TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kota Tasikmalaya kembali menggelar kompetisi antar pelajar bertajuk Liga Pendidikan Sepakbola Kota Tasikmalaya 2026.
Turnamen ini menghadirkan tim-tim terbaik jenjang SD, SMP, hingga SMA sederajat se-Kota Tasikmalaya. Pertandingan berlangsung selama dua hari di Stadion Wiradadaha, Sabtu–Minggu (10–11 Oktober 2026).
Baca Juga: Neneng Vera Amelia Pimpin BKMM-DMI Kota Tasikmalaya, Digitalisasi Majelis Taklim Jadi Prioritas
Ketua PSSI Kota Tasikmalaya, H. Wahid, menutup langsung kompetisi tingkat SD tersebut. Ia menyerahkan medali, piala, serta uang pembinaan kepada para pemenang.
Wahid menjelaskan bahwa Liga Pelajar menjadi agenda tahunan PSSI Kota Tasikmalaya demi membina bakat usia dini.
“Alhamdulillah, even Liga Pelajar ini rutin kita laksanakan setiap tahun. Dari tahun ke tahun antusiasme sekolah dan pelajar cukup tinggi untuk ikut berpartisipasi,” ungkap H. Wahid, Minggu (11/10/2026) sore.
Bagi Kategori Kelompok Usia Secara Adil
Panitia membagi kompetisi ke dalam tiga tingkatan, yakni SD/MI, SMP/MTs, serta SMA/SMK/MA sederajat. Khusus kategori SD/MI, panitia membagi dua kelompok usia, yaitu kelas 3–4 dan kelas 5–6.
“Pembagian kategori ini penting agar anak-anak bisa bertanding dengan lawan yang sepadan. Jadi skill mereka benar-benar terasah, bukan hanya soal menang atau kalah,” ujarnya.
Wahid menegaskan bahwa ajang ini bertujuan mengasah kedisiplinan, mental bertanding, serta nilai sportivitas anak sejak dini.
“Kami berharap pertandingan liga pendidikan ini, menjadi motivasi bagi sekolah-sekolah lain yang belum ikut, agar tahun depan bisa ikut serta. Dan semakin banyak peserta, semakin bagus untuk pembinaan dan kompetisi,” paparnya.
Dorong Setiap Sekolah Miliki Ekstrakurikuler Sepak Bola
PSSI Kota Tasikmalaya mendorong setiap sekolah agar membuka kegiatan ekstrakurikuler khusus cabang olahraga sepak bola.
Langkah ini bertujuan menjaga keberlanjutan proses pembinaan pemain muda di lingkungan sekolah.
“Harapan kami, ke depan ada eskul khusus sepak bola di setiap sekolah. Jadi pembinaan itu berkesinambungan, dan Liga Pendidikan ini menjadi puncaknya untuk mengetahui sejauh mana pembinaan sepak bola dan hasil latihan yang dilakukan di sekolah,” pungkasnya.
(Seda)



