spot_imgspot_img
Jumat 30 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pembenahan Tata Kelola Masjid jadi Prioritas DMI Garut

GARUT, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) mengapresiasi pelantikan pengurus Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Kabupaten Garut Masa Khidmat 2026–2031.

Apresiasi tersebut di sampaikan Asisten Daerah I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Kabupaten Garut, Bambang Hafidz.

BACA JUGA:

Disnakertrans Garut: Hindari Jalur Nonprosedural Bekerja ke Luar Negeri

Ia mengucapkan selamat kepada jajaran pengurus baru sekaligus mengingatkan besarnya tantangan keumatan di Kabupaten Garut.

Bambang memaparkan, Kabupaten Garut memiliki wilayah yang luas dan jumlah penduduk yang besar, mencakup 421 desa dan 21 kelurahan yang tersebar di 42 kecamatan.

Garut tercatat sebagai kabupaten terluas ketiga dan memiliki jumlah penduduk terbanyak kelima di Jawa Barat.

“Semua persoalan di Kabupaten Garut itu sangat besar. Baik permasalahan ekonomi, indikator makro dan termasuk permasalahan keumatan yang harus kita sama-sama selamatkan,” ujarnya.

Bambang mengajak DMI untuk bersama-sama membenahi pengelolaan masjid secara menyeluruh hingga ke pelosok desa.

Ketua PD DMI Kabupaten Garut, Aas Kosasih menegaskan komitmennya untuk menjalankan organisasi secara terarah dan terukur.

Ia menjelaskan, sebelum program kerja di sahkan, rancangan tersebut akan di bahas terlebih dahulu bersama Dewan Mustasyar, Dewan Syariah dan Dewan Pakar.

Selanjutnya, rancangan akan di bahas bersama seluruh pengurus dengan melibatkan pengurus cabang DMI tingkat kecamatan se-Kabupaten Garut.

Aas memaparkan, program kerja DMI Kabupaten Garut dibagi menjadi dua kategori utama. Yakni program wajib dan program pilihan.

Program wajib mencakup tiga pilar utama. Yaitu Idarah, Imarah dan Riayah.

Idarah meliputi tata kelola perencanaan, pengorganisasian, administrasi keuangan, pengawasan dan pelaporan.

Imarah berfokus pada kegiatan memakmurkan masjid. Seperti peribadatan, pendidikan, kegiatan sosial serta Peringatan Hari Besar Islam (PHBI).

Sementara Riayah berkaitan dengan pemeliharaan bangunan dan peralatan, kebersihan, keindahan, keamanan serta penentuan arah kiblat masjid.

BACA JUGA:

Sekda dan Kepala Bakesbangpol Purnatugas, Bupati Garut Bilang Begini

Adapun program pilihan difokuskan pada pemberdayaan ekonomi jemaah. Salah satunya melalui perintisan gerai percontohan Warung Barokah Masjid di setiap kecamatan yang menyediakan kebutuhan pokok. Seperti sembako murah, gas melon, air galon, hingga layanan pembayaran tagihan listrik, WiFi dan pulsa.

Senada disampaikan pengurus DMI Kabupaten Garut, Ahmad Bajuri. Menurutnya, ini merupakan awal perjalanan DMI Garut berkiprah memberikan berkontribusi untuk kemajuan.

Bajuri juga berharap, semua jajaran pengurus khususnya yang memiliki kiprah masing-masing sesuai dengan kapasitas dan kemampuan jangan jadi objek. Tetapi menjadi solusi keumatan.

salah satunya menjadi  subjek  dalam pembangauman SDM generasi muda dan  ekonomi umat.

Selain itu, DMI menjadi tempat amaliayah ubudiah (ritual ibadah), amaliah ilmiah (keilmuan dan dakwah), amaliah ijtima’iyah (kemasyarakan dan sosial) dan amaliah igtishadiyah (ekonomi umat).

(Bambang Fouristian)

spot_img

Berita Terbaru