spot_imgspot_img
Senin 12 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8177

Cedera Engkel In-Kyun Latihan Terpisah

0
ilustrasi (Web)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Persib Bandung kembali menggalar latihan pada sore hari di Stadion Arcamanik, Kota Bandung, Minggu (20/5/2018), sebagai persiapan menghadapi PSM Makasar.

Pada sesi latihan tersebut, salah satu pemain Persib, Oh In-Kyun harus menjalankan program secara terpisah. Menurut pelatih Mario Gomez, pihaknya sengaja memberikan materi khusus untuk pemain asal Korea Selatan tersebut.

“Karena In-kyun mengalami sedikit nyeri hari ini tapi saya rasa besok dia sudah pulih,” kata pelatih asal Argentina ini seusai memimpin latihan.

BACA JUGA:

Bey Machmudin Berduka Atas Kecelakaan Bus di Subang

Gomez menilai, cedera yang dialami In-Kyun tidak parah, sehingga dia merasa optimis bisa menurunkan pemain yang mengoleksi satu gol tersebut pada pertandingan kandang menghadapi PSM Makassar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Rabu (23/5/2018).

“Ya tentu dia masih bisa main karena hari ini hanya recovery saja jadi tidak masalah untuk besok. Dia cedera di bagian engkel tapi hari ini dia sudah istirahat jadi saya rasa dia tidak apa-apa,” ucap Gomez.

(Arif)

Cabup PPP Siapkan Jurus Ampuh Mendulang Suara dari Pemilih Pemula

0
Agus Shinta Garut Utara fokusjabar.id
Agus Hamdani (alm)

GARUT, FOKUSJabar.id : Memasuki hari keempat umat Islam melaksanakan ibadah puasa, tim pemenangan Pasangan Calon (Paslon) Bupati-Wakil Bupati Garut, No4 Ahad-Akur bersilaturahmi dengan seluruh Tim Sukses (Timses) di Setgab pemenangan, Jalan Raya Muara Sanding, Kecamatan Garut Kota, Minggu (20/5/2018).

Selain silaturahmi juga melaunching salah satu tim pemenangan Barisan Muda Agus Adit (Budaya).

BACA JUGA:

Kala Pers dan Selebriti Menanam Cinta di Cileueur Riverwalk Ciamis

Ketua Timgab pemenangan Ahad-Akur, Rofiq Azhar mengatakan, 40 hari kedepan timnya memiliki rencana menjemput takdir kemenangan.

” Kreasi anak muda sangat di perlukan untuk menjemput takdir tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, Pilkada cerdas adalah semua pihak memahaminya. Termasuk anak muda.

“Anak muda adalah bagian dari kita. Biarkan anak muda ini memilih pemimpin sesuai kemauannya,” ucap Rofiq.

Sementara Calon Bupati (Cabup) Garut yang di usung Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Agus Hamdani menyayangkan, hampir 40-50 persen pemilih pemula belum mengetahui ada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018.

Hal itu dia ketahui ketika blusukan ke daerah. Mereka mengaku tidak mengetahuinya.

” Tak kurang dari lima bulan, saya kampanye ke pelosok pedesaan. Para pemilih pemula rata-rata mengaku tidak mengetahui ada Pilkada Serentak, 27 Juni 2018,” beber mantan bupati Garut yang satu ini.

BACA JUGA:

CV Graha Kiara Sari Bantah Wanprestasi Investasi MBG di Sukarame Garut

Agus menambahkan, pemilih pemula di Garut jumlahnya cukup signifikan. Karenanya, pemerintah harus memberikan sosialisasi atau informasi kepada mereka. Dengan begitu, mereka paham dan mengetahui ada perhelatan pesta lima tahunan.

Agus Hamdani mengaku sudah menyiapkan jurus ampuh untuk meraih suara dari para pemilih pemula melalui visi dan misi yang dapat di mengerti oleh mereka.

(Bam’s)

Tim Advokasi Asyik Mengurungkan Niat Somasi KPU dan Bawaslu Jabar

0
Tim Advokasi Pasangan Asyik, Sadar Muslihat. (FOKUSJabar/Ibenk)
BANDUNG, FOKUSJabar.id : Tim advokasi Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) nomor urut 3 Sudrajat Syaikhu (Asyik) mencabut kembali somasi yang dilayangkan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar.

“Kita pertimbangkan kembali somasi itu. Karena setelah klarifikasi kepada Bawaslu Jabar prosesnya (pemberian sanksi untuk Asyik) masih berjalan,” kata seorang anggota tim advokasi Asyik Sadar Muslihat kemarin di kantor Bawaslu Jabar Jalan Turangga Kota Bandung.

Adapun alasan somasi dilayangkan, yakni karena pihaknya tidak pernah diklarifikasi oleh KPU dan Bawaslu Jabar terkait  insiden kegaduhan akibat penyebutan ganti presiden oleh Asyik di debat terbuka ke dua di Depok.

“Terkait dengan kemarin itu (debat terbuka ke dua), yang beredar di media kan seolah olah sudah jatuh sanksi gitu. Saya tadi klarifikasi jadi itu tidak benar. Prosesnya masih berjalan, jadi tidak penting lagi itu somasi,” ujar Sadar.

Menurut dia, setelah tim Asyik meminta klarifikasi kepada Bawaslu Jabar ada keterangan bahwa dari kejadian di debat ke dua itu pernyataan Asyik tidak memenuhi unsur pidana Pemilu.

“Tidak terpenuhi unsur-unsurnya, baru kemudian apakah dari sisi pelanggaran administrasinya ini masiih ada. Prosesnya masih berjalan,” pungkas Sadar.

(Ibenk/LIN)

Desa Margajaya, Sukadana, Ciamis Raih Penghargaan Pengelolaan Dana Desa Terbaik

0
(FOKUSJabar/Ibenk)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Desa Margajaya, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis menjadi peringkat keempat sebagai desa terbaik dengan kategori pengelolaan dana desa.

Anugerah penghargaan diberikan dalam Treasury Award yang digelar Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal (Ditjen) Perbendaharaan Provinsi Jawa Barat (Jabar), Jumat lalu (18/5/2018).

Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Jabar Yuniar Yanuar Rasyid mengungkapkan desa berprestasi dilihat dari cara pengelolaan teknis dana desa serta hasilnya yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Kita lihat dalam perencanannya sesuai dengan RPJMN-nya, terus kita hubungkan lagi dengan RKP-nya, kemudian kita hubungkan lagi dengan APBDesnya. Kemudian kita lihat bagaimana realisasi yang ada setelah itu direncanakan dianggarkan,” kata Yuniar di kantornya Jalan Dipenogoro Kota Bandung.

Lalu, katanya, setelah dana desa direalisasikan selanjutnya dilihat pengelolaan keuangan dan pencatatan adminstrasinya. Desa yang berprestasi pasti mempunyai pencatatan yang baik dengan buku-buku kas dan buku bank yang komplit. Selain dari itu, Ditjen Perbendaharaan juga melihat bagiamana desa itu membayar pajaknya.

“Termasuk juga BUMDes, apakah mereka juga ada BUMDEsnya. Kalau memang ada apakah sudah aktif atau tidak. Dan juga apakah BUMDesnya itu juga banyak melibatkan tenaga kerja atau bagaimana,” ucap Yanuar.

Dia mengaskan, ada empat kriteria yang menentukan desa berprestasi dalam pengelolaan dana desa yakni, perencanaan dana desa, pelaksanaan dana desa, pelaporan dan pertanggungjawaban dana desa, serta penggunaan dana desa untuk BUMDes.

Berikut daftar peringkat desa terbaik dengan kategori pengelolaan desa terbaik. Peringkat pertama diraih Desa Majasari, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, kedua Desa Sukajaya, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, ketiga Desa Kiarasari, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, keempat Desa Margajaya, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis, dan kelima Desa Kanangasari, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat.

(Ibenk)

Surabaya Diguncang Teror Bom, Komunitas Garut Selatan Gelar Aksi Solidaritas

0
(FOKUSJabar/Andian)

GARUT, FOKUSJabar.id : Sebagaimana yang telah diketahui bersama bahwa negara tercinta Indonesia, dewasa ini tengah dilanda aksi teror bom  yang dilakukan oleh orang tidak bertanggungjawab dan tidak berperikemanusiaan.

Karenanya, sejumlah aktivis dari Garut Selatan (Garsel) gelar aksi solidaritas di Alun-alun Kecamatan Pameungpeuk, Minggu (20/5/2018).

Salah satu aktivis Garut Selatan, Abdul Wahid mengatakan, aksi tersebut sebagai bentuk solidaritas. Dimana telah terjadi teror bom yang terjadi di Rutan Salemba, Cabang Mako Brimob, Surabaya.

” Tragedi tersebut melukai seluruh rakyat Indonesia dan sudah tentu menjadi kepriihatinan kita semua,” kata Wahid kepada FOKUSJabar.id, Minggu (20/5/2018).

Menurutnya, sebagai anak bangsa yang menjunjung tinggi Pancasila sebagai dasar Negara dan terus menjaga Kesatuan dan Persatuan Bangsa yang memiliki rasa kemanusiaan dan persaudaraan dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika, mendorong semua pihak ikut andil untuk memberantas terorisme.

” Demi terciptanya rasa aman, maka Negara harus hadir dalam melakukan tindakan-tindakan cepat dan cermat mengatasi sekaligus untuk mengantisipasinya,” kata Wahid.

Pihaknya sepakat mengecam, mengutuk teror dan segala bentuk radikalisme. Selain itu, mendorong DPR segera merevisi UU tentang pemberantasan terorisme dan Polri mengusut tuntas aksi teror.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan waspada.

Aksi solidaritas tersebut dihadiri Beatrs Pameungpeuk, Kaboa community, Hisgar Pameungpeuk, Oto-Bareto Garut Selatan, Aprak Jagat, Honda CBR Garut dan sejumlah tokoh masyarakat Garut Selatan.

(Andian/Bam’s)

Kampanye di Banjar, Emil Tawarkan Kredit Mesra

0
(FOKUSJabar/Boip)

BANJAR, FOKUSJabar.id: Calon Gubernur Jawa Barat nomor 1, Ridwan Kamil akan memberikan pertolongan untuk memudahkan warganya modal perekonomian. Ia memiliki program Kredit Mesra asal datang ke Mesjid.

“Saya ada program kredit mesra bagi masyarakat untuk memberikan kemudahan modal perekonomian” ungkapya, saat berkunjung ke Kota Banjar, Minggu (20/05/2018).

Emil menerangkan kredit mesra itu masyarakat dapat kredit sampai Rp 30 juta dengan bunga nol persen. Datang ke mesjid dan mengaji serta dapat rekomendasi dari pengurus DKM warga akan dengan mudah mendapatkan bantuan permodalan.

Selain itu, Emil pun menawarkan bagi pengangguran untuk bekerja di perusahaan Gubernur. Dengan program 1 desa 1 perusahaan bisa jadi solusi yang baik.

“Idealnya kita itu bekerja 30 jam, nah untuk petani dan pengangguran bisa bekerja di perusahaan milik Gubernur apa pun nanti jenis perusahaanya. Intinya 1 desa 1 perusahaan,” tuturnya.

(Boip)

Emil Bilang Tak Etis ke Paslon Nomor Urut 3

0
(FOKUSJabar/Boip)

BANJAR,FOKUSJabar.id: Calon Gubernur Jawa Barat nomor 1 Ridwan Kamil (Emil) menyoroti pernyataan yang dikeluarkan paslon nomor urut 3 Sudrajat-Ahmad Syaikhu.

Menurut dia, pernyataan yang diucapkan saat debat publik Pilgub Jabar putaran kedua di Balariung Universitas Indonesia (UI) Depok itu tidak etis.

“Kalo soal itu, menurut saya itu kurang etis dan tidak cocok. Namun semua itu kewenangannya ada di Bawaslu. Jadi kita serahkan ke Bawaslu,” ungkapnya, Minggu (20/05/2018).

BACA JUGA:

Bey Machmudin Berduka Atas Kecelakaan Bus di Subang

Apakah itu termasuk pelanggaran atau tidak, semua itu ranah Bawaslu.

“Kalau tidak salah sudah turun rekomendasi pelanggaran dan selebihnya kita ikuti proses hukumnya,” pungkasnya.

(Boip/LIN)