spot_imgspot_img
Kamis 8 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 204

Pemkab Dukung Penanaman Bawang Putih Polres Garut

0
penanaman bawang putih fokusjabar.id
Penanaman Bawang Putih di Garut

GARUT, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pelaksanaan Penanaman Bawang Putih Serentak yang di laksanakan jajaran kepolisian.

Penanaman bawang putih Polres Garut Polda Jabar di pusatkan di Kampung Patrol Desa Cinta, Kecamatan Karangtengah, Rabu (19/8/2026).

BACA JUGA:

Sekda Garut: Pemancangan Bambu Runcing Bentuk Penghormatan bagi Pejuang 45

Gerakan penanaman ini merupakan bagian dari program strategis Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang di laksanakan secara serentak di 17 provinsi di Indonesia.

Peluncuran nasional (national launching) di pimpin langsung Kapolri secara virtual yang terpusat di Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Asisten Daerah III Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Garut, Margiyanto mengapresiasi serta mendukung penuh terhadap langkah konkret yang di lakukan jajaran kepolisian.

“Kita berharap mampu mengukir sejarah untuk memenuhi kebutuhan bawang putih khususnya untuk negara kita sendiri. Sehingga dapat mengurangi impor,” katanya.

“Kita juga berharap, harganya semakin terjangkau. Hilirisasinya juga dapat kita upayakan dengan maksimal. Sehingga ujungnya adalah kesejahteraan masyarakat,” Dia menambahkan.

Margiyanto mengatakan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama suksesnya percepatan swasembada pangan di daerah.

Pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada Kapolres Garut, jajaran TNI, BUMN seperti PTPN serta seluruh stakeholder dan kelompok tani yang terlibat aktif dalam gerakan ini.

penanaman bawang putih fokusjabar.id
Kapolres Garut, AKBP Niko Nurallah Adi Putra

Kapolres Garut, AKBP Niko Nurallah Adi Putra menjelaskan, penanaman bawang putih di Desa Cinta merupakan bagian dari realisasi dukungan Polri terhadap program Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan nasional.

“Kita sedang berada di Desa Cinta Kecamatan Karangtengah untuk melaksanakan program ketahanan pangan. Hal itu sesuai dengan program Asta Cinta Bapak Presiden,” ungkapnya.

BACA JUGA:

33 PK Sepakat Dukung Aris Munandar jadi Ketua DPD Golkar Garut

Polres Garut menargetkan alokasi lahan secara bertahap hingga mencapai total luas 20,8 hektar. Penanaman perdana hari ini di awali di lahan seluas 0,8 hektar (8.000 meter persegi) di Desa Cinta.

“Bulan Oktober nanti ada beberapa di 4 titik yang berbeda. Luasnya sekitar 5 hektar per titik. Kita akan melakukan koordinasi kembali (rakor) dengan pihak PTPN untuk menyediakan lahan,” imbuhnya.

Gerakan penanaman di Desa Cinta turut melibatkan langsung masyarakat lokal yang tergabung dalam Kelompok Tani Saluyu.

Melalui keterlibatan puluhan petani lokal, program ini tidak hanya berfokus pada produksi panen dan penyediaan bibit unggul. Tetapi juga di tujukan untuk membuka lapangan pekerjaan baru serta meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

Polres Garut optimistis, setelah sukses di sektor tanaman jagung, pengembangan ke sektor bawang putih ini dapat menjadikan Kabupaten Garut sebagai salah satu percontohan dan penopang utama swasembada pangan di Jawa Barat dan Indonesia.

(Bambang Fouristian)

Gandeng Poktan Parentas, Polres Tasikmalaya Salurkan Bibit Unggul Bawang Putih dan Pupuk Gratis

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi, Kadis Pertanian Tatang Wahyudin, Wakapolres Tasikmalaya, saat menanam bawang putih dilahan yang subur (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Polres Tasikmalaya bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Tasikmalaya dan Kelompok Tani (Poktan) Desa Parentas Cigalontang menginisiasi penanaman bibit bawang putih di Kampung Buligir, Desa Parentas, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (19/8/2026).

Aksi penanaman bawang ini menjadi bagian dari gerakan serentak di 17 provinsi di Indonesia untuk mendukung pencapaian target swasembada bawang putih nasional.

Baca Juga: 20 Lapangan Padel Tumbuh di Kota Tasikmalaya, Bapenda Ingatkan Pajak 10 Persen

Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi memimpin langsung aksi pertanian ini. Turut hadir Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya Tatang Wahyudin, Wakapolres Tasikmalaya Kompol Asep, jajaran Perum Perhutani Tasikmalaya, unsur pemerintah kecamatan dan desa, serta para anggota Kelompok Tani Giri Asih Parentas.

Para petani menanam komoditas bawang putih di atas lahan seluas kurang lebih 4 hektar dengan memanfaatkan tanah kas milik Pemerintah Desa Parentas.

Selain memimpin penanaman, Polres Tasikmalaya menyalurkan bantuan bibit unggul dan pupuk secara simbolis kepada para petani setempat. Pemerintah daerah berharap penanaman bawang putih ini menjadi langkah konkret dalam mengurangi ketergantungan impor serta memperkuat ketahanan pangan daerah.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi menegaskan bahwa keterlibatan jajaran kepolisian dalam sektor pertanian merupakan bentuk pendampingan aktif. Kepolisian ingin memastikan program strategis pemerintah pusat ini berjalan optimal di tingkat tapak.

“Kegiatan penanaman bawang putih serentak ini merupakan langkah nyata dalam mendukung program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya meningkatkan produksi komoditas bawang putih di dalam negeri,” ungkap AKBP Ade Papa Rihi, Rabu (19/8/2026).

Sinergi Lintas Sektor Guna Stabilkan Harga Pasar

Melalui kolaborasi erat antara kepolisian, Dinas Pertanian, Perhutani, dan kelompok tani, AKBP Ade Papa Rihi meyakini komoditas bawang putih dari Kecamatan Cigalontang mampu memenuhi kebutuhan lokal daerah sekaligus berkontribusi pada pasokan pangan tingkat regional maupun nasional.

“Bawang ini salah satu komoditas pangan yang banyak masyarakat butuhkan. Penanaman ini sebagai upaya bersama dalam meningkatkan pasokan bawang agar tetap stabil, sehingga harganya pun tetap terjangkau,” ujar Kapolres.

Ia menambahkan bahwa pendampingan berkelanjutan dari kepolisian dan Dinas Pertanian akan mendongkrak hasil produksi panen mendatang.

“Kami bersama Pemda berupaya untuk melepaskan ketergantungan bawang pada pasokan impor. Dengan demikian aksi penanaman bawang dengan benih unggul ini, harus terus bergulir secara berkelanjutan. Sehingga pasokan komoditas ini tetap tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat khususnya di Kabupaten Tasikmalaya,” paparnya.

Perluas Lahan Pertanian dan Sejahterakan Petani Lokal

AKBP Ade Papa mendorong perluasan lahan pertanian bawang pada masa mendatang dengan memanfaatkan lokasi-lokasi potensial lainnya. Langkah ini akan memicu semangat para petani untuk meningkatkan hasil panen dan mendongkrak kesejahteraan keluarga mereka.

Aksi penanaman pangan ini menuai apresiasi serta sambutan hangat dari masyarakat dan tokoh setempat, terutama para petani. Kehadiran petugas memberikan kepastian pendampingan serta dorongan sarana produksi bagi petani lokal dalam mengelola potensi lahan yang ada.

(Seda)

Uji Coba Angkot Listrik di Bandung, Hemat Biaya Operasional?

0
Bandung@fokusjabar.id
Koperasi Pemilik Angkutan Masyarakat (Kopamas) Kota Bandung mulai menguji coba angkot listrik pada trayek Terminal Ledeng-Bandara Husein Sastranegara melalui Sukahaji. (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Koperasi Pemilik Angkutan Masyarakat (Kopamas) Kota Bandung mulai menguji coba angkot listrik pada trayek Terminal Ledeng-Bandara Husein Sastranegara melalui Sukahaji.

Uji coba satu unit kendaraan ini dilakukan untuk mengukur ketahanan kendaraan sekaligus melihat respons masyarakat sebelum digunakan sebagai angkutan umum secara penuh.

Ketua Kopamas Kota Bandung Budi Kurnia mengatakan, pengujian tidak sekadar mengenalkan kendaraan listrik kepada masyarakat. Kopamas juga mengumpulkan data teknis dan operasional sebagai bahan menentukan kebutuhan armada ke depan.

Baca Juga: Pelaku Perusakan Pohon di Jalan Riau Bandung Masuk DPO

“Uji coba ini memiliki beberapa tujuan. Pertama, kami ingin mengukur durabilitas atau ketahanan kendaraan. Kedua, kami ingin menguji sekaligus melihat tanggapan masyarakat Kota Bandung terhadap penggunaan kendaraan listrik sebagai angkutan umum,” kata Budi, Rabu (19/8/2026).

Trayek Terminal Ledeng-Bandara Husein Sastranegara melalui Sukahaji dipilih karena memiliki sejumlah ruas jalan yang relatif kecil dan membutuhkan kendaraan yang mudah bermanuver. Kopamas memproyeksikan kendaraan listrik produksi PT Mobil Anak Bangsa (MAB) sesuai dengan karakteristik jalur tersebut.

“Untuk trayek Bandara Husein Sastranegara-Terminal Ledeng, kami memproyeksikan penggunaan kendaraan MAB karena karakteristik jalannya relatif kecil dan membutuhkan kendaraan yang mudah bermanuver,” ujarnya.

Mengukur Sejumlah Indikator

Selama uji coba, Kopamas akan mengukur sejumlah indikator, termasuk load factor, ketahanan kendaraan, kebutuhan energi, serta respons penumpang. Hasil pengujian akan menjadi dasar untuk menentukan jumlah armada dan pola operasional.

“Kami juga akan menghitung load factor dan berbagai indikator lainnya. Dari hasil tersebut, nantinya akan diketahui berapa kebutuhan armada, bagaimana tingkat keterisian penumpang dan berbagai kebutuhan operasional lainnya,” katanya.

Dari sisi biaya, kendaraan listrik dinilai berpotensi menekan pengeluaran operasional. Budi menyebut kendaraan berbahan bakar bensin dengan jarak tempuh sekitar 180-200 kilometer per hari membutuhkan biaya bahan bakar sekitar Rp150 ribu hingga Rp170 ribu.

Sementara kendaraan listrik yang diuji menggunakan sekitar 50 kWh untuk sekali pengisian. Dengan tarif listrik sekitar Rp1.600-Rp1.700 per kWh, biaya pengisian disebut berada di bawah Rp50 ribu.

“Dari biaya operasional, kami bisa melakukan penghematan sampai sekitar 70 persen,” jelasnya.

Dengan konsumsi sekitar 1 kWh untuk lima kilometer, baterai 50 kWh secara teoritis dapat menempuh hingga 250 kilometer. Jarak tersebut dinilai cukup untuk kebutuhan operasional satu hari.

Nunggu Hasil evaluasi

Kopamas memperkirakan kebutuhan awal untuk trayek tersebut mencapai 15-20 unit dengan headway sekitar 10-15 menit. Namun, jumlah armada dan pola operasional masih menunggu hasil evaluasi uji coba.

Selain efisiensi biaya, kendaraan listrik dinilai memiliki keunggulan karena tidak menghasilkan emisi gas buang secara langsung. Kendaraan yang diuji juga telah dilengkapi pendingin udara atau AC untuk meningkatkan kenyamanan penumpang.

Baca Juga: Atasi Sampah, Pemkot Bandung Kembangkan Teknologi Tanpa Bau

“Untuk fitur angkot, semuanya sudah tersedia. Kendaraan ini sudah dilengkapi AC sehingga penumpang bisa merasa nyaman,” ucapnya.

Adapun fasilitas Wi-Fi dan pembayaran menggunakan tapping card masih dalam tahap persiapan. Kopamas akan mempertimbangkan penambahan fasilitas berdasarkan masukan pengguna selama uji coba.

Budi berharap program tersebut mendapat dukungan pemerintah, anggota koperasi, dan masyarakat jika penggunaan angkot listrik nantinya diperluas.

“Harapan saya tentu ada dukungan dari pemerintah, khususnya dalam bentuk support terhadap program ini. Selain itu, kami juga membutuhkan dukungan dari para anggota dan masyarakat Kota Bandung,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Gempa Pangandaran, Rumah di Empang Sari Kalipucang Ambruk 

0
Pangandaran@fokusjabar.id
Kondisi ambruk bangunan rumah di bagian belakang. fokusjabar.id/Sajidin)

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Sebuah bangunan rumah warga di Dusun Empang Sari, RT 03/06, Desa/Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, ambruk setelah diguncang gempa Pangandaran beberapa waktu lalu.

‎Pemilik rumah Yuli (39) mengatakan, kerusakan awal berupa retakan besar pada dinding setelah gempa dengan pusat di Pangandaran. Kondisi itu terus memburuk hingga bangunan roboh.

‎”Iya ini kan kemarin pas ada gempa di Pangandaran rumahnya agak retak langsung membesar. Nah, kemarin tuh langsung ambruk,” ujar Yuli di lokasi, Selasa, (19/8/2026).

Baca Juga: Perpustakaan SDN 5 Karangpawitan Rusak Parah, Begini Tanggapan Disdikpora Pangandaran

‎Bagian rumah yang rusak meliputi kamar, ruang tengah, dan dapur. Sementara tembok di bagian belakang ambruk. Beruntung saat kejadian pemilik rumah sedang berada di luar.

‎”Waktu kejadian pertama pasca gempa di rumah. Cuma pas kemarin malam yang terakhir ambruk itu saya lagi di luar rumah. Karena sudah tahu takut ambruk. Jadi saya sering-sering enggak di rumah ini gitu,” katanya.

‎Sejumlah pejabat dari tingkat desa hingga kecamatan sudah meninjau lokasi, di antaranya kepala desa, camat, dan Babinsa. Namun, bantuan materiil belum diterima keluarga.

Baca Juga: Pria Curi Gelang Emas Milik Seorang Nenek Diciduk Polres Pangandaran

‎”Ada kemarin kepala desa, Pak Camat, dan Babinsa. Ya enggak tahu sih cuma bilangnya mau diajuin buat ke Dinsos tapi enggak tahu. Saya belum menerima bantuan apa pun,” tambahnya.

‎Saat ini keluarga tersebut berharap ada bantuan perbaikan rumah agar dapat kembali ditempati.

‎”Ya saya sih berharap pengin dibetulin saja ini rumah biar saya bisa tinggal di sini sama anak-anak. Karena saya belum punya biaya untuk ngebetulinnya,” ujarnya.

(Sajidin)

Pelaku Perusakan Pohon di Jalan Riau Bandung Masuk DPO

0
Bandung@fokusjabar.id
Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung tengah mengobati 14 Pohon di Jalan Pahlawan Kota Bandung akibat Dikuliti (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung segera mengganti pohon yang ditebang ilegal di Jalan R.E. Martadinata atau Jalan Riau. Penanaman pohon baru ditargetkan dilakukan dalam dua pekan, bersamaan dengan penataan trotoar.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, penanaman pohon akan disesuaikan dengan desain trotoar agar ruang hijau dan fasilitas pejalan kaki tetap selaras.

“Karena sekalian dengan penataan trotoar, kita lakukan penataan trotoar dengan desain yang kurang lebih sinkron dengan penanaman pohon. Maka akan segera dilaksanakan dalam waktu dua minggu ke depan,” kata Farhan, Rabu (19/8/2026).

Baca Juga: Atasi Sampah, Pemkot Bandung Kembangkan Teknologi Tanpa Bau

Selain mengganti pohon di Jalan Riau, Pemkot Bandung juga menangani kerusakan 14 pohon di Jalan Pahlawan akibat pengerikan atau pengulitan batang. Dua pohon di antaranya mengalami kerusakan parah dan kini mendapat perawatan.

“Yang dua sudah sangat parah, tapi oleh DPKP sekarang sedang diobati kambiumnya supaya kambiumnya tidak hilang,” ujarnya.

Perawatan dilakukan dengan membungkus batang menggunakan karung goni serta memberikan nutrisi untuk membantu proses pemulihan.

Kasus kerusakan pohon juga ditemukan di Kiaracondong, Cijerah, Dago, dan Saung Galing. Di Cijerah, dua orang telah mengakui perbuatannya, sementara dua lainnya masih dalam pencarian.

Baca Juga: 300 Ton Sampah Sehari di Gedebage Bandung Bakal Disulap Jadi Briket

“Di Cijerah sudah ada pengakuan dari dua orang pelaku, tapi kita sedang mencari dua orang pelaku lainnya. Masih DPO,” ungkapnya.

Farhan menegaskan, Pemkot Bandung akan memberikan langkah tegas jika perusakan pohon terbukti berkaitan dengan kepentingan bisnis.

“Apabila ternyata terbukti ada kaitan langsung antara pemotongan pohon dengan kegiatan bisnis di sekitar situ, maka akan kita tinjau ulang izinnya,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Perpustakaan SDN 5 Karangpawitan Rusak Parah, Begini Tanggapan Disdikpora Pangandaran

0
Pangandaran@fokusjabar.id
Kondisi perpustakaan di SDN 5 Karangpawitan.(fokusjabar.id/Sajidin)

‎PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran merespons kondisi sarana dan prasarana di SDN 5 Karangpawitan Kecamatan Padaherang. Khususnya terkait ruang perpustakaan dan gudang yang mengalami kerusakan.

‎Disdikpora menyampaikan terima kasih dan apresiasi. Kepada media yang turut melakukan pengawasan terhadap kondisi sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Pangandaran.

‎Kepala Bidang SD Disdikpora Pangandaran, Annisa Suliastini, mengatakan saat ini program revitalisasi sekolah masih memprioritaskan ruang kelas. 

Baca Juga: 130 Tukik Berlari Menuju Laut di Legok Jawa Pangandaran, Ada Pesan Penting untuk Generasi Muda

‎Hal itu mengingat ruang kelas merupakan Standar Pelayanan Minimal dalam penyelenggaraan pendidikan.

‎”Pada saat ini yang menjadi prioritas pada program revitalisasi adalah ruang kelas. Yang dimana ruang kelas merupakan standar pelayanan minimal,” ujar Annisa, Rabu (19/8/2026).

‎Terkait kondisi perpustakaan, Annisa memastikan data kerusakan pada ruang perpustakaan dan gudang SDN 5 Karangpawitan. Telah terinput dengan benar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik). 

‎Pendataan itu meliputi tingkat kerusakan, mulai dari rusak sedang hingga rusak berat, agar dapat menjadi dasar perencanaan perbaikan selanjutnya.

‎”Yang paling utama proses kegiatan belajar mengajar berlangsung dengan baik,” kata Annisa.

Batasi Akses ke Area Bangunan

‎Mengingat kondisi bangunan perpustakaan dan gudang, serta ruang kelas utama masih aman digunakan untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Pihak sekolah diimbau untuk sementara membatasi akses ke area bangunan yang rusak.

‎Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dan memastikan keselamatan siswa selama proses belajar berlangsung.

‎Sebelumnya FOKUSJabar.id mengabarkan, kondisi bangunan perpustakaan dan gudang di SDN 5 Karangpawitan. Mengalami kerusakan cukup parah dan sudah lama belum tersentuh perbaikan.

Baca Juga: Pria Curi Gelang Emas Milik Seorang Nenek Diciduk Polres Pangandaran

‎Sejumlah lantai pecah, atap kayu penyangga genteng mengalami keropos sehingga rawan ambruk.

‎Di dalam ruangan perpustakaan, rak buku kayu masih terisi, amun sebagian sudah miring dan berantakan. Lantai keramik juga retak-retak hampir di seluruh bagian.

‎Padahal ruang tersebut seharusnya menjadi tempat nyaman bagi siswa untuk membaca. Dengan kondisi keramik retak dan atap yang rusak, jelas tidak layak di gunakan.

(Sajidin)

Atasi Sampah, Pemkot Bandung Kembangkan Teknologi Tanpa Bau

0
Bandung@fokusjabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggandeng Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) serta Danantara untuk mengembangkan teknologi baru pengolahan sampah.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghadirkan teknologi. Yang mampu mengolah sampah dalam jumlah signifikan tanpa menimbulkan bau.

“Kalau sampah sudah pasti, insyaallah ada kabar berita baik. Saya, Pemerintah Kota Bandung, Kemenristek, Danantara. Dalam hal ini diwakili oleh CTO Pak Sigit itu bersama-sama. Akan mengembangkan sebuah teknologi baru pengolahan sampah,” kata Farhan Rabu (19/8/2026).

Baca Juga: 1.454 Narapidana di Jawa Barat Diusulkan Dapat Amnesti

Menurutnya, teknologi yang tengah dikembangkan tersebut ditargetkan mampu mengolah sampah dalam jumlah cukup besar. Selain kapasitas pengolahan, aspek lingkungan juga menjadi perhatian agar prosesnya tidak menimbulkan bau.

“Insyaallah akan bisa mengolah sampah dengan jumlah yang cukup signifikan tetapi juga tidak menimbulkan bau,” katanya.

Baca Juga: Ada Apa Kerja Sama DLH Kota Bandung dan Prosignal Terhenti?

Farhan menyebut, kerja sama tersebut akan segera dimulai. Kick-off kolaborasi antara Pemkot Bandung, Kemenristek, dan Danantara dijadwalkan berlangsung pada Jumat (21/8/2026).

“Nah ini kita lagi coba, insyaallah Jumat ini kita akan mulai kick off. Berupa kerja sama antara Kemenristek, Pemerintah Kota Bandung, dan Danantara,” ungkapnya.

Farhan berharap, teknologi baru tersebut nantinya dapat menjadi bagian dari solusi pengelolaan sampah. Sekaligus mengurangi dampak lingkungan yang ditimbulkan dari proses pengolahan.

(Yusuf Mugni)