spot_img
Jumat 13 Februari 2026
spot_img

Unisba Kembali Cetak Doktor, Disertasi Angkat Framing Media Pilpres

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Program Studi Doktor Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung (Unisba) kembali meluluskan doktor baru. Dr. Tresia Wulandari, S.Ikom., M.Ikom., resmi menyandang gelar doktor setelah sukses menjalani Sidang Promosi Doktor di Auditorium Unisba, Gedung Dekanat, Jalan Tamansari, Bandung, Senin (2/2/2026).

Dalam sidang tersebut, Dr. Tresia mempresentasikan dan mempertahankan disertasi yang mengulas pembingkaian media televisi terhadap citra politik pasangan Prabowo–Gibran pada ajang Pemilihan Presiden. Kajian ini menyoroti peran strategis media dalam membentuk persepsi publik di arena politik nasional.

Baca Juga: Proyek BRT Bandung Raya Masuk Tahap Krusial

“Disertasi ini mengkaji bagaimana framing televisi membangun citra politik Prabowo–Gibran. Fokusnya pada komunikasi media politik di Pilpres, agar ke depan dapat menjadi rujukan dalam merancang strategi kampanye yang lebih efektif,” ujar Dr. Tresia usai sidang.

Penelitian tersebut menggabungkan tiga pendekatan utama, yakni teori framing, citra politik, dan elektabilitas. Melalui kombinasi teori tersebut, disertasi ini memberikan gambaran komprehensif tentang bagaimana strategi komunikasi media mampu memengaruhi opini publik sekaligus meningkatkan peluang keterpilihan kandidat.

“Ketika teori-teori ini diterapkan secara tepat dalam praktik politik, strategi kampanye yang dihasilkan berpotensi mendongkrak elektabilitas kandidat,” jelasnya.

Selain meraih gelar doktor, Dr. Tresia juga mencatatkan prestasi akademik membanggakan. Ia menyelesaikan studi doktoralnya dalam waktu dua setengah tahun dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,96. Capaian tersebut mencerminkan konsistensi dan kesungguhan dalam menjalani proses riset.

Perjalanan Akademik yang Panjang

Ia mengaku momen sidang promosi doktor menjadi pengalaman emosional setelah melewati perjalanan akademik yang panjang dan penuh tantangan.

“Perasaannya campur aduk antara haru dan bangga. Saya percaya disertasi yang baik adalah disertasi yang selesai. Prosesnya panjang, mulai dari turun ke lapangan, menganalisis pemberitaan, hingga merangkainya menjadi karya ilmiah yang semoga bermanfaat bagi akademisi dan praktisi,” tuturnya.

Menurutnya, tantangan terbesar dalam studi doktoral terletak pada manajemen waktu, terutama saat harus membagi peran antara aktivitas akademik, pekerjaan, dan keluarga.

“Tantangan paling besar memang waktu. Tapi jika sudah menentukan prioritas dan konsisten, prosesnya bisa dijalani. Kuncinya fokus dan kesungguhan,” katanya.

Ke depan, Dr. Tresia berharap disertasinya tidak hanya berhenti sebagai karya akademik. Namun juga dapat menjadi referensi praktis di bidang komunikasi politik dan media.

“Saya berharap ilmu ini bisa termanfaatkan secara nyata. Baik oleh akademisi, praktisi media, maupun kontestan politik, agar teori komunikasi politik dapat diterapkan secara relevan,” pungkasnya.

Sidang promosi doktor ini menegaskan komitmen Unisba dalam melahirkan karya ilmiah yang responsif terhadap dinamika sosial dan politik. Sekaligus kemudian memperkuat kontribusi keilmuan di bidang komunikasi di Indonesia.


(Alpin Septian)

spot_img

Berita Terbaru