spot_imgspot_img
Kamis 8 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8264

Korban Banjir Ciloseh Dapat Bantuan

0
Ciloseh
(FOKUSJabar/Seda)

TASIKMALAYA ,FOKUSJabar.id: Puluhan Kepala Keluarga di Kampung Burujul dan Buninagara Kelurahan Nagarasari Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya yang rumahnya terkena dampak banjir luapan Sungai Ciloseh yang terjadi Selasa (17/04/18) malam sekitar pukul 18.45 mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kota Tasikmalaya.

Bantuan kemanusiaan itu diberikan langsung oleh Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman saat mengunjungi lokasi banjir sungai Ciloseh Rabu (18/04/18). Budi didampingi jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya, Camat Cipedes, Dinas PUPR serta para relawan BPBD.

Budi Budiman menyatakan turut prihatin atas bencana banjir yang menimpa warganya dan menyebabkan banyak kerugian materi.

”Memang bencana tidak dapat diprediksi, saya turut prihatin dan berduka dan atas kejadian bencana ini,” ungkap Budi.

BACA JUGA: Kapolsek Tawang Jenguk Korban Selamat yangTenggelam di Ciloseh

“Kejadian banjir bandang ini menjadi pelajaran agar kita selalu waspada dengan perubahaan alam, harus sering koordinasi dan melaporkan jika melihat dan mengetahui ada keganjilan di sekitar lingkungan kita,”terangnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Tasikmalaya Yudi Kustiadi mengatakan, sejak kejadian Selasa malam pukul 18.45, begitu mendapatkan laporan, anggota BPBD bersama relawan langsung mendatangi lokasi dan mengevakuasi warga ke tempat yang aman dan membantu menyelamatkan harta benda warga.

”Ini sebenarnya banjir kiriman dari Sukaratu Kab.Tasikmalaya, di kawasan gunung Galunggung hujan besar jadi luapan air yang mengalir di sungai Ciloseh volumenya sangat besar, begitu sampai di Kampung Burujul yang daerahnya rendah meluap masuk ke rumah warga,” terangnya.

Dia menjelaskan, banjir luapan air Ciloseh terjadi begitu cepat dan tiba-tiba sehingga banyak peralatan warga seperti kasur, barang-barang elektronik dan barang berharga lainnya tidak sempat diselamatkan.

”Untuk meringankan beban warga terkena banjir bandang Ciloseh, pemerintah melalui BPBD langsung memberikan bantuan berupa beras, sandang/selimut dan matras, pakaian anak, serangan sekolah, women kit, air mineral, minyak goreng, sarden, susu kaleng, kecap, saos serta perlengkapan makan lainnya,” papar Yudi.

Dia pun berharap, agar warga selalu bersabar dalam setiap menghadapi musibah dan selalu waspada terhadap bencana.

(Seda/DH)

Kunjungi Ponpes Khusus Wanita, Anton Ingin Ponpes Cetak Kiyai dan Ilmuan

0
cawagub Jabar Anton Charliyan saat berkunjung ke Ponpes Al Hasanah di Sumedang (foto IST)
cawagub Jabar Anton Charliyan saat berkunjung ke Ponpes Al Hasanah di Sumedang (foto IST)

SUMEDANG, FOKUSJabar.id: Calon Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut dua Anton Charliyan (Anton) menyebut bahwa Pondok pesantren (Ponpes) adalah lembaga pendidikan keagamaan yang sudah mengakar di masyarakat Jawa Barat.

Untuk itu, pihaknya bertekad meningkatkan kualitas pendidikan pesantren menjadi lebih baik melalui program alokasi RP1 trilyun. Menurut dia, Ponpes adalah sarana penting bagi ulama dalam menjalankan tanggungjawabnya.

“Jadi perlu diberikan perhatian khusus untuk peningkatan pendidikan pesantren yang lebih baik,’ kata Anton saat berkunjung ke Ponpes Al Hasanah, di Kampung Leuwiliang, Desa Sindulan, Cimanggun, Kabupaten Sumedang, Rabu (18/4/2018).

Dia pun bermimpi pesantren tidak hanya menjadi lumbung kyai yang menguasai ilmu agama, tetapi juga memiliki pengetahuan umum dan teknoligi, hingga kemampuan bisnis. Melalui program 1 trilyun ini, pihaknya akan mengembangkan pesantren dan keagamaan. Dengan Membangun fasilitas pendidikan dan memberikan insentif untuk guru-guru ngaji, marbot, dan lainnya.

Sementara itu, Pimpinan Pesantren Al-Hasanah Siti Hapsoh mengaku senang bisa bertemu dengan Anton yang dinilainya sebagai sosok pemimpin agamis dan peduli terhadap perkembangan Ponpes. Bahkan dirinya ingin mempererat persaudaraan antar umat beragama,” kata dia.

Siti beraharap, semoga kedepanya Anton bisa terus peduli dengan pendidikan pesantren di Jawa Barat. Apalagi,kata Siti, ponpes Al-Hasanah adalah satu-satunya pesantren yang khusus untuk kaum wanita.

“Kita kekurangan orang yang minim komitmen dengan pendidikan pesantren, baik kesejahteraan guru-guru maupun peningkatan SDM,” jelas dia.

(LIN)

Aher Beri Bantuan Gedung Rektorat STEI Islah Cirebon

0
(FOKUSJabar/Ibenk)

CIREBON, FOKUSJabar.id : Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) memberikan bantuan sebesar Rp1,12 miliyar kepada Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Al-Ishlah, Kabupaten Cirebon.

Uang itu diberikan Gubernur Jabar untuk membangun gedung rektorat sekolah tinggi yang berdiri sejak tahun 2008 tersebut.

“Saya ingin mencetak mahasiswa yang pintar ekonomi Islamnya, pintar berbisnis tapi yang islami. Makanya STEI Al-Ishlah ini harus terus didorong pembangunannya,” kata Aher saat meresmikan gedung baru Rektorat STEI Al-Ishlah di Jalan Imam Bonjol, Kabupaten Cirebon, Rabu (18/4/2018).

Dia menganggap, ekonomi Islam sedang dibutuhkan oleh umat. Itu terbukti dengan banyaknya bank yang berbasis syariat di Indonesia. Karena, lanjutnya, masuarakat Indonesia ingin kehidupan yang aman dan damai dengan menjauhi riba.

“Sekarang orang ingin hidup tenang dengan mengikuti ajaran islam dalam bidang perbankan. Hampir semua bank, saat ini, berlomba-lomba membuat bank syariat,” ujar Aher.

Namun, tegasnya, masyarakat juga harus berhati-hati supaya tidak terjebak pada bank yang hanya menamakan diri sebagai bank syariat tetapi sistemnya tidak Islami.

Karena dari itu, lanjut dia, mahasiswa STEI Al-Ishlah harus menjadi pelopor perubahan ekonomi di daerahnya masing-masing. Menurutnya, mahasiswa harua mampu membawa masyarakat kepada jalan yang baik melalui sistem ekonomi yang Islami.

Sementara, Ketua STEI Al-Ishlah Cirebon, Adan Zumhur mengungkapkan, jumlah mahasiswa STEI Al-Ishlah mempunyai 150 mahasiswa dari tiga jurusan.

“Lulusan kami selalu terserap lapangan pekerjaan. Tidak ada yang nganggur. Kami mendidik mahasiswa agar siap saat terjun ke dunia kerja,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, STEI Al-Ishlah sudah bekerjasama denga beberapa bank syariat untuk membuat suatu inovasi pembelajaran di kampus.

(Ibenk/DH)

Waw ! 3,550 Iklan Obat Tradisional dan Suplemen Langgar Aturan

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan 3,550 iklan obat tradisional dan suplemen di Jawa Barat yang tersebar di media lokal telah melanggar aturan.

Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional BPOM, Maya Gustina menjelaskan, untuk menekan peredaran tersebut pihaknya bekerjasama dengan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID).

Berdasarkan pengawasan sejak 2017, terdapat 6,308 iklan produk obat tradisional. “Sekitar 50 persen tidak memenuhi syarat untuk ditayangkan,” ujar Maya dalam penandatanganan kerjasama dengan KPID Jabar di Hotel Aston Pasteur Kota Bandung, Rabu (18/4/2018).

Sedangkan untuk iklan suplemen, terdapat 2,652 iklan. Dari jumlah tersebut, terdapat 911 produk yang tidak memenuhi syarat. “Kami harapkan semua memahami aturan penayangan iklan obat tradisional dan suplemen, sehingga masyarakat tidak dirugikan,” katanya.

Menurutnya, tindakan yang berlaku bagi perusahaan tersebut bisa berupa peringatan hingga tindakan keras berupa penghentian sementara penayangan iklan dengan atensi perbaikan materi iklan.

“Untuk peraturan mengenai iklan ini kami ada Permenkes. Selain itu, ada Perpres yang sedang kita susun sebagai acuan untuk pengawasan iklan tersebut,” terangnya.

(Adie)

Deklarasi Sahabat Satu Juta Gema Asyik Bentuk Dukungan Gema Keadilan Jawa Barat

0
Deklarasi Sahabat Satu Juta Gema Asyik Bentuk Dukungan Gema Keadilan Jawa Barat. (FOKUSjabar/Budi)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Ketua Gema Keadilan Jawa Barat Didi Sukardi mengungkapkan sebagai bentuk dukungan kepada pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Asyik (Ahmad Sudrajat-Ahmad Syaiku) pihaknya mendeklarasikan program Sahabat Satu Juta Gema Asyik.

Deklarasi dihadiri langsung oleh calon Gubernur Ahmad Sudrajat di Hotel The Kaptiah Jalan Ir. H. Juanda, Rabu (18/4)

“Bentuk dukungannya melahirkan program sahabat ini. Bukan basa basi, pendukung kami targetkan 1 juta,” katanya.

Menurut Didi, ada beberapa manfaat menjadi anggota sahabat gema asyik. Ada enam program yang telah dipersiapkan bagi para sahabat gema asyik.

“Ada akses beasiswa dari S1 hingga S3, pelatihan kewirausahaan, bedah rumah, sarana olah raga dan kobong bagi pesantren atau madrasah, “jelasnya.

Didi juga mengatakan, dengan adanya program Sahabat Satu Juta Gema Asyik, pihaknya dapat menyumbang suara 15 persen dari semua TPS yang ada di 27 Kabupaten/Kota.

“Nanti akan disebar di seluruh Jabar. Daftarnya bisa langsung ke kantor relawan Gema Asyik atau melalui website, www.sahabatgemaasyik.id,” pungkasnya.

(Budi/DH)

DPRD Jabar akan Terus Mendorong Realisasi Listrik Masuk Desa

0
DPRD Jabar saat monitoring program listrik masuk desa di Saguling KBB (Foto IST)
DPRD Jabar saat monitoring program listrik masuk desa di Saguling KBB (Foto IST)

DPRD Jabar Monitoring Program Listrik Masuk Desa

BANDUNG,FOKUSJabar.id: DPRD Provinsi Jawa Barat lakukan monitoring terkait implementasi program Bantuan Listrik Masuk Desa di Desa Cikande, Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (18/4/2018).

Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari mengatakan, monitoring program Bantuan Listrik Masuk Desa itu dilakukan untuk mengetahui langsung respon masyarakat, sekaligus sebagai wujud komitmen Pemprov Jabar dalam memberikan akses listrik kepada masyrakat miskin dan tidak mampu. Selain itu sebagai upaya meningkatkan rasio elektrifikasi Jabar menuju 100 persentahun 2019.

Program Bantuan Listrik Masuk Desa, kata Ineu, mendapatkan respon baik dari masyarakat, terlebih mereka merasa terbantu. Masyarakat pun berterimakasih kepada Pemprov Jabar, terlebih listrik merupakan kebutuhan.

Walaupun dalam kesempatan monitoring tersebut masih ditemukan beberapa rumah yang belum teraliri listrik sepenuhnya, Ineu optimistis bahwa secepatanya program tersebut bisa terealisasi dan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Jawa Barat.

“Kami akan terus mendukung realisasi program ini. Namun kaitannya dengan luas wilayah Jabar yang cukup besar, realisasi program akan dilakukan bertahap,” kata Ineu.

Sejak Tahun Anggaran 2008 hingga Tahun Anggaran 2017, Pemprov Jawa Barat telah melaksanakan penyambungan listrik terhadap masyarakat miskin dan tidak mampu sebanyak 234.109 rumah yang tersebar di 18 kabupaten dan sembilan kota di Jawa Barat. Total anggaran yang sudah diserap lebih dari Rp320,4 milyar.

(LIN)

Deddy Ingin Asuransi Gagal Panen Untuk Petani

0
Pelaku UMKM
Cagub Jabar nomor urut 4 Deddy Mizwar saat menyapa warga Kabupaten Bekasi (Foto IST)

BEKASI, FOKUSJabar.id: Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 4 Deddy Mizwar bertekad memberikan asuransi padi kepada petani sebagai antisipasi gagal panen.

“Paling tidak, ini untuk mengurangi kerugian besar atau minimal untuk mengganti menanam kembali,” kata Deddy saat berkunjung ke Tembelang, Kabupaten Bekasi, Rabu (18/4/2018).

Menurut dia, hal seperti itu harus sudah bisa diantisipasi oleh pemerintah setempat dan harus betul-betul ada programnya. Untuk itu harus didata berapa kelompok tani yang ada dan berapa lahan yang tersedia.

BACA JUGA: Polres Banjar Berikan Bantuan Beras kepada Petani Rawa Onom

Deddy pun siap mendukung program intensifikasi pertanian. Dengan begitu, tidak banyak hasil panen yang terbuang. Lebih dari itu yang terpenting dalam pertanian adalah mempertahankan lahan pertanian yang berkelanjutan.

“Jangan sampai lahan pertanian mengalami alih fungsi dan petani kita kehilangan lahannya,” kata dia.

Penciptaan tata ruang pertanian ini adalah misi yang ketiga dalam pencalonannya sebagai Gubernur Jabar 2018, yakni penciptaan tata ruang dan infrastruktur yang berkeadilan.

Dalam kesempatan tersebut , Deddy pun menyempatkan diri mengunjungi kegiatan senam sehat dan UMKM binaan Kartini Perindo Kabupaten Bekasi.

Lebih lanjut dia berharap Perindo bisa diterima dan dicintai masyarakat.

(LIN)