spot_imgspot_img
Jumat 30 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Potret Ketimpangan, Gubuk Reyot di Pusat Kota Tasikmalaya

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Di tengah menurunnya angka kemiskinan Kota Tasikmalaya Jawa Barat (Jabar), sebuah potret berbanding terbalik ditemukan di pusat kota. Yakni, sebuah gubuk reyot.

Jarak gubuk tersebut beberapa ratus meter dari megahnya pusat perbelanjaan modern Asia Plaza Tasikmalaya.

BACA JUGA:

12 Pelajar Kota Tasikmalaya Hadirkan Angklung Kontemporer, Jadi Kado HUT Kota ke-25

Potret rumah kemiskinan itu di huni Nana Kustaman seorang penarik becak berusia 72 tahun bersama cucunya yang berkebutuhan khusus, warga RT03/05, Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya.

Mereka di kabarkan sudah 23 tahun bertahan hidup di rumah reyot tersebut. Di usianya yang kian menua, Nana menggantungkan hidup dari menarik becak.

Di tengah kehidupan yang terasa perih di tambah beban hidup kian berat, Dia harus menghidupi sekaligus mengasuh cucunya bernama Seka Elmansyah (12).

Seka merupakan anak dari putra bungsunya yang di tinggalkan ibunya untuk bekerja di Bandung dan Surabaya.

Seka tumbuh dalam keterbatasan. Di usia 12 tahun, ia belum bisa berbicara dengan lancar, kesulitan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.

Hal itu diperparah dengan belum pernah mengenyam pendidikan formal sama sekali. Baik PAUD, TK maupun tingkat Sekolah Dasar (SD).

“Saya tidak mau pindah ke panti asuhan. Saya ingin terus bersama dan merawat cucu sekuat tenaga,” ungkap Nana Kustaman.

BACA JUGA:

Dari Lebaksiuh ke Cisurupan, Kisah Pelarian Gubernur Sewaka yang Jarang Terungkap

Kondisi tempat tinggalnya sangat memprihatinkan. Gubuk reyot berdinding anyaman bambu yang sudah rapuh dan beratap bocor itu terhimpit di antara rumah-rumah mewah dan gedung bertingkat di kawasan Jalan HZ Mustofa.

Untuk bertahan, Dia hanya mengandalkan bantuan pemerintah. Seperti BLT, PKH dan bantuan beras yang datangnya tak menentu.

Kisah pilu Nana akhirnya mendapat perhatian dari Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi dan seorang pengusaha sekaligus pegiat sosial, Eva Revina.

Kepler Sianturi tak kuasa menahan haru melihat kondisi tempat tinggal Nana Kustaman.

“Posisi gubuk ini berada di sela-sela rumah dan gedung bertingkat. Tepatnya di pusat jantung Kota Tasikmalaya, tidak jauh dari pasar Modern Asia Plaza,” katanya.

“Tempat tinggal Pak Nana bisa dibilang mirip sebuah kandang,” Kepler Sianturi menambahkan.

Dia menyebut, kondisi ini harus segera mendapat perhatian serius dan aksi nyata dari Pemerintah Kota (Pemmot) Tasikmalaya.

Menurut Dia, data kemiskinan boleh saja turun di atas kertas. Namun realita di lapangan seperti yang dialami Nana menunjukkan bahwa masih ada warga yang luput dari jangkauan program kesejahteraan.

Harapan baru datang dari Eva Revina, Ketua LKP Simphony Musik yang turut peduli pada nasib Seka. Menurutnya, hal yang paling mendesak adalah mendapatkan hak pendidikan dan layanan kesehatan.

BACA JUGA:

Unik! Program Mang Sabers di Tasikmalaya Ajak Warga Bersedekah Sampah Setiap Selasa

“Baiknya Seka sekolah biar bersosialisasi dan ada teman. Saran saya masuk SLB, gratis dan belajarnya 2 jam per hari. Kalau di sekolah umum harus ada pendamping, akan susah untuk Pak Nana,” ucap Eva.

Selain pendidikan, Seka juga membutuhkan terapi tumbuh kembang yang bisa didapatkan secara gratis di RSUD miliki Pemerintah daerah dengan menggunakan KIS.

“Seka bisa menjalani terapi gratis di RSUD. Syaratnya harus ada rujukan dari faskes pertama,” jelasnya.

Mendapat kunjungan dan bantuan dari anggota DPRD dan pengusaha, Nana Kustaman mengaku sangat bersyukur.

“Bantuan tunai yang Saya terima akan di gunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan membenahi gubuk agar sedikit lebih layak serta tidak  bocor saat turun hujan,” tuturnya.

Nana Kustaman berharap, adanya uluran tangan dan kepedulian yang bisa berkelanjutan. Baik dari masyarakat maupun dari pemerintah agar beban hidupnya sedikit lebih ringan.

Terutama cucunya isa mendapatkan hak pendidikan dan kesehatan yang layak sebagai warga Kota Tasikmalaya.

Di tengah gedung tinggi dan mall mewah, ada gubuk reyot yang nyaris roboh. Inilah potret miris ketimpangan yang ada di kota Tasikmalaya.

Keberadaan gubuk reyot di lokasi strategis pusat kota ini menjadi sorotan warga dan pengguna jalan yang melintas.

Banyak warga yang merasa miris dan prihatin melihat kondisi tersebut.

(Seda)

spot_img

Berita Terbaru