spot_imgspot_img
Sabtu 13 Juni 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Lansia di Padaherang Pangandaran Lawan Hipertensi dengan Jalan Pagi

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Setiap pagi sekitar pukul 05.30 WIB, jalan kampung di Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran Jawa Barat (Jabar) di ramaikan dengan langkah kaki lansia.

Berpakaian seragam warna-warni, mereka berjalan beriringan menyusuri desa dengan ritme pelan tapi seirama. Tawa sesekali pecah, memecah dinginnya udara pagi.

BACA JUGA:

Warga Kritik Pemangkasan Pohon di Kalipucang Pangandaran, Kabel PLN dan Internet Rusak

‎Kebiasaan itu bermula dari pergulatan melawan hipertensi. Bagi sebagian lansia, tekanan darah tinggi datang perlahan seiring usia.

Risiko stroke dan serangan jantung mengintai jika tidak di kendalikan. Di Padaherang, mereka memilih melawannya dengan cara sederhana. Yakni dengan jalan kaki setiap pagi.

‎Hartati (74), salah satu penggagas jalan pagi mengatakan, setahun lalu hasil cek kesehatan 2024 menunjukkan hipertensi.

Dokter menyarankan lebih banyak bergerak. Awalnya Hartati jalan sendirian, jaraknya hanya 500 meter dari rumah.

‎“Awalnya sendirian, terus bertambah setiap hari. Kini berjumlah 20 orang. Awalnya cuma pakai daster. Sekarang pakai seragam warna apa,” kata Hartati.‎

‎Dari pertemuan kecil di jalan kampung, mereka sepakat membentuk Komunitas Jalan Pagi (KJP). Anggotanya kini lebih dari 20 orang. Mayoritas lansia berstatus janda dengan waktu luang lebih banyak. Ada juga yang mengajak suaminya ikut bergabung.

‎Awalnya hanya untuk sehat, lama-lama berubah jadi ruang pertemanan. Habis jalan pagi, mereka mampir beli jajanan UMKM di sepanjang rute. Kadang sengaja pilih rute lebih jauh demi makanan yang sedang ramai di bicarakan warga.

‎Perjalanan mereka pun melebar. Dari keliling kampung, kini sampai ke Jawa Tengah. Hartati bersama anggota lain pernah ke Bendungan Manganti hingga Cilacap sekadar mencicipi kuliner khas Jawa.

BACA JUGA:

Warga Cijulang Pangandaran Soroti Maraknya Vila di Bantaran Sungai

‎Rumah Hartati bahkan di sulap jadi base camp KJP. Ia rela anggotanya menginap karena rumahnya sepi di tinggal anak bekerja di luar kota.

‎“Ada rasa ingin tetap bertemu orang lain setiap hari. Ada teman ngobrol saat anak-anak sibuk bekerja. Ada alasan untuk tetap keluar rumah dan merasa hidup masih berjalan menyenangkan,” kata Hartati.

‎Di antara anggota KJP ada pensiunan yang menyisihkan penghasilannya untuk membantu lansia kurang mampu.

‎”Dari situ muncul kegiatan “Jumat Berkah” dengan berbagi nasi bungkus sederhana untuk sesama lansia. Tidak besar, tidak mewah. Tapi jadi kebahagiaan tersendiri,” ucap Hartati.

‎Menurutnya, aktivitas fisik memang penting untuk menjaga fungsi tubuh lansia. Tapi bagi mereka, jalan pagi bukan cuma soal kesehatan.

Sampai sekarang Hartati masih sengaja berjalan di halaman belakang agar bisa bergerak lebih lama dan memilih berdiri saat beraktivitas untuk menguatkan otot kaki.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru