spot_imgspot_img
Rabu 7 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 196

Kekeringan Ancam 1.354 Hektare Sawah, Pemkab Bekasi Salurkan 83 Pompa Air

0
BEKASI, FOKUSJabar.id
Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi menurunkan pompa air untuk membantu mengatasi kekeringan lahan pertanian akibat kemarau panjang.

BEKASI,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi memperkuat berbagai langkah taktis untuk menghadapi ancaman kekeringan yang mulai melanda kawasan pertanian. Melalui Dinas Pertanian, pemerintah daerah menyiagakan pasokan air agar lahan sawah tetap produktif dan hasil panen padi tidak terganggu.

Salah satu aksi nyata di lapangan adalah mendistribusikan puluhan unit mesin pompa air ke daerah yang kekurangan pasokan air. Tim Brigade Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) menyalurkan total 83 unit pompa untuk membantu pengairan sawah para petani.

Baca Juga: OJK Tasikmalaya Ingatkan Pelajar, Waspadai Game Online yang Minta Deposit dan Janjikan Uang

Bantuan tersebut mencakup 13 unit pompa berukuran 6 inci dan 70 unit pompa berukuran 3 inci. Petugas menempatkan peralatan ini di tujuh kecamatan rawan, meliputi Pebayuran, Cabangbungin, Kedungwaringin, Tambelang, Sukawangi, Setu, serta Muara Gembong.

Mesin-mesin pompa ini bekerja menyedot air dari sungai dan sumber air terdekat untuk disalurkan langsung ke persawahan warga yang mulai mengering.

Langkah cepat ini menjadi krusial karena dampak musim kemarau telah meluas hingga menyerap sekitar 1.354 hektare lahan pertanian. Wilayah terdampak kini tersebar di 41 desa yang berada di 15 kecamatan se-Kabupaten Bekasi.

Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Eem Embang, menegaskan pentingnya melakukan mitigasi risiko sejak awal untuk mencegah penurunan produksi beras lokal.

“Melakukan mitigasi sejak dini pada wilayah rawan kekeringan dan melakukan penanganan jangka pendek sesuai tugas, fungsi, dan anggaran Dinas Pertanian,” ujar Eem, Kamis (20/9/2026).

Eem menjelaskan bahwa penurunan produksi padi sejauh ini belum terlihat secara signifikan. Namun, penyusutan debit air irigasi tetap menjadi kewaspadaan utama agar tidak merusak kualitas panen mendatang.

“Di situ pastinya terdampak ada penurunan produksi. Karena sebetulnya dari Kementerian Pertanian kita harus menggenjot luas tambah tanam. Nah, kalau luas tambah tanam terus-menerus harus ditingkatkan, kembali lagi ke kondisi air,” katanya.

Normalisasi Saluran Irigasi dan Kemudahan Akses BBM Bersubsidi

Selain mengandalkan strategi pompanisasi, Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi aktif membersihkan jaringan irigasi dari sumbatan eceng gondok. Langkah ini bertujuan agar aliran air menuju persawahan dapat mengalir lebih lancar.

Dinas Pertanian juga menjalin koordinasi intensif bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) serta Perum Jasa Tirta (PJT) II untuk mencari solusi pemenuhan pasokan air jangka panjang.

Guna mendukung kelancaran operasional mesin di lapangan, dinas membantu memfasilitasi surat rekomendasi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi bagi para petani. Bantuan dokumen ini memudahkan petani mendapatkan pasokan solar untuk menggerakkan mesin pompa.

Di samping itu, petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) melakukan pemantauan kondisi lahan secara berkala.

“Pembaruan data terus dilakukan agar respons terhadap lahan yang terdampak kekeringan dapat dilakukan dengan cepat,” kata Eem.

Untuk penanganan jangka menengah, Pemkab Bekasi bersama BBWS mendorong pengerukan dan normalisasi beberapa saluran air penting. Saluran tersebut meliputi Saluran Sekunder (SS) Balongtua sepanjang 7 km, SS Jagawana sepanjang 10 km, serta Kali Butek di Kecamatan Cabangbungin.

Pemerintah pusat melalui Kementan turut memberikan suntikan anggaran operasional untuk pengerjaan normalisasi irigasi di Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran.

Amankan Target Produksi 503 Ton Padi per Musim

Rangkaian program penanggulangan ini bertujuan mempertahankan produktivitas lahan agar petani tetap dapat bercocok tanam. Dinas Pertanian menetapkan target produksi padi mencapai kisaran 503 ton dalam satu musim tanam.

“Target yang ingin kita capai itu 503 ton per musim. Makanya kita coba melakukan penanggulangan dan membantu petani agar jangan sampai lahan-lahan itu tidak tertanami,” jelas Eem.

Kecamatan Pebayuran, Sukatani, Sukakarya, Sukawangi, dan Muara Gembong masih menjadi penopang utama sentra beras di Kabupaten Bekasi. Wilayah Pebayuran sendiri mampu mencatatkan angka produksi tinggi, yakni sekitar 8 hingga 9 ton per hektare.

Pemerintah daerah terus memotivasi petani untuk mengoptimalkan pola tanam hingga tiga kali dalam setahun demi mendukung swasembada pangan nasional.

Guna menjaga stabilitas pangan daerah, Dinas Pertanian juga menerjunkan petugas informasi pasar untuk mendata stok beras di pabrik-pabrik penggilingan. Langkah pengawasan menyeluruh ini memastikan ketersediaan pangan warga Kabupaten Bekasi tetap aman selama musim kemarau.

(Jingga Sonjaya)

OJK Tasikmalaya Ingatkan Pelajar, Waspadai Game Online yang Minta Deposit dan Janjikan Uang

0
Tasikmalaya, FOKUSjabar.id
Ket foto : Para Pelajar Sekolah Rakyat Kota Tasikmalaya, melakukan foto bersama usai kegiatan edukasi bersama Ojk Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya terus mendorong para pelajar untuk membangun kebiasaan mengelola keuangan secara bijak sejak dini. Langkah ini menjadi bagian dari peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026 guna memperkuat budaya gemar menabung sekaligus membentengi generasi muda dari risiko finansial.

OJK Tasikmalaya menyelenggarakan kegiatan edukasi ini bagi siswa jenjang SD, SMP, hingga SMA di Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 41 Kota Tasikmalaya, Jalan Soaka, Kelurahan Sambongpari, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya.

Baca Juga: BI Corner Connect 2026 Resmi Diluncurkan di Tasikmalaya, Ada Pelatihan AI untuk Pustakawan

Panitia mengemas acara secara interaktif lewat materi yang sangat dekat dengan kehidupan harian para murid. Para peserta mempelajari strategi mengatur uang saku, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta memahami pentingnya perencanaan keuangan demi meraih cita-cita masa depan.

Asisten Manajer Kantor OJK Tasikmalaya, Andriani Alfiah Kurnia, menekankan pentingnya membentuk fondasi keuangan yang sehat sejak usia sekolah.

“Cita-cita tidak hanya membutuhkan semangat dan rajin untuk belajar, tetapi juga perlu didukung dengan kebiasaan merencanakan keuangan, yang dimulai dari hal sederhana seperti mengatur uang saku, sisihkan untuk menabung, dan jangan mudah menghabiskan uang hanya karena mengikuti trend atau keinginan,” ungkap Andriani Kurnia, Kamis (20/8/2026).

Ingatkan Waspada Game Daring Berkedok Judi Online

Selain membagikan tips menabung, OJK Tasikmalaya memanfaatkan momen ini untuk memberikan pemahaman mengenai ancaman bahaya judi online (judol). Pihaknya mengingatkan bahwa praktik perjudian kerap menyamar menjadi permainan atau game interaktif yang menarik.

Andriani membeberkan sejumlah ciri game mencurigakan yang wajib para siswa waspadai. Seperti permintaan deposit atau top up modal, penawaran keuntungan instan, hingga dorongan untuk terus mempertaruhkan uang saat mengalami kekalahan.

Pihaknya meminta seluruh siswa agar tidak mudah tergiur oleh iming-iming hadiah uang secara cepat dari aplikasi permainan.

“Kalau dalam sebuah game online meminta kita mempertaruhkan uang dengan harapan mendapatkan uang yang lebih besar berdasarkan hasil permainan atau keberuntungan, itu sudah menjadi tanda yang harus kita waspadai. Jangan sampai keinginan mendapatkan uang secara instan justru membuat malapetaka yang merusak masa depan,” paparnya.

Pihak Sekolah Sambut Baik Pembekalan Kecakapan Hidup

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 41 Kota Tasikmalaya, Heri Haerudin, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif OJK Tasikmalaya. Menurutnya, materi ini memberikan tambahan wawasan mendasar yang sangat berguna bagi kecakapan hidup para siswa.

Heri menilai literasi keuangan dan kewaspadaan terhadap dunia digital menjadi modal utama bagi murid. Harapannya agar mereka mampu mengambil keputusan yang benar saat beranjak dewasa.

“Kami mendukung edukasi keuangan seperti ini karena anak-anak tidak hanya dibekali pengetahuan akademik, tetapi juga kecakapan hidup. Pemahaman mengelola uang dan mengenali bahaya judi online penting. Agar mereka mampu mengambil keputusan yang lebih baik untuk masa depannya,” jelasnya.

Melalui rangkaian peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026, OJK Tasikmalaya berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan literasi keuangan hingga ke pelosok daerah.

Upaya berkelanjutan ini bertujuan membentuk generasi muda yang cerdas finansial, mandiri, serta terhindar dari jebakan produk maupun aktivitas keuangan ilegal.

(Seda)

Bukan Sekadar Ritual, Tradisi Merlawu di Ciamis Jadi Simbol Syukur dan Kebersamaan

0
CIAMIS, FOKUSjabar.id
Ketpot: Warga Masyarakat Desa Ciparigi saat melaksanakan prosesi Merlawuh di Situs Patapaan Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Ratusan warga tumpah ruah memadati kawasan Situs Patapaan yang berlokasi di Desa Ciparigi, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Masyarakat mengikuti seluruh rangkaian prosesi ritual “Merlawu” yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa setempat dengan penuh khidmat.

Usai merampungkan prosesi puncak berupa doa bersama, warga langsung menikmati acara makan bersama di lokasi kegiatan. Momen kebersamaan ini menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas limpahan rezeki dan berkah yang mereka terima selama ini.

Baca Juga: Tanggap Kemarau Panjang, Polres Ciamis dan BPBD Salurkan Ribuan Liter Air Bersih

Camat Sukadana, dr. Yanti, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas penyelenggaraan ritual Merlawu yang melibatkan kolaborasi erat antara warga dan Pemerintah Desa Ciparigi.

“Untuk yang kedua kali nya Saya hadir diacara budaya setelah sebelumnya menghadiri kegiatan hajat bumi Cicariu di Desa Sukadana,” katanya, Kamis (20/8/2026).

Yanti menjelaskan, tradisi Merlawu mengajarkan nilai-nilai luhur dari para nenek moyang. Seperti semangat gotong royong dan kebiasaan saling berbagi antarsesama warga.

“Adat merlawu ini merupakan wujud dari bentuk rasa syukur kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala atas limpahan berkah selama ini,” ucapnya.

Identitas Budaya

Mengingat nilai sejarah dan budayanya yang tinggi, Yanti berharap masyarakat serta pemerintah desa terus menjaga keberlanjutan tradisi Merlawu. Ritual ini berpotensi menjadi identitas budaya yang kuat, baik bagi Desa Ciparigi maupun Kabupaten Ciamis secara umum.

“Sukadana ini memang sangat unik dari mulai adat budaya sampai keagamaan sangat bagus. Namun masih kental adat budayanya dari mulai Sukadana, Bunter dan Ciparigi ini,” ungkapnya.

Kecamatan Sukadana sendiri terkenal memiliki kekayaan tradisi lokal yang masih terjaga dengan baik. Kerukunan masyarakat dalam merawat adat istiadat leluhur menjadi daya tarik tersendiri bagi pengembangan potensi wisata budaya di Kabupaten Ciamis.

(Husen Maharaja)

Anggaran Tersedot Kopdes, Pemdes Kalipucang Tak Bisa Perbaiki Rumah Ambruk Akibat Gempa Pangandaran

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Kondisi bangunan rumah ambruk akibat gempa Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Pemerintah Desa Kalipucang, Kabupaten Pangandaran menghadapi kendala besar dalam mengalokasikan anggaran perbaikan rumah warganya yang ambruk akibat guncangan Gempa Pangandaran.

Penyebab utamanya berakar dari pemotongan alokasi Dana Desa yang terserap untuk program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Imbasnya, besaran dana Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk sektor kebencanaan di Desa Kalipucang tahun ini menyusut drastis hingga tersisa Rp9 juta saja.

Baca Juga: Cekcok Soal Kerja ke Taiwan Berujung KDRT, Ibu Muda di Pangandaran Alami Luka 30 Jahitan

Kepala Desa Kalipucang, Teguh Sugiharto, membenarkan pemangkasan anggaran operasional desanya imbas pengalihan ke program KDMP. Pihaknya kini hanya memegang kendali atas pengelolaan sekitar 65 persen dari total Dana Desa.

“Iya betul Pak. Anggaran desa itu kurang lebih 65 persen lah,” kata Teguh saat dihubungi FOKUSJabar.id, Kamis (20/8/2026).

Teguh menjelaskan bahwa pengurangan anggaran ini berdampak langsung pada pos dana darurat kebencanaan. Sebelum adanya pemotongan, pihak pemdes mampu mengalokasikan anggaran BTT berkisar Rp15 juta hingga Rp20 juta per tahun.

Sementara itu, perkiraan biaya perbaikan untuk satu unit rumah warga yang hancur diterjang gempa mencapai angka Rp30 juta.

“Ya, taksiran mah 30 juta. Itu mah baru kisaran,” kata Teguh.

Andalkan Gotong Royong Warga dan Koordinasi ke BPBD

Keterbatasan dana BTT membuat pemerintah desa hanya sanggup menyerahkan bantuan darurat seadanya, seperti pasokan bahan pokok atau sembako kepada para korban.

Menyikapi musibah rumah ambruk di wilayahnya, Teguh mengambil langkah taktis dengan menggerakkan budaya gotong royong bersama pengurus RT, RW, dan warga sekitar.

“Kalau musibah kami biasa dengan Pak RT, Pak RW atau di lingkungan. Jadi kami minta tenaga sadayana di masyarakat gitu lah paling sementara,” katanya.

Di samping menggalang bantuan tenaga dari warga, pihak pemdes telah melayangkan permohonan bantuan resmi serta berkoordinasi langsung dengan BPBD Kabupaten Pangandaran.

Bantuan Rutilahu Terbental Kendala Pendataan Desil

Masalah pemukiman warga di Desa Kalipucang tidak berhenti pada dampak gempa semata. Teguh menyebut masih banyak bangunan rumah warga yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan membutuhkan suntikan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

Namun, penyaluran program Rutilahu tersebut kerap menemui jalan buntu akibat kerumitan sistem verifikasi data kependudukan.

“Program yang rutilahu juga suka terkendalanya oleh Desil,” katanya.

Melihat kondisi tersebut, Teguh sangat berharap pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat dapat mempercepat penyaluran bantuan agar warga terdampak gempa bisa segera menempati rumah yang layak.

(Sajidin)

BI Corner Connect 2026 Resmi Diluncurkan di Tasikmalaya, Ada Pelatihan AI untuk Pustakawan

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Azhar Livaldly Setyawigoena, menyerahkan Buku Kebanksentralan kepada perwakilan Perpustakaan Unsil, saat peluncuran BI Corner Connect 2026 (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tasikmalaya terus memperkuat ekosistem pemahaman ekonomi masyarakat melalui peluncuran BI Corner Connect 2026. Program ini mentransformasi perpustakaan menjadi pusat edukasi, literasi, dan riset kebanksentralan yang modern.

Melalui langkah ini, Bank Indonesia mendorong perpustakaan agar bertransformasi dari sekadar tempat menyimpan buku menjadi ruang belajar yang aktif, adaptif, dan inklusif. Fasilitas ini bertujuan memperluas wawasan publik mengenai sistem pembayaran, rupiah, hingga kebijakan ekonomi nasional.

Baca Juga: Kemarau Panjang Bikin Sumber Air Mengering, Tagana Tasikmalaya Sudah Salurkan 126.000 Liter

Deputi Kepala Perwakilan BI Tasikmalaya, Azhar Livaldly Setyawigoena, meresmikan BI Corner Connect secara simbolis dengan menyerahkan buku kebanksentralan kepada perwakilan Perpustakaan Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya. Acara tersebut juga dihadiri oleh perwakilan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah se-Priangan Timur, Kamis (20/8/2026) sore.

Momen ini menandai sinergi kuat antara BI, dunia pendidikan, pengelola perpustakaan, dan pemerintah daerah dalam menyediakan akses informasi yang kredibel bagi masyarakat.

Azhar menegaskan bahwa para pustakawan dan pengelola BI Corner memegang peran kunci dalam memperluas jangkauan edukasi keuangan hingga ke lapisan masyarakat bawah.

“Kemajuan dan perkembangan teknologi, serta era digitalisasi informasi telah memperluas peran perpustakaan sebagai ruang belajar yang semakin hidup, interaktif, dan inklusif. Sejalan dengan perkembangan tersebut, pustakawan juga memiliki ruang yang semakin luas untuk berperan sebagai curator of knowledge, digital navigator, storyteller, dan digital educator yang mampu memilih, mengemas, serta menyampaikan informasi secara relevan dan mudah dipahami oleh masyarakat,” Ungkap Azhar Livaldly Setyawigoena.

Menjawab Tantangan Era Digital Lewat Inovasi Perpustakaan

Di tengah derasnya arus informasi digital, Indonesia memiliki modal besar berupa keberadaan sekitar 219 ribu unit perpustakaan. Tantangan utama saat ini terletak pada kemampuan perpustakaan dalam menghadirkan konten yang relevan dan adaptif.

“Tantangan kita ke depa, bukan hanya memperluas akses terhadap perpustakaan, tetapi juga memastikan perpustakaan semakin inovatif, adaptif, dan mampu menghadirkan sumber informasi yang kredibel serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Melalui BI Corner Connect 2026, BI mendorong perpustakaan tumbuh sebagai ruang diskusi dan inovasi. Harapannya, aktivitas membaca berkembang menjadi pemahaman mendalam yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.

Untuk mendukung transformasi tersebut, para pengelola perpustakaan mendapatkan pembekalan intensif mengenai kelembagaan bank sentral, gerakan Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah, sistem pembayaran digital, hingga perlindungan konsumen.

“Pembekalan pengetahuan ini, harapannya dapat berkembang kembali secara kreatif. Melalui berbagai aktivitas edukasi bagi pelajar, mahasiswa, akademisi, dan masyarakat di lingkungan masing-masing,” ucapnya.

Manfaatkan Teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk Pustakawan

Selain pengetahuan ekonomi, BI Tasikmalaya memberikan pelatihan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dan digital library. Penguasaan teknologi AI membantu pustakawan menyusun strategi content marketing serta mengelola materi edukasi secara lebih kreatif.

Azhar menekankan bahwa kehadiran teknologi AI tidak akan menggeser posisi pustakawan, melainkan menjadi alat bantu untuk memperkuat peran mereka.

“Melalui pemanfaatan teknologi digital termasuk AI yang tepat, pustakawan akan memiliki peluang semakin besar untuk mengembangkan konten edukatif. Kemudian memperluas jangkauan literasi, serta menjadikan perpustakaan semakin dekat dengan masyarakat. Sinergi antara kapasitas pustakawan, kualitas informasi, dan pemanfaatan teknologi harapannya mampu memperkuat peran perpustakaan sebagai salah satu simpul penting dalam ekosistem literasi,” paparnya.

Ke depan, BI Tasikmalaya berkomitmen untuk terus merawat kolaborasi lintas sektor. Berharap agar BI Corner terus aktif sebagai pusat riset yang relevan.

“Penguatan BI Corner harapanya dapat memperluas pemahaman serta literasi masyarakat terhadap peran dan kebijakan Bank Indonesia. Sekaligus mendukung terbentuknya masyarakat Priangan Timur yang semakin literat, adaptif, dan berdaya. Terlebih dalam menghadapi perkembangan ekonomi dan teknologi di era digitalisasi saat ini,” pungkasnya.

(Seda)

Kemarau Panjang Bikin Sumber Air Mengering, Tagana Tasikmalaya Sudah Salurkan 126.000 Liter

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Keterangan foto: Kekeringan terus meluas sejumlah daerah di Kabupaten Tasikmalaya membutuhkan air bersih dalam jumlah banyak.

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Tasikmalaya kian merasakan dampak negatif dari musim kemarau yang berkepanjangan. Kondisi krisis air bersih yang terus membesar memaksa warga melipatgandakan usaha demi memenuhi kebutuhan harian mereka.

Merespons situasi darurat tersebut, Forum Koordinasi (FK) Tagana Kabupaten Tasikmalaya bergerak cepat mendistribusikan 6.000 liter air bersih ke Desa Kutawaringin, Kecamatan Salawu, pada Kamis (20/8/2026).

Baca Juga: HUT ke-81 RI, SDN 1 Gunung Pereng Tasikmalaya Tanamkan Nasionalisme dan Keberagaman

Penyaluran air ini menyasar sekitar 238 kepala keluarga (KK) yang mengalami penurunan debit air tanah secara drastis hingga mengering total.

Ketua FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya, menegaskan komitmen timnya untuk selalu hadir mendampingi masyarakat yang menghadapi kesulitan akibat kekeringan. Petugas di lapangan segera menindaklanjuti setiap permohonan bantuan secara bertahap.

“Selama kemarau belum usai, kami masih terus memasok kebutuhan air bersih masyarakat. Permintaan terus ada karena di sejumlah wilayah sumber air warga mulai berkurang bahkan ada yang mengering,” ujar Jembar.

Total Bantuan Air Bersih Tagana Tembus 126.000 Liter

Aksi tanggap darurat di Desa Kutawaringin memperpanjang catatan operasi kemanusiaan FK Tagana di wilayah Tasikmalaya.

Sejak awal musim kekeringan tahun ini, armada Tagana mencatat total penyaluran air bersih telah menyentuh angka 126.000 liter.

Jembar menjelaskan bahwa angka tersebut murni merupakan akumulasi dari operasional mandiri armada Tagana. Jumlah ini belum mencakup bantuan yang disalurkan oleh instansi lain, seperti BPBD Kabupaten Tasikmalaya maupun Perumdam Tirta Sukapura.

“Kalau dari Tagana saja sampai hari ini sudah sekitar 126 ribu liter. Itu belum digabung dengan pelayanan pihak lain. Artinya, kebutuhan air bersih masyarakat memang cukup besar selama kemarau ini,” jelasnya.

Posko Darurat Tetap Siaga dan Imbauan Waspada Kebakaran

Menghadapi potensi kemarau yang masih berlanjut, FK Tagana memastikan posko pelayanan darurat air bersih akan terus bersiaga penuh. Petugas akan menjangkau daerah-daerah yang mengirimkan laporan krisis air.

Di samping memicu krisis air, cuaca terik juga meningkatkan risiko bencana lain. Jembar mengingatkan warga untuk menggunakan pasokan air secara hemat sekaligus mewaspadai ancaman kebakaran lahan maupun pemukiman.

“Kami imbau warga untuk menggunakan air secara bijak. Dan yang tidak kalah penting, tetap waspada terhadap potensi kebakaran yang sangat rentan terjadi di musim kemarau panjang ini,” pungkasnya.

(Abdul Latif)

Nikah Massal Gratis di Bandung, Pengantin Juga Dapat Honeymoon Hotel Berbintang

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kembali akan menggelar program nikah massal gratis pada September 2026 di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bandung (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kembali menyiapkan program nikah massal gratis pada September 2026 mendatang. Agenda tahunan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) sekaligus langkah strategis mengoptimalkan fungsi Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bandung.

Kepala DPMPTSP Kota Bandung, Eric Mohamad Atthauriq, mengungkapkan bahwa program nikah massal bermula dari gagasan untuk mengenalkan ragam layanan terpadu yang ada di gedung MPP.

Baca Juga: Targetkan Zakat Tembus Rp100 Miliar per Tahun, Pemkot Bandung dan Baznas Siapkan Strategi Investasi Syariah

Saat ini, MPP Kota Bandung menampung 32 tenant dengan total 314 jenis layanan publik. Fasilitas ini mencakup pelayanan dari Kantor Urusan Agama (KUA), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), hingga Pengadilan.

“Jadi, kegiatan nikah massal itu sebetulnya adalah sebuah ide atau gagasan awal dalam rangka mengoptimalkan fungsi dan peran Mal Pelayanan Publik (MPP) di Kota Bandung,” kata Eric, Kamis (20/8/2026).

Pihaknya juga telah menyediakan Balai Nikah khusus di area MPP sejak tahun lalu. Fasilitas ini melayani prosesi akad nikah bagi warga muslim serta pencatatan sipil bagi warga nonmuslim, khususnya umat Kristen.

“Kalau muslim akad nikahnya di Balai Nikah sekaligus resepsi kecil-kecilan. Sedangkan nonmuslim untuk pencatatan sipil,” katanya.

Pemkot Bandung sengaja mengemas promosi layanan pernikahan ini melalui acara nikah massal agar daya jangkau ke masyarakat menjadi lebih luas dan menarik.

“Kalau kita hanya membuat sosialisasi biasa atau surat edaran, kan kurang menggigit. Makanya tahun kemarin kita gagas bersama Disdukcapil dan Kementerian Agama untuk melaksanakan nikah massal sekaligus pencatatan sipil,” ujarnya.

Fasilitas Lengkap: Dari Dokumen Baru Hingga Hadiah Honeymoon

Para peserta yang lolos pendaftaran akan menerima berbagai fasilitas pendukung secara cuma-cuma. Layanan gratis tersebut meliputi tempat acara, biaya KUA, penerbitan buku nikah, hingga dokumen kependudukan baru berupa KTP dan Kartu Keluarga (KK).

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, juga dijadwalkan hadir secara langsung untuk menjadi saksi nikah bagi para pengantin.

Menariknya, Pemkot Bandung turut memanjakan para pengantin baru dengan fasilitas bulan madu (honeymoon) gratis di hotel berbintang. Program istimewa ini terwujud berkat kolaborasi bersama asosiasi perhotelan Riung Priangan.

“Khusus nikah massal di tempat kami, kita bekerja sama dengan Riung Priangan, asosiasi perhotelan di Kota Bandung. Mereka menyiapkan satu kamar untuk satu pasangan berbulan madu di hotel berbintang di Kota Bandung,” ucapnya.

Panitia saat ini mengupayakan kuota awal fasilitas honeymoon untuk 10 pasangan pengantin, menyesuaikan dengan kapasitas lokasi pelaksanaan.

“Sekarang masih diupayakan 10 pasang dulu karena kapasitas tempat kita terbatas,” katanya.

Target Peserta dan Kemudahan Pendaftaran Daring

Penyelenggaraan program ini turut mendapat dukungan penuh dari Baznas Kota Bandung serta para pelaku usaha katering lokal.

Mengenai kriteria calon pengantin, pihak DPMPTSP masih melakukan tahap verifikasi dan inventarisasi data. Awalnya program ini membidik kelompok disabilitas, namun pemerintah sedang mengkaji peluang pembukaan kuota untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) maupun masyarakat umum.

“Kita masih menginventarisasi. Tadinya gagasannya untuk disabilitas, tetapi kita lihat perkembangannya apakah khusus disabilitas, MBR, atau umum,” jelas Eric.

Untuk tahap awal, panitia menetapkan kuota sebanyak 10 pasangan warga Kota Bandung melalui mekanisme pendaftaran secara daring (online).

Eric kembali menegaskan bahwa seluruh rangkaian dan fasilitas dalam acara ini tidak memungut biaya sepeser pun dari para peserta.

“Fasilitasnya gratis, mulai dari pernikahan, tempat, KUA, dokumen KTP dan KK baru, honeymoon, dan mudah-mudahan sampai maharnya,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)