BANDUNG,FOKUSJabar.id: MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Bandung Seri 2 musim 2025–2026 menghadirkan kejutan dengan munculnya juara baru di dua kelompok usia. Turnamen sepakbola putri yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife ini mencapai puncaknya di Lapangan Chandradimuka Pusdikif, Minggu (1/2/2026), setelah bergulir sejak 22 Januari 2026.
Di kategori kelompok usia (KU) 10 tahun, SDN 035 Soka tampil dominan dan memastikan gelar juara usai menundukkan SDN 091 Cibeureum Kota Bandung dengan skor meyakinkan 2-0. Sementara itu, persaingan sengit terjadi di final KU 12 tahun ketika SDN 036 Ujungberung harus melewati drama adu penalti untuk mengalahkan SDN Citrasari dengan skor 2-1 setelah bermain imbang tanpa gol selama waktu normal 2×15 menit.
Baca Juga: Hitung Mundur Porprov XV Jabar, Bekasi Tegaskan Kesiapan Tuan Rumah
Keberhasilan SDN 035 Soka meraih gelar KU 10 menjadi bukti peningkatan performa tim. Pada beberapa edisi sebelumnya, mereka harus puas dengan hasil kurang maksimal, termasuk kekalahan di partai final tahun 2025 dan tersingkir di perempatfinal seri pertama musim 2025–2026.
Pada laga puncak seri kedua ini, SDN 035 Soka langsung mengambil inisiatif serangan. Kapten tim, Mikhayla Putri Ferdiansyah, membuka keunggulan saat pertandingan baru berjalan empat menit setelah memanfaatkan kesalahan antisipasi penjaga gawang lawan. Sepuluh menit berselang, Allya Khaira Rahman menggandakan keunggulan melalui tembakan jarak jauh yang kembali berbuah gol. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, SDN 035 Soka tetap menekan. Mikhayla hampir menambah gol di menit ke-21, namun tendangannya hanya membentur mistar gawang. SDN 091 Cibeureum berusaha mengejar ketertinggalan, tetapi solidnya pertahanan lawan membuat skor tidak berubah hingga peluit akhir berbunyi.
“Rasanya bangga dan senang bisa membawa tim menjadi juara. Ini gelar pertama kami setelah di dua edisi sebelumnya selalu gagal. Semoga ke depan kami bisa terus kompak dan melanjutkan perjuangan di KU 12,” ujar Mikhayla.
Penentuan Juara MilkLife Soccer Challenge Bandung
Sementara itu, final KU 12 tahun memperlihatkan duel ketat dan penuh tensi antara SDN 036 Ujungberung dan SDN Citrasari. Kedua tim saling menekan dan menciptakan peluang, namun hingga waktu normal berakhir, tak satu pun gol tercipta.
Penentuan juara pun berlanjut ke babak adu penalti. Dalam momen krusial tersebut, SDN 036 Ujungberung tampil lebih tenang dan memastikan kemenangan 2-1 melalui eksekusi Nur Halimah Afriliyanti dan Yasmin Putri Suryadi.
Pelatih SDN 036 Ujungberung, Ikbar Helmi Athalah, menyebut gelar ini sebagai pencapaian pertama timnya setelah dua edisi sebelumnya selalu terhenti di perempatfinal.
“Anak-anak bermain tanpa rasa takut dan menunjukkan mental kuat dari awal hingga akhir. Latihan rutin sangat membantu, baik dari sisi teknik maupun mental. Semoga hasil ini menjadi motivasi untuk terus berkembang,” kata Ikbar.
Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann, menilai lahirnya juara baru menjadi indikator positif berkembangnya kualitas pemain. Menurutnya, intensitas latihan yang semakin tinggi di sekolah maupun SSB turut mendorong persaingan yang semakin ketat.
“Para pemain sekarang lebih paham posisi, penguasaan bola, dan memiliki motivasi tinggi untuk meraih hasil lebih baik. Ini membuat kompetisi semakin sengit dan tidak didominasi satu tim saja,” ujarnya.
Asisten Pelatih Timnas Putri Indonesia U-17 tahun 2025, Dian Nadia Mutiara, menilai MLSC berperan penting dalam pembinaan dan regenerasi pesepakbola putri sejak usia dini. Ia menyebut turnamen ini sebagai wadah strategis untuk menjaring calon atlet masa depan.
“Turnamen ini menjadi talent pool yang sangat berharga. Banyak pemain potensial muncul, antusiasmenya tinggi, dan teknik dasarnya terus berkembang. Ini sangat membantu proses pemantauan untuk timnas,” ungkap Dian.
Dian juga mengapresiasi keikutsertaan 2.154 peserta pada MLSC Bandung Seri 2 musim 2025–2026. Ia melihat peningkatan signifikan dibandingkan seri sebelumnya, baik dari jumlah peserta maupun kualitas permainan.
“Di seri kedua ini, anak-anak terlihat lebih siap dan semakin giat berlatih di sekolah masing-masing. Perkembangannya terasa sekali,” pungkasnya.
(Ageng)


