spot_imgspot_img
Jumat 30 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Tim Penilai ASN Berprestasi Jabar Visitasi Inovasi “Kekasih Hati” Sindangrasa

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Tim penilai Seleksi Penghargaan ASN Berprestasi Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 melakukan visitasi lapangan ke Kelurahan Sindangrasa, Kecamatan/Kabupaten Ciamis.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari Seleksi Tahap III untuk memverifikasi implementasi inovasi yang diusung Lurah Sindangrasa, Derry Insan Akhira Yusman.

BACA JUGA:

Herdiat Tegaskan Pengelolaan Keuangan Desa Jadi Benteng Integritas Ciamis

Tim penilai dalam visitasi tersebut terdiri dari tiga akademisi. Yakni Agus Ahmad Safei, Ridwan Sutriadi serta Ferry Hadiyanto.

Derry berhasil masuk enam besar tingkat Provinsi Jawa Barat untuk kategori Jabatan Pengawas Terbaik berdasarkan Pengumuman Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Barat.

Dalam visitasi tersebut, tim penilai tidak hanya menggali informasi mengenai inovasi yang dipaparkan pada tahap presentasi. Tetapi juga melihat langsung pelaksanaannya serta keterlibatan masyarakat dalam mendukung program.

Inovasi yang menjadi unggulan Derry bertajuk Keluarga Asuh Balita Stunting (Kekasih hati).

Program tersebut mengedepankan kolaborasi antara pemerintah kelurahan, masyarakat dan pemangku kepentingan untuk mempercepat penanganan sekaligus mencegah stunting.

Lurah Sindangrasa, Derry Insan Akhira Yusman mengatakan, pihaknya tidak melakukan persiapan khusus dalam menghadapi visitasi karena program tersebut telah berjalan hampir dua tahun dan kini memasuki tahun ketiga.

“Persiapan kami lebih kepada hal-hal mendasar. Seperti fasilitas untuk mendukung kegiatan visitasi. Alhamdulillah, semuanya mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Ciamis,” kata Derry.

Menurutnya, salah satu aspek yang menjadi perhatian tim penilai adalah kemampuan pemimpin dalam menggerakkan masyarakat agar terlibat aktif dalam pelaksanaan program.

Derry menegaskan, keberhasilan Kekasih Hati tidak terlepas dari karakter masyarakat Ciamis yang memiliki kepedulian sosial dan semangat gotong royong.

BACA JUGA:

PBB Ciamis Bulat Dukung Asep Rahmat Jadi Cawabup

“Bukan karena kehebatan saya sendiri, tetapi memang karakteristik masyarakat Ciamis yang partisipatif. Siapa pun lurahnya, ketika ada kemauan, Insyaallah masyarakat juga ikut membantu,” ujarnya.

Dalam sesi tanya jawab, tim penilai turut menggali bagaimana Pemerintah Kelurahan Sindangrasa membangun partisipasi masyarakat serta mengembangkan inovasi agar penanganan stunting berjalan secara menyeluruh.

Derry menjelaskan, Kekasih Hati kini tidak hanya berfokus pada pemberian dukungan nutrisi kepada balita yang mengalami stunting. Namun juga mengembangkan langkah pencegahan dengan melibatkan unsur masyarakat lainnya.

Salah satunya melalui keterlibatan Majelis Taklim dan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) dalam memberikan dukungan moral, edukasi, serta pendampingan kepada ibu hamil. Khususnya yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK).

Inisiatif yang mulai dikembangkan pada akhir 2025 tersebut lahir dari keinginan anggota Majelis Taklim untuk ikut berkontribusi dalam pencegahan stunting.

Menurut Derry, partisipasi masyarakat tidak harus diwujudkan melalui bantuan finansial. Kehadiran untuk memberikan semangat dan pendampingan kepada ibu hamil juga menjadi bentuk kepedulian yang penting.

Selain melibatkan kelompok keagamaan, Kelurahan Sindangrasa turut mengembangkan kolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk memperkuat dukungan bagi masyarakat.

Visitasi lapangan juga memberikan kesempatan kepada tim penilai untuk menggali pengalaman masyarakat yang menerima manfaat program Kekasih Hati.

BACA JUGA:

PDI Perjuangan Ciamis Peringati Sumpah Pemuda

Salah seorang orang tua penerima manfaat, Pia Sopia menceritakan bahwa anaknya, Chantika Felicia yang kini berusia 3,5 tahun telah mendapatkan pendampingan sejak berusia sekitar 1,5 tahun.

Melalui program tersebut, keluarganya menerima dukungan makanan tambahan berupa telur, susu, daging, makanan tambahan, serta susu formula untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak.

Pia mengaku bersyukur karena mulai melihat perubahan pada pertumbuhan anaknya, meskipun berlangsung secara bertahap.

“Alhamdulillah, pertumbuhannya bertambah sedikit demi sedikit. Mudah-mudahan program ini terus berjalan dan Pak Lurah selalu diberikan kesehatan dan keberkahan,” tuturnya.

Melalui visitasi ini, pelaksanaan inovasi Kekasih hati menjadi salah satu aspek yang dapat dinilai secara langsung. Mulai dari penerapan program, dampak bagi penerima manfaat, hingga kepemimpinan dalam membangun kolaborasi masyarakat.

Selain berkompetisi dalam penghargaan ASN berprestasi, Kelurahan Sindangrasa juga terpilih mewakili Provinsi Jawa Barat dalam Penjaringan Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2026.

(Mia)

spot_img

Berita Terbaru