spot_imgspot_img
Selasa 7 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 200

Dedi Kusnandar dan Dion Markx Sudah Berlatih Bersama Persib

0
Dedi Kusnandar persib fokusjabar.id
Persib latihan di lapangan pendamping Stadion Gelora Bandung Lautan Api. (foto: Arif)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Dedi Kusnandar (Dado) dan Dion Markx sudah berlatih bersama Persib Bandung pada sesi latihan di Lapangan Pendamping Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung Jawa Barat (Jabar), Senin (2/2/2026).

Seperti diketahui, gelandang senior Dedi Kusnandar kembali bergabung dengan skuad Maung Bandung setelah di pinjamkan ke Bhayangkara FC.

BACA JUGA:

Dion Markx: Saya Tak Ragu Gabung Persib Bandung

Sedangkan Dion Markx, pemain muda ini merupakan rekrutan anyar skuad Maung Bandung di putaran kedua kompetisi Super League 2025/2026.

Sehingga, sesi latihan tersebut menjadi yang pertama bagi Dedi Kusnandar dan Dion Markx untuk mengarungi putaran kedua Super League.

Pada sesi latihan tersebut, kedua pemain ini tampak antusias mengikuti instruksi yang diberikan oleh tim pelatih. Selain itu, keduanya bisa menjalankan latihan hingga akhir.

Dedi Kusnandar mengaku sangat bahagia bisa kembali bermain untuk Persib.

“Sangat senang. Apalagi kemarin tidak mudah meninggalkan klub yang saya sudah bela hampir lebih dari 10 tahun. Kembali ke Persib pasti sangat terharu, bangga, senang,” katanya.

Dado menegaskan, dia akan kerja keras untuk membantu tim ini bisa tetap berada di puncak klasemen kompetisi Super League 2025/2026.

Selain itu, pemain asal Jatinangor, Kabupaten Sumedang ini akan berusaha membawa Persib melangkah jauh di AFC Champions League (ACL) Two 2025/2026.

(Arif)

Musrenbang Tamansari Kota Tasikmalaya Dorong Peran Pokir Dewan

0
Suasana Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Tamansari yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Senin (2/2/2026)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Suasana Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Tamansari yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Senin (2/2/2026), menyisakan sorotan. Di tengah antusiasme warga menyampaikan aspirasi pembangunan, sejumlah kursi yang diperuntukkan bagi anggota DPRD Kota Tasikmalaya dari Daerah Pemilihan (Dapil) 3 justru tampak kosong.

Kondisi tersebut memunculkan tanda tanya di kalangan peserta Musrenbang. Pasalnya, forum ini menjadi agenda strategis dalam merumuskan arah pembangunan wilayah, namun kehadiran wakil rakyat dari dapil setempat terbilang minim.

Baca Juga: Rumah Lansia di Tasikmalaya Nyaris Roboh, DPRD Desak Pemkot Bertindak Cepat

Menanggapi situasi itu, Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Wahid, mengambil langkah cepat dengan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat dan tokoh yang hadir. Musrenbang tersebut juga dihadiri Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Dicky Chandranegara.

Dari total 12 anggota DPRD Dapil 3 yang meliputi Kecamatan Tamansari, Cibeureum, dan Purbaratu, hanya H. Wahid yang hadir langsung di lokasi.

“Saya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Sebanyak 11 anggota dewan lainnya berhalangan hadir karena menjalankan tugas kedinasan yang tidak bisa mereka tinggalkan, serta ada yang sedang mengalami musibah,” ujar Wahid.

Ia kemudian menjelaskan alasan ketidakhadiran sejumlah anggota dewan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Beberapa anggota tengah mengikuti rapat pembahasan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK), sebagian fokus dalam agenda Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda), ada yang menjalani pemulihan pascaoperasi, serta ada pula yang sedang berduka akibat musibah keluarga.

Meski demikian, Wahid menegaskan bahwa para legislator Dapil 3 tetap mengawal aspirasi masyarakat sejak tahapan Musrenbang tingkat kelurahan.

Kawasan Sentra Pendidikan di Kota Tasikmalaya

Dalam forum tersebut, Wahid juga mengangkat potensi Kecamatan Tamansari yang selama ini kerap dipersepsikan sebagai wilayah pinggiran. Ia menyebut Tamansari kini bergerak menuju kawasan sentra pendidikan di Kota Tasikmalaya.

Keberadaan sejumlah perguruan tinggi besar seperti Universitas Siliwangi (Unsil), Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (Umtas), dan Universitas Bakti Kencana (UMB) membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Ini peluang emas. Kehadiran kampus akan menciptakan efek ganda bagi ekonomi warga, mulai dari usaha kos-kosan, kuliner, hingga jasa pendukung lainnya. Ekonomi lokal harus ikut bergerak,” tegasnya.

Terkait anggaran pembangunan, Wahid mengungkapkan Dana Kelurahan untuk Kecamatan Tamansari pada tahun 2026 mencapai Rp1,6 miliar. Dengan delapan kelurahan, setiap wilayah akan mengelola anggaran sekitar Rp200 juta.

Ia mengakui jumlah tersebut belum mampu menjawab seluruh kebutuhan pembangunan infrastruktur dan sosial. Karena itu, ia berharap adanya dukungan tambahan melalui dana aspirasi atau Pokok Pikiran (Pokir) dari para anggota DPRD Dapil 3.

Meski sempat menjadi sorotan atas minimnya kehadiran legislator, Musrenbang Tamansari 2026 tetap memunculkan harapan baru. Komitmen wakil rakyat dalam mengawal aspirasi dan mengoptimalkan dana Pokir menjadi kunci agar pembangunan di Tamansari dapat berjalan lebih merata dan berkelanjutan.


(Abdul)

Rumah Lansia di Tasikmalaya Nyaris Roboh, DPRD Desak Pemkot Bertindak Cepat

0
Tasikmalaya, FOKUSJAbar.id
Ketfot : Anggota Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya, Anang Sapa’at, Melihat Kondisi Rumah Mak Edah

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Di tengah laju pembangunan Kota Tasikmalaya, kondisi memprihatinkan masih dialami sebagian warga di pelosok wilayah. Salah satunya menimpa Mak Edah (77), seorang lansia di Kampung Cibodas, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Purbaratu, yang terpaksa meninggalkan rumahnya karena bangunan tersebut nyaris ambruk.

Mak Edah yang sehari-hari bertahan hidup dengan mengumpulkan barang bekas, kini tidak lagi memiliki tempat tinggal yang aman. Struktur rumah yang rapuh, dinding yang lapuk, serta atap yang miring membuat bangunan itu berisiko roboh kapan saja dan mengancam keselamatan penghuninya.

Baca Juga: IAIT Fest 2026 Tasikmalaya Jadi Wadah Dakwah Kreatif Mahasiswa di Era Digital

Kondisi darurat tersebut mendorong Anggota Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya, Anang Sapa’at, turun langsung ke lokasi setelah menerima laporan dari LSM Sajalur. Politisi Partai Demokrat itu mengaku tersentuh melihat langsung kondisi rumah Mak Edah yang jauh dari kata layak.

“Ini bukan lagi rumah tidak layak huni, tapi sudah menjadi ancaman keselamatan. Kondisinya sangat parah dan tidak boleh dibiarkan,” tegas Anang.

Anang mendesak Pemerintah Kota Tasikmalaya, khususnya Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perwaskin/PUTR), untuk segera merealisasikan program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Ia meminta proses penanganan cepat tanpa terjebak prosedur birokrasi yang berbelit.

Selain itu, Anang juga menyoroti peran aparatur kewilayahan. Ia meminta lurah dan camat tidak hanya mengandalkan laporan administratif, tetapi lebih aktif turun ke lapangan untuk memetakan kondisi riil warga kurang mampu.

“Jangan menunggu viral atau rumahnya roboh dulu baru bergerak. Aparat wilayah harus lebih peka dan responsif terhadap kondisi warganya,” ujarnya.

Mak Edah Sementara Mengungsi Di Rumah Kerabat

Sementara itu, Ketua RW setempat, Aep Saepudin, memastikan Mak Edah saat ini mengungsi ke rumah kerabat demi keselamatan. Menurutnya, risiko tertimpa reruntuhan terlalu besar jika Mak Edah tetap bertahan di rumah tersebut.

“Mak Edah ini lansia yang tangguh, sehari-hari mencari rongsok untuk bertahan hidup. Kami sangat berharap bantuan pembangunan rumah segera terwujud karena kondisinya sudah darurat,” kata Aep.

Kasus Mak Edah menjadi peringatan bagi Pemerintah Kota Tasikmalaya. Untuk mempercepat validasi data kemiskinan dan penyaluran bantuan hunian. Kunjungan DPRD harapannya tidak berhenti sebagai agenda simbolis. Melainkan menjadi langkah nyata untuk menghadirkan keadilan sosial bagi warga yang paling membutuhkan.


(Abdul)

IAIT Fest 2026 Tasikmalaya Jadi Wadah Dakwah Kreatif Mahasiswa di Era Digital

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Wakil Wali Kota Dicky Candra Negara, foto bersama keluarga besar IAIT dan peserta Fest 2026 di Kampus IAIT Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Mahasiswa Institut Agama Islam Tasikmalaya (IAIT) menggelar IAIT Fest 2026 di lingkungan Kampus IAI Tasikmalaya, Jalan Noenoeng Tisnasaputra, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 2 hingga 4 Februari 2026.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra Negara, membuka langsung IAIT Fest 2026 dengan pembacaan Bismillahirrahmanirrahim di hadapan ratusan tamu undangan. Festival ini menjadi ruang aktualisasi potensi, kreativitas, dan bakat mahasiswa serta pelajar, sekaligus sarana memperkenalkan Kampus IAIT kepada masyarakat luas.

Baca Juga: Cypher Cup 2026 Tuntas, Basket Pelajar Tasikmalaya Panen Prestasi

Ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa yang menghadirkan kegiatan positif dan inspiratif di lingkungan kampus. Ia menilai IAIT Fest mampu menumbuhkan kreativitas, disiplin, semangat gotong royong, serta kerja sama antarmahasiswa.

“Ini kegiatan yang sangat positif. Mahasiswa bisa menggali potensi dan bakat, belajar berorganisasi, sekaligus mempererat silaturahmi,” ujarnya, Senin (2/2/2026).

Ia juga menekankan bahwa IAIT Fest menjadi media dakwah yang relevan dengan perkembangan zaman. Menurutnya, penyebaran nilai-nilai keislaman tidak hanya berjalan melalui pengajian atau mimbar masjid, tetapi juga dapat dikemas secara kreatif melalui kegiatan kampus.

“Dakwah tidak harus selalu konvensional. Melalui IAIT Fest ini, mahasiswa diajak memperdalam ilmu keislaman dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Ia menambahkan, penguasaan ilmu agama memiliki peran penting sebagai penyeimbang pendidikan formal dalam membentuk karakter dan moral generasi muda.

“Prestasi akademik saja tidak cukup. Ilmu keagamaan menjadi pondasi untuk menjaga akhlak, etika, dan moral,” tegasnya.

Wadah Strategis Untuk Memotivasi Mahasiswa Agar Terus Berprestasi

Sementara itu, Rektor IAI Tasikmalaya, Dr. Ade Zaenul Mutaqin, menyebut IAIT Fest 2026 sebagai wadah strategis untuk memotivasi mahasiswa agar terus berprestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

“IAIT Fest mendorong mahasiswa menjadi pribadi yang kreatif, inovatif, unggul, berdaya saing, serta berakhlak mulia dan siap berkontribusi bagi masyarakat,” kata Ade Zaenul Mutaqin.

Ia menjelaskan, tema “Revitalisasi Dakwah Kreatif sebagai Media Pembentukan Karakter Islam di Era Digital” menuntut mahasiswa untuk tetap adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal.

“Kami mendorong mahasiswa menyebarkan dakwah secara lebih kreatif dan relevan dengan zaman, namun tetap berlandaskan nilai Islam,” ujarnya.

Rektor berharap IAIT Fest 2026 dapat menjadi ruang pembinaan karakter generasi muda agar mampu memberikan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat.

Ketua Pelaksana IAIT Fest 2026, Hanifah, menyampaikan kegiatan ini melibatkan peserta dari kalangan pelajar SMA sederajat se-Priangan Timur serta mahasiswa. Ia mengaku antusiasme peserta sangat tinggi sejak hari pertama.

“Alhamdulillah, antusiasme peserta sangat luar biasa. Ini menunjukkan semangat dakwah dan kreativitas generasi muda Islam terus tumbuh,” ungkap Hanifah.

IAIT Fest 2026 berisi berbagai kegiatan bernuansa religi dan edukatif. Yakni antara lain lomba pidato bahasa Indonesia, Arab, dan Inggris, lomba MTQ, lomba nasyid, serta bazar UMKM lokal.


(Seda)

Proyek BRT Bandung Raya Masuk Tahap Krusial

0
Bandung, FOKUSJabar.id
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain di Balai Kota Bandung Senin (2/2/2026)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota Bandung menegaskan pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya terus bergerak sesuai jadwal. Sejumlah tahapan proyek kini memasuki fase penting, mulai dari proses lelang hingga penerbitan kontrak rehabilitasi shelter.

Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, menjelaskan Pemkot Bandung telah menggelar rapat koordinasi bersama pemerintah pusat guna mempercepat realisasi proyek transportasi massal tersebut. Dari pertemuan itu, beberapa kontrak kerja telah terbit, khususnya untuk rehabilitasi shelter BRT.

Baca Juga: Pemkot Bandung Gelar Bazar Murah Utama di 30 Kecamatan

“Sebagian kontrak shelter sudah terbit. Untuk pembangunan jalur khusus BRT masih berjalan dalam proses lelang,” ujar Iskandar di Balai Kota Bandung, Senin (2/2/2026).

Ia menyampaikan, perencanaan jalur BRT saat ini masih menunggu finalisasi dari pihak konsultan. Berdasarkan informasi terakhir, dokumen perencanaan tersebut diperkirakan rampung pada akhir Februari 2026.

“Dari konsultan, jalur BRT ditargetkan selesai akhir Februari. Sementara itu, proses lelang pelaksanaannya sudah berjalan,” jelasnya.

Pemkot Bandung merancang sebanyak 18 rute BRT yang akan menghubungkan berbagai kawasan strategis di wilayah Bandung Raya. Rute tersebut antara lain Cibiru–Kalapa, Lembang–Taman Tegallega, Leuwipanjang–Dipatiukur–Dago, Elang–Riau, Ciroyom–Pajajaran–Antapani, Dago–Leuwipanjang–Cibaduyut, hingga Padalarang–Alun-alun Bandung.

Sosialisasi Proyek BRT Bandung Raya Masuk Tahap Krusial

Selain itu, BRT juga akan melayani rute Cimahi–Cicaheum, Ledeng–Antapani, Cicaheum–Kalapa, Tegalluar Stasiun Hall, Soreang–Terminal Tegallega, Jatinangor–Leuwipanjang–Cibeureum, Majalaya–Baleendah–Leuwipanjang, Banjaran–Baleendah–BEC, Sarijadi–Antapani, Cicaheum–Sarijadi, serta Jatinangor–Dipatiukur melalui tol.

Iskandar menargetkan kontrak pembangunan jalur BRT dapat terbit pada Februari 2026. Sementara itu, kontrak rehabilitasi shelter sudah tersedia, meski detail teknisnya masih menunggu dokumen resmi.

“Februari ini kami harapkan kontrak jalur sudah keluar. Untuk shelter, kontraknya memang sudah ada, tetapi rincian teknisnya masih perlu konfirmasi,” katanya.

Seiring mulainya pengerjaan fisik, Pemkot Bandung juga menyiapkan langkah sosialisasi kepada masyarakat. Aparat kewilayahan bersama tim BRT akan terlibat untuk menyampaikan informasi, khususnya terkait rehabilitasi shelter yang segera memulai pembangunan.

“Kami akan melibatkan aparat wilayah dan tim BRT agar masyarakat mengetahui rencana pekerjaan. Detail seperti jumlah titik dan luas shelter masih menunggu dokumen kontrak resmi,” ucapnya.

Sementara terkait pengadaan armada BRT, Pemkot Bandung belum dapat memastikan waktunya. Iskandar menyebut pihaknya masih menunggu Detail Engineering Design (DED) dari pemerintah pusat sebagai acuan teknis.

“Untuk armada, informasinya belum lengkap karena kami masih menunggu DED. Dokumen ini penting, termasuk untuk melihat titik yang bersinggungan dengan kepentingan lain seperti area parkir,” pungkasnya.


(Yusuf Mugni)

Tergerus Zaman, Pedagang Mainan Keliling di Ciamis Bertahan Demi Keluarga

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot: Yayat penjual mainan anak anak saat berada di Pasar Manis Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Sejak belasan tahun lalu, Yayat (50), warga Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, menggantungkan hidup keluarganya dari berjualan mainan anak-anak secara berkeliling di kawasan Pasar Manis Ciamis, Jawa Barat. Dari hasil dagangan sederhana itu, ia menafkahi seorang istri dan satu anak.

Setiap hari, Yayat memulai aktivitasnya sejak pagi buta hingga sore hari. Ia menyusuri area pasar sambil menawarkan beragam mainan, mulai dari harga terjangkau hingga puluhan ribu rupiah, dengan harapan bisa membawa pulang penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga: Gorong-gorong Tersumbat, Rumah Warga di Ciamis Terendam

Namun, kondisi perekonomian yang berubah membuat perjuangannya kian berat. Yayat mengaku situasi saat ini jauh berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu.

“Keadaan ekonomi sekarang sangat berbeda dengan dulu,” ujar Yayat, Senin (2/1/2026).

Ia menyebutkan, pendapatan dari berjualan mainan anak-anak terus menurun dari tahun ke tahun. Jika sebelumnya ia mampu mengantongi Rp200 ribu hingga Rp250 ribu per hari, kini angka tersebut sulit dicapai.

Perkembangan teknologi menjadi salah satu faktor utama. Kehadiran gawai di tangan anak-anak perlahan menggeser minat terhadap mainan tradisional yang selama ini ia jual.

“Sekarang penjualan sangat sepi. Bisa dapat Rp50 ribu saja sudah sangat bersyukur,” tuturnya.

Meski penghasilannya terus menyusut, Yayat memilih tetap bertahan. Ia tidak memiliki pilihan usaha lain selain berjualan mainan yang telah ia tekuni selama bertahun-tahun.

“Daripada tidak punya penghasilan sama sekali, berjualan mainan ini tetap saya jalani,” pungkasnya.


(Husen Maharaja)

Polres Banjar Gelar Apel Pasukan Operasi Keselamatan Lodaya 2026

0
polres banjar@fokusjabar.id
Wakapolres Banjar Kompol Dani Prasetya memasangkan pita secara kepada anggota

BANJAR, FOKUSJabar.id: Polres Banjar, Polda Jabar menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Lodaya Tahun 2026. Bertempat di halaman Mako Polres Banjar.

Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Lodaya Tahun 2026, sebagai bentuk kesiapan personel, sarana prasarana, serta sinergitas lintas sektoral. Dalam mendukung pelaksanaan operasi kepolisian di wilayah hukum Polres Banjar. 

Apel Gelar Pasukan tersebut di hadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Banjar serta pimpinan instansi terkait.

Baca Juga: Gasspool! Munggahan Ride HDCI Ciamis Raya Touring Yogyakarta

Antara lain,Wakil Wali Kota Banjar, Ketua DPRD Kota Banjar, Dandim 0613/Ciamis, Kapolres Banjar. Kepala Lapas Kelas IIB Banjar, Dan Subdenpom III/2-4 Banjar.

Hadir juga, Kasat Pol PP Kota Banjar, serta Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjar. Kehadiran para pejabat ini mencerminkan dukungan dan komitmen bersama dalam mewujudkan ketertiban berlalu lintas di Kota Banjar.

Sebanyak kurang lebih 150 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, dan pemerintah daerah mengikuti apel gelar pasukan. Susunan pasukan apel terdiri dari pleton gabungan.

Di antaranya dari Subdenpom dan Provos Polres Banjar, Satlantas Polres Banjar, Sat Samapta, Bhabinkamtibmas. Gabungan Sat Reskrim dan Sat Intelkam, Satpol PP Kota Banjar, serta personel Dinas Perhubungan Kota Banjar.

Dalam arahannya, pimpinan apel Wakapolres Banjar Kompol Dani Prasetya menyampaikan. Bahwa apel gelar pasukan merupakan bagian penting dalam rangka pengecekan kesiapan akhir sebelum pelaksanaan operasi.

“Apel ini juga bertujuan untuk menyamakan persepsi, pola tindak, serta memastikan kesiapan komando dan pengendalian di lapangan,” katanya Senin (2/2/2026).

Operasi Keselamatan Lodaya Tahun 2026 sendiri dilaksanakan selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 2 hingga 15 Februari 2026.

“Selama periode tersebut, jajaran Polres Banjar mengedepankan langkah preemtif, preventif, serta penegakan hukum secara humanis. Dengan tujuan meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas,” ungkap Dani.

Sasaran Operasi Keselamatan

Lanjut Dani, adapun sasaran Operasi Keselamatan Lodaya 2026 meliputi berbagai bentuk pelanggaran lalu lintas. Yang berpotensi menimbulkan kecelakaan, antara lain pengendara yang tidak menggunakan helm standar SNI.

Pengemudi yang tidak menggunakan sabuk pengaman, penggunaan ponsel saat berkendara, pengendara di bawah umur, kendaraan yang tidak di lengkapi surat-surat.

Baca Juga: Jejak Dakwah Islam dan Petilasan Seorang Kiai di Kota Banjar

Pelanggaran batas muatan, serta titik-titik rawan kecelakaan dan rawan pelanggaran lalu lintas di wilayah hukum Polres Banjar.

“Melalui operasi ini, Polres Banjar menargetkan terwujudnya peningkatan disiplin dan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. Menurunnya angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, serta terciptanya situasi keamanan, keselamatan, ketertiban. Dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang aman dan kondusif,” harapnya. 

Selain itu kata Dani, Operasi Keselamatan Lodaya 2026 juga diharapkan mampu menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat. Sekaligus memperkuat kehadiran Polri yang profesional, humanis, dan berintegritas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

(Agus)