spot_imgspot_img
Selasa 7 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 196

Pejabat Luar Daerah Perkuat Jabatan Strategis Pemkab Tasikmalaya

0
tasikmalaya@fokusjabar.id
Kepala BKPSDM Kabupaten Tasikmalaya Drs. H. Iing Farid Khozin, M.Si

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id:  Babak akhir seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya di tandai dengan masuknya figur-figur berpengalaman dari luar daerah.

Pejabat dari kementerian pusat hingga pemerintah kabupaten lain di percaya mengisi posisi strategis.

Salah satu penetapan yang menjadi sorotan adalah di tunjuknya Wandi Herpiandi sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya.

Baca Juga: Pemkot Tasikmalaya Berjalan Selaras Dengan Visi Pemerintah Pusat

Wandi merupakan pejabat dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dengan latar belakang sebagai Widyaiswara Ahli Madya di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Mesin dan Teknik Industri.

Penunjukan tersebut mencerminkan langkah Pemkab Tasikmalaya menghadirkan pengalaman birokrasi nasional ke sektor pendidikan daerah. Kehadiran pejabat dari kementerian di harapkan mampu memperkuat kebijakan dan pengembangan mutu pendidikan.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tasikmalaya, Iing Farid Khozin, menyampaikan bahwa hasil seleksi terbuka telah melalui tahapan sesuai ketentuan dan memperoleh rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara.

“Langkah ini di harapkan dapat memperkaya perspektif serta memperkuat kualitas kebijakan pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya,” ujar Iing.

Pelantikan pejabat hasil seleksi terbuka di laksanakan pada Selasa (3/2/2026) di Oproom Sekretariat Daerah Kabupaten Tasikmalaya. Momentum tersebut sekaligus menandai berakhirnya rangkaian seleksi yang sebelumnya mengerucut pada sembilan kandidat terbaik.

Sekdishub Kabupaten Purwakarta

Selain sektor pendidikan, Pemkab Tasikmalaya juga mempercayakan jabatan strategis lain kepada pejabat dari luar daerah. Deden Ramadhan Nugraha, yang sebelumnya menjabat Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Purwakarta, di tetapkan sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup.

Baca Juga: Peringatan! Jangan Buang Sampah Disini Banyak Pocong

Sementara itu, jabatan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat di isi oleh Rubi Azhara, yang sebelumnya menjabat Kepala Bagian Tata Pemerintahan pada Sekretariat Daerah Kabupaten Tasikmalaya.

Iing menegaskan, pelantikan ini menjadi awal pengabdian bagi para pejabat terpilih untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih adaptif dan responsif.

“Pemerintah daerah berharap kombinasi pengalaman lokal dan nasional tersebut mampu menjawab tantangan pembangunan, terutama di sektor pendidikan yang berkaitan langsung dengan masa depan generasi muda Tasikmalaya,” kata Iing.

(Farhan)

Dugaan Konsleting Listrik, Sebuah Rumah di Kota Banjar Terbakar 

0
kebakaran banjar@fokusjabar.id
Petugas damkar sedang memadamkan api

BANJAR, FOKUSJabar.id: Dugaan akibat konsleting listrik, sebuah rumah dua lantai milik Wawan Setiawan seorang ASN di Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Banjar yang beralamat di Lingkungan Jadimulya, RT 01 RW 07 Kelurahan Hegarsari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar hangus terbakar. 

Peristiwa yang membuat geger warga ini terjadi sekitar pukul15.06 WIB. Beruntung api cepat di jinakan oleh petugas pemadam kebakaran yang sigap datang ke lokasi.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Akibat kejadian kebakaran itu korban mengalami kerugian sekitar Rp 30 juta. 

Baca Juga: Modus Pecah Kaca Terjadi lagi di Kota Banjar, Korbannya ASN

Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjar Ruhimat di dampingi Kepala UPTD Penanggulangan Kebakaran Aam Amijaya mengatakan, laporan adanya kejadian kebakaran yang masuk ke UPTD sekitar pukul 15.06 WIB.

“Kami terima laporan dan petugas langsung meluncur ke lokasi,” ungkapnya. 

Setiba di lokasi api masih menyala dan petugas langsung berusaha untuk memadamkan. Dua unit mobil pemadam kebakaran di terjunkan untuk memadamkan api.Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini.

Baca Juga: Sinergi Cinta dan Kepedulian Gandara Grup di Hari Nisfu Syaban

“Tidak ada korban jiwa. Api bisa langsung di padamkan tadi oleh petugas. Kerugian akibat kejadian ini di taksir sekitar 30 juta,” kata Ruhimat. 

Selain petugas pemadam kebakaran, pihak kepolisian Polres Banjar pun langsung melakukan oleh tempat kejadian perkara guna penyelidikan lebih lanjut. Dugaan sementara kejadian kebakaran ini akibat konsleting listrik.

(Agus Purwadi)

Pemkot Tasikmalaya Berjalan Selaras Dengan Visi Pemerintah Pusat

0
tasikmalaya@fokusjabar.id
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadan.(Dok)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Menyongsong babak baru pembangunan nasional, Pemerintah Kota Tasikmalaya menegaskan komitmennya untuk berjalan selaras dengan visi Pemerintah Pusat. 

Hal ini di tegaskan oleh Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, Menurutnya, keselarasan kebijakan adalah kunci agar setiap program nasional tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi mendarat dengan tepat di tangan masyarakat Kota Tasikmalaya.

Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Senin (2/2/2026) kemarin. Viman Alfarizi memandang sebagai forum strategis yang melampaui batas administratif. 

Baca Juga: Musrenbang Tamansari Kota Tasikmalaya Dorong Peran Pokir Dewan

​Acara yang di buka langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto ini menjadi panggung krusial bagi seluruh kepala daerah untuk menyatukan frekuensi pembangunan demi kesejahteraan masyarakat yang lebih merata.

​”Rakornas ini adalah momentum menyatukan langkah. Kita ingin memastikan implementasi program prioritas nasional berjalan efektif, berbasis data, dan menjawab kebutuhan riil warga di lapangan,” ujar Viman Alfarizi Ramadhan.

Poin Penting Arahan Presiden Prabowo Subianto

​Dalam arahannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa pembangunan nasional tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. 

Sinergi antara pusat dan daerah adalah “bahan bakar” utama untuk menciptakan lompatan kemajuan. Beberapa poin utama yang di tekankan meliputi:

​Kolaborasi Lintas Sektor: Menghilangkan ego sektoral antar lembaga.

​Inovasi Tata Kelola: Mendorong pemerintah daerah untuk lebih kreatif dalam pelayanan publik.

​Kualitas Eksekusi: Pemda di minta tidak hanya fokus pada laporan administratif, tetapi pada keberlanjutan hasil yang nyata.

​Strategi Kota Tasikmalaya: Dari Kebijakan ke Langkah Konkret

​Menanggapi arahan tersebut, Viman Alfarizi menyatakan kesiapan Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk melakukan tindak lanjut yang terukur.

Ia menggarisbawahi tiga pilar utama yang akan di perkuat di Kota Resik yang antara lain meliputi.

​Penguatan Ekonomi Lokal: Menjadikan sektor ekonomi sebagai pondasi pembangunan berkelanjutan.

​Peningkatan Kualitas SDM: Mencetak sumber daya manusia yang kompetitif untuk mendukung agenda nasional.

​Tata Kelola Berbasis Data: Memastikan bantuan dan program tepat sasaran melalui integrasi data yang akurat.

Baca Juga: Rumah Lansia di Tasikmalaya Nyaris Roboh, DPRD Desak Pemkot Bertindak Cepat

​”Ke depan, yang terpenting adalah follow-up. Kami ingin kebijakan nasional di terjemahkan menjadi aksi konkret di daerah dengan kinerja yang terukur dan manfaat yang bisa di rasakan langsung oleh warga Tasikmalaya,” tegasnya optimis.

Menuju Pembangunan Berkelanjutan

​Melalui forum ini, Pemkot Tasikmalaya kembali mempertegas posisinya sebagai mitra strategis pemerintah pusat. 

Dengan semangat kolaborasi, Kota Tasikmalaya siap bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan guna mendorong kesejahteraan masyarakat yang lebih luas dan berkelanjutan.

(Abdul Latif)

Hujan! Pemkot Bandung Evaluasi Pengiriman Sampah ke TPA Sarimukti

0
bandung@fokusjabar.id
Pengiriman Sampah Kota Bandung Ke TPA Sarimukti Terkendala Cuaca

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota Bandung memastikan pengiriman sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti sepanjang Januari 2026 masih berjalan sesuai aturan lama, yakni dengan batas maksimal 170 rit per hari.

Meski demikian, tantangan di lapangan masih muncul, terutama akibat cuaca dan sistem operasional yang belum optimal.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, rata-rata pengiriman sampah selama Januari mencapai 170,04 rit per hari atau setara sekitar 979 ton per hari.

Baca Juga: Jelang Ramadan, Harga Sembako di Pasar Kosambi Mulai Naik

“Selama Januari ini, rata-rata pengiriman kita berada di angka 170 rit per hari. Itu masih sesuai regulasi yang berlaku karena sampai sekarang belum ada kebijakan baru terkait kuota pengangkutan ke TPA Sarimukti,”kata Farhan Selasa (3/2/2026).

Farhan menjelaskan, pengiriman sampah tidak di lakukan pada hari Minggu karena TPA Sarimukti tidak menerima pengiriman. Kondisi itu berdampak pada lonjakan ritase pada hari Senin.

“Karena hari Minggu nihil pengiriman, otomatis hari Senin selalu terjadi peningkatan. Ini yang harus kita antisipasi dengan pengolahan di sumber dan penguatan sistem TPS,” katanya.

Terkait kondisi lapangan, Farhan mengaku dalam beberapa waktu terakhir terjadi peningkatan tumpukan sampah di sejumlah titik, terutama di Sub Wilayah Kota (SWK) Bojonegara dan Tegallega.

Kendala juga terjadi di TPA Sarimukti akibat cuaca hujan yang membuat manuver alat berat terganggu.

“Beberapa waktu lalu sempat terjadi antrean kendaraan, bahkan ada yang terguling karena kondisi lahan licin akibat hujan. Ini menjadi perhatian kami, termasuk kemungkinan optimalisasi alat berat agar proses bongkar muat bisa lebih lancar,” ungkapnya.

Farhan juga menyoroti persoalan pengelolaan sampah di Pasar Induk Caringin yang merupakan kawasan milik swasta.

Menurutnya, pada periode Desember 2025 hingga Januari 2026 masih terdapat sejumlah persyaratan dokumen lingkungan hidup yang belum terpenuhi.

Meski begitu, pengelola pasar telah mulai melakukan perbaikan dengan membentuk satuan tugas (satgas) yang melibatkan para pedagang.

“Di Pasar Caringin sudah ada langkah-langkah perbaikan. Sampah warga yang masuk ke area pasar kini di kumpulkan di dua titik, yaitu Kopi dan Cikuran, masing-masing di lengkapi satu kontainer, dengan pengangkutan yang sudah di atur,” jelasnya.

Volume Sampah

Selain itu, pengolahan sampah di pasar tersebut mulai berjalan. Namun Pemkot Bandung masih memberikan kuota pengiriman ke TPA Sarimukti sebanyak tiga rit per hari sebagai langkah antisipasi jika terjadi kelebihan volume sampah.

Untuk memperkuat pengelolaan sampah dari hulu, Pemkot Bandung telah meluncurkan program Gaslah pada 26 Januari 2026 di Ujungberung. Program ini di fokuskan pada pemilahan dan pengolahan sampah di tingkat rumah tangga hingga RW.

Baca Juga: 83 Korban Longsor Cisarua KBB Berhasil Dievakuasi

“Kami menargetkan pada minggu pertama Februari sudah ada 1.376 petugas Gaslah yang aktif. Kalau masih ada kekurangan, akan kita lakukan rekrutmen ulang pada Maret,” ujarnya.

Selain Gaslah, Pemkot Bandung juga merekrut pendamping program KBS sebanyak satu orang di setiap kelurahan. Saat ini, para pendamping sedang melakukan tahap awal berupa pemetaan dan profiling wilayah sebelum menyusun rencana kerja.

“Semua ini kami lakukan untuk mengurangi ketergantungan pada TPA. Termasuk mengoperasikan kembali TPST yang di kelola melalui program ISWMP hingga Juni 2026, agar pengolahan sampah di tingkat kota bisa berjalan lebih optimal,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Dugaan Limbah Dibuang ke laut, PHRI Pangandaran Buka Suara

0
phri pangandaran@fokusjabar.id
Kantor PHRI Pangandaran.

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: ‎Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pangandaran, Agus Mulyana angkat bicara menanggapi dugaan air limbah hotel yang di buang ke laut di pantai barat Pangandaran.

‎Agus membenarkan adanya permasalahan tersebut. Menurutnya, persoalan ini merupakan permasalahan klasik yang sering terjadi di kala angka kunjungan sedang tinggi.

‎Namun Agus membantah jika permasalahan air limbah di sudutkan kepada pelaku usaha hotel di Pangandaran. Pasalnya, hampir keseluruhan hotel di Pangandaran sudah memiliki instalasi pengelolaan air limbah (IPAL).

Baca Juga: Kronologi Kebakaran Dapur Pono Kartono Asal Pangandaran 

‎”Di kami (kawasan wisata Pangandaran) bahwa hotel-hotel sudah punya IPAL. Dan permasalah itu terjadinya kalau sedang ramai kunjungan ke Pangandaran,” kata Agus Mulyana kepada wartawan di Pangandaran Selasa, (3/2/2026).

‎Menurut Agus, limbah domestik sepenuhnya tidak bersumber dari hotel. Hal ini karena di kawasan Pangandaran menyatu dengan rumah penduduk.

‎”Karena di sana ada WC umum dan banyak lagi kegiatan yang menghasilkan limbah,” kata Agus.

‎‎Menyikapi persoalan ini, Agus meminta pemerintah daerah untuk melakukan pembuktian secara menyeluruh, guna mengetahui permasalahan limbah yang sebenarnya. 

‎”Karena yang saya tahu saluran air di kawasan wisata ini tidak dalam keadaan baik,” kata Agus.

‎”Kalau mau, pemerintah daerah drainasenya kita betulkan dan kita lihat. Apakah itu sumbernya dari hotel apa bukan?,” tambahnya.

‎Agus menekankan, pembuktian tersebut sangat penting, mengingat pelaku usaha hotel di Pangandaran kerap di jadikan kambing hitam terkait persoalan limbah.

‎”Karena yang menjadi kambing hitamnya itu pasti hotel,” katanya.

Penyebab Limbah

‎Agus mengatakan, Permasalahan ini sempat muncul beberapa waktu lalu di depan hotel Gran Cahaya. Ia pun tak tinggal diam, kemudian melakukan membuktikan langsung yang di anggap menjadi penyebab limbah.

Baca Juga: Kisah Khoenunisa, Siswi SDN 2 Kalipucang Pangandaran Jualan Totok di Sekolah

‎‎”Tapi setelah di cek ke berbagai spot yang di anggap sumber limbah ternyata bukan. Justru itu limbah datangnya dari yang lain bukan dari hotel,” katanya.

‎Meski demikian, Agus meminta ketegasan Pemerintah daerah dalam membuktikan supaya akar masalah ini bisa di ketahui bersama agar bisa segera teratasi. 

‎”Saya harap Pemda Pangandaran ayo kita bersihkan saluran sampai clean and clear semua. Dari mana tuh limbah itu sebenarnya. Tapi kalau drainasenya saja tertutup pasir, kemudian tidak ada pemeliharaan yang bagus. Saya kira ini yang harus di lakukan terlebih dulu. Jangan terus menyalahkan hote,” tegas Agus.

(Sajidin)

Modus Pecah Kaca Terjadi lagi di Kota Banjar, Korbannya ASN

0
pecah kaca banjar@fokusjabar.id
Kapolsek Banjar AKP Yudy Ristiyanto sedang melihat pecahan kaca mobil yang dibobol maling di Jalan Kapten Jamhur

BANJAR, FOKUSJabar.id: Aksi pelaku kejahatan dengan modus pecah kaca kembali terjadi di Kota Banjar. Mobil Freed dengan nopol Z 1409 YK milik ASN RSUD Kota Banjar bernama Nana Herdiana berhasil di gasak oleh pelaku, antara lain sebuah laptop dan uang sebesar Rp 3 juta.

Kejadian pencurian dengan modus pecah kaca terjadi Selasa (3/2/2026) sekitar pukul 13.00 WIB di jalan raya Kapten Jamhur tepatnya depan Kantor Dinas Kesehatan Kota Banjar Lingkungan Sukarame, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar. 

Dengan adanya kejadian pencurian itu, anggota kepolisian dari Polsek dan Polres Banjar datang ke tempat kejadian perkara (TKP). Tim inafis Polres Banjar langsung melakukan olah TKP guna penyelidikan lebih lanjut. 

Baca Juga: Sinergi Cinta dan Kepedulian Gandara Grup di Hari Nisfu Syaban

Korban Nana Herdiana menuturkan, bahwa dia sampai ke Dinas Kesehatan Kota Banjar sekitar pukul 13.00 WIB.

Sekitar 10 menit kemudian ada salah satu pegawai di Dinas Kesehatan Kota Banjar yang memberitahukan bahwa kaca mobil ada yang membobol.

“Setiba di kantor Dinkes saya langsung masuk kedalam. Sepuluh menit kemudian ada yang ngasih kabar kaca mobil pecah,” akunya. 

Baca Juga: Terisolasi Akibat Double Track, Warga Banjar Bangun Jalan dan Rintis Wisata

Kapolsek Banjar AKP Yudy Ristiyanto mengatakan, kasus pencurian modus pecah kaca di Jalan Kapten Jamhur ini merupakan kali ketiganya.

Untuk kejadian kali ini menurutnya, korban mengalami kerugian sekitar Rp 8 juta.

“Pelaku menggasak satu unit laptop dan uang tunai sebesar 3 juta,” terangnya.

(Agus Purwadi) 

Jelang Ramadan, Harga Sembako di Pasar Kosambi Mulai Naik

0
pasar kosambi bandung@fokusjabar.id
Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Kosambi Kota Bandung, mulai merangkak naik menjelang Ramadan 2026

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Kosambi Kota Bandung, mulai merangkak naik menjelang Ramadan 2026. Kenaikan paling tajam terjadi pada cabai rawit merah yang kini tembus Rp70 ribu per kilogram akibat pasokan berkurang.

Pedagang sayur Pasar Kosambi, Winda Ningsih mengatakan, lonjakan harga di picu kondisi cuaca yang kurang mendukung dalam sepekan terakhir.

“Hujan terus turun sekitar seminggu ini. Akibatnya pasokan dari petani berkurang, sehingga harga naik,” kata Winda saat di temui di Pasar Kosambi Kota Bandung Selasa (3/2/2026).

Baca Juga: 83 Korban Longsor Cisarua KBB Berhasil Dievakuasi

Selain cabai rawit merah, kenaikan juga terjadi pada beberapa komoditas lain. Harga bawang merah naik dari Rp10 ribu menjadi Rp17 ribu per kilogram.

Timun kini di jual Rp12 ribu per kilogram, sedangkan kacang panjang melonjak menjadi Rp25 ribu per kilogram.

Menurut Winda, kenaikan harga juga di pengaruhi meningkatnya permintaan pasar.

“Permintaan tambahan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) ikut memengaruhi pergerakan harga di pasar,” katanya.

Meski sejumlah komoditas naik, ia memastikan kondisi pasar masih tergolong stabil. Harga cabai tanjung yang biasanya melonjak tinggi menjelang Ramadan justru masih relatif terkendali.

“Sekarang cabai tanjung masih di kisaran Rp40 ribu per kilogram. Biasanya bisa sampai Rp100 ribu hingga Rp120 ribu. Tapi saat ini pasokan dari petani sedang bagus,” jelasnya.

Ia menambahkan, harga sayuran sangat bergantung pada kondisi panen di daerah penghasil sehingga sulit di prediksi.

“Kalau panen bagus, harga turun. Kalau gagal panen, harga langsung naik. Bahkan bisa berubah setiap hari,” ucapnya.

Harga Daging Sapi

Sementara itu, pedagang daging sapi AN Soetrisna menyebut harga daging mulai mengalami kenaikan sejak dua pekan terakhir.

Baca Juga: Unisba Kembali Cetak Doktor, Disertasi Angkat Framing Media Pilpres

“Harga jual sekarang masih sekitar Rp150 ribu per kilogram, ada juga yang Rp130 ribu tergantung bagian dagingnya,” kata Soetrisna.

Ia memperkirakan kenaikan harga menjelang puasa tidak akan signifikan, hanya berkisar Rp5 ribu hingga Rp10 ribu per kilogram. Stok daging sapi di nilai aman karena pasokan telah di jamin pemerintah.

Penjualan daging di lapaknya pun masih normal, yakni sekitar 20–25 kilogram per hari, termasuk pesanan secara online.

“Pembeli masih seperti biasa, belum ada lonjakan berarti,”katanya.

(Yusuf Mugni)