TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Pengurus Pimpinan Daerah Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid – Dewan Masjid Indonesia (PD BKMM-DMI) Kota Tasikmalaya Periode 2026-2031 resmi mengemban amanah baru.
Sekretaris Umum Pimpinan Wilayah BKMM-DMI Jawa Barat, Ana Gardina Sari, melantik langsung jajaran pengurus pimpinan Neneng Vera Amelia tersebut.
Baca Juga: Penerbangan Tasikmalaya-Jakarta Mau Dibuka Lagi, Pengusaha Ingatkan Viman soal Tarif Tiket
Prosesi pelantikan menyatu dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Ballroom Restoran Sambel Hejo, Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Minggu (11/10/2026).
Sejumlah tokoh penting menghadiri acara tersebut. Tampak hadir Anggota DPR RI H. Oleh Soleh, Ketua DMI Jawa Barat KH. Mohammad Mansur, hingga Ketua MUI Kota Tasikmalaya KH. Aminudin Bustomi.
Ketua BKMM-DMI Kota Tasikmalaya yang baru melantik, Neneng Vera Amelia, menyebut jabatan ini sebagai amanah besar dari seluruh anggota.
“Yang saya emban sekarang ini, adalah amanah bukan kebanggaan. Ini tanggung jawab besar yang harus saya jalankan bersama para pengurus, dengan ikhlas serta penuh dedikasi,” ungkap Neneng Vera Amelia, Minggu (11/10/2026).
Usung Tiga Fokus Utama Kepemimpinan
Neneng menegaskan komitmennya untuk mengawal program prioritas demi kemajuan organisasi dan masyarakat luas. Ia menetapkan tiga fokus utama dalam kepemimpinannya untuk lima tahun ke depan.
Pertama, ia ingin memperkuat struktur organisasi agar bekerja lebih profesional. Kedua, ia akan mendorong pemberdayaan majelis taklim lewat media sosial dan platform digital guna menjangkau generasi muda.
Ketiga, ia berkomitmen memakmurkan masjid sebagai pusat pembinaan akhlak, pendidikan, serta pemberdayaan ekonomi umat.
“Organisasi ini harus kompak dan solid. BKMM bukan sekadar papan nama, tapi rumah besar bagi seluruh majelis taklim di Kota Tasikmalaya. Jadikan perbedaan menjadi satu kekuatan, jadikan masjid sebagai pemersatu ditengah perbedaan,” imbuhnya.
BKMM Jabar Minta Pendataan Majelis Taklim
Sekretaris Umum BKMM-DMI Jawa Barat, Ana Gardina Sari, menyampaikan selamat kepada jajaran pengurus baru. Ia mengingatkan pengurus agar selalu menjalankan fungsi utama organisasi secara konsisten.
“Perankan tugas utama organisasi, yakni menjadi koordinasi majelis taklim, sebagai jembatan sinergi dengan berbagai pihak, tempat pembinaan umat, serta pemberdayaan sosial dan ekonomi umat,” ungkap Ana.
Ana mendesak pengurus baru agar segera mendata seluruh majelis taklim di tingkat kecamatan dan kelurahan. Langkah ini bertujuan menghidupkan fungsi masjid sebagai pusat kegiatan umat yang inklusif.
“Saya meminta kepada pengurus BKMM-DMI Kota Tasikmalaya untuk mendata seluruh majelis taklim di setiap kecamatan dan kelurahan, dan menghidupkan masjid-masjid sebagai kegiatan inklusif. Bukan hanya tempat ibadah ritual, tapi jadikan sebagai pusat pendidikan, pusat pembinaan moral dan akhlak, serta pusat pemberdayaan umat,” pintanya.
(Seda)



