CIAMIS,FOKUSJabar.id: Matahari Minggu pagi (26/4/2026) belum sepenuhnya tinggi, namun aliran Sungai Cileueur di belakang Pendopo Kabupaten Ciamis sudah tampak hidup.
Bukan oleh deru mesin, melainkan oleh ribuan pasang tangan yang bergerak serentak dalam harmoni apik dalam pelestarian lingkungan.
Hari itu, dalam peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026, PWI Perwakilan Ciamis, Banjar, dan Pangandaran yang membuktikan bahwa jurnalisme tak selamanya soal tinta dan berita duka.
Baca Juga: PWI Ciamis Tebar 150 Ribu Benih Ikan di Cileueur Riverwalk
Lewat tajuk “Pers Peduli Alam Lestari”, mereka menuliskan narasi baru, narasi tentang pemulihan bumi, alam lestari untuk masa depan yang lebih berseri.
Magnet Emosional Saat Idola Turun ke Sungai
Kehadiran sosok-sosok seperti Irfan Hakim, Panji Petualang, Audrey King of the Jungle, Oghel Zulvianto hingga maestro Bos Koi Hartono Soekwanto menjadi katalisator emosi yang luar biasa.
Mereka tidak hadir sebagai tamu VVIP yang duduk di balik barisan barikade, melainkan sebagai kawan bagi warga Tatar Galuh dan insan pers yang merayakan Hari Pers Nasional tahun 2026.
Suasana haru menyelimuti bantaran sungai Cileueur saat warga melihat idola mereka tak segan menyentuh air sungai Cileueur yang mengalir tenang.
”Ini bukan sekadar tontonan bagi kami,” ujar Dede, seorang warga yang membawa buah hatinya. “Melihat mereka peduli pada sungai kami adalah pelajaran paling berharga bagi anak saya tentang cara mencintai alam.” tambahnya.
Irfan Hakim, Ciamis Adalah Permata Asia Tenggara
Ada getaran kekaguman dalam suara Irfan Hakim saat menatap riak jernih sungai Cileueur, Presenter kondang yang di kenal pecinta satwa ini tak mampu menyembunyikan rasa takjubnya pada komitmen warga Ciamis.
”Sungai ini luar biasa bersih! Ini adalah bukti nyata cinta warga pada tanah kelahirannya,” ungkap Irfan.
Ia juga mengingatkan sebuah pesan penting yang menggetarkan hati para hadirin:
“Tolong, jaga ikan-ikan ini. Jangan di setrum, jangan di racun. Biarkan mereka menjadi warisan, bukan sekadar kenangan untuk anak cucu kita.” katanya.

Sentimen serupa datang dari Hartono Soekwanto. Sang “Bos Koi” ini mengaku merasa “iri” melihat bagaimana ekosistem sungai di tengah kota masih bisa terjaga se-asri ini.
Bagi Bos Koi, jiwa gotong royong warga Ciamis adalah kemewahan yang sulit di cari di tempat lain. Dampaknya sungai Cileueur terlihat bersih tanpa sampah.
“Luar biasa semangat gotong royong warga Ciamis ini, saya jadi iri, sungainya bersih. Dan tolong jaga terus termasuk ikan ikan yang kami tanam,” kata Bos Koi.
150 Ribu Benih Harapan untuk Masa Depan
Momen puncak yang paling menyentuh adalah saat penebaran 150.000 benih ikan ke pelukan Sungai Cileueur yang di saksikan ribuan pasang mata kemudian di susul dengan pelepasan puluhan burung di lepasliarkan ke angkasa.
Ketua PWI Ciamis, Anthika Asmara, menegaskan bahwa aksi ini adalah simbolisasi dari tanggung jawab moral insan pers.
Baca Juga: Resmi Dilantik, Ketua PWI Ciamis Tegaskan Komitmen Membangun SDM Wartawan Lebih Akurat dan Beretika
“Kami ingin pers menjadi pembawa perubahan. 150 ribu ikan ini adalah 150 ribu doa untuk keberlanjutan hidup,” tuturnya dengan penuh keyakinan.
HPN 2026 di Ciamis bertransformasi menjadi ruang kelas raksasa tanpa dinding. Anak-anak yang hadir pulang dengan sebuah pemahaman baru, bahwa sungai bukanlah tempat membuang sampah, melainkan “Mata Air Kehidupan” yang menentukan martabat sebuah bangsa.
Kini, di bawah beningnya aliran Cileueur, ribuan benih itu berenang bebas menyongsong masa depan. Mereka membawa pesan yang terus menggema di telinga warga, “Jika kita menjaga alam, maka alam akan menjaga kita.”
(Abdul Latif)


