Alat Pelindung Diri (APD) sebagai pencegahan.

(Bambang Fouristian)