PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Pemerintah Desa dan masyarakat terus mematangkan pengembangan kawasan wisata 0 Kilometer Bagolo di Desa Bagolo, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Destinasi yang berdiri di atas Tebing Nanggerang ini menyuguhkan perpaduan panorama laut lepas, bukit hijau, serta fasilitas perkemahan.
Baca Juga: Pesona 0 Kilometer Bagolo Pangandaran, Surga Tersembunyi di Atas Tebing Nanggerang
Pengelola 0 Kilometer Bagolo, Entis Sutrisno, menceritakan awal mula perintisan kawasan ini sejak tahun 2023 lewat diskusi bersama warga.
Musyawarah desa kemudian meresmikan gagasan tersebut menjadi program pengembangan desa wisata.
“Perencanaan dengan warga, kemudian musyawarah dengan lembaga desa, pemerintah desa, akhirnya ini menjadi program desa wisata,” kata Entis, Minggu (11/10/2026).
Sediakan Paket Camping Terjangkau
Wisatawan bisa menikmati keindahan malam di area camping ground. Pengunjung bebas membawa tenda pribadi atau menyewa fasilitas peralatan dari pengelola.
Entis menyebutkan bahwa tarif paket camping berada di kisaran Rp100.000 per malam. Biaya tersebut mencakup sewa lapak, tenda, pasokan listrik, dan air bersih.
Kawasan perkemahan ini mampu menampung sekitar 120 tenda sekaligus. Komunitas dan para pembuat konten kerap memanfaatkan lokasi ini untuk menggelar berbagai kegiatan outdoor.
Tantangan Anggaran dan Penataan Tiket Masuk
Kendati telah beroperasi, pengelola masih menghadapi keterbatasan modal pengerjaan fasilitas pendukung.
Pengelola mengsiasati kendala tersebut dengan memanfaatkan sumber daya lokal serta melibatkan partisipasi warga desa.
Sistem tiket masuk juga masih menjalani masa uji coba. Pengelola mulai menerapkan tarif masuk sebesar Rp2.000 per orang untuk mendata jumlah kunjungan wisatawan.
Di tengah keterbatasan sarana, pesona keasrian alam tetap menjadi keunggulan utama 0 Kilometer Bagolo.
Pengunjung asal Cibuluh, Ica, mengakui pesona pemandangan indah dari puncak tebing.
“Pemandangannya bagus banget. Sebelah kanan bisa lihat hamparan laut yang luas, kemudian sebelah kiri kita bisa lihat hamparan kebun dan perbukitan dari atas tebing yang tinggi,” ujar Ica.
Pengembangan bertahap ini diharapkan mampu mengangkat nama Desa Bagolo sekaligus mendongkrak kesejahteraan ekonomi warga sekitar.
(Sajidin)



