JAKARTA, FOKUSJabar.id: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan mayoritas kota-kota besar di Indonesia berpotensi diselimuti awan hingga di guyur hujan dengan intensitas ringan pada Senin (2/2/2026).
Dalam sistem peringatan dini cuaca BMKG, untuk wilayah Sumatera, kota-kota besar berpotensi di guyur hujan ringan hingga sedang. Yakni, Medan, Bengkulu, Padang, Pekanbaru, Jambi, Palembang dan Bandar Lampung.
BACA JUGA:
BMKG: 23-29 Januari 2026 Masih Diterjang Cuaca Ekstrem
Sementara Aceh dan Tanjung Pinang di prakirakan berawan.
“Untuk di Pulau Jawa, hujan ringan hingga sedang berpotensi merata terjadi di Banten, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta dan Surabaya,” kata Prakirawan BMKG, Medayu Bestari di kutip jawa pos.com.
Pulau Kalimantan di kota Palangkaraya, Samarinda dan Pontianak di prakirakan hujan ringan. Adapun Banjarmasin dan Tanjung Selor berpotensi hujan lebat di sertai kilat.
“Sementara Bali, Mataram dan Kupang berpotensi di guyur hujan ringan,” ungkapnya.
Untuk di pulau Sulawesi, hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di Mamuju dan Makassar.
Kota Kendari berpotensi di guyur hujan lebat di sertai kilat. Sementara Palu, Gorontalo dan Manado berawan tebal.
Ambon, Sorong, Manokwari dan Jayapura di prakirakan berawan. Sementara Nabire dan Jayawijaya di prakirakan di guyur hujan ringan hingga sedang. Merauke berpotensi hujan lebat di sertai kilat.
BMKG menegaskan, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang di lakukan di Indonesia merupakan upaya mitigasi bencana yang terukur dan berbasis sains.
Langkah tersebut di ambil sebagai respons paralel terhadap penurunan daya dukung lingkungan dan meningkatnya ancaman perubahan iklim.
BACA JUGA:
BMKG Ingatkan Potensi Gelombang Tinggi Terjadi 16-19 Januari
Sebelumnya, di media sosial beredar narasi bahwa jika di lakukan terus menerus, OMC memiliki risiko dan seperti bom waktu.
Dalam narasi yang beredar, OMC memiliki risiko bencana lain seperti membuat kondisi cuaca tidak stabil serta membentuk cold pool (kolam dingin), memindahkan atau menumpuk air di wilayah tertentu. Sehingga membuat banjir besar dan memberikan rasa aman yang palsu.
Dalam konteks tersebut, BMKG menegaskan bahwa cold poll atau kolam dingin merupakan fenomena meteorologi yang sepenuhnya alami.
Fenomena tersebut terjadi saat air hujan menguap di bawah awan badai, mendinginkan udara dan menciptakan massa udara padat yang jatuh ke permukaan.
(Bambang Fouristian)


