BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan memperketat pengawasan terhadap aparatur sipil negara (ASN) selama perhelatan Piala Dunia guna mencegah keterlibatan dalam praktik judi bola yang kini banyak di lakukan melalui platform daring.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, judi bola saat ini sulit dipantau secara langsung karena mayoritas berlangsung dalam bentuk judi online.
Karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak dalam aktivitas perjudian yang dapat menimbulkan kecanduan.
Baca Juga: Harga Kedelai Meroket, Bagaimana Dengan Produsen Tahu, Tempe Bandung?
“Kalau judi bola agak susah karena sekarang masuk ke ranah judi online. Untuk itu kita menyerahkan kepada yang berwenang untuk memastikan jangan sampai terjadi atau kita terjebak judi online,” kata Farhan Sabtu (13/6/2026).
Farhan menilai, judi memiliki pola yang membuat pelaku terus mencoba bermain meski mengalami kerugian. Hal itu yang membuat perjudian berpotensi menimbulkan kecanduan.
“Judi itu membuat kita ketagihan. Awal di bikin menang, lama-lama kalah terus, tapi bikin kita penasaran. Jadi hindarilah judi karena judi itu salah satu bentuk yang bisa membuat kita kecanduan,”ucapnya.
Farhan menegaskan, Pemkot Bandung tidak akan memberikan toleransi kepada ASN yang terbukti terlibat dalam aktivitas perjudian, termasuk judi bola. Ia memastikan sanksi berat akan di berikan kepada pegawai yang melanggar aturan tersebut.
Baca Juga: Guru Besar UPI Siapkan Aplikasi Supervisi Digital bagi Guru Penjas SD
“Oh, itu mah kalau sampai ada ASN yang melakukan judi, kita akan langsung berikan sanksi berat,” katanya.
Oleh karna itu, pengawasan terhadap ASN akan di perketat, terutama selama jam kerja. Langkah ini di lakukan agar tidak ada pegawai yang memanfaatkan waktu kerja untuk mengikuti aktivitas perjudian maupun memantau taruhan pertandingan.
“Sangat di perketat, khususnya pada saat jam kerja,”pungkasnya.
(Yusuf Mugni)



