CIAMIS, FOKUSJabar.id: Mengangkat sejarah dan kearifan lokal Galuh melalui karya batik menjadi cara Mia Sumiari Dewi, guru SMAN 1 Panawangan, Kabupaten Ciamis menghadirkan inovasi di bidang pendidikan.
Karya bertajuk Batik Cakra Galuh tersebut mengantarkannya masuk enam besar kategori Best Employee dalam Seleksi Penghargaan ASN Berprestasi Provinsi Jawa Barat Tahun 2026.
BACA JUGA:
Tim Penilai ASN Berprestasi Jabar Verifikasi Inovasi “Kekasih Hati” Sindangrasa
Inovasi tersebut menjadi materi utama yang di perkenalkan Mia dalam visitasi lapangan Seleksi Tahap III, Kamis (29/10/2026).
Pada tahapan ini, tim penilai melihat langsung inovasi yang di kembangkan sekaligus menggali kinerja dan kontribusi kandidat di lingkungan kerja maupun masyarakat.
Bagi Mia, Batik Cakra Galuh bukan sekadar produk kerajinan. Melainkan media edukasi untuk memperkenalkan sejarah Galuh dengan pendekatan yang lebih kreatif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Sebagai pendidik yang berkaitan dengan bidang sejarah, ia ingin pengetahuan tentang warisan leluhur tidak hanya di sampaikan melalui buku maupun pembelajaran di ruang kelas. Tetapi juga dapat di kenalkan melalui karya yang bisa di nikmati dan di manfaatkan masyarakat.
“Alhamdulillah, saya bisa sampai di enam besar kategori Best Employee ASN Berprestasi Jawa Barat 2026. Mudah-mudahan tahapan selanjutnya berjalan lancar, membawa nama baik Ciamis dan Jawa Barat, serta bisa memberikan manfaat yang lebih luas,” ungkap Mia.
Ia mengakui, persaingan dalam ajang tersebut cukup ketat. Para peserta memiliki inovasi, kemampuan, dan keunggulan masing-masing. Sehingga setiap tahapan harus di jalani dengan maksimal.
Meski demikian, Mia tetap optimistis. Baginya, kesempatan masuk enam besar merupakan pengalaman sekaligus ruang untuk memperkenalkan potensi sejarah dan budaya Galuh ke tingkat yang lebih luas.
“Karena tugas saya berkaitan dengan sejarah, saya ingin media edukasi ini tidak hanya melalui buku, tetapi juga bisa di rasakan dan di manfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Mudah-mudahan manfaatnya bisa menjangkau masyarakat lebih luas,” katanya.
BACA JUGA:
Tingkatkan Kompetensi dan Karakter, Kwarcab Pramuka Ciamis Gembleng Calon Pramuka Garuda
Mia berharap, Batik Cakra Galuh terus berkembang tanpa kehilangan keterkaitannya dengan sejarah dan warisan leluhur.
Ia ingin karya tersebut tidak berhenti sebagai inovasi dalam kompetisi, tetapi memiliki kebermanfaatan berkelanjutan bagi pendidikan dan masyarakat.
Pengembangan Batik Cakra Galuh juga mendapat dukungan dari lingkungan sekolah.
Kepala SMAN 1 Panawangan, Wawan menyatakan, pihaknya mendukung karya inovatif Mia melalui sosialisasi dan fasilitasi berbagai kegiatan.
Menurut Wawan, inovasi tersebut memiliki potensi untuk memperkaya proses pendidikan. Baik melalui kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler.
Pihak sekolah berharap, Batik Cakra Galuh tidak hanya di kenal oleh kalangan peserta didik. Tetapi juga dapat diperkenalkan lebih luas kepada masyarakat Kabupaten Ciamis dan Jawa Barat.
Dukungan sekolah menjadi salah satu upaya agar inovasi tersebut terus berkembang dan dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi sekaligus sarana memperkenalkan identitas budaya daerah.
Dalam visitasi Seleksi Tahap III ASN Berprestasi Jawa Barat 2026, penilaian dilakukan oleh tiga akademisi. Yakni, Agus Ahmad Safei, Ridwan Sutriadi serta Ferry Hadiyanto.
Melalui visitasi tersebut, Mia mendapat kesempatan untuk memaparkan lebih jauh gagasan dan pengembangan Batik Cakra Galuh sebagai inovasi yang menghubungkan pendidikan dengan pelestarian kearifan lokal.
BACA JUGA:
Rumah Warga Ciamis Ambruk saat Hujan Deras, Kerugian Ditaksir Tembus Rp50 Juta
Ia berharap, seluruh tahapan seleksi dapat berjalan lancar dan menghasilkan capaian terbaik.
Lebih dari sekadar penghargaan, Mia ingin Batik Cakra Galuh semakin dikenal serta memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan dan masyarakat. Khususnya dalam menjaga warisan sejarah Galuh.
(Mia)



