spot_imgspot_img
Rabu 7 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 201

Damkar Banjarsari Ciamis Padamkan Kebakaran di Pangandaran

0
Damkar Banjarsari ciamis fokusjabar.id
Personel Damkar pos WMK Banjarsari saat memadamkan lahan yang terbakar di wilayah Kecamatan Padaherang Pangandaran

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Personel Damkar pos WMK Banjarsari membantu memadamkan kobaran api yang membakar lahan hutan 5 hektare milik warga di Dusun/Desa Karangmulya Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran Jawa Barat.

Demikian di katakan Kasatpol PP Kabupaten Ciamis, Ega Anggara Alqausar melalui Kasi pengendalian dan penanganan kebakaran Trisyanto.

BACA JUGA:

Bupati Ciamis Ubah Tradisi Karangan Bunga jadi Bibit Tanaman

Menurut Trisyanto, Damkar pos WMK Banjarsari menerima permintaan bantuan dari Damkar Kabupaten Pangandaran untuk membantu memadamkan kobaran api.

“Lokasi kejadian kebakaran jauh dari Damkar Pangandaran. Karenanya, mereka meminta bantuan kepada kami yang jaraknya lebih dekat,” ungkap Dia, Kamis (20/8/2026).

Trisyanto menuturkan, personel piket pos Damkar WMK Banjarsari langsung menindaklanjuti permintaan bantuantersebut.

“Lahan yang terbakar itu dekat dengan perumahan penduduk. Sehingga perlu secepatnya di tangani,” ucapnya.

Trisyanto melanjutkan, tidak lama setelah personel Damkar pos WMK Banjarsari berjibaku memadamkan api, pihak Damkar Kabupaten Pangandaran tiba di lokasi kejadian.

BACA JUGA:

Pemdes Cibeureum Sambut Positif Penanaman Bawang Putih Polres Ciamis

“Personel Damkar pos WMK Banjarsari bersama Damkar Kabupaten Pangandaran akhirnya bisa menangani kebakaran lahan itu, Api berhasil di padamkan sehingga tidak semakin meluas,” ungkapnya.

(Husen Maharaja)

Bupati Ciamis Ubah Tradisi Karangan Bunga jadi Bibit Tanaman

0
bupati ciamis karangan bunga fokusjabar.id
Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Bupati Ciamis Jawa Barat (Jabar), Herdiat Sunarya mendorong perubahan kebiasaan pemberian ucapan selamat dalam bentuk Karangan Bunga (standing flower) di ganti dengan bibit tanaman atau bibit pohon.

Imbauan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Bupati Nomor 400.14.1.1/1097-DPRKPLH.03/2026 tentang Penggantian Pemberian Karangan Bunga Menjadi Bibit Tanaman dalam setiap kegiatan seremonial dan acara hari-Hari besar di Kabupaten Ciamis.

BACA JUGA:

Pemdes Cibeureum Sambut Positif Penanaman Bawang Putih Polres Ciamis

Surat edaran tersebut di tetapkan pada 19 Agustus 2026 di tujukan kepada Forkopimda, kepala OPD, camat, kepala desa/lurah, pimpinan BUMN/BUMD serta pimpinan instansi vertikal.

Kebijakan tersebut di ambil sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan, mengurangi volume sampah dari karangan bunga, sekaligus mendorong peningkatan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Bupati Ciamis menekankan pentingnya mengubah pola pemberian ucapan selamat agar memberikan manfaat yang lebih berkelanjutan bagi lingkungan.

“Pemberian ucapan selamat tidak lagi menggunakan karangan bunga. Tapi dalam bentuk bibit tanaman atau bibit pohon,” katanya.

Menurut isi surat edaran, bibit yang di berikan nantinya tidak hanya menjadi simbol ucapan selamat. Tetapi akan di manfaatkan untuk penghijauan.

Bibit tanaman yang di serahkan dalam kegiatan dan acara hari-hari besar akan di data, kemudian di distribusikan untuk di tanam di lokasi-lokasi strategis yang di tentukan Pemerintah Kabupaten Ciamis.

Jenis tanaman yang di sarankan cukup beragam. Di antaranya, bibit pohon Tabebuya, bougenville ungu, pucuk merah, bungur, glodokan lokal dan tanjung.

Tinggi bibit yang di sarankan 50 hingga 100 sentimeter atau menyesuaikan jenis tanaman.

Proses pendataan dan distribusi bibit tersebut nantinya di lakukan oleh Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Ciamis.

BACA JUGA:

17 Bulan, 17 Negara, Finis 17 Agustus: Kisah Warga Ciamis Jalan Kaki ke Mekkah

“Melalui perubahan pola ini, ucapan selamat di harapkan tidak berhenti sebagai simbol dalam sebuah kegiatan. Tetapi dapat memberikan manfaat nyata bagi lingkungan melalui penanaman dan penghijauan,” demikian substansi kebijakan yang tercantum dalam surat edaran tersebut.

Selain itu, pihak pemberi bibit di minta mencantumkan identitas secara sederhana dan tetap memperhatikan prinsip ramah lingkungan.

Identitas pemberi tidak di anjurkan menggunakan bahan yang sulit terurai.

Kebijakan ini sekaligus menjadi langkah Pemkab Ciamis untuk mendorong budaya ramah lingkungan dalam kegiatan pemerintahan maupun kemasyarakatan.

Setiap pemberian ucapan selamat di harapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperbanyak ruang hijau dan mengurangi sampah di Kabupaten Ciamis.

(Mia)

Polres Pangandaran Amanakan Terduga Pelaku KDRT

0
Polres pangandaran fokusjabar.id
Plt Kasi Humas Polres Pangandaran, Aiptu Yusdiana

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Seorang pria di wilayah hukum Polsek Padaherang Polres Pangandaran Polda Jabar, di amankan setelah di duga melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap istrinya.

‎Peristiwa tersebut terjadi pada hari Rabu sekitar pukul 04.00 WIB.

‎Kasi Humas Polres Pangandaran, Aiptu Yusdiana membenarkan adanya laporan kasus KDRT tersebut.

‎BACA JUGA:

Cekcok Dini Hari Berujung KDRT, Suami Hantam Kepala Istri Pakai Palu di Pangandaran

‎”Terduga pelaku telah kami amankan. Keluarga korban sudah melaporkan dan sudah membuat laporan di Polsek Padaherang,” kata Yusdiana, Kamis (20/8/2026).

‎Terkait kondisi korban, Yusdiana menyebut saat ini masih dalam penanganan medis.

‎”Untuk kondisi korban sampai dengan saat ini masih dalam penanganan medis,” jelasnya.

‎Informasi yang beredar, korban sempat di rujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

‎Pihak kepolisian memastikan bahwa korban dan terduga pelaku merupakan pasangan suami istri.

‎”Ini pasangan suami istri di wilayah hukum Polsek Pangandaran,” ujar Yusdiana.

‎Untuk langkah selanjutnya, Polres Pangandaran melalui Polsek Padaherang telah melakukan pemeriksaan awal.

‎”Telah melakukan pemeriksaan-pemeriksaan awal ya, pemeriksaan saksi dan tempat kejadian perkara. Seperti itu,” pungkasnya.

‎BACA JUGA:

Serentak di 17 Provinsi, Polres Pangandaran Ikut Bergerak Tanam Bawang Putih

‎Kasus ini masih dalam proses penyidikan lebih lanjut di Polsek Padaherang.

‎Sebelumnya, aksi KDRT mengguncang warga Dusun Nanggewer, Desa Bojongsari, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran pada Rabu (19/8/2026) dini hari.

‎Seorang pria bernama Kurnaevin (22) nekat memukul kepala istrinya, Thania Nurjanah (21), menggunakan palu setelah terlibat pertengkaran hebat.

‎Kepala Desa Bojongsari, Yaya Sutiawan mengonfirmasi bahwa insiden penganiayaan tersebut bermula dari perselisihan sekitar pukul 04.00 WIB.

‎“Awalnya cekcok. Mungkin sesaat sebelum kejadian suasananya agak panas. Kemudian cekcok itu dibuntuti tindakan kekerasan,” kata Yaya.

(Sajidin)

‎

23 Agustus 2026 Partai Demokrat Serentak Gelar Lomba Rakyat

0
Lomba Rakyat Partai Demokrat fokusjabar.id
Kerum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (foto: web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan HUT ke-25, Partai Demokrat akan menggelar acara puncak Lomba Rakyat secara serentak pada Minggu (23/8/2026).

Lomba Rakyat yang mengusung tema “Memajukan Ekonomi, Menegakkan Keadilan dan Menjaga Demokrasi” di respons positif Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Jawa Barat (Jabar).

BACA JUGA:

Mantan Kepala Badan Kesbangpol Garut Berlabuh ke Partai Demokrat

“Demokrat Jabar bersama pengurus 27 Kabupaten/Kota siap menggelar Lomba Rakyat yang melibatkan masyarakat,” kata Ketua DPD Partai Demokrat Jabar, Anton Sukartono Suratto.

Sebagai partai yang lahir dan tumbuh bersama rakyat, Partai Demokrat menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar seremonial perlombaan biasa.

Melainkan media strategis untuk memperkuat hubungan emosional, menggerakkan struktur partai hingga tingkat terbawah.

Partai Demokrat mengundang seluruh lapisan masyarakat, insan media serta generasi muda untuk ambil bagian dan menyemarakkan pesta rakyat ini demi mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur.

lomba rakyat partai demokrat fokusjabar.id
Ketua DPD Demokrat Jabar dan Ketua DPC Ciamis

Menurut Anton, momentum HUT ke-25 Partai Demokrat dan HUT ke-81 Kemerdekaan RI harus menjadi pembuktian komitmen partai yang selalu konsisten berada di tengah-tengah rakyat.

Senada di sampaikan Ketua DPC Partai Demokarat Kabupaten Garut, Aman Nurjaman. Menurutnya, lomba rakyat bukan sekadar perayaan ulang tahun partai maupun kegiatan seremonial HUT Kemerdekaan RI.

Bagi Demokrat Garut, kegiatan lomba rakyat merupakan bentuk nyata untuk terus hadir dan membangun kedekatan dengan masyarakat.

“Lomba rakyat ini memiliki makna yang sangat besar. Di tengah masyarakat, kita ingin membangun kegembiraan, kebersamaan dan semangat gotong royong,” ungkap Aman kepada FOKUSJabar, Kamis (20/8/2026).

Dia menyebut, tema yang di usung “Memajukan Ekonomi, Menegakkan Keadilan dan Menjaga Demokrasi” memiliki keterkaitan sangat kuat dengan momentum HUT ke-25 Partai Demokrat.

Usia 25 tahun bagi Partai Demokrat merupakan momentum untuk melakukan refleksi terhadap perjalanan politik sekaligus mempertegas arah perjuangan partai ke depan.

lomba rakyat partai demokrat fokusjabar.id
Ketua DPD Demokrat Jabar dan Ketua DPC Garut

Menurutnya, memajukan ekonomi di maknai sebagai keberpihakan terhadap masyarakat agar memiliki kesempatan untuk tumbuh dan meningkatkan kesejahteraan.

BACA JUGA:

Institut Partai Demokrat Gelar Dikpolnas 2026 di Museum dan Galeri SBY-Ani

Menegakkan keadilan merupakan prinsip penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Keadilan harus menjadi fondasi dalam pembangunan, pelayanan publik, penegakan hukum maupun dalam memberikan kesempatan yang setara kepada seluruh masyarakat.

Kemudian menjaga demokrasi merupakan komitmen Partai Demokrat untuk terus memperkuat kehidupan demokrasi yang sehat, konstitusional, bermartabat dan tetap menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan.

Tiga pesan tersebut merupakan satu kesatuan. Ekonomi yang maju membutuhkan keadilan,dan keadilan membutuhkan demokrasi yang sehat.

Karena itu, tema ini bukan sekadar slogan. Namun menjadi sikap politik Partai Demokrat dalam melihat tantangan bangsa ke depan.

Aman Nurjaman mengatakan, lomba rakyat memiliki pesan politik yang jelas. Yakni, membangun politik yang membumi dan dekat dengan rakyat.

Partai Demokrat ingin menunjukkan bahwa politik tidak selalu harus berbicara mengenai kekuasaan dan kontestasi. Namun juga tentang bagaimana membangun persaudaraan, kebersamaan dan optimisme masyarakat.

Perjalanan Partai Demokrat selama 25 tahun harus menjadi energi untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan kontribusi bagi masyarakat.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Ciamis, Anjar Asmara menambahkan, kegiatan tersebut semakin mendekatkan dengan masyarakat.

Lomba Rakyat yang akan di gelar di antaranya, lomba makan kue, balap karung pakai helm, lomba memakai jilbab pria, lomba makan pisang, lomba pidato AHY muda.

Anjar menyebut, Lomba Rakyat akan menjadi semacam pesta rakyat yang di rancang semeriah mungkin dengan melibatkan banyak elemen masyarakat.

(Bambang Fouristian)

Forkoda PPDOB Jabar Tawarkan Solusi Kemandirian Fisikal

0
Forkoda PPDOB Jabar fokusjabar.id
Sarasehan Forkoda PPDOB Jawa Barat

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Forum Komunikasi Daerah Percepatan Pembentukan Daerah Otonomi Baru (Forkoda PPDOB) Jawa Barat (Jabar) menegaskan, perjuangan pembentukan DOB memasuki fase strategis.

Pemekaran ridak lagi sekadar menuntut. Tetapi menawarkan solusi bagi kemandirian fiskal dan pemerataan pembangunan.

BACA JUGA:

Pemekaran CDOB Garut Utara: Perjuangan Nyata, Bukan Sekadar Narasi

Hal tersebut mengemuka dalam Sarasehan Forkoda PPDOB Jabar di Rooftop Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Rabu (19/8/2026) kemarin.

Sarasehan mengangkat agenda kesiapan pemekaran dan masa depan Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) sekaligus menjadi momentum refleksi Hari Jadi ke-81 Jawa Barat.

Ketua Umum Forkoda PPDOB Jabar, Rahmat Hidayat Djati mengatakan, persatuan seluruh elemen masyarakat Tatar Sunda merupakan modal penting dalam memperjuangkan percepatan kesejahteraan dan keadilan sosial.

Forkoda PPDOB Jabar fokusjabar.id
Ketua Umum Forkoda PPDOB Jabar, Dr. H. Rahmat Hidayat Djati

Menurutnya, kebutuhan pemekaran harus di lihat secara objektif. Besarnya jumlah penduduk Jawa Barat di bandingkan dengan jumlah kabupaten/kota yang relatif sedikit menjadi salah satu alasan perlunya penataan daerah secara serius.

Analis Kebijakan Ahli Madya Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Provinsi Jawa Barat, Azis Zulficar Aly Yusca menyampaikan komitmen serius untuk terus mengawal seluruh CDOB Jawa Barat yang telah di ajukan ke tingkat pusat.

Dalam proses pengawalan tersebut, terdapat tiga CDOB yang saat ini menjadi prioritas untuk terus di tingkatkan skor kelayakannya. Yakni Bogor Timur, Garut Utara dan Garut Selatan.

BACA JUGA:

Pemekaran Garut Utara Dihadang Birokrasi?

Pemprov Jawa Barat juga mendorong pemekaran yang sejalan dengan prinsip pembangunan dari desa menuju kota. Sehingga pemekaran tidak sekadar membentuk pemerintahan baru, tetapi menjadi instrumen pemerataan pembangunan dan peningkatan daya saing daerah.

Strategi Baru Menghadapi Moratorium

Sarasehan juga menghasilkan penajaman strategi menghadapi moratorium pembentukan DOB.

Sekretaris Jenderal Forum Komunikasi Nasional (Forkonas), Abdurrahman Sang menyampaikan, salah satu persoalan utama yang menjadi pertimbangan pemerintah pusat adalah keterbatasan keuangan negara dan tekanan fiskal APBN.

Karena itu, perjuangan pemekaran di nilai tidak cukup hanya di lakukan melalui aksi massa atau tuntutan politik.

Daerah harus mampu menawarkan solusi konkret terhadap persoalan pembiayaan negara.

Forkonas tengah merancang formula dan parameter baru dalam RPP Penataan Daerah yang mengukur kemampuan sebuah CDOB untuk tumbuh mandiri tanpa membebani APBN. Termasuk melalui sumber-sumber pendanaan alternatif di luar anggaran negara.

Garut Utara dan Garut Selatan harus Tetap Memperkuat Kabupaten Induk

Akademisi sekaligus Tim Ahli Penataan Daerah, Yogi Suprayogi Sugandi menilai, Jawa Barat memiliki posisi penting dalam agenda penataan daerah nasional.

Dalam konteks Garut, terdapat potensi pemekaran menjadi Garut Utara dan Garut Selatan. Namun, proses tersebut harus tetap memperhatikan keberlangsungan Kabupaten Garut sebagai daerah induk.

BACA JUGA:

Ahmad Bajuri Bicara Tegas Soal Pemekaran Garut Utara

Dengan demikian, pemekaran harus di rancang agar menghasilkan daerah-daerah baru yang semakin kuat tanpa menghilangkan kapasitas fiskal dan kelayakan Kabupaten Garut sebagai daerah induk.

Garut Utara Bukan Sekedar Minta Pemekaran 

Sekretaris Umum Forkoda PPDOB Jabar, Muhammad Sufyan Abdurrahman menekankan pentingnya perubahan cara membangun komunikasi publik.

Perjuangan CDOB tidak boleh lagi di bingkai semata-mata sebagai gerakan “meminta” atau “menuntut pemekaran”, karena narasi tersebut berpotensi di persepsikan sebagai upaya menambah beban anggaran dan jabatan baru.

Sebaliknya, daerah harus mampu membangun alasan publik mengapa pemekaran di perlukan.

Dalam konteks tersebut, Garut Utara di nilai telah memiliki narasi yang kuat dengan menempatkan pemekaran sebagai energi baru penggerak roda pembangunan ekonomi wilayah utara, sekaligus memperpendek rentang kendali pelayanan pemerintahan, menekan biaya akses masyarakat dan mempercepat respons pemerintah.

Forkoda dan 10 CDOB Sepakat Bergerak ke Jakarta

Sarasehan akhirnya melahirkan keputusan politik bersama bahwa pergerakan pasif di daerah tidak lagi cukup untuk menghadapi ketatnya moratorium di tingkat pusat.

Forkoda PPDOB Jawa Barat bersama delegasi dari 10 CDOB sepakat melakukan pergerakan dan audiensi akbar ke Jakarta.

Dalam waktu dekat akan bertolak ke Gedung DPR RI dan  Kementerian Dalam Negeri.

Delegasi tidak akan datang dengan sekadar membawa tuntutan. Mereka akan membawa draf “Formula Baru Kemandirian Daerah” sebagai amunisi diplomasi dan tawaran solusi atas persoalan fiskal yang selama ini menjadi salah satu alasan utama belum di bukanya moratorium.

Garut Utara Siap Memasuki Fase Perjuangan Strategis

Sebagai salah satu delegasi CDOB, Ketua Umum Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra), Holil Aksan Umarzen menilai, hasil sarasehan tersebut merupakan momentum penting bagi perjuangan.

CDOB Garut Utara fokusjabar.id
Ketum PM Gatra, Rd. H Holil Aksan Umarzen

Perjuangan CDOB Garut Utara ke depan harus semakin terukur, berbasis data, memiliki argumentasi akademik sekaligus mampu menunjukkan bahwa pemekaran merupakan instrumen untuk mempercepat pelayanan publik, pemerataan pembangunan, pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Garut Utara tidak ingin hadir hanya sebagai daerah yang meminta di mekarkan. Garut Utara harus hadir sebagai daerah yang siap di bangun, siap mandiri dan siap menjadi energi baru bagi pertumbuhan ekonomi Jawa Barat,” tegasnya.

BACA JUGA:

Dede Salahudin: Pemekaran Garut Utara Perkuat Kabupaten Induk

Karena itu, pihaknya siap mengambil bagian aktif dalam agenda bersama Forkoda PPDOB Jabar menuju Jakarta dengan membawa gagasan, data dan solusi yang memperkuat argumentasi pembentukan Garut Utara.

Pemekaran bukan tujuan akhir. Pemekaran adalah instrumen untuk menghadirkan pemerintahan yang lebih dekat, pelayanan yang lebih cepat, pembangunan yang lebih merata dan kesejahteraan yang lebih nyata bagi masyarakat.

(Bambang Fouristian)

Setelah Fisik, Persija Jakarta Dalami Taktikal di Bangkok

0
persija jakarta bangkok fokusjabar.id
Tim Persija jakarta

BANGKOK, FOKUSJabar.id: Persija Jakarta memasuki babak baru dalam persiapan menuju laga pertama mereka di Super League 2026/2027.

Sebelumnya Mereka telah menuntaskan latihan fisik di Hua Hin. KIni, para pemain Persija tengah mendalami soal taktikal di Bangkok.

BACA JUGA:

SAGC Ciamis dan Smansa Siapkan Atlet Menuju SAC 9 Tangerang

“Saat pindah ke Bangkok, program latihan fisik dalam training camp ini sudah selesai. Selanjutnya, kami akan berfokus pada penyesuaian kondisi dan latihan tim,” kata Pelatih Persija, Shin Tae-yong (STY).

Di Bangkok, Persija akan menjalani dua laga uji coba. Yakni melawan Police Tero dan Chiangrai United.

Pada laga uji coba pertama, Persija akan memanfaatkan pertandingan untuk mengasah aspek taktikal sekaligus menyelaraskan kerja sama tim yang telah di bangun sejak awal training camp.

Kemenangan dramatis 2-1 diraih Persija Jakarta saat bertanding melawan klub asal Thailand, Police Tero di Alpine Football Camp Training, Bangkok, Rabu (19/8/2026) sore.

Pertandingan persahabatan tersebut difokuskan untuk mengukur efektivitas latihan berat yang dijalani skuad Macan Kemayoran.

Kondisi fisik para pemain menunjukkan peningkatan positif setelah melahap program latihan intensif selama sepekan terakhir.

Shin Tae-yong memberikan kesempatan tampil bagi seluruh anak asuhnya dalam laga tersebut.

“Semua pemain bermain masing-masing satu babak. Kondisi fisik mereka bagus dan saya rasa mereka bermain dengan baik,” ucapnya.

Jalannya pertandingan dan penerapan taktik di lapangan menjadi fokus utama tim pelatih dibandingkan sekadar hasil akhir. Evaluasi strategi yang diterapkan berjalan sesuai dengan harapan tim kepelatihan.

Sementara pada laga kedua, Shin Tae-yong akan mulai menurunkan gambaran terbaik skuadnya sebagai bagian dari persiapan menghadapi Super League 2026/2027.

BACA JUGA:

Bangun Ekosistem Futsal Indonesia menuju Dunia, Proton FC Gandeng Imane Thailand

Seperti halnya rangkaian laga di Piala Presiden 2026, Shin Tae-yong tetap memberikan kesempatan bermain kepada para pemainnya melalui rotasi di dua laga uji coba tersebut.

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar mengatakan, pemusatan latihan atau training center di Bali menjadi ajang pemanasan sebelum mengarungi musim 2026/2027.

Sebelumnya, Persib sudah mengikuti turnamen pramusim Piala Presiden 2026. Dalam ajang tersebut skuad besutan Igor Tolic finish sebagai runner up.

Selama di Bali, skuad Maung Bandung akan melakoni pertandingan menghadapi tuan rumah Bali United dan Sabah FC.

(Bambang Fouristian)

HUT ke-81 RI, SDN 1 Gunung Pereng Tasikmalaya Tanamkan Nasionalisme dan Keberagaman

0
Tasikmalaya, FOKUSjabar.id
Ket foto : Kreativitas anak-anak dan guru di komplek SDN Gunung Pereng Kota Tasikmalaya, dalam memeriahkan HUT Kemerdekaan RI Ke-81 (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Semarak peringatan HUT Kemerdekaan Ke-81 Republik Indonesia berlangsung meriah di SDN 1 Gunung Pereng Kota Tasikmalaya selama tiga hari berturut-turut. Sekolah mengusung tema nasional “Indonesia Bersatu, Berdaulat, Adil, dan Makmur” untuk mengobarkan semangat para siswa, guru, hingga para orang tua.

Para peserta pawai tampil antusias mengenakan busana bernuansa merah putih dan pakaian adat keberagaman daerah saat berkeliling melintasi sejumlah ruas jalan.

Baa Juga: BKPRMI Kota Tasikmalaya Genjot Kompetensi Ratusan Pengajar Al-Qur’an

Kepala SDN 1 Gunung Pereng Dr. Irvan Kristivan menegaskan bahwa peringatan kemerdekaan ini bertengger pada penanaman nilai-nilai nasionalisme serta patriotisme, bukan sekadar keramaian perlombaan.

“Yang utama anak-anak harus paham nilai nasionalisme dan kebangsaan. Sekarang di media sosial kita sering lihat narasi yang memecah. Padahal Indonesia selalu utuh dan itu kita semua,” kata Irvan Kristivan pada Rabu (19/8/2026).

Tampilkan Keberagaman Budaya Demi Cegah Sikap Intoleran

Pihak sekolah mengonsep setiap hari kegiatan dengan tema berbeda. Hari pertama berfokus pada nuansa merah putih, sedangkan hari berikutnya menyoroti tema profesi, budaya, dan keberagaman.

“Kenapa berbeda? Karena Indonesia memang beragam. Dari profesi sampai budaya. Kita tidak ingin mencetak generasi yang intoleran. Justru dari perbedaan inilah negara ini terbentuk,” tutur Irvan.

Siswa kelas 1 mengusung tema budaya dengan memakai kebaya, sedangkan siswa kelas 2 menampilkan aneka profesi seperti dokter dan tentara.

“Kita ajarkan mereka, hari ini kita berbeda-beda, tapi kita satu sebagai siswa-siswi SDN 1 Gunung Pereng. Lebih luas lagi, walau ada SDN 1, 2, 5 dalam satu kompleks, kita tetap satu keluarga besar di sekolah,” ujar Irvan.

Libatkan Orang Tua dan Guru dalam Fashion Show

Rangkaian acara merangkul seluruh elemen sekolah melalui lomba siswa, karnaval, fashion show guru, fashion show murid, hingga fashion show kolaborasi orang tua dan anak. Keterlibatan orang tua menjadi sarana edukasi mengenai sosok pahlawan nyata bagi anak-anak.

“Siapa pahlawan anak-anak? Ya orang tuanya. Ada ibu yang tiap hari antar jemput, ke pasar dulu baru jemput lagi. Kalau dilakukan setiap hari itu perjuangan besar,” kata Irvan.

Para guru juga menyemarakkan lomba khusus di akhir sesi guna mempererat rasa kebersamaan antar-tenaga pendidik. Irvan menjelaskan bahwa seluruh rangkaian Agustusan ini terintegrasi langsung dengan kurikulum Pendidikan Pancasila dan Kebangsaan.

Manfaatkan Lapangan Baru dan Buka Panggung Bakat Siswa

Pihak sekolah memanfaatkan fasilitas lapangan gateball rumput sintetis baru untuk menunjang acara ini. Lapangan hasil dukungan Ketua KONI tersebut sekaligus menjadi sarana latihan para atlet Kota Tasikmalaya menjelang Porprov 2026.

Pelaksanaan kegiatan tahun 2026 ini memberikan ruang tampil mandiri bagi setiap siswa dibandingkan tahun sebelumnya yang digabung se-kompleks. Sekolah menampilkan bakat ekstrakurikuler mulai dari sepatu roda hingga seni tari.

“Anak usia sampai 12 tahun harus diberi ruang kreasi seluas-luasnya. Dari situ kita bisa lihat potensi mereka. Kalau tidak ada kegiatan seperti ini, bakatnya tidak akan tersalurkan,” pungkas Irvan.

(Seda)