PACITAN, FOKUSJabar.id: Institut Partai Demokrat (IPD) usai menggelar Pendidikan Politik Nasional (Dikpolnas) di Gedung Museum dan Galeri SBY-Ani di Jalan Lintas Selatan, Ploso, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur (Jatim), Senin-Rabu (18-20/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum strategis dalam membangun kapasitas kader, mempererat kebersamaan serta meneguhkan komitmen perjuangan partai dalam menghadapi dinamika politik ke depan. Khususnya memperkuat soliditas dan konsolidasi internal menuju Pemilu 2029.
BACA JUGA:
Ketua DPAC Partai Demokrat Berkumpul, Kepala BPOKK DPC Garut Hadir, Ada Apa?
Kepala Institut Politik Partai Demokrat, Andi Alifian Mallarangeng menegaskan, Dikpolnas 2026 menjadi langkah penting dalam membangun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) kader. Dengan begitu, mereka semakin siap menghadapi dinamika politik nasional ke depan.
“Kita sudah berhasil menyelenggarakan Dikpolnas tahun 2026. Ini bagian dari proses kaderisasi kader dari berbagai daerah di seluruh Indonesia,” kata Andi.
Selama Dikpolnas, para peserta mendapatkan berbagai pembekalan politik dan strategi pemenangan.
“Ilmu yang Mereka dapat sebagai bekal pemenangan Pemilu 2029 di daerahnya masing-masing,” ungkapnya.
Menurut Andi, Dikpolnas bukan hanya kegiatan seremonial. Namun merupakan bagian dari konsolidasi nasional Partai Demokrat yang di lakukan secara berkelanjutan.
Dia menyebut, kegiatan ini akan terus di laksanakan dalam beberapa gelombang berikutnya.
BACA JUGA:
Fraksi Partai Demokrat Ciamis, Dorong SPPG Kantongi Izin PBG
“Nanti akan ada Dikpolnas gelombang berikutnya. Alhamdulillah peserta antusias dan para pematerinya bagus-bagus. Mudah-mudahan ini menjadi bekal yang cukup bagi mereka untuk menjadi kader yang handal,” imbuhnya.
Andi mengatakan, dalam pelaksanaannya Partai Demokrat juga menerapkan sistem kaderisasi berjenjang. Mulai dari kader muda, kader madya hingga kader utama.
Pola tersebut di lakukan agar pembinaan kader dapat berjalan lebih terstruktur sesuai kapasitas dan kebutuhan masing-masing tingkatan.
BACA JUGA:
Soal Parliamentary Threshold, Sekjen Partai Demokrat Bilang Begini
“Ini kaderisasi secara berjenjang untuk melahirkan kader-kader yang memiliki proporsinya masing-masing. Pendidikan politik nasional ini di buat untuk kader dari seluruh Indonesia. Sementara di tingkat DPD dan DPC juga ada proses pendidikan politik sesuai jenjangnya,” jelas Andi.
Selain Dikpolnas juga memiliki program Akademi Demokrat yang menyasar generasi muda serta Bimbingan Teknis (Bimtek) khusus bagi anggota legislatif.
Andi menambahkan, pendidikan politik nasional lebih di fokuskan pada penguatan wawasan politik dan strategi pemenangan partai ke depan.
Para kader juga di bekali pemahaman mengenai ideologi, visi-misi hingga positioning Partai Demokrat dalam sistem politik Indonesia.
“Tahap awal kita memberikan pemahaman tentang ideologi, visi-misi serta positioning Partai Demokrat dalam sistem politik dan pemerintahan Indonesia,” katanya.
Dia juga menyinggung keberhasilan pemerintahan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai referensi penting bagi kader Demokrat dalam memahami tata kelola pemerintahan.
“Kita juga menapaki keberhasilan pemerintahan Presiden SBY selama 10 tahun. Ini menjadi rujukan bagi kader Demokrat,” ucap Andi.

Dikpolnas 2026 yang di inisiasi IPD mendapat apresiasi dari berbagai kader. Termasuk Kepala Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK) DPD Partai Demokrat Jawa Barat, Ahmad Bajuri.
“Terima kasih Ketua DPD PD Jabar yang telah memberikan peluang kepada kader-kader untuk hadir di sini. Mudah-mudahan kegiatan ini terus berkesinambungan dan seluruh kader bisa mengikutinya,” singkat Bajuri, Jumat (22/5/2026).
BACA JUGA:
DPC Partai Demokrat Ciamis Reshuffle Pengurus DPAC
Perlu di ketahui, Dikpolnas 2026 di hadiri jajaran DPD Partai Demokrat Jawa Barat. Di antaranya, Ramadania (Wakil Bendahara), Najmul Ma’arif (Direktur Eksekutif).
Kurnia Nugraha (Bakomstra), Usman Sinambela (Sekretaris Bappilu), Rikza Mubarok (Badan Saksi), Iva Novianti (Badiklat), Rosita (BPJK), Juli Akbar Ramadhani (Bappilu) dan Kevin Febrian dari staf Direktur Eksekutif.
(Bambang Fouristian)



