CIAMIS, FOKUSJabar.id: Tak hanya mengejar produksi dalam jumlah besar, Naratas Farm di Kabupaten Ciamis juga mengincar standar mutu peternakan yang lebih tinggi.
Peternakan ayam petelur tersebut telah mendapatkan Nomor Kontrol Veteriner (NKV) level satu. Status tersebut membuat produknya secara persyaratan telah memiliki peluang untuk masuk ke pasar ekspor.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Ciamis, Dr. A. Wahyu Radityananto, mengatakan NKV menjadi salah satu indikator penting dalam memastikan proses produksi peternakan memenuhi standar kesehatan dan keamanan produk hewan.
Baca Juga: Naratas Farm Ciamis Siapkan Generasi Baru Peternak Modern
“NKV level satu itu sudah bisa ekspor,” ujar Wahyu usai menghadiri syukuran pembukaan kandang baru Pasini Farm Naratas Group di Layer Farm Linggasari, Ciamis, Rabu (07/10/2026).
Meski demikian, ia menegaskan status tersebut belum berarti Naratas Farm saat ini sudah melakukan ekspor. Peluang ekspor masih bergantung pada kesiapan manajemen dan tujuan pasar yang hendak dibidik.
“Sudah memenuhi syarat untuk ekspor, tetapi belum melakukan ekspor,” katanya.
Menurut Wahyu, proses untuk mendapatkan standar tersebut tidak sederhana. Pemeriksaan dan pengawasan dilakukan untuk memastikan kualitas serta pengendalian dalam proses budidaya berjalan sesuai ketentuan.
Untuk pengajuan dan proses pemeriksaan lebih lanjut, pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan DKPP Provinsi Jawa Barat.
Wahyu menyebut capaian tersebut menjadi pembeda karena tidak semua peternakan ayam petelur di Ciamis telah memiliki NKV level satu.
Peternak Rakyat dan Koperasi
Ia juga mendorong peternak rakyat dan koperasi agar mengikuti jejak tersebut. Namun, prosesnya memang lebih kompleks karena peternak mandiri umumnya memiliki banyak kandang dengan pola pengelolaan yang tidak berada dalam satu manajemen.
“Kalau di sini satu manajemen, kemudian pakannya juga satu, sehingga lebih mudah dikontrol,” ujarnya.
Sementara itu, Komisaris Pasini Naratas Layer Farm, Hary Adam mengatakan penerapan standar tersebut tidak terlepas dari komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas produksi.
Ia menyebut Naratas Farm menggandeng sejumlah perusahaan tersertifikasi untuk membantu melakukan pengawasan kesehatan ternak.
Selain itu, peningkatan kompetensi sumber daya manusia juga terus dilakukan melalui pelatihan dan seminar.
Baca Juga: Waduh! Telur Blitar Masih Membanjiri Ciamis
Menurut Hary, perkembangan genetik ayam harus diikuti dengan perubahan pola budidaya. Ayam dengan kemampuan produksi yang semakin tinggi membutuhkan sistem pemeliharaan yang juga semakin modern.
“Genetik itu dipacu untuk bisa lebih efisien. Tapi itu juga harus kita barengi dengan pola budidaya yang mengikuti zaman,” katanya.
Dengan kombinasi standar mutu, teknologi dan manajemen modern, Naratas Farm tidak hanya membidik pasar lokal, tetapi juga membuka peluang untuk memperluas pasar di masa mendatang.
(Mia)



