spot_imgspot_img
Rabu 7 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 200

Kontrak Berakhir Oktober, P3K Paruh Waktu Bandung Dipastikan Diperpanjang

0
Bandung@fokusjabar.id
Wali Kot Bandung Muhammad Farhan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Bandung Kamis (20/8/2026) (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan akan memperpanjang kontrak Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) paruh waktu yang masa kontraknya berakhir pada Oktober 2026.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, perpanjangan dilakukan karena Pemkot Bandung belum memiliki kemampuan fiskal untuk menaikkan status P3K paruh waktu.

“Akan diperpanjang. P3K paruh waktu kita akan perpanjang,” kata Farhan di Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Bandung Kamis (20/8/2026).

Baca Juga: Forkoda PPDOB Jabar Tawarkan Solusi Kemandirian Fisikal

Farhan mengatakan, Pemkot Bandung masih menunggu implementasi kebijakan pemerintah pusat melalui APBN 2027 yang menurutnya akan berdampak terhadap status P3K.

“Mohon maaf sekali, kita belum punya kemampuan fiskal untuk menaikkan statusnya. Kami masih menunggu implementasi APBN 2027 yang akan menjadikan semua P3K sebagai pegawai pemerintah pusat,” katanya.

Menurutnya, sebagian besar P3K di lingkungan Pemkot Bandung merupakan tenaga guru. Keberadaan mereka masih sangat dibutuhkan untuk mendukung pelayanan pendidikan.

“Itu banyak. Sebagian besar P3K kita kan guru, dan itu sangat diperlukan,” ucapnya.

Di sisi lain, Farhan memastikan kondisi fiskal APBD Kota Bandung masih aman, termasuk untuk memenuhi pembayaran gaji pegawai.

“Alhamdulillah, aman. Insyaallah. Gajian pegawai mah aman pisan,” ungkapnya.

Meski demikian, Pemkot Bandung tetap harus menyiapkan strategi pembiayaan karena kebutuhan anggaran berpotensi mengalami defisit.

Oleh karena itu, Pemkot Bandung bersama pemerintah provinsi dan pemerintah pusat perlu mencari sumber pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan anggaran.

“Sekarang ini dalam kebijakan umum anggaran, kita memang harus memikirkan strategi defisit anggaran. Ketika kebutuhannya pasti defisit, maka pemerintah kota bersama mitra-mitra yang lain, pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, harus mencari pembiayaan,” jelasnya.

Potensi cari Pinjaman

Farhan mencontohkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang memiliki kemungkinan mencari pinjaman sebesar Rp3,7 triliun.

Pemkot Bandung, kata Farhan, juga melakukan langkah serupa. Namun, ia menyebut skema tersebut sebagai pembiayaan, bukan pinjaman.

Baca Juga: Angkot Listrik Mulai Mengaspal di Bandung, Seperti Apa Rute dan Fasilitasnya?

“Nah, kami juga melakukan hal yang sama. Istilahnya bukan pinjaman, tetapi pembiayaan,” ujarnya.

Farhan menambahkan, pembiayaan dapat berasal dari berbagai sumber, mulai dari APBD Provinsi, APBN, hingga investasi perusahaan dan BUMN.

“Pembiayaan bisa dari mana saja, mungkin dari APBD Provinsi, mungkin dari APBN, mungkin dari investasi perusahaan dan BUMN,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Igor Tolic: Persib Bandung Belum Sempurna

0
Igor Tolic Persib fokusjabar.id
Igor Tolic (foto: ilustrasi)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemusatan latihan Persib Bandung di Bali berbuah manis. Tim besutan Igor Tolic berhasil menjuarai Dewata Challenge Series 2026.

Tim kebangggaan Bobotoh menyematkan trofi tersebut setelah mengalahkan Bali United dengan skor 3-2 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (18/8/2026) malam lalu.

BACA JUGA:

Igor Tolic Beri Penjelasan Soal Persib Punya 12 Pemain Asing

Hasil tersebut belum membuat Igor Tolic puas. Dia menilai, performa anak asuhnya belum sesuai harapan yang di inginkan.

Menurutnya, masih banyak aspek yang harus di benahi sebelum Persib menghadapi kompetisi resmi musim 2026/2027.

“Ini belum sempurna. Namun, para pemain sudah melakukan hal-hal yang sesuai dan di posisi yang benar. Ketika semuanya sudah klik, hasil yang di inginkan akan tiba,” kata Tolic di kutip jpnn.com. Kamis (20/8/2026).

Dia menyebut, Pangeran Biru masih membutuhkan proses untuk menemukan permainan terbaiknya. Meski begitu, ada satu hal yang membuat Igor Tolic puas. Yakni mental para pemain yang tidak mudah menyerah.

“Saya pikir hal ini sudah tertanam dalam diri para pemain kami. Yakni mental juara,” ungkapnya.

Mental pantang menyerah tersebut merupakan karakter yang sudah melekat dalam skuad Persib dari musim-musim sebelumnya.

Bagi Tolic, kemampuan untuk terus berjuang hingga pertandingan berakhir menjadi modal penting menghadapi kompetisi yang sebenarnya.

BACA JUGA:

Igor Tolic Puji Mentalitas Persib Usai Comeback atas Bali United

Sebagaimana di ketahui, Persib Bandung berada di Bali sejak 11 Agustus 2026 untuk menjalani persiapan menghadapi musim baru.

Selama berada di Bali, para pemain tidak hanya mendapatkan program latihan dari tim pelatih. Mereka menjalani dua pertandingan persahabatan untuk mengukur perkembangan tim sekaligus melihat sejauh mana pemain mampu menerapkan skema yang di inginkan Tolic.

Tim pelatih selanjutnya akan mematangkan persiapan di Bandung sebelum kompetisi musim 2026/2027 bergulir.

Trofi Dewata Challenge Series menjadi hasil positif dalam proses persiapan tersebut.

Namun, Tolic mengingatkan bahwa keberhasilan di turnamen pramusim bukan berarti Persib sudah berada dalam kondisi ideal.

(Bambang Fouristian)

Penerima MBG Belum Punya Rumah, Sudaryono Lapor Menteri PKP

0
Sudaryono MBG fokusjabar.id
foto ilustrasi

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono (Mas Dar) curhat soal kondisi sejumlah siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait.

Sudaryono melaporkan bahwa keluarga para siswa tersebut hingga saat ini belum memiliki tempat tinggal.

BACA JUGA:

Kabar Gembira! Bulan Depan Pemerintah Subsidi Motor Listrik

“Ada yang gak punya rumah dan lain sebagainya. Dan kami memahami bahwa di Kementerian Perumahan ada tiga program unggulan. Yaitu adalah bedah rumah, rumah subsidi dan KUR perumahan,” kata Sudaryono di kutip JawaPos.com, Kamis (20/8/2026).

Meski begitu, Sudaryono tidak menjelaskan secara spesifik siswa penerima MBG di daerah mana saja yang hingga kini belum memiliki tempat tinggal.

“Di mana penerima MBG yang khusus yang kami lihat, yang berasal dari daerah-daerah yang jauh, yang memang barangkali membutuhkan, itu bisa mendapatkan perhatian untuk tiga program,” kata dia.

Menurut Mas Dar, tiga program Perumahan Rakyat itu merupakan program prioritas Presiden Prabowo. Sehingga, Ia berharap Menteri PKP dapat mengeksekusi lebih lanjut.

“Sama prioritasnya dengan makan bergizi gratis yang saat ini kami tangani. Itu maksud kami menghadap Pak Menteri PKP,” imbuhnya.

Menteri PKP, Maruarar Sirait berjanji akan melakukan tindak lanjut atas laporan tersebut.

BACA JUGA:

Gegara Keracunan, Pemkot Malang Awasi dan Perketat SPPG

Sebagai pihak yang juga menjalankan program prioritas Presiden Prabowo maka Kementerian PKP akan mendukung apa yang menjadi program BGN.

“Intinya kami mendukung dan kami doakan dan yakin Bapak bisa memimpin BGN dengan lebih baik. Lebih transparan dengan tata kelola yang lebih benar,” singkat Ara.

(Bambang Fouristian)

24 Peserta Ikut Seleksi Calon Pimpinan Baznas Garut

0
Baznas Garut fokusjabar.id
Seleksi calon pimpinan Baznas Garut

GARUT, FOKUSJabar.id: Sedikitnta 24 peserta mengikuti Seleksi Kompetensi Calon Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar) periode 2026–2031 di MAN 1 Garut, Kecamatan Karangpawitan, Kamis (20/8/2026).

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin mengapresiasi para peserta yang bersedia mendedikasikan diri untuk melayani masyarakat melalui lembaga pengelola zakat.

BACA JUGA:

Bupati Garut-Kementan Bahas Penguatan Irigasi dan Lahan Pertanian

Menurutnya, menjadi pimpinan Baznas merupakan amanah sekaligus tantangan karena tingginya ekspektasi masyarakat terhadap tata kelola lembaga tersebut.

“Baznas lembaga yang harus di laksanakan profesional, transparan, akuntable dan responsible. Maka kita memerlukan orang-orang yang mengerti kemampuan itu untuk melaksanakan tata kelola yang baik. Karena ini adalah implementasi bagaimana negara menghadirkan lembaga keagamaan dalam aktivitas kemasyarakatan,” ujar Syakur Amin.

Bupati juga menekankan pentingnya pelaksanaan seluruh tahapan seleksi secara transparan dan dapat di pertanggungjawabkan.

“Jadi kami akan semaksimal mungkin melakukan pelaksanaan seleksi ini dengan sebaik-baiknya,” tegas Bupati.

Pihaknya juga memotivasi peserta untuk meniatkan diri secara tulus menjadi pelayan bagi masyarakat.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda 1) Kabupaten Garut, Bambang Hafidz menyampaikan, seleksi berpedoman pada Peraturan Menteri Agama (Permenag) Nomor 10 Tahun 2025 tentang Seleksi Calon Anggota Baznas, pimpinan Baznas Provinsi dan Kabupaten/Kota.

BACA JUGA:

Pemkab Dukung Penanaman Bawang Putih Polres Garut

Seleksi berbasis komputer (CAT) di lakukan secara terintegrasi melalui Sistem Informasi Zakat (Simzak) Kementerian Agama RI.

“Jadi perlu kami laporkan juga, sampai detik ini kami dari tim panitia tidak mengetahui, mengakses dan membuka bank data soal. Hanya yang bisa membuka hanya para peserta pada waktu pelaksanaan. Jadi bahwa indikasi kebocoran insyaallah 100 persen tidak ada,” jelas Bambang.

Sebanyak 24 peserta yang telah dinyatakan lulus seleksi administrasi mengikuti seleksi kompetensi yang meliputi ujian CAT dan penulisan makalah selama satu hari.

“Dari 24 orang tersebut, sesuai dengan ketentuan hasil konsultasi dengan Kemenag Pusat, nantinya akan di ambil 20 orang dengan nilai tertinggi,” pungkasnya.

(Bambang Fouristian)

Damkar Banjarsari Ciamis Padamkan Kebakaran di Pangandaran

0
Damkar Banjarsari ciamis fokusjabar.id
Personel Damkar pos WMK Banjarsari saat memadamkan lahan yang terbakar di wilayah Kecamatan Padaherang Pangandaran

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Personel Damkar pos WMK Banjarsari membantu memadamkan kobaran api yang membakar lahan hutan 5 hektare milik warga di Dusun/Desa Karangmulya Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran Jawa Barat.

Demikian di katakan Kasatpol PP Kabupaten Ciamis, Ega Anggara Alqausar melalui Kasi pengendalian dan penanganan kebakaran Trisyanto.

BACA JUGA:

Bupati Ciamis Ubah Tradisi Karangan Bunga jadi Bibit Tanaman

Menurut Trisyanto, Damkar pos WMK Banjarsari menerima permintaan bantuan dari Damkar Kabupaten Pangandaran untuk membantu memadamkan kobaran api.

“Lokasi kejadian kebakaran jauh dari Damkar Pangandaran. Karenanya, mereka meminta bantuan kepada kami yang jaraknya lebih dekat,” ungkap Dia, Kamis (20/8/2026).

Trisyanto menuturkan, personel piket pos Damkar WMK Banjarsari langsung menindaklanjuti permintaan bantuantersebut.

“Lahan yang terbakar itu dekat dengan perumahan penduduk. Sehingga perlu secepatnya di tangani,” ucapnya.

Trisyanto melanjutkan, tidak lama setelah personel Damkar pos WMK Banjarsari berjibaku memadamkan api, pihak Damkar Kabupaten Pangandaran tiba di lokasi kejadian.

BACA JUGA:

Pemdes Cibeureum Sambut Positif Penanaman Bawang Putih Polres Ciamis

“Personel Damkar pos WMK Banjarsari bersama Damkar Kabupaten Pangandaran akhirnya bisa menangani kebakaran lahan itu, Api berhasil di padamkan sehingga tidak semakin meluas,” ungkapnya.

(Husen Maharaja)

Bupati Ciamis Ubah Tradisi Karangan Bunga jadi Bibit Tanaman

0
bupati ciamis karangan bunga fokusjabar.id
Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Bupati Ciamis Jawa Barat (Jabar), Herdiat Sunarya mendorong perubahan kebiasaan pemberian ucapan selamat dalam bentuk Karangan Bunga (standing flower) di ganti dengan bibit tanaman atau bibit pohon.

Imbauan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Bupati Nomor 400.14.1.1/1097-DPRKPLH.03/2026 tentang Penggantian Pemberian Karangan Bunga Menjadi Bibit Tanaman dalam setiap kegiatan seremonial dan acara hari-Hari besar di Kabupaten Ciamis.

BACA JUGA:

Pemdes Cibeureum Sambut Positif Penanaman Bawang Putih Polres Ciamis

Surat edaran tersebut di tetapkan pada 19 Agustus 2026 di tujukan kepada Forkopimda, kepala OPD, camat, kepala desa/lurah, pimpinan BUMN/BUMD serta pimpinan instansi vertikal.

Kebijakan tersebut di ambil sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan, mengurangi volume sampah dari karangan bunga, sekaligus mendorong peningkatan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Bupati Ciamis menekankan pentingnya mengubah pola pemberian ucapan selamat agar memberikan manfaat yang lebih berkelanjutan bagi lingkungan.

“Pemberian ucapan selamat tidak lagi menggunakan karangan bunga. Tapi dalam bentuk bibit tanaman atau bibit pohon,” katanya.

Menurut isi surat edaran, bibit yang di berikan nantinya tidak hanya menjadi simbol ucapan selamat. Tetapi akan di manfaatkan untuk penghijauan.

Bibit tanaman yang di serahkan dalam kegiatan dan acara hari-hari besar akan di data, kemudian di distribusikan untuk di tanam di lokasi-lokasi strategis yang di tentukan Pemerintah Kabupaten Ciamis.

Jenis tanaman yang di sarankan cukup beragam. Di antaranya, bibit pohon Tabebuya, bougenville ungu, pucuk merah, bungur, glodokan lokal dan tanjung.

Tinggi bibit yang di sarankan 50 hingga 100 sentimeter atau menyesuaikan jenis tanaman.

Proses pendataan dan distribusi bibit tersebut nantinya di lakukan oleh Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Ciamis.

BACA JUGA:

17 Bulan, 17 Negara, Finis 17 Agustus: Kisah Warga Ciamis Jalan Kaki ke Mekkah

“Melalui perubahan pola ini, ucapan selamat di harapkan tidak berhenti sebagai simbol dalam sebuah kegiatan. Tetapi dapat memberikan manfaat nyata bagi lingkungan melalui penanaman dan penghijauan,” demikian substansi kebijakan yang tercantum dalam surat edaran tersebut.

Selain itu, pihak pemberi bibit di minta mencantumkan identitas secara sederhana dan tetap memperhatikan prinsip ramah lingkungan.

Identitas pemberi tidak di anjurkan menggunakan bahan yang sulit terurai.

Kebijakan ini sekaligus menjadi langkah Pemkab Ciamis untuk mendorong budaya ramah lingkungan dalam kegiatan pemerintahan maupun kemasyarakatan.

Setiap pemberian ucapan selamat di harapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperbanyak ruang hijau dan mengurangi sampah di Kabupaten Ciamis.

(Mia)

Polres Pangandaran Amanakan Terduga Pelaku KDRT

0
Polres pangandaran fokusjabar.id
Plt Kasi Humas Polres Pangandaran, Aiptu Yusdiana

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Seorang pria di wilayah hukum Polsek Padaherang Polres Pangandaran Polda Jabar, di amankan setelah di duga melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap istrinya.

‎Peristiwa tersebut terjadi pada hari Rabu sekitar pukul 04.00 WIB.

‎Kasi Humas Polres Pangandaran, Aiptu Yusdiana membenarkan adanya laporan kasus KDRT tersebut.

‎BACA JUGA:

Cekcok Dini Hari Berujung KDRT, Suami Hantam Kepala Istri Pakai Palu di Pangandaran

‎”Terduga pelaku telah kami amankan. Keluarga korban sudah melaporkan dan sudah membuat laporan di Polsek Padaherang,” kata Yusdiana, Kamis (20/8/2026).

‎Terkait kondisi korban, Yusdiana menyebut saat ini masih dalam penanganan medis.

‎”Untuk kondisi korban sampai dengan saat ini masih dalam penanganan medis,” jelasnya.

‎Informasi yang beredar, korban sempat di rujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

‎Pihak kepolisian memastikan bahwa korban dan terduga pelaku merupakan pasangan suami istri.

‎”Ini pasangan suami istri di wilayah hukum Polsek Pangandaran,” ujar Yusdiana.

‎Untuk langkah selanjutnya, Polres Pangandaran melalui Polsek Padaherang telah melakukan pemeriksaan awal.

‎”Telah melakukan pemeriksaan-pemeriksaan awal ya, pemeriksaan saksi dan tempat kejadian perkara. Seperti itu,” pungkasnya.

‎BACA JUGA:

Serentak di 17 Provinsi, Polres Pangandaran Ikut Bergerak Tanam Bawang Putih

‎Kasus ini masih dalam proses penyidikan lebih lanjut di Polsek Padaherang.

‎Sebelumnya, aksi KDRT mengguncang warga Dusun Nanggewer, Desa Bojongsari, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran pada Rabu (19/8/2026) dini hari.

‎Seorang pria bernama Kurnaevin (22) nekat memukul kepala istrinya, Thania Nurjanah (21), menggunakan palu setelah terlibat pertengkaran hebat.

‎Kepala Desa Bojongsari, Yaya Sutiawan mengonfirmasi bahwa insiden penganiayaan tersebut bermula dari perselisihan sekitar pukul 04.00 WIB.

‎“Awalnya cekcok. Mungkin sesaat sebelum kejadian suasananya agak panas. Kemudian cekcok itu dibuntuti tindakan kekerasan,” kata Yaya.

(Sajidin)

‎