spot_imgspot_img
Selasa 7 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 199

Kisah Khoenunisa, Siswi SDN 2 Kalipucang Pangandaran Jualan Totok di Sekolah 

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Khoenunisa (11), siswi kelas V SDN 2 Kalipucang, Kabupaten Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Di usia 11 tahun, Khoenunisa menunjukkan keteguhan hati yang melampaui usianya. Siswi kelas V SDN 2 Kalipucang, Kabupaten Pangandaran ini setiap hari berjualan sate totok di lingkungan sekolah demi membantu menopang ekonomi keluarga.

Nisa, sapaan akrabnya, tinggal di rumah sederhana bersama sang nenek di RT 4/1 Dusun Girisetra, Desa Kalipucang. Ia menjalani kehidupan tanpa ayah yang meninggal dunia akibat tenggelam di Sungai Citanduy beberapa tahun lalu. Sementara itu, ibunya harus bekerja di luar kota demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Baca Juga: Papi Cafe dan Resto Hadirkan Sensasi Nongkrong Elegan di Rooftop Pangandaran

Sejak pagi buta, Nisa sudah memulai aktivitasnya. Ia dengan cekatan membantu nenek menusukkan totok ke lidi bambu, menyiapkan dagangan sebelum matahari terbit. Rutinitas itu menjadi bagian tak terpisahkan dari hari-harinya.

Sebelum bel sekolah berbunyi, Nisa turut mendampingi nenek berjualan di sekitar sekolah. Tangan kecilnya lincah membungkus sate totok, sesekali melayani pembeli dengan senyum dan tutur kata sopan.

Begitu jam pelajaran dimulai, Nisa beralih peran menjadi pelajar. Ia mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian dan tak pernah menunjukkan lelah. Baginya, membantu nenek bukan beban, melainkan pelajaran berharga tentang tanggung jawab dan kemandirian.

Saat waktu istirahat tiba, Nisa kembali menghampiri neneknya. Ia memastikan dagangan tetap rapi dan pembeli terlayani dengan baik sebelum kembali ke kelas.

Meski Berjualan, Khoenunisa Tetap Fokus Mengikuti Pelajaran Sekolah

Wali kelas V SDN 2 Kalipucang, Silviana Maya, mengenal Nisa sebagai sosok anak yang santun, rajin, dan penuh semangat. Menurutnya, Nisa tidak pernah menjadikan keterbatasan hidup sebagai alasan untuk menyerah.

“Nisa itu anaknya rajin dan sopan. Sebelum masuk sekolah membantu neneknya berjualan, lalu di kelas tetap fokus belajar,” ujar Silviana, Senin (2/2/2026).

Silviana menambahkan, meski harus membagi waktu antara belajar dan berjualan, Nisa tidak pernah mengeluh. Semangatnya justru menjadi inspirasi bagi teman-temannya.

“Nisa sangat luar biasa untuk anak seusianya,” tuturnya.

Ia menilai, sosok Nisa mencerminkan pendidikan karakter yang tumbuh alami dari kehidupan sehari-hari. Nilai kerja keras, kepedulian terhadap keluarga, dan rasa hormat kepada orang tua terlihat jelas dalam sikapnya.

Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, Nisa tetap memelihara mimpi seperti anak-anak lain. Dukungan nenek dan lingkungan sekolah menjadi sumber kekuatan baginya untuk terus melangkah.

Kisah Khoenunisa bukan sekadar tentang anak kecil yang berjualan sate totok, melainkan potret keteguhan hati, cinta keluarga, dan semangat pantang menyerah yang tumbuh dari kesederhanaan.


(Sajidin)

Juara Baru Warnai MilkLife Soccer Challenge Bandung Seri 2

0
Bandung, FOKUSJabar.id
Pertandingan final MilkLife Soccer Challenge Bandung seri 2 musim 2025-2026 di kategori KU 10 tahun dan 12 tahun (2)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Bandung Seri 2 musim 2025–2026 menghadirkan kejutan dengan munculnya juara baru di dua kelompok usia. Turnamen sepakbola putri yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife ini mencapai puncaknya di Lapangan Chandradimuka Pusdikif, Minggu (1/2/2026), setelah bergulir sejak 22 Januari 2026.

Di kategori kelompok usia (KU) 10 tahun, SDN 035 Soka tampil dominan dan memastikan gelar juara usai menundukkan SDN 091 Cibeureum Kota Bandung dengan skor meyakinkan 2-0. Sementara itu, persaingan sengit terjadi di final KU 12 tahun ketika SDN 036 Ujungberung harus melewati drama adu penalti untuk mengalahkan SDN Citrasari dengan skor 2-1 setelah bermain imbang tanpa gol selama waktu normal 2×15 menit.

Baca Juga: Hitung Mundur Porprov XV Jabar, Bekasi Tegaskan Kesiapan Tuan Rumah

Keberhasilan SDN 035 Soka meraih gelar KU 10 menjadi bukti peningkatan performa tim. Pada beberapa edisi sebelumnya, mereka harus puas dengan hasil kurang maksimal, termasuk kekalahan di partai final tahun 2025 dan tersingkir di perempatfinal seri pertama musim 2025–2026.

Pada laga puncak seri kedua ini, SDN 035 Soka langsung mengambil inisiatif serangan. Kapten tim, Mikhayla Putri Ferdiansyah, membuka keunggulan saat pertandingan baru berjalan empat menit setelah memanfaatkan kesalahan antisipasi penjaga gawang lawan. Sepuluh menit berselang, Allya Khaira Rahman menggandakan keunggulan melalui tembakan jarak jauh yang kembali berbuah gol. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, SDN 035 Soka tetap menekan. Mikhayla hampir menambah gol di menit ke-21, namun tendangannya hanya membentur mistar gawang. SDN 091 Cibeureum berusaha mengejar ketertinggalan, tetapi solidnya pertahanan lawan membuat skor tidak berubah hingga peluit akhir berbunyi.

“Rasanya bangga dan senang bisa membawa tim menjadi juara. Ini gelar pertama kami setelah di dua edisi sebelumnya selalu gagal. Semoga ke depan kami bisa terus kompak dan melanjutkan perjuangan di KU 12,” ujar Mikhayla.

Penentuan Juara MilkLife Soccer Challenge Bandung

Sementara itu, final KU 12 tahun memperlihatkan duel ketat dan penuh tensi antara SDN 036 Ujungberung dan SDN Citrasari. Kedua tim saling menekan dan menciptakan peluang, namun hingga waktu normal berakhir, tak satu pun gol tercipta.

Penentuan juara pun berlanjut ke babak adu penalti. Dalam momen krusial tersebut, SDN 036 Ujungberung tampil lebih tenang dan memastikan kemenangan 2-1 melalui eksekusi Nur Halimah Afriliyanti dan Yasmin Putri Suryadi.

Pelatih SDN 036 Ujungberung, Ikbar Helmi Athalah, menyebut gelar ini sebagai pencapaian pertama timnya setelah dua edisi sebelumnya selalu terhenti di perempatfinal.

“Anak-anak bermain tanpa rasa takut dan menunjukkan mental kuat dari awal hingga akhir. Latihan rutin sangat membantu, baik dari sisi teknik maupun mental. Semoga hasil ini menjadi motivasi untuk terus berkembang,” kata Ikbar.

Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann, menilai lahirnya juara baru menjadi indikator positif berkembangnya kualitas pemain. Menurutnya, intensitas latihan yang semakin tinggi di sekolah maupun SSB turut mendorong persaingan yang semakin ketat.

“Para pemain sekarang lebih paham posisi, penguasaan bola, dan memiliki motivasi tinggi untuk meraih hasil lebih baik. Ini membuat kompetisi semakin sengit dan tidak didominasi satu tim saja,” ujarnya.

Asisten Pelatih Timnas Putri Indonesia U-17 tahun 2025, Dian Nadia Mutiara, menilai MLSC berperan penting dalam pembinaan dan regenerasi pesepakbola putri sejak usia dini. Ia menyebut turnamen ini sebagai wadah strategis untuk menjaring calon atlet masa depan.

“Turnamen ini menjadi talent pool yang sangat berharga. Banyak pemain potensial muncul, antusiasmenya tinggi, dan teknik dasarnya terus berkembang. Ini sangat membantu proses pemantauan untuk timnas,” ungkap Dian.

Dian juga mengapresiasi keikutsertaan 2.154 peserta pada MLSC Bandung Seri 2 musim 2025–2026. Ia melihat peningkatan signifikan dibandingkan seri sebelumnya, baik dari jumlah peserta maupun kualitas permainan.

“Di seri kedua ini, anak-anak terlihat lebih siap dan semakin giat berlatih di sekolah masing-masing. Perkembangannya terasa sekali,” pungkasnya.


(Ageng)

Hitung Mundur Porprov XV Jabar, Bekasi Tegaskan Kesiapan Tuan Rumah

0
Bekasi, FOKUSJabar.id
Hitung Mundur Porprov XV Jabar, Bekasi Tegaskan Kesiapan Tuan Rumah

BEKASI,FOKUSJabar.id: Kota Bekasi menegaskan kesiapannya menjadi salah satu tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026 melalui acara hitung mundur yang berlangsung di Plaza Patriot Candrabhaga, Minggu (1/2/2026). Kegiatan ini menjadi penanda mulainya fase krusial persiapan ajang multieven olahraga terbesar di Jawa Barat.

Pperwakilan tiga tuan rumah utama, tiga daerah pendukung, KONI Jawa Barat, jajaran Panwasrah, Dispora Jabar, perwakilan kota/kabupaten, serta masyarakat Kota Bekasi hadir dalam acara tersebut. Artis sekaligus presenter Fanny Ghassani memandu jalannya acara yang sempat tertunda akibat hujan, sebelum akhirnya ditutup dengan penekanan tombol hitung mundur oleh Ketua Umum KONI Jabar M. Budiana bersama Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono.

Baca Juga: Milklife Soccer Challenge Kembali Hadir di Bandung, Antusiasme Peserta Meningkat

Ketua Umum KONI Jabar M. Budiana menyampaikan, pelaksanaan hitung mundur ini menunjukkan kesiapan daerah tuan rumah utama, yakni Kota Bekasi, Kota Bogor, dan Kota Depok, serta daerah pendukung yang meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Sumedang.

“Porprov XV Jabar akan berlangsung pada 7 hingga 20 November 2026. Jadwal pembukaan di Kota Bekasi pada 7 November, sedangkan penutupan akan berlangsung di Kota Bogor pada 20 November 2026,” ujar Budiana.

Ia menegaskan, sisa waktu 279 hari menuju Porprov XV Jabar menjadi periode penting bagi seluruh daerah untuk mematangkan kesiapan venue sekaligus mempersiapkan atlet terbaik.

Pada Porprov XV Jabar 2026, panitia akan mempertandingkan 95 disiplin cabang olahraga dengan total 1.156 nomor pertandingan. Untuk menjamin kelancaran dan keabsahan kompetisi, panitia telah membentuk berbagai perangkat pendukung. Mulai dari Dewan Hakim dan Komisi Keabsahan hingga Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah), baik untuk tuan rumah utama maupun pendukung.

“Kami mengapresiasi PB Porprov XV Jabar Kota Bekasi yang telah menggelar acara hitung mundur ini. Semoga Porprov XV Jabar berjalan sukses dan berkontribusi bagi peningkatan prestasi olahraga Jawa Barat,” tegas Budiana.

Arti Strategis Porprov XV Jabar 2026

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono menyatakan, Porprov XV Jabar 2026 memiliki arti strategis sebagai ajang besar. Sekaligus pijakan awal menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bekasi bersama daerah tuan rumah lainnya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh kontingen.

“Kami terus menyiapkan venue-venue terbaik. Sebagian sudah rampung dan akan kami sempurnakan sepanjang tahun 2026. Harapannya, Porprov ini memberi dampak positif bagi prestasi Jawa Barat dan memperkuat Bekasi sebagai kota olahraga,” jelas Tri.

Menurutnya, Porprov bukan sekadar ajang seremonial atau pertandingan, melainkan sarana strategis untuk mencetak prestasi berkelanjutan. Ia menilai keberhasilan Porprov XV Jabar sangat penting dalam menjaga tradisi prestasi Jawa Barat. Termasuk target mempertahankan hattrick juara umum PON.

“Kita menyadari adanya kebijakan efisiensi, namun Porprov XV Jabar tetap harus sukses karena menjadi fondasi menuju PON 2028. Keberhasilan ini bergantung pada kesiapan semua daerah dalam mengirimkan atlet terbaiknya,” ujarnya.

Tri optimistis Porprov XV Jabar 2026 akan melahirkan atlet-atlet potensial yang mampu mengharumkan nama Jawa Barat. Tentunya untuk level nasional hingga internasional.

“Prestasi lahir dari proses panjang. Kami yakin Jawa Barat adalah gudang atlet, dan Porprov ini akan menjadi panggung lahirnya juara-juara baru,” pungkasnya.


(Ageng)

Unisba Kembali Cetak Doktor, Disertasi Angkat Framing Media Pilpres

0
Bandung, FOKUSJabar.id
Unisba Kembali Cetak Doktor, Disertasi Angkat Framing Media Pilpres

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Program Studi Doktor Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung (Unisba) kembali meluluskan doktor baru. Dr. Tresia Wulandari, S.Ikom., M.Ikom., resmi menyandang gelar doktor setelah sukses menjalani Sidang Promosi Doktor di Auditorium Unisba, Gedung Dekanat, Jalan Tamansari, Bandung, Senin (2/2/2026).

Dalam sidang tersebut, Dr. Tresia mempresentasikan dan mempertahankan disertasi yang mengulas pembingkaian media televisi terhadap citra politik pasangan Prabowo–Gibran pada ajang Pemilihan Presiden. Kajian ini menyoroti peran strategis media dalam membentuk persepsi publik di arena politik nasional.

Baca Juga: Proyek BRT Bandung Raya Masuk Tahap Krusial

“Disertasi ini mengkaji bagaimana framing televisi membangun citra politik Prabowo–Gibran. Fokusnya pada komunikasi media politik di Pilpres, agar ke depan dapat menjadi rujukan dalam merancang strategi kampanye yang lebih efektif,” ujar Dr. Tresia usai sidang.

Penelitian tersebut menggabungkan tiga pendekatan utama, yakni teori framing, citra politik, dan elektabilitas. Melalui kombinasi teori tersebut, disertasi ini memberikan gambaran komprehensif tentang bagaimana strategi komunikasi media mampu memengaruhi opini publik sekaligus meningkatkan peluang keterpilihan kandidat.

“Ketika teori-teori ini diterapkan secara tepat dalam praktik politik, strategi kampanye yang dihasilkan berpotensi mendongkrak elektabilitas kandidat,” jelasnya.

Selain meraih gelar doktor, Dr. Tresia juga mencatatkan prestasi akademik membanggakan. Ia menyelesaikan studi doktoralnya dalam waktu dua setengah tahun dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,96. Capaian tersebut mencerminkan konsistensi dan kesungguhan dalam menjalani proses riset.

Perjalanan Akademik yang Panjang

Ia mengaku momen sidang promosi doktor menjadi pengalaman emosional setelah melewati perjalanan akademik yang panjang dan penuh tantangan.

“Perasaannya campur aduk antara haru dan bangga. Saya percaya disertasi yang baik adalah disertasi yang selesai. Prosesnya panjang, mulai dari turun ke lapangan, menganalisis pemberitaan, hingga merangkainya menjadi karya ilmiah yang semoga bermanfaat bagi akademisi dan praktisi,” tuturnya.

Menurutnya, tantangan terbesar dalam studi doktoral terletak pada manajemen waktu, terutama saat harus membagi peran antara aktivitas akademik, pekerjaan, dan keluarga.

“Tantangan paling besar memang waktu. Tapi jika sudah menentukan prioritas dan konsisten, prosesnya bisa dijalani. Kuncinya fokus dan kesungguhan,” katanya.

Ke depan, Dr. Tresia berharap disertasinya tidak hanya berhenti sebagai karya akademik. Namun juga dapat menjadi referensi praktis di bidang komunikasi politik dan media.

“Saya berharap ilmu ini bisa termanfaatkan secara nyata. Baik oleh akademisi, praktisi media, maupun kontestan politik, agar teori komunikasi politik dapat diterapkan secara relevan,” pungkasnya.

Sidang promosi doktor ini menegaskan komitmen Unisba dalam melahirkan karya ilmiah yang responsif terhadap dinamika sosial dan politik. Sekaligus kemudian memperkuat kontribusi keilmuan di bidang komunikasi di Indonesia.


(Alpin Septian)

Ini Kesan Layvin Kurzawa saat Dikenalkan Persib Bandung

0
Layvin Kurzawa Persib bandung fokusjabar.id
Layvin Kurzawa (foto: Arif)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemain baru Persib Bandung, Layvin Kurzawa memiliki kesan haru saat dikenalkan secara resmi di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung Jawa Barat (Jabar), Minggu (25/1/2026).

Bek asal Prancis ini mengatakan, pada sesi perkenalkan tersebut ribuan Bobotoh memadati Stadion GBLA dan hal itu membuatnya merasa terharu.

BACA JUGA:

Milomir Seslija: 3 Hal yang jadi Kekuatan Persib Bandung

Bahkan sang istri yang menyaksikan pengenalan tersebut lewat tayangan televisi, sampai menangis terharu. Lantaran, ribuan Bobotoh memanggil-manggil namanya.

“Sungguh luar biasa, keluarga saya juga menyaksikannya dari televisi. Istri saya menangis terharu karena ini sangat luar biasa,” kata Kurzawa di Lapangan Pendamping Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Senin (2/2/2026).

“Karena kalian semua, ada begitu banyak fans, ada banyak orang yang menyebutkan nama saya, Kurzawa. Ini sangat menyenangkan,” ucap Kurzawa menambahkan.

Lebih lanjut mantan pemain Paris Saint-Germain ini mengatakan, hal itu semua menjadi salah satu pertimbangannya memilih bergabung dengan skuad Maung Bandung.

Pemain yang menggunakan nomor punggung 3 ini juga mengatakan jika Kota Bandung menjadi hal yang memperkuatnya untuk mau datang ke Persib.

BACA JUGA:

Dion Markx: Saya Tak Ragu Gabung Persib Bandung

“Saya lihat fans, saya lihat stadionnya dan saya lihat kotanya, itu kenapa saya bergabung. Tapi saya belum tahu ini sebelumnya, baru sekarang saya tahu dan saya merasa senang berada di sini,” ucapnya.

Sementara itu, Kurzawa saat ini sudah fokus mempersiapkan diri untuk menghadapi Malut United pada pertandingan kandang kompetisi Super League 2025/2026.

(Arif)

Dialog dengan Guru saat Reses, DPRD Ciamis Dorong Perbaikan Fasilitas Pendidikan

0
CIAMIS, FOKUSJAbar.id
Ketpot: Anggota DPRD Kabupaten Ciamis Toto Marwoto saat reses bersama puluhan Kepala Sekolah dan Guru Korwil Kecamatan Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Anggota DPRD Kabupaten Ciamis yang juga mantan Kepala Dinas Pendidikan, Toto Marwoto, menggelar kegiatan reses dengan menemui puluhan perwakilan kepala sekolah dan guru se-Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan Ciamis. Pertemuan tersebut berlangsung di Aula Kantor Korwil Pendidikan Kecamatan Ciamis, Senin (2/1/2026).

Dalam kegiatan itu, Toto berdialog langsung dengan para pendidik guna menyerap aspirasi yang berkembang di tingkat satuan pendidikan. Ia menyebut interaksi langsung menjadi langkah penting agar suara para kepala sekolah dan guru tersampaikan secara utuh.

Baca Juga: Tergerus Zaman, Pedagang Mainan Keliling di Ciamis Bertahan Demi Keluarga

“Kami datang untuk mendengar langsung aspirasi dan harapan para kepala sekolah serta guru, kemudian menyampaikannya kepada pemerintah daerah,” ujar Toto.

Menurutnya, reses menjadi ruang strategis untuk mencatat berbagai masukan dari lapangan sebelum dibahas pada masa sidang DPRD. Meski demikian, ia menegaskan pelaksanaan kebijakan tetap berada di tangan Bupati Ciamis sebagai pemegang kewenangan eksekutif.

“Peran kami menampung dan menyampaikan aspirasi. Keputusan akhir tentu berada pada Bupati Ciamis selaku pengambil kebijakan,” jelasnya.

Selain membahas persoalan pendidikan, Toto juga menyoroti kondisi fisik Aula Kantor Korwil Pendidikan Kecamatan Ciamis yang menjadi lokasi pertemuan. Ia menilai bangunan tersebut sudah lapuk termakan usia dan berpotensi membahayakan.

“Kondisi gedung Korwil Pendidikan ini memang sangat memprihatinkan dan sudah perlu rehabilitasi,” ungkapnya.

Melihat langsung kondisi bangunan yang rentan, Toto menyatakan akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Ciamis agar persoalan tersebut mendapat perhatian serius.

“Kami sudah melihat dan mendengar langsung. Kondisi bangunan Korwil ini memang membutuhkan penanganan segera,” pungkasnya.


(Husen Maharaja)

Terisolasi Akibat Double Track, Warga Banjar Bangun Jalan dan Rintis Wisata

0
Banjar, FOKUSJAbar,.id
Caption: Pengunjung sedang menikmati lokasi wisata alam di Desa Jajawar Banjar

BANJAR,FOKUSJabar.id: Semangat gotong royong warga Dusun Karangpucung Kulon, Desa Jajawar, Kecamatan Banjar, melahirkan perubahan nyata bagi wilayah mereka. Melalui swadaya, warga berhasil membuka akses jalan baru yang tidak hanya memutus keterisolasian, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi berbasis wisata alam.

Jalan alternatif sepanjang sekitar 280 meter dengan lebar 2,5 meter itu menjadi solusi atas persoalan akses yang selama ini membayangi warga. Sejak jalur kereta api double track beroperasi, mobilitas masyarakat dinilai semakin berisiko karena harus melintas di area rel tanpa jalur penghubung yang aman.

Baca Juga: Gasspool! Munggahan Ride HDCI Ciamis Raya Touring Yogyakarta

Kepala Dusun Karangpucung Kulon, Tatang, menjelaskan inisiatif pembangunan jalan berangkat dari kekhawatiran bersama akan keselamatan warga. Akses menuju wilayah utara dusun praktis terputus, sementara melintasi rel kereta bukan pilihan yang aman.

“Setelah jalur double track beroperasi, wilayah kami seperti terisolasi. Warga sepakat membuka jalan sendiri karena melintas di rel sangat berbahaya,” ujar Tatang, Senin (2/2/2026).

Seiring proses pembukaan jalan, warga menemukan potensi tersembunyi di kawasan tersebut. Lahan yang sebelumnya terbengkalai ternyata menyimpan panorama alam yang menarik dan layak berkembang sebagai destinasi wisata alam.

“Awalnya fokus kami hanya membuka akses. Setelah kita membersihkannya, terlihat potensi alamnya cukup bagus. Sayang kalau dibiarkan,” katanya.

Saat ini, warga mulai merintis pengelolaan wisata secara sederhana dengan menyediakan beberapa titik swafoto sebagai daya tarik awal. Ke depan, rencananya kawasan tersebut akan berkembang menjadi wisata alam terbuka, termasuk area perkemahan.

“Kami ingin mengarah ke wisata alam yang bisa masyarakat luas nikmati,” ungkap Tatang.

Namun, keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan utama. Selain itu, status lahan yang berada di bawah pengelolaan BUMN Perum Jasa Tirta (PJT) menuntut adanya koordinasi lintas pihak agar pengembangan kawasan dapat berjalan legal dan berkelanjutan.

“Kalau hanya mengandalkan swadaya, tentu berat. Kami berharap ada investor atau pihak ketiga yang mau bekerja sama, supaya pengembangannya maksimal dan tertib,” harapnya.


(Agus)