spot_imgspot_img
Selasa 7 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 198

Laptop Meledak, Rumah 2 Lantai di Cilawu Garut Kebakaran

0
cilawu garut fokusjabar.id
Regu Didamkarmat Kabupaten Garut berupaya memadamkan kobaran api di sebuah rumah dua lantai di Kampung Sawah Lega, RT 04/RW 02, Desa Ngamplangsari, Kecamatan Cilawu

GARUT, FOKUSJabar.id: Sebuah rumah dua lantai di Kampung Sawah Lega, RT04/02 Desa Ngamplangsari Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar) ludes di lahap si jago merah, Selasa (3/2/2026) pagi.

Insiden tersebut di duga dari pengisian daya (charger) laptop yang di tinggalkan di atas kasur.

BACA JUGA:

Forkopimda Dampingi Bupati Garut Rakornas Bersama Presiden RI

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Garut, Usep Basuki Eko mengatakan, laporan kebakaran di terima sekitar pukul 07.36 WIB.

Menanggapi laporan warga, tim dari Mako Patriot langsung di kerahkan. Mereka tiba di lokasi dalam waktu enam menit.

“Kami menerima laporan pukul 07.36 WIB. Berkat respons cepat, api berhasil di lokalisasi sehingga tidak merembet ke pemukiman padat di sekitarnya,” kata Eko.

Berdasarkan keterangan penghuni rumah, api pertama kali muncul dari sebuah laptop yang sedang di isi daya di lantai dua.

Laptop tersebut di letakkan di atas kasur. Percikan api dengan cepat menyambar material yang mudah terbakar.

“Diduga kuat api berasal dari laptop yang sedang di-charger di atas kasur. Panas yang di hasilkan memicu api yang kemudian menyambar barang-barang lain di ruangan seluas 4 x 5 meter tersebut,” lanjut Eko.

Dalam peristiwa tersebut, sedikitnya tujuh orang penghuni rumah berhasil di selamatkan. Namun, dua orang di laporkan mengalami luka-luka. Yakni, Olih (50) dan seorang penghuni bernama Agni.

Menurut Basuki Eko, kedua korban telah mendapatkan penanganan medis.

BACA JUGA:

SPPG Cisewu II Distribusikan MBG Perdana untuk 8 Sekolah

Total kerugian material akibat kebakaran di lantai dua sekitar Rp80 juta. Meski demikian, tindakan sigap petugas berhasil menyelamatkan aset warga di sekitarnya yang bernilai miliaran rupiah.

“Objek yang berhasil di selamatkan meliputi bagian bawah rumah korban serta empat rumah tetangga di sekelilingnya. Termasuk satu rumah di bagian belakang senilai Rp6 milyar. Total nilai aset yang berhasil kita selamatkan sekitar Rp6,5 milyar,” jelas Usep.

Disdamkarmat mengerahkan dua unit kendaraan (Pancar dan Supply) dari Regu 1 Mako Patriot.

Petugas menerapkan teknik pemadaman pola 4B untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak menyisakan titik panas (cooling down).

Operasi di nyatakan selesai pada pukul 08.35 WIB dengan bantuan dari unsur Polsek, TNI, Satpol PP Kecamatan, aparat desa serta relawan pemadam kebakaran (Redkar) dan warga sekitar.

BACA JUGA:

Garut Raih Penghargaan Bea Cukai, Sekda Puji Kinerja Satpol PP

Usep Basuki Eko mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dalam menggunakan perangkat elektronik.

“Kami mengingatkan warga agar tidak meletakkan perangkat elektronik yang sedang di isi daya di atas benda mudah terbakar. Seperti kasur atau sofa karena risiko overheat sangat tinggi,” tutupnya.

(Y.A. Supianto)

Struktur Polri Bukan Pidato Politik

0
polri pidato fokusjabar.id
Kompol Dr (Cand) Sandy Budiman, S.H., S.I.K., M.Si

Oleh: Kompol Dr (Cand) Sandy Budiman, S.H., S.I.K., M.Si

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Pernyataan Gatot Nurmantyo yang menyebut Kapolri menantang kebijakan Presiden terkait larangan “menyentuh struktur Polri” memantik diskursus publik yang luas.

Namun perdebatan ini berisiko bergeser dari substansi negara hukum menjadi konflik personal antartokoh.

BACA JUGA:

Forkopimda Dampingi Bupati Garut Rakornas Bersama Presiden RI

Dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, kebijakan Presiden merupakan arah politik pemerintahan. Sedangkan struktur dan kewenangan Kepolisian di atur secara tegas melalui UU.

Keduanya berada dalam rezim yang berbeda. Oleh karena itu, sikap Kapolri yang tetap berpegang pada kerangka hukum tidak dapat serta-merta di tafsirkan sebagai bentuk pembangkangan terhadap Presiden.

Secara akademik, persoalan ini menunjukkan masih kuatnya kecenderungan publik mencampuradukkan kebijakan politik dengan norma hukum.

Struktur Polri bukan wilayah pidato atau preferensi personal. Melainkan wilayah legislasi dan konstitusi.

Perubahan terhadapnya hanya dapat di lakukan melalui mekanisme hukum yang sah.

BACA JUGA:

Bupati Ciamis Siap Sinergi dengan Pemerintah Pusat Menuju Indonesia Emas 2045

Kritik politik tentu sah dalam demokrasi. Namun, menyederhanakan relasi hukum dan kekuasaan menjadi narasi “menantang Presiden” justru berpotensi melemahkan prinsip checks and balances serta menurunkan kualitas diskursus publik.

Dalam negara hukum, loyalitas aparat penegak hukum tidak di ukur dari seberapa cepat mengikuti arus politik. Namun dari kesetiaan pada konstitusi.

Justru dengan menjaga Polri tetap berjalan sesuai undang-undang, kepercayaan publik terhadap negara dapat di pertahankan.

(Penulis adalah Kaur Rapkum Subbid Bankum Bidang Hukum (advokat) Polda Metro Jaya)

8 Penambang di Bangka Tertimbun Tanah Longsor

0
penambang di bangka tertimbun longsor fokusjabar.id
Delapan Penambang di Bangka tertimbun longsor (foto: web)

BANGKA, FOKUSJabar.id: Proses evakuasi terhadap delapan penambang yang tertimbun tanah longsor di lokasi eks Tambang Pondi, Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Senin (2/2/2026) masih terus di lakukan pencarian.

Mengutip bangkapos.com, pencarian korban di lakukan hingga malam hari menggunakan dua unit Eskavator.

BACA JUGA:

83 Korban Longsor Cisarua KBB Berhasil Dievakuasi

“Sampai sekarang masih terus d icari. Ada dua eskavator yang di turunkan,” kata Camat Pemali, Sukma Aditya, Senin (2/2/2025) malam.

Menurut Camatm dari delapan korban, tiga diantaranya sudah di temukan dalam keadaan meninggal dunia.

“Empat orang masih di lakukan pencarian. Satu orang selamat. Kondisi kaki terkilir karena belum sempat tertimbun,” ungkap Camat.

Sukma mengatakan, saat ini kondisi di lokasi masih gelap dan para petugas sedang mengupayakan untuk memasang lampu penerangan.

Hari ini, proses pencarian akan di lanjutkan. Kondisi kontur tanah longsor cukup dalam.

“Kalau melihat kontur tanahnya itu dalam. Bisa sampai dua atau tiga hari proses pencariannya,”  kata Dia.

BACA JUGA:

Pangalengan Kabupaten Bandung Diterjang Longsor

Longsor Cisarua KBB

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana menerangkan, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 83 kantong jenazah korban bencana tanah longsor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat (KBB).

“Secara akumulatif hingga hari ke-10 operasi pencarian sebanyak 83 kantong jenazah berhasil di evakuasi. Angka tersebut sudah melebihi dari jumlah dalam daftar pencarian,” kata Ade.

Menurut Dia, dari 83 kantong jenazah, 61 korban di antaranya berhasil di identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).

Dari jumlah itu, 45 orang tercatat sebagai warga setempat yang masuk dalam daftar pencarian. Sementara 16 lainnya berada di luar data awal.

“Dari 61 korban yang teridentifikasi, 45 korban sesuai dalam daftar pencarian. Kemudian dua korban teridentifikasi. Namun tidak tercantum dalam daftar pencarian,“ kata Ade.

(Bambang Fouristian)

Bupati Ciamis Siap Sinergi dengan Pemerintah Pusat Menuju Indonesia Emas 2045

0
Bupati Ciamis Rakornas fokusjabar.id
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya dan unsur Forkopimda

BOGOR, FOKUSJabar.id: Bupati Ciamis Jawa Barat (Jabar), Herdiat Sunarya menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor, Senin (2/2/2026).

Acara tersebut di ikuti oleh 4.487 peserta. Termasuk Menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga, kepala daerah serta unsur Forkopimda.

BACA JUGA:

Forkopimda Dampingi Bupati Garut Rakornas Bersama Presiden RI

Rakornas 2026 mengusung tema “Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045.”

Kegiatan tersebut menjadi momen strategis untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjalankan program-program prioritas nasional.

Presiden Prabowo Subianto menyoroti capaian program-program nasional. Seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih.

Program-program tersebut menjadi contoh nyata bagaimana pemerintah mendorong kesejahteraan masyarakat melalui berbagai sektor.

Selain itu, Presiden juga menyingkap persiapan peluncuran Gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, Indah).

Gerakan itu menitikberatkan pada upaya menjaga kebersihan lingkungan secara masif dengan keterlibatan langsung seluruh instansi pemerintah.

“Dalam waktu dekat saya akan melaunching Gerakan Indonesia Asri. Resik artinya bersih. Semua instansi harus memimpin corvey agar ratusan ribu titik bisa cepat bersih,” kata Presiden Prabowo.

BACA JUGA:

Partai Golkar dan PKS Tolak Parliamentary Threshold Dihapus

Bupati Ciamis menyambut baik Rakornas itu. Menurutnya, sinergi antara pusat dan daerah sangat penting agar program nasional dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.

“Selain menjadi ajang koordinasi, kehadiran kami di sini memastikan Kabupaten Ciamis ikut aktif dalam program-program prioritas nasional, selaras dengan visi pembangunan menuju Indonesia Emas 2045,” katanya

Herdiat berharap, Rakornas menjadi momentum bagi seluruh kepala daerah untuk menyatukan langkah, memperkuat implementasi program prioritas dan memastikan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat di seluruh Indonesia.

“Rakornas ini untuk menyatukan langkah antara Pemerintah pusat dan daerah dalam membangun untuk kesejahteraan masyarakat di daerah nya masing masing,” ungkapnya.

(Husen Maharaja)

83 Korban Longsor Cisarua KBB Berhasil Dievakuasi

0
Korban Longsor Cisarua fokusjabar.id
Tim Gabungan evakuasi korban longsor Cisarua KBB (foto: AI)

KBB, FOKUSJabar.id: Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana menerangkan, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 83 kantong jenazah korban bencana tanah longsor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat (KBB).

“Secara akumulatif hingga hari ke-10 operasi pencarian sebanyak 83 kantong jenazah berhasil di evakuasi. Angka tersebut sudah melebihi dari jumlah dalam daftar pencarian,” kata Ade.

BACA JUGA:

74 Korban Longsor Cisarua KBB Ditemukan Tim Gabungan

Menurut Dia, dari 83 kantong jenazah, 61 korban di antaranya berhasil di identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).

Dari jumlah itu, 45 orang tercatat sebagai warga setempat yang masuk dalam daftar pencarian. Sementara 16 lainnya berada di luar data awal.

“Dari 61 korban yang teridentifikasi, 45 korban sesuai dalam daftar pencarian. Kemudian dua korban teridentifikasi. Namun tidak tercantum dalam daftar pencarian,“ kata Ade di kutip jpnn.com, Selasa (3/2/2026).

Dia menjelaskan, masih terdapat 35 korban yang belum dapat di pastikan identitasnya. Termasuk sekitar 20 korban yang masih berupa kantong jenazah dan dalam proses identifikasi.

Ade menyebut, pelaksanaan operasi pencarian akan terus di lakukan hingga 14 hari ke depan sesuai dengan keputusan penetapan status tanggap darurat bencana.

“Sesuai dengan keputusan pemerintah terkait tanggap darurat bencana, operasi SAR di rencanakan akan terus di lakukan hingga 14 hari ke depan dan akan di evaluasi pada hari ketujuh,” ungkapnya.

Selain itu, Tim SAR gabungan juga memperluas wilayah pencarian dengan menggeser sebagian personel dari sektor A2 ke sektor B2 setelah evaluasi lapangan menunjukkan adanya potensi keberadaan korban di area tersebut.

(Bambang Fouristian)

Forkopimda Dampingi Bupati Garut Rakornas Bersama Presiden RI

0
bupati garut rakornas @fokusjabar.id
Bupati Garut bersama Forkopimda menghadiri Rapat Koordinasi Nasional

BOGOR, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) hadir dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tahun 2026.

Rakornas pemerintah pusat dan daerah tersebut di gelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Senin (2/2/2026).

BACA JUGA:

SPPG Cisewu II Distribusikan MBG Perdana untuk 8 Sekolah

Kegiatan strategis tersebut di buka langsung Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Dalam arahannya, Presiden menekankan urgensi pengentasan kemiskinan dan optimalisasi pengelolaan kekayaan alam nasional.

Bupati Garut di dampingi Danrem 062/Tarumanagara, Kolonel Inf Dadi Sutandi, Ketua DPRD Garut, Aris Munandar, Kapolres Garut, AKBP Yugi Bayu Hendarto, Dandim 0611/Garut, Letkol Inf Andrik Fachrizal serta Kajari Garut, Yuyum Wahyudi.

Sentilan Presiden terhadap Peran Elite

Presiden Prabowo Subianto memberikan catatan kritis bagi para pemimpin di semua tingkatan. Dia menyoroti kekayaan alam Indonesia yang melimpah namun belum dikelola secara optimal oleh unsur elite, mulai dari akademisi hingga aparat penegak hukum.

“Kita harus akui bahwa elite Indonesia masih kurang dalam tugasnya menjaga dan mengelola kekayaan bangsa Indonesia,” kata Presiden RI.

Presiden menegaskan, kemiskinan bukanlah kondisi yang wajar untuk diterima.

Prabowo menggugah para pemimpin untuk melakukan pembenahan diri serta menghapus sekat-sekat politik masa lalu demi kepentingan rakyat.

BACA JUGA:

FK2PMD Ingin DPRD Garut Tingkatkan Pengawasan Terhadap Kawasan LP2B

Presiden meminta seluruh kepala daerah untuk membuang sikap pesimistis dalam menghadapi tantangan ekonomi. Dia mengajak seluruh elemen bangsa, tanpa memandang latar belakang partai untuk bersatu menjaga kekayaan alam.

“Mari kita bertekad menyelamatkan dan menjaga kekayaan alam kita untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat. Tidak ada urusan saudara berasal dari partai mana. Jangan kita terlibat dalam sekat-sekat yang timbul karena sejarah,” tegasnya.

Presiden menekankan, Indonesia tidak boleh menyerah sebelum bertanding. Potensi kekayaan bangsa yang besar harus menjadi modal utama untuk memastikan tidak ada lagi masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan.

(Y.A. Supianto/Bambang)

Bukan Komoditas Unggulan, 150 Hektar Lahan Warga di Ciamis Ditanami Sawit

0
Ciamis, FOKUSJabar.id
Ilustrasi Tanaman Sawit Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis menemukan praktik penanaman kelapa sawit di lahan pertanian milik warga yang tersebar di berbagai wilayah. Total luas lahan yang telah ditanami sawit mencapai sekitar 150 hektar dan tersebar di 27 kecamatan.

Temuan tersebut muncul setelah dinas melakukan inventarisasi lahan sebagai tindak lanjut Surat Edaran Gubernur Jawa Barat yang melarang penanaman kelapa sawit di wilayah nonpengembangan sawit demi menjaga pertanian berkelanjutan.

Baca Juga: Dialog dengan Guru saat Reses, DPRD Ciamis Dorong Perbaikan Fasilitas Pendidikan

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis, Eka, menyebutkan bahwa penanaman sawit di Ciamis berada di luar perencanaan komoditas unggulan daerah.

“Sesuai hasil pendataan di lapangan, terdapat sekitar 150 hektar lahan yang sudah ditanami kelapa sawit. Lokasinya tersebar di 27 kecamatan,” ujar Eka, Senin (2/2/2026).

Ia mengakui pihaknya cukup terkejut dengan temuan tersebut. Selama ini, kelapa sawit tidak masuk dalam komoditas strategis maupun unggulan Kabupaten Ciamis.

“Penanaman sawit itu berada di lahan perkebunan milik masyarakat dan tidak berbentuk hamparan luas. Titik-titiknya terpencar,” jelasnya.

Tanaman Sawit Masih Berusia Sekitar Dua Tahun

Eka mengungkapkan, dari puluhan kecamatan yang terdata, Kecamatan Rancah dan Tambaksari menjadi wilayah dengan luasan sawit paling dominan. Tanaman sawit tersebut rata-rata masih berusia sekitar dua tahun.

“Sebagian penanaman bersifat kemitraan, sebagian lagi murni inisiatif warga,” katanya.

Untuk menekan perluasan penanaman sawit, Dinas Pertanian terus melakukan edukasi dan pendekatan persuasif kepada petani. Eka menegaskan, Jawa Barat, termasuk Kabupaten Ciamis, tidak masuk dalam kawasan pengembangan kelapa sawit.

“Kami terus mengingatkan bahwa sawit tidak sesuai dengan arah kebijakan pertanian daerah,” tegasnya.

Sebagai langkah lanjutan, dinas mendorong petani mengganti tanaman sawit dengan komoditas lain yang lebih sesuai dengan kondisi agroekologi dan potensi unggulan daerah.

“Kami siap memfasilitasi petani melalui penyediaan bibit pengganti. Selain itu, kami juga akan melakukan pendataan ulang untuk memastikan luasan lahan secara akurat,” tambah Eka.

Ia berharap petani di Ciamis semakin fokus mengembangkan komoditas lokal sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan produktivitas dan hilirisasi hasil perkebunan.

“Ciamis memiliki potensi besar pada komoditas 3K, yakni kakao, kelapa, dan kopi. Ketiganya sesuai dengan agroklimat wilayah dan menjadi komoditas utama daerah,” pungkasnya.