spot_imgspot_img
Selasa 7 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 197

Dugaan Limbah Dibuang ke laut, PHRI Pangandaran Buka Suara

0
phri pangandaran@fokusjabar.id
Kantor PHRI Pangandaran.

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: ‎Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pangandaran, Agus Mulyana angkat bicara menanggapi dugaan air limbah hotel yang di buang ke laut di pantai barat Pangandaran.

‎Agus membenarkan adanya permasalahan tersebut. Menurutnya, persoalan ini merupakan permasalahan klasik yang sering terjadi di kala angka kunjungan sedang tinggi.

‎Namun Agus membantah jika permasalahan air limbah di sudutkan kepada pelaku usaha hotel di Pangandaran. Pasalnya, hampir keseluruhan hotel di Pangandaran sudah memiliki instalasi pengelolaan air limbah (IPAL).

Baca Juga: Kronologi Kebakaran Dapur Pono Kartono Asal Pangandaran 

‎”Di kami (kawasan wisata Pangandaran) bahwa hotel-hotel sudah punya IPAL. Dan permasalah itu terjadinya kalau sedang ramai kunjungan ke Pangandaran,” kata Agus Mulyana kepada wartawan di Pangandaran Selasa, (3/2/2026).

‎Menurut Agus, limbah domestik sepenuhnya tidak bersumber dari hotel. Hal ini karena di kawasan Pangandaran menyatu dengan rumah penduduk.

‎”Karena di sana ada WC umum dan banyak lagi kegiatan yang menghasilkan limbah,” kata Agus.

‎‎Menyikapi persoalan ini, Agus meminta pemerintah daerah untuk melakukan pembuktian secara menyeluruh, guna mengetahui permasalahan limbah yang sebenarnya. 

‎”Karena yang saya tahu saluran air di kawasan wisata ini tidak dalam keadaan baik,” kata Agus.

‎”Kalau mau, pemerintah daerah drainasenya kita betulkan dan kita lihat. Apakah itu sumbernya dari hotel apa bukan?,” tambahnya.

‎Agus menekankan, pembuktian tersebut sangat penting, mengingat pelaku usaha hotel di Pangandaran kerap di jadikan kambing hitam terkait persoalan limbah.

‎”Karena yang menjadi kambing hitamnya itu pasti hotel,” katanya.

Penyebab Limbah

‎Agus mengatakan, Permasalahan ini sempat muncul beberapa waktu lalu di depan hotel Gran Cahaya. Ia pun tak tinggal diam, kemudian melakukan membuktikan langsung yang di anggap menjadi penyebab limbah.

Baca Juga: Kisah Khoenunisa, Siswi SDN 2 Kalipucang Pangandaran Jualan Totok di Sekolah

‎‎”Tapi setelah di cek ke berbagai spot yang di anggap sumber limbah ternyata bukan. Justru itu limbah datangnya dari yang lain bukan dari hotel,” katanya.

‎Meski demikian, Agus meminta ketegasan Pemerintah daerah dalam membuktikan supaya akar masalah ini bisa di ketahui bersama agar bisa segera teratasi. 

‎”Saya harap Pemda Pangandaran ayo kita bersihkan saluran sampai clean and clear semua. Dari mana tuh limbah itu sebenarnya. Tapi kalau drainasenya saja tertutup pasir, kemudian tidak ada pemeliharaan yang bagus. Saya kira ini yang harus di lakukan terlebih dulu. Jangan terus menyalahkan hote,” tegas Agus.

(Sajidin)

Modus Pecah Kaca Terjadi lagi di Kota Banjar, Korbannya ASN

0
pecah kaca banjar@fokusjabar.id
Kapolsek Banjar AKP Yudy Ristiyanto sedang melihat pecahan kaca mobil yang dibobol maling di Jalan Kapten Jamhur

BANJAR, FOKUSJabar.id: Aksi pelaku kejahatan dengan modus pecah kaca kembali terjadi di Kota Banjar. Mobil Freed dengan nopol Z 1409 YK milik ASN RSUD Kota Banjar bernama Nana Herdiana berhasil di gasak oleh pelaku, antara lain sebuah laptop dan uang sebesar Rp 3 juta.

Kejadian pencurian dengan modus pecah kaca terjadi Selasa (3/2/2026) sekitar pukul 13.00 WIB di jalan raya Kapten Jamhur tepatnya depan Kantor Dinas Kesehatan Kota Banjar Lingkungan Sukarame, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar. 

Dengan adanya kejadian pencurian itu, anggota kepolisian dari Polsek dan Polres Banjar datang ke tempat kejadian perkara (TKP). Tim inafis Polres Banjar langsung melakukan olah TKP guna penyelidikan lebih lanjut. 

Baca Juga: Sinergi Cinta dan Kepedulian Gandara Grup di Hari Nisfu Syaban

Korban Nana Herdiana menuturkan, bahwa dia sampai ke Dinas Kesehatan Kota Banjar sekitar pukul 13.00 WIB.

Sekitar 10 menit kemudian ada salah satu pegawai di Dinas Kesehatan Kota Banjar yang memberitahukan bahwa kaca mobil ada yang membobol.

“Setiba di kantor Dinkes saya langsung masuk kedalam. Sepuluh menit kemudian ada yang ngasih kabar kaca mobil pecah,” akunya. 

Baca Juga: Terisolasi Akibat Double Track, Warga Banjar Bangun Jalan dan Rintis Wisata

Kapolsek Banjar AKP Yudy Ristiyanto mengatakan, kasus pencurian modus pecah kaca di Jalan Kapten Jamhur ini merupakan kali ketiganya.

Untuk kejadian kali ini menurutnya, korban mengalami kerugian sekitar Rp 8 juta.

“Pelaku menggasak satu unit laptop dan uang tunai sebesar 3 juta,” terangnya.

(Agus Purwadi) 

Jelang Ramadan, Harga Sembako di Pasar Kosambi Mulai Naik

0
pasar kosambi bandung@fokusjabar.id
Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Kosambi Kota Bandung, mulai merangkak naik menjelang Ramadan 2026

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Kosambi Kota Bandung, mulai merangkak naik menjelang Ramadan 2026. Kenaikan paling tajam terjadi pada cabai rawit merah yang kini tembus Rp70 ribu per kilogram akibat pasokan berkurang.

Pedagang sayur Pasar Kosambi, Winda Ningsih mengatakan, lonjakan harga di picu kondisi cuaca yang kurang mendukung dalam sepekan terakhir.

“Hujan terus turun sekitar seminggu ini. Akibatnya pasokan dari petani berkurang, sehingga harga naik,” kata Winda saat di temui di Pasar Kosambi Kota Bandung Selasa (3/2/2026).

Baca Juga: 83 Korban Longsor Cisarua KBB Berhasil Dievakuasi

Selain cabai rawit merah, kenaikan juga terjadi pada beberapa komoditas lain. Harga bawang merah naik dari Rp10 ribu menjadi Rp17 ribu per kilogram.

Timun kini di jual Rp12 ribu per kilogram, sedangkan kacang panjang melonjak menjadi Rp25 ribu per kilogram.

Menurut Winda, kenaikan harga juga di pengaruhi meningkatnya permintaan pasar.

“Permintaan tambahan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) ikut memengaruhi pergerakan harga di pasar,” katanya.

Meski sejumlah komoditas naik, ia memastikan kondisi pasar masih tergolong stabil. Harga cabai tanjung yang biasanya melonjak tinggi menjelang Ramadan justru masih relatif terkendali.

“Sekarang cabai tanjung masih di kisaran Rp40 ribu per kilogram. Biasanya bisa sampai Rp100 ribu hingga Rp120 ribu. Tapi saat ini pasokan dari petani sedang bagus,” jelasnya.

Ia menambahkan, harga sayuran sangat bergantung pada kondisi panen di daerah penghasil sehingga sulit di prediksi.

“Kalau panen bagus, harga turun. Kalau gagal panen, harga langsung naik. Bahkan bisa berubah setiap hari,” ucapnya.

Harga Daging Sapi

Sementara itu, pedagang daging sapi AN Soetrisna menyebut harga daging mulai mengalami kenaikan sejak dua pekan terakhir.

Baca Juga: Unisba Kembali Cetak Doktor, Disertasi Angkat Framing Media Pilpres

“Harga jual sekarang masih sekitar Rp150 ribu per kilogram, ada juga yang Rp130 ribu tergantung bagian dagingnya,” kata Soetrisna.

Ia memperkirakan kenaikan harga menjelang puasa tidak akan signifikan, hanya berkisar Rp5 ribu hingga Rp10 ribu per kilogram. Stok daging sapi di nilai aman karena pasokan telah di jamin pemerintah.

Penjualan daging di lapaknya pun masih normal, yakni sekitar 20–25 kilogram per hari, termasuk pesanan secara online.

“Pembeli masih seperti biasa, belum ada lonjakan berarti,”katanya.

(Yusuf Mugni)

Kronologi Kebakaran Dapur Pono Kartono Asal Pangandaran  

0
pangandaran@fokusjabar.id
Suasana dapur Pono Kartono ludes terbakar

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Sebuah dapur milik Pono Kartono (64) warga Kampung selaawi Dusun Ciawitali RT 01/04 Desa Pamotan. Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran ludes terbakar si jago merah.

‎Kobaran api membakar pupuk Pusri lima karung, alat pertanian (cangkul), padi satu karung, mesin pompa air. Berikut penampungan air, Peralatan dapur, Tanki semprot pertanian, Ayam 10 ekor dan satu unit sepeda angin BMX.

‎‎Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak menelan korban jiwa, hanya saja, Pono mengalami kerugian sekitar Rp50 juta.

Baca Juga: Kisah Khoenunisa, Siswi SDN 2 Kalipucang Pangandaran Jualan Totok di Sekolah 

‎Kepala desa Pamotan, Andi Suwandi mengungkapkan, kejadian bermula ketika salah seorang warga. Bernama Tusro hendak melakukan ronda pada Senin malam, (2/2/2026) sekitar pukul 22:00 WIB.

‎Di dalam kegiatan ronda, Tusro melihat adanya kobaran api yang bersumber dari arah dapur milik Pono Kartono.

‎”Kemudian warga bergegas mengecek ke lokasi, ternyata api sudah membesar. Selanjutnya warga memukul kentongan hingga warga berdatangan. Untuk melakukan upaya pemadaman api,” kata Andi Suwandi di hubungi melalui sambungan telepon Selasa, (3/2/2026).

‎Tanpa pikir panjang, warga kemudian menghubungi damkar Pangandaran untuk membantu memadamkan api.

‎”Sekira 45 Menit, api dapat di kendalikan. Kobaran api sepenuhnya dapat di padamkan” katanya.

Baca Juga: Polres Pangandaran Gelar Operasi Lodaya 2026, Ini Jadwalnya

‎Menurut Andi, kobaran api di duga kuat berasal dari tungku kayu yang di gunakan oleh saudari Ibu lilis. Istri dari Pono Kartono yang sedang merebus daun singkong.

‎”Tapi mungkin dia lupa hingga api membesar menjalar membakar seluruh bangunan dapur,” jelasnya. 

‎Andi menambahkan, kondisi bangunan dapur yang terbakar merupakan dapur yang terpisah dari bangunan rumah utama. Sementara dapur tersebut terbuat dari material kayu yang juga berfungsi sebagai gudang.

(Sajidin)

Sinergi Cinta dan Kepedulian Gandara Grup di Hari Nisfu Syaban

0
Gandara Grup fokusjabar.id
Cinta dan kepedulian Gandara Grup (foto: Abdul Latif/FOKUSJabar)

BANJAR, FOKUSJabar.id: Selasa, 3 Februari 2026 menjadi hari yang penuh haru dan keberkahan bagi Gandara Grup dan Pemerintah Kota Banjar Jawa Barat (Jabar).

Bertempat di Pendopo Kota Banjar, dua momen besar di rayakan dalam satu bingkai kebaikan. Yakni, Hari Jadi Kota Banjar yang ke-23 dan ulang tahun pernikahan ke-21 Presiden Gandara Grup, Cahyana Gandara bersama Reni Andriana.

BACA JUGA:

Polres Banjar Gelar Apel Pasukan Operasi Keselamatan Lodaya 2026

​Perayaan ini bukan sekadar seremoni formal. Melainkan wujud nyata kedermawanan yang menyentuh ribuan hati masyarakat Kota Banjar.

​Suasana khidmat menyelimuti kawasan Pendopo sejak pagi. Ribuan warga dari pelosok datang memadati lokasi.

Momen tersebut terasa kian istimewa karena bertepatan dengan hari Nisfu Syaban. Di mana waktu yang sangat di muliakan menjelang bulan suci Ramadhan.

​Sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan cinta selama 21 tahun, Gandara Grup menebar kemaslahatan melalui pembagian 1.100 paket sembako untuk warga kurang mampu.

Santunan khusus bagi anak yatim dan kaum jompo, pembagian 24 kaki palsu untuk penyandang disabilitas dan pembangunan 3 Masjid di lokasi berbeda di wilayah Kota Banjar.

​”Datang Atas Nama Cinta, Bukan Riya”

Cahyana Gandara menegaskan, kehadirannya bersama istri bukan untuk pamer kemewahan.

​”Kami datang dari Tasikmalaya ke Kota Banjar bukan untuk riya. Namun atas nama cinta. Kami ingin mendapatkan keberkahan dan doa tulus dari masyarakat Banjar agar kebersamaan kami tidak hanya di dunia, tapi sampai ke alam keabadian,” ungkapnya.

BACA JUGA:

Gasspool! Munggahan Ride HDCI Ciamis Raya Touring Yogyakarta

​Meskipun bukan warga asli Banjar, dedikasi Gandara Grup terhadap kemajuan kota ini membuat banyak warga meneteskan air mata haru.

Doa-doa menggema agar pasangan ini terus menjadi inspirasi dalam menebar manfaat bagi jutaan orang.

​Puncak acara di tandai dengan pemotongan tumpeng yang di serahkan langsung kepada Wali Kota Banjar, Sudarsono.

Hal ini melambangkan sinergi yang kuat antara pengusaha dan pemerintah dalam membangun daerah agar lebih maju dan masyarakat bisa lebih sejahtera.

​Wali Kota Banjar, Sudarsono mengapresiasi atas kedermawanan keluarga besar Gandara Grup.

“Kemajuan daerah tidak hanya di ukur dari infrastruktur fisik. Namun dari bagaimana kita hadir bagi masyarakat yang membutuhkan. Ini adalah bukti nyata sinergi untuk mewujudkan Kota Banjar yang Maju, Adil dan Makmur (Masagi),” kata Sudarsono.

​Dia mendoakan agar pernikahan Cahyana dan Reni tetap menjadi keluarga yang Sakinah, Mawaddah, Warahmah serta menjadi teladan dalam kesetiaan dan kedermawanan.

​Tidak berhenti di Pendopo, rangkaian acara di tutup dengan aksi nyata.

Rombongan Gandara Grup bersama Wali Kota Banjar langsung bertolak ke tiga lokasi berbeda untuk melakukan peletakan batu pertama pembangunan masjid.

​Langkah mulia ini di harapkan menjadi pemantik bagi para pengusaha lain untuk turut berkontribusi dalam membangun kemandirian dan spiritualitas masyarakat Kota Banjar.

(Abdul Latif)

Ikah Warga Sukamanah Ciamis Tewas Tertimbun Longsor

0
sukamanah ciamis longsor fokusjabar.id
Lokasi rumah warga yang tertimbun material longsor

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Ikah (73) warga Dusun Gunung Bangka Desa Sukamanah Kecamatan Sindangkasih Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar) tewas tertimbun longsor, Selasa (3/2/2026) sekitar pukul 00.30 WIB.

Dia dan rumahnya tertimbun material longsoran dari tebing yang ada di atasnya.

BACA JUGA:

Bukan Komoditas Unggulan, 150 Hektar Lahan Warga di Ciamis Ditanami Sawit

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Ani Supiani mengatakan, peristiwa longsor yang menerjang rumah sekitar pukul 00.30 WIB.

Sebelumnya, wilayah Desa Sukamanah di guyur hujan deras dengan intensitas cukup tinggi dari siang sampai malam hari.

“Korban tidak sempat meyelamatkan diri karena tengah tertidur pulas,” ucapnya.

Kepala Pelaksana BPBD Ciamis menduga, tanah tebing tersebut labil di bagian yang ada kolam.

“Rumah korban berada di bawah tebing yang ada kolam,” ungkapnya.

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, hujan deras disertai angin kencang menerjang wilayah Kecamatan Sukadana dan sekitarnya, Sabtu (31/1/2026) sore.

Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan sejumlah rumah warga di Desa Margajaya mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon tumbang dan terjangan angin.

Angin kencang merobohkan pohon albasia dan petai di Dusun Margadanu. Pohon-pohon tersebut menimpa bangunan SD Negeri 2 Margajaya, sehingga menyebabkan kerusakan pada bagian sekolah.

Kejadian serupa juga terjadi di Dusun Margasari. Sebuah warung rusak setelah pohon albasia tumbang dan menimpa bangunan tersebut.

Sementara di Dusun Cijoho, pohon kemiri roboh dan menimpa rumah milik Holil, mengakibatkan kerusakan pada bagian atap. Di Dusun Sindangsari, angin kencang merobohkan pohon afrika yang menimpa rumah milik Omoh.

(Husen Maharaja)

Laptop Meledak, Rumah 2 Lantai di Cilawu Garut Kebakaran

0
cilawu garut fokusjabar.id
Regu Didamkarmat Kabupaten Garut berupaya memadamkan kobaran api di sebuah rumah dua lantai di Kampung Sawah Lega, RT 04/RW 02, Desa Ngamplangsari, Kecamatan Cilawu

GARUT, FOKUSJabar.id: Sebuah rumah dua lantai di Kampung Sawah Lega, RT04/02 Desa Ngamplangsari Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar) ludes di lahap si jago merah, Selasa (3/2/2026) pagi.

Insiden tersebut di duga dari pengisian daya (charger) laptop yang di tinggalkan di atas kasur.

BACA JUGA:

Forkopimda Dampingi Bupati Garut Rakornas Bersama Presiden RI

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Garut, Usep Basuki Eko mengatakan, laporan kebakaran di terima sekitar pukul 07.36 WIB.

Menanggapi laporan warga, tim dari Mako Patriot langsung di kerahkan. Mereka tiba di lokasi dalam waktu enam menit.

“Kami menerima laporan pukul 07.36 WIB. Berkat respons cepat, api berhasil di lokalisasi sehingga tidak merembet ke pemukiman padat di sekitarnya,” kata Eko.

Berdasarkan keterangan penghuni rumah, api pertama kali muncul dari sebuah laptop yang sedang di isi daya di lantai dua.

Laptop tersebut di letakkan di atas kasur. Percikan api dengan cepat menyambar material yang mudah terbakar.

“Diduga kuat api berasal dari laptop yang sedang di-charger di atas kasur. Panas yang di hasilkan memicu api yang kemudian menyambar barang-barang lain di ruangan seluas 4 x 5 meter tersebut,” lanjut Eko.

Dalam peristiwa tersebut, sedikitnya tujuh orang penghuni rumah berhasil di selamatkan. Namun, dua orang di laporkan mengalami luka-luka. Yakni, Olih (50) dan seorang penghuni bernama Agni.

Menurut Basuki Eko, kedua korban telah mendapatkan penanganan medis.

BACA JUGA:

SPPG Cisewu II Distribusikan MBG Perdana untuk 8 Sekolah

Total kerugian material akibat kebakaran di lantai dua sekitar Rp80 juta. Meski demikian, tindakan sigap petugas berhasil menyelamatkan aset warga di sekitarnya yang bernilai miliaran rupiah.

“Objek yang berhasil di selamatkan meliputi bagian bawah rumah korban serta empat rumah tetangga di sekelilingnya. Termasuk satu rumah di bagian belakang senilai Rp6 milyar. Total nilai aset yang berhasil kita selamatkan sekitar Rp6,5 milyar,” jelas Usep.

Disdamkarmat mengerahkan dua unit kendaraan (Pancar dan Supply) dari Regu 1 Mako Patriot.

Petugas menerapkan teknik pemadaman pola 4B untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak menyisakan titik panas (cooling down).

Operasi di nyatakan selesai pada pukul 08.35 WIB dengan bantuan dari unsur Polsek, TNI, Satpol PP Kecamatan, aparat desa serta relawan pemadam kebakaran (Redkar) dan warga sekitar.

BACA JUGA:

Garut Raih Penghargaan Bea Cukai, Sekda Puji Kinerja Satpol PP

Usep Basuki Eko mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dalam menggunakan perangkat elektronik.

“Kami mengingatkan warga agar tidak meletakkan perangkat elektronik yang sedang di isi daya di atas benda mudah terbakar. Seperti kasur atau sofa karena risiko overheat sangat tinggi,” tutupnya.

(Y.A. Supianto)