spot_imgspot_img
Kamis 8 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8263

Musprov ISSI Jabar yang Digelar Caretaker Ilegal, Pengcab Masih Akui Ato Hermanto

0
(FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Pelaksanaan Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Jawa Barat ke-IX yang digelar caretaker ISSI Jabar di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang Kota Bandung, dinilai Pengurus Cabang (pengcab) ISSI kota/kabupaten tidak sesuai aturan yang tercantum dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) ISSI. Beberapa pengcab ISSI Kota/kabupaten pun masih mengakui kepengurusan ISSI Jabar dibawah pimpinan H Ato Hermanto.

Setidaknya 13 pengcab ISSI kota/kabupaten mendatangi gedung KONI Jabar di Jalan Pajajaran Kota Bandung untuk berkoordinasi terkait pelaksanaan Musprov ISSI Jabar ke-IX tahun 2018, Kamis (19/4/2018). Mereka masih mendukung dan mengakui kepengurusan ISSI Jabar dibawah pimpinan H Ato Hermanto. Pengcab ISSI kota/kabupaten yang mendatangi gedung KONI Jabar yakni Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Banjar, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Garut, Kabupaten Karawang, Kabupaten Subang, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Bandung, Kota Bekasi, Kabupaten Majalengka, dan Kota Tasikmalaya.

Sekretaris Umum Pengcab ISSI Kabupaten Bogor, Agus Rianto melihat beberapa kejanggalan dari persiapan hingga pelaksanaan Musprov ISSI Jabar yang digelar caretaker ISSI Jabar tersebut. Pihaknya pun menganggap jika pelaksanaan musprov tersebut cacat hukum dan tidak sesuai dengan aturan yang tercantum di AD/ART ISSI.

“Saya lihat ini banyak kejanggalan. Mulai dari pembentukan caretaker hingga pelaksanaan musprov sendiri. Jadi kami menilai jika Musprov ISSI Jabar yang digelar di Hotel Horison pada Rabu (18/4/2018) malam kemarin itu tidak benar dan tidak sesuai AD/ART. Karena itu kami tetap berpihak dan mengakui kepengurusan ISSI Jabar dibawah pimpinan H Ato Hermanto,” ujar Agus saat ditemui usai melakukan pertemuan di KONI Jabar, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Kamis (19/4/2018).

Dalam hal pembentukan caretaker, Agus menuturkan, jika hal tersebut menyalahi aturan. Pasalnya, kepengurusan ISSI Jabar dibawah pimpinan H Ato Hermanto masih memiliki jeda waktu hingga 13 Mei 2018 untuk menggelar musorprov. Begitu pun dalam hal penunjukkan perwakilan Pengcab ISSI kota/kabupaten dan Pengprov ISSI Jabar sebagai unsur dalam caretaker tersebut.

“Penunjukkan utusan dari Pengcab ISSI kota/kabupaten, misalnya, kenapa dari Cianjur yang notabene tidak memiliki atlet yang unggul di cabang olahraga sepeda. kita pun tidak tahu bagaimana mekanisme pemilihannya. Lalu kenapa harus ada caretaker kalau kepengurusan ISSI Jabar dibawah pimpinan H Ato masih punya waktu untuk menggelar musprov dengan batas akhir tanggal 13 Mei 2018,” terangnya.

Selain itu, pembentukan caretaker pun sudah menyalahi aturan AD/ART organisasi ISSI. Pasalnya, sesuai dengan aturan AD/ART organisasi ISSI, PB ISSI bisa membentuk caretaker jika beberapa hal terpenuhi. Diantaranya belum terbentuknya organisasi di suatu daerah, dan kepengurusan tidak menggelar musprov maksimal dalam waktu enam bulan setelah masa jabatan habis.

“Itu kan sudah salahi aturan, aturan mana yang menjadi cantolan pembentukan caretaker olah PB ISSI. Selain itu, tugas pokok caretaker itu yakni menggelar musprovlub bukan musprov. Harus pakai luar biasa. Terlebih kami pun melihat kejanggalan dalam surat permohonan ke KONI Jabar dimana ada dua surat dengan tanda tangan serta cap yang berbeda meski dengan nama dan atas nama yang sama yakni Panitia Musprov ISSI Jabar dan caretaker,” tambahnya.

Tak hanya itu, pelaksanaan musprov yang digelar caretaker pun dinilainya tidak sesuai aturan AD/ART organisasi ISSI. Selain dari sisi nama yang seharusnya musprovlub, beberapa ketentuan dalam AD/ART pun dinilainya dilanggar pada pelaksanaan Musprov ISSI ke-IX tahun 2018.

“Dari sisi kuorum, saya kira tidak memenuhi karena jumlah pengcab ISSI di Jabar itu ada 22 kota/kabupaten. Saat ini, ada 13 pengcab menyatakan tidak menerima dan tidak hadir di acara musprov tersebut sehingga musprov tersebut setidaknya hanya diikuti sembilan pengcab. Dan ada satu pengcab diantaranya belum memiliki SK kepengurusan dan tidak memiliki suara. Ini kan berarti musprov tersebut tidak memenuhi kuorum,” paparnya.

Untuk itu, pihaknya mewakili 13 pengcab ISSI kota/kabupaten meminta PB ISSI untuk kembali kepada aturan organisasi yang tercantum di AD/ART. Pihaknya mendesak untuk dilaksanakan Musprov ISSI kembali yang digelar oleh kepengurusan ISSI Jabar dibawah pimpinan H Ato Hermanto.

“Ini cara yang tidak sehat, menurut kami. Dan ini bukan soal perebutan kekuasaan tapi kami ingin tegakkan marwah organisasi sesuai aturan. Kami dari pengcab pun sudah melakukan pertemuan dengan kepengurusan ISSI Jabar dibawah pimpinan H Ato pada bulan Maret 2018 lalu dan menyepakati jika pelaksanaan musprov akan digelar di bulan Mei 2018 dan itu memungkinkan karena dari sisi waktu pun masih ada,” pungkasnya.

(ageng/bam’s)

Wakapolri Minta Opini Miras ‘Ginseng’ Berhenti Sebelum Bulan Ramadhan

0
(FOKUSJabar/adie)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Wakapolri Komjen Pol Syafruddin menegaskan, kasus Minuman Keras (Miras) Oplosan ‘ginseng’ Cicalengka harus tuntas dengan hukuman maksimal. Bahkan, kasus tersebut harus tuntas sebelum bulan Ramadhan.

Hal tersebut diungkapkan Syafruddin disela kunjungan ke bunker miras ‘ginseng’ di kediaman tersangka utama Samsudin Simbolon di jalan Bypass Cicalengka Kabupaten Bandung Jawa Barat.

” Pelaku utama sudah ditangkap. Masalah ini jangan berlarut – larut. Sebelum Bulan Ramadhan, masalahnya selesai dan opini berhenti,” ujarnya kepada awak media, Kamis (18/4/2018).

Menurutnya, penindakan hukum terhadap tersangka yang mengakibatkan 45 orang tewas ini akan diproses dengan penerapan hukuman maksimal. Para tersangka dijerat pasal 204 ayat 1 dan ayat 2 Kutab Undang – Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman pidana maksimal seumur hidup.

“Masalah oplosan ini merugikan masyarakat, ini manyangkut perizinan. Kita semua melihat bahwa masalah miras oplosan dalam satu bulan terakhir yang menjadi opini publik dan membuat banyak (makan) korban,” katanya.

Kasus tersebut terungkap berawal adanya laporan informasi dari warga Masyarakat Cicalengka memberitahukan ada beberapa warga yang diduga keracunan Miras Oplosan mengakibatkan korban meninggal dunia. Kemudian petugas melakukan serangkaian penyelidikan.

Dari informasi yang didapat bahwa penjual Miras Pplosan tersebut adalah JS yang berjualan di sebuah Kios yang beralamat di Jalan By pass RT 03/08 Desa Cicalengka Wetan Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung.

Selanjutnya JS berhasil diamankan dengan memberi keterangan bahwa kios tersebut adalah milik HM. Kemudian HM dapat diamankan setelah dilakukan penggeledahan. Dari rumahnya ditemukan barang bukti dalam sebuah Bunker.

Keterangan tersangka HM dan JS bahwa usaha produksi dan penjualan miras oplosan tersebut adalah milik SS selanjutnya dilakukan pengembangan dan mencari keberadaannya. Setelah dilakukan pencarian terhadap SS berhasil ditangkap di Daerah Sumatera dan dilakukan penangkapan serta beberapa TSK masih dalam daftar pencarian orang yaitu AS, SN, UW dan RS.

(Adie/Bam’s)

KCD Pendidikan Wilayah XI Jabar: Siswa Berprestasi Jangan Cepat Puas

0
KCD Pendidikan Wilayah XI dan Ketua MKKS SMA Kabupaten Garut (Foto. Andian)

GARUT, FOKUSJabar.id : Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Garut, Cecep R Rusdaya menyebut, penyelengaraan kegiatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) serta Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) SMA se-Kabupaten di gelar secara serentak di Aula Musadadiyah, Kamis (19/4/2018).

Menurut Cecep, kegiatan O2SN dan PLS2N untuk menggali berbagai potensi  peserta didik yang masih duduk di bangku kelas X dan XI sekaligus di tetapkan sebagai delegasi ke tingkat Provinsi Jawa Barat.

BACA JUGA:

Misteri Rumah Berhantu di Tasikmalaya Dihuni 15 Ribu Kelelawar

“ Kegiatan ini untuk menggali potensi siswa, memberikan motivasi  juang dan menyalurkan minat serta bakat anak didik terhadap keolahragaan dan kesenian,” papar Cecep, Kamis (19/4/2018).

Terlebih, O2SN dan FLS2N merupakan agenda rutin Direktorat Pembinaan SMA Dirjen Dikdasmen Kemendikbud yang wajib di gelar setiap tahun. Mulai dari tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi, nasional hingga internasional. Moto kegiatan yang di usung, “ Jauhi Narkoba, Raih Prestasi.”

Tahun 2006, kompetisi olahraga pelajar ini di beri nama Pekan Olahraga Pelajar SMA (POP SMA). Namun sejak 2008, berganti nama menjadi O2SN dengan persyaratan dan ketentuan teknis yang telah di tetapkan di dalam panduan juklak/juknis.

Sementara FLS2N selain untuk menggali potensi berdasarkan minat dan bakat di bidang seni juga untuk membentuk kepribadian serta karakter yang baik.

FLS2N 2018 kata Cecep bertemakan “ Seni sebagai Inspirasi Keteladanan dalam Pendidikan Karakter.”

“ Makna tema tersebut untuk mengkampanyekan pentingnya aspek keteladanan dalam implementasi peguatan pendidikan karakter bagi peserta didik SMA menuju bangsa yang berkarakter serta berbudaya,” ungkap Cecep.

Cabang Olahraga (Cabor) yang di pertandingkan di antaranya, Pencak Silat, Atletik, Renang, Bulutangkis dan Eksebisi Voli putra-putri, Lomba Baca Puisi, Cipta Puisi, Design Poster, Lomba Film pendek, Gitar Solo, Lomba Kriya putra dan putri, Teater Monolog, Lomba Tari dan lomba solo vokal putra-putri.

“ Semoga O2SN dan FLS2N mencetak sekaligus melahirkan atlet-atlet berprestasi dan dapat berlaga di tingkat nasional serta internasional,” harap Cecep.

Sementara Kepala Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah XI Jawa Barat, Lilis Rosita mengapresiasi kegiatan O2SN dan FLS2N tingkat Kabupaten Garut yang di gelar di Aula Musadadiyah.

Pihaknya berpesan, prestasi peserta didik harus di bina dari sekarang. Lalu, bagi para siswa yang berprestasi saat ini jangan dulu berpuas hati, karena perjuangan belum selesai.

BACA JUGA:

Kecamatan Sukaresmi Gelar Kencana, SSC Garut Sosialisasi Mitigasi Bencana

Artinya, masih akan berlaga di tingkat Jawa Barat. Bahkan tidak menutup kemungkinan melaju ke nasional dan internasional.

” Yang menang saat ini jangan dulu puas. Terus tingkatkan kemampuan untuk berlaga di tingkat Jawa Barat, nasional dan internasional,” singkat Lilis.

(Andian/Bam’s)

Bertemu Penambak di Cianjur, Uu Ingin Buatkan Mereka Dermaga

0

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Minimnya fasilitas penopang tambak ikan dikeluhkan petani tambak ikan di Waduk Jangari, Kabupaten Cianjur. Salah satunya dermaga bongkar muat yang dirasa belum optimal.

Demikian disampaikan Cawagub Janar nomor urut 1 Uu Ruzhanul Ulum seusai berkampanur di kawasan waduk itu, Kamis (19/4/2018).

Uu mengatakan bahwa para petani tambak ikan di Cianjur sangat membutuhkan dermaga untuk bongkar muat pakan dan ikan.

Saat ini, keberadaan dermaga tidak maksimal meski aktivitas tersebut cukup sering dilakukan. Namun sarana yang belum memadai membuat parq petambak kesulitan saat bongkar muat pakan.

BACA JUGA:

Soal Pilkada 2024, Ini Kesepakatan PDI-P dan PCNU Ciamis

“Bongkar muatnya paling sedikit 2-3 kali per hari. Padahal distribusi ikan dan pakan dari dan menuju waduk itu sangat membutuhkan dermaga,” kata Uu.

Selain dermaga bongkar muat, masyarakat pun mengeluhkan tidak adanya dermaga untuk wisata. Padahal, kunjungan wisatawan ke waduk yang bersumber dari Sungai Citarum ini cukup besar.

“Ini penting untuk pengembangan wisata Waduk Jangari. Apalagi kulinernya enak-enak,” jelas dia.

Tidak hanya itu, warga pun membutuhkan bantuan modal untuk berbagai jenis usaha yang dilakukan. Sepertihalnya perajin perahu di Waduk Jangari yang ingin dipermudah mengakses pinjaman dana.

Uu bersama Ridwan Kamil akan berupaya memenuhi keinginan warga itu jika Rindu terpilih sebagai pemimpin di Jabar lima tahun ke depan.

“Terlebih semua usulannya logis dan berkaitan dengan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ucap dia.

Lebih lanjut Uu mengatakan bahwa selama dirinya menjadi Bupato Tasikmalaya, pernah membuat dermaga untuk nelayan di wilayah Pamayangsari, Cipatujah. Dengan kata lain, sedikit banyak Uu mengetahui bagaimana bermanfaatnya sebuah dermaga.

(LIN)

Ketua Gema Keadilan: Asyik Punya Kualitas dan Kapasitas

0

BANDUNGFOKUSJabar. co.id: Ketua Gema Keadilan Jawa Barat (Jabar) Didi Sukardi menilai, pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Ahmad Sudrajat dan Syaikhu (Asyik) mempunyai kualitas dan kapasitas dalam memimpin Jawa Barat lima tahun ke depan.

Hal tersebut diungkapkan Didi kepada wartawan usai acara deklarasi dukungan kepada Asyik di The Kaptiah Hotel Bandung, Rabu (18/4).

“Yang dilakukan bukan sekedar pencitraan tapi adalah kerja. Seperti pak Syaikhu saat di Bekasi, ia bisa membangun wajah kota Bekasi yang melahirkan laporan keungannya WTP,” katanya.

Menurut Didi, ditambah dengan sosok Sudrajat yang telah malang melintang di dunia militer dan sebagai dubes, menambah nilai plus dalam menentukan Jawa Barat ke depan.

“Asyik ini refresentasi kesinambungan kepemimpinan Kang Aher yang kita ketahui mendapatkan penghargaan tertinggi di masa akhir jabatannya sebagai Gubernur, ” ujarnya.

Didi juga berpendapat, Jawa Barat sangat membutuhkan kualifikasi Gubernur yang terbaik. Seperti halnya Aher yang berhasil membangun Jawa Barat.

“Untuk mempertahankan dan melanjutkan yang sudah lebih dulu dilakukan kang Aher ini, adalah pasangan Asyik,” pungkasnya.

(budi)

Persiapan PON XX, KONI Jabar Kirim 22 Atlet Junior ke Korea Selatan

0
(FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Persiapan menghadapi perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 di Papua, sudah mulai dilakukan KONI Jabar. Hal ini terlihat dengan langkah pengiriman atlet junior di lima cabang olahraga menuju Korea Selatan pada Kamis (19/4/2018) petang.

Koordinator Tim KONI Jabar-Korea Selatan, Trio Arsefto menuturkan, program pengirima atlet menuju negeri ginseng tersebut merupakan implementasi dari kerjasama yang dijalin antara KONI Jabar dengan KONI Provinsi Gyeongsangbuk-Do, Korea Selatan. Berdasarkan kerjasama tersebut, pihak Jabar mendapat kesempatan untuk mengirimkan atlet atau pelatih ke Korea Selatan dalam satu tahun sekali.

“Jadi pengiriman atlet junior dari lima cabang olahraga pada hari ini ke Korea Selatan merupakan yang pertama usai keberhasilan kita meraih juara umum PON XIX tahun 2016 lalu. Hari ini yang akan berangkat ke Korea Selatan dan melakukan berbagai pelatihan serta ujicoba sebanyak 34 orang,” ujar Trio saat ditemui usai melepas rombongan atlet menuju Korea Selatan di gedung KONI Jabar, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Kamis (19/4/2018).

Total 34 orang tersebut, lanjut Trio, terdiri dari 22 atlet di lima cabang olahraga, tiga orang pelatih muda asal Jabar, enam pelatih asal Korea Selatan, dua orang penerjemah, dan satu orang koordinator lapangan. Ke-22 atlet tersebut berasal dari cabang olahraga taekwondo, judo, tinju, gulat, dan menembak.

“Disana (Korea Selatan) mereka akan menjalani program latihan bersama atlet asal Korea Selatan, berujicoba, hingga bertanding dalam kejuaraan. Jumlah atlet yang dikirim ke Korea Selatan pada hari ini, kita sesuaikan dengan kemampuan anggaran yang kita miliki. Kalau keinginan kita, ya sebanyk-banyaknya,” terangnya.

Terkait pemilihan atlet junior yang dikirim, lanjut Trio, seiring dengan wacana pembatasan usia yang akan diberlakukan pada saat PON XX tahun 2020 di Papua. Mereka pun berhak mengikuti berbagai program latihan di negeri ginseng, setelah melalui berbagai seleksi yang dilakukan cabang olahraga yang bersangkutan.

“Mereka akan berada di negeri ginseng selama 45 hari atau satu bulan setengah. Kalau biasanya, dua bulan disana tapi ya karena keterbatasan anggaran maka hanya satu bulan setengah mereka disana. Kalau menjelang PON XX, pada tahun 2019 nanti, kita akan upayakan lebih banyak atlet yang dikirim ke Korea Selatan. Ini upaya kita untuk mempertahankan Jabar Kahiji di Tanah Papua,” tegasnya.

(ageng)

KPU Ciamis Gelar Rapat Pleno DPT Pilgub Jabar dan Pilbup Ciamis

0
(FOKUSJabar/Husen Maharaja)

CIAMIS, FOKUSJabar.id : Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ciamis gelar rapat pleno rekavitulasi data Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Barat dan Pemilihan Bupati-Wakil Bupati Ciamis Tahun 2018, bertempat di Sekretariat KPU, Jalan Jenderal Sudirman Ciamis, Kamis (19/4/2018).

Menurut Ketua KPU Kabupaten Ciamis, Kikim Tarkim, digelarnya rapat pleno rekavitulasi DPT untuk menentukan jumlah pemilih yang akan melaksanakan hak pilihnya di Pilkada Serentak 2018.

” Hari ini kami akan membacakan hasil rekavitulasi dari tiap-tiap Kecamatan untuk menentukan DPT,” katanya.

Adapun data yang saat ini merupakan hasil pendataan dari masing-masing Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

” Data yang masuk ke Kecamatan hasil pendataan dari tiap desa yang dilaporkan ke tingkat kecamatan,” ucapnya.

Kikim berharap, tidak akan ada lagi yang tidak terdaftar. Dengan begitu,  mereka bisa menyalurkan hak pilihnya dalam Pilkada Serentak, 27 Juni 2018 mendatang.

“Dengan rapat pleno ini semua data pemilih harus sudah dipastikan keakuratan datanya,” pungkasnya.

(Husen Maharaja/Bam’s)