spot_imgspot_img
Senin 12 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8176

Bangun Ekonomi Umat, Aries Siap Gandeng Masjid

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung nomor urut 2 Yossi Irianto-Aries Supriatna semakin menunjukkan keberpihakannya pada peningkatan ekonomi umat.

Calon Wakil Wali Kota Bandung Aries Supriatna ingin mengoptimalkan peran masjid untuk membangun dan memberdayakan ekonomi umat.

Selain sebagai pusat pendidikan dan tempat ibadah, dia berharap masjid pun bisa berperan sebagai tempat membangun ekonomi umat, seperti yang pernah dicontohkan Rasulullah SAW.

Menurut dia, masjid adalah tempat ibadah kaum muslimin yang memiliki peran strategis untuk kemajuan peradaban Islam.

Aries menyebut bahwa sejarah telah membuktikan multi fungsi peranan masjid itu.

Bahkan ketika Rosulullah hijrah dari Mekkah ke Madinah, kebijakan Rosulullah yang pertama adalah membangun masjid sebagai tempat ibadah, menguatkan rasa persaudaraan, dan mendalami ajaran Islam baik dalam segi ibadah maupun mualamah.

Di masa kini, banyak masjid berdiri megah dan mewah, tetapi masih banyak jamaah masjid itu yang ekonominya jauh dari cukup.

“Kami ingin menghidupkan fungsi masjid untuk pengembangan dan pemberdayaan ekonomi umat. Karena belum semua masjid bisa mengembangkan ekonomi umat atau jamaahnya,” kata Aries saat di kawasan Jalan Pajajaran Bandung, Senin (21/5/2018).

Dia mengaku tidak main-main dengan gagasan itu. Hal itu dibuktikan dengan memasukkan program pemberdayaan ekonomi umat berbasis masjid ke dalam 15 program unggulan pasangan Hebring bila diberi amanah memimpin Kota Bandung.

“Kami ingin memberdayakan majelis-majelis taklim agar ibu-ibu pengajian pun memiliki ekonomi kuat. Kami akan bantu dengan memberikan pelatihan wirausaha, koperasi, bantu akses permodalan dan akses market (pasar),” kata Aries.

Di Kota Bandung, kata dia, sudah ada beberapa masjid yang mampu menggerakkan roda ekonomi jamaahnya terutama melalui majelis taklim dan koperasi atau baitul mal. Salah satunya, kata Aries, seperti salah satu masjid di kawasan Cihampelas.

“Di Cihampelas ada satu masjid yang jamaah majelis taklimnya punya kegiatan ekonomi. Mereka bisa membuat boneka dan hasilnya dijual. Para anggota majelis taklimnya bisa memiliki penghasilan yang lumayan. Apalagi kalau itu didorong dengan bantuan pemerintah,” kata dia.

Aries optimistis program itu bisa berjalan massif dan berhasil mengembangkan ekonomi umat mengingat hampir setiap RW di Kota Bandung memiliki masjid dan majelis taklim.

“Insya Alloh jangkauan program ini akan sangat massif karena hampir tiap masjid punya majelis taklim. Ini potensi yang harus kita dorong,” ungkap Aries.

(LIN)

Atasi Banjir Cekungan Bandung, Pemprov Jabar Percepat 6 Proyek

0
Sekda Jabar Iwa Karniwa (foto IST)
Sekda Jabar Iwa Karniwa (foto IST)
BANDUNG, FOKUSJabar.id: Mengatasi banjir yang kerap melanda cekungan Bandung, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum mempercepat pembangunan enam proyek sepanjang Sungai Citarum.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Iwa Karniwa mengatakan, untuk mengatasi banjir yang melanda Jalan Raya Rancaekek, BBWS Citarum tengah mengerjakan tiga proyek sungai, yakni peningkatan Sungai Cikeruhhilir, Sungai Cikijing, dan Sungai Cimande.

“Untuk peningkatan kapasitas Cimande sudah 16,80 persen, peningkatan Sungai Cikijing 7,18 persen, dan sedang dilakukan juga peningkatan Sungai Cikeruhhilir. Irigasi pun sudah mulai dikeruk,” kata Iwa di Gedung Sate, Senin (21/5/2018).

Proyek keempat yang tengah dikerjakan adalah peningkatan kapasitas Upper Sungai Citarum, di Kecamatan Majalaya  Kabupaten Bandung. Proyek ini masih dalam tahap pembebasan lahan.

Proyek kelima adalah pembangunan flood way Sungai Cisangkuy di Kabupaten Bandung. Paket 1 sudah dikerjakan 17,36 persen, dan pengerjaan flood way Sungai Cisangkuy paket 2 sudah mencapai 19,28 persen. Flood way ini akan mengurangi banjir di kawasan Pameungpeuk, Dayeuhkolot, dan Baleendah di Kabupaten Bandung.

Pengerjaan yang signifikan adalah pembangunan proyek keenam, yakni Danau Retensi Cieunteung di Baleendah. Proses pembangunannya sudah 67,72 persen. Danau retensi ini dibangun untuk menyelesaikan masalah banjir tahunan di Baleendah.

“Kalau hanya pembanguan Cieunteung yang luasnya hanya sekitar 8 hektare, tidak akan cukup untuk mengatasi banjir. Makanya melalui arahan menteri, diarahkan untuk membangun terowongan di sekitar Curug Jompong,” kata dia.

Semua persyaratan pembangunan terowongan air atau tunnel di Curug Jompong, kata Iwa, sudah melewati semua persyaratannya, termasuk analisis dampak lingkungan (amdal). Kini pembangunannya pun sudah mencapai Rp5,74 persen.

Pihaknya pun akan memberikan surat dukungan kepada menteri untuk bisa mengalokasikan anggaran untuk pembebasan lahan di Cekungan Bandung yang membutuhkan Rp647 milyar.

Dari angka itu, sudah disediakan Rp400 milyar, sedangkan pada 2018 akan diangharkan Rp150 milyar.

“Penganggaran ini harus segera dilakukan mengingat pembangunan Upper Citarum masih 0 persen akibat terkendala pembebasan lahan,” kata dia.

(LIN)

Kiper Persib Jadi Suami Siaga

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Disela-sela kesibukannya mempersiapkan diri menghadapi PSM Makasar, Rabu (23/5/2018). Penjaga gawang Persib Bandung, Muhammad Natshir sedang menantikan kelahiran anak pertamanya.

Menurut penjaga gawang yang menggunakan nomor punggung 1 ini, saat ini istrinya Irna Maulina sedang hamil tua, sehingga dia cukup siaga menantikan kelahiran anak pertamanya.

“Alhamdulillah dan mudah-mudahan semua lancar dan sebentar lagi saya menjadi bapak,” kata Deden.

Penjaga gawang asal Soreang, Kabupaten Bandung ini menuturkan, dari hasil pemeriksaan anak pertamanya berjenis kelamin perempuan. Selain itu, Deden sering mencari informasi mengenai persiapan kelahiran dari yang sudah berpengalaman.

“Mungkin tanya-tanya yang ke berpelangalamam, karena ini yang pertama. Sudah mau sembilan bulan. Soal nama belum. Kata dokter sih perempuan, persiapan semua sudah siap, tinggal nunggu lahiran,” ungkapnya.

(Arif/Bam’s)

Ratusan Liter Miras dan Obat Terlarang Dimusnahkan

0
(FOKUSJabar/Boip)

BANJAR, FOKUSJabar.id : Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Banjar, ulama beserta masyarakat melempar botol Minuman Keras (Miras) berbagai merk untuk dimusnahkan di Taman Lapang Bakti Kota Banjar, Senin (21/5/2018).

Ratusan botol Miras tersebut terdiri 520 liter jenis tuak, 182 botol berbagai jenis dan merk, 40 liter Ciu ditambah obat-obatan yang tidak memenuhi standar kemanan dan mutu.

Kapolres Banjar, AKBP Matrius menerangkan, pemusnahan barang haram tersebut merupakan hasil razia tahun ini. Selain memusnahkan Miras, Sat Narkoba Polres Banjar juga musnahkan obat-obatan terlarang yang disita dari sejumlah pasar, warung dan swalayan.

“ Kami berharap, masyarakat tidak lagi mengonsumsi karena membahayakan kesehatan,” jelasnya

Menurut dia, pihaknya akan terus melakukan razia dan memantau warung-warung yang diduga tempat menjual Miras serta obat-obatan terlarang.

(Boip/Bam’s)

HMI: Usut Tuntas Oknum KPU Garut

0
(FOKUSJabar/Andian)

GARUT, FOKUSJabar.id : Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Garut mengatakan, penegak hukum mesti mengusut tuntas para oknum yang bermain atau terselubung di tubuh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Garut.

” Aparat harus menguak misteri kasus gratifikasi yang menghinggapi KPU Garut,” kata Ketua Umum HMI Cabang Garut, Imam Sanusi, kepada FOKUSJabar.id, Senin (21/5/2018).

Ditambahkan Imam, kini permasalahan tentang kenetralan propesional di tubuh KPU terendus kembali dan semakin menguat. Permasalahan tentang kasus suap gratifikasi dan korupsi yang dilakukan komisioner KPU untuk pengkondisian pelolosan dalam tahapan verifikasi salah satu Bakal Calon Bupati-Wakil Bupati.

” Permasalahan ini kembali meruncing dengan beredarnya surat pernyataan dari salah satu tersangka yang kini sudah diamankan Polda Jabar,” imbuhnya.

Permasalahan yang ada di tubuh KPU lanjut dia, seolah-olah bagaikan bom waktu yang menunggu waktunya habis untuk meledak. Ditambah proses pelaksanaan pemilihan umum semakin dekat namun permasalahan terkait penyelenggara pemilu tak kunjung usai.

” Ini yang menjadi kehawatiran masyarakat bahwa proses penyelenggara pemilu tidak akan berjalan maksimal,” terang Imam.

Disebutkan Imam, maka dengan ini HMI Cabang Garut menyatakan sikap, meminta kepada DKPP dan KPU RI untuk segera mengevalusi dan menindak tegas permasalahan yang terjadi di tubuh KPU Garut.

Mendorong Kapolda Jawa Barat untuk segera mengusut secara transparan dan tuntas terkait permasalahan gratifikasi KPUD Garut. Serta mengajak kepada seluruh elemen masyarakat Garut untuk bersama-sama menyukseskan Pilkada serta mengawasi dan melaporkan segala bentuk kecurangan.

” Jika saja masalah ini sampai berlarut-larut maka kami akan terus bergerak menegakan keadilan,” pungkas Imam.

(Andian/Bam’s)

LSM BAIS Garut Tuding BPNT Telurnya Busuk

0
ilustrasi (web)

GARUT, FOKUSJabar.id : Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)  di Garut kembali menuai stigma buruk. LSM Barisan Anak Indonesia Satu (BAIS), Asep Imam Susanto menuding telur yang ada di BPNT busuk. Ini berdasarkan  laporan dari warga yang mendapatkan BPNT alias kartu Kombo dalam penyaluran telur banyak yang busuk.

” Saya mendapat laporan dari warga Sukaluyu Sukawening dimana telur dari BPNT banyak yang busuk,” kata Asep Imam kepada FOKUSJabar.id, Minggu (20/5/2018) malam.

Disebutkan Asep, meskipun itu sifatnya bantuan, tapi harus sempurna. Terutama ini bantuan pemerintah yang diperuntukan bagi warga kurang mampu.

” Ini sudah merupakan pelanggaran, dan wajib diusut tuntas,” singkat Asep.

Sementara itu, Anggota DPRD Garut, Partai Nasional Demokrat (NasDem) Yusep Mulyana, sangat menyayangkan atas insiden adanya telur busuk yang dibagikan kepada warga.

” Ini bantuan pemerintah, apapun alasannya harus sampai, utuh dan layak kepada masyarakat,” kata Yusep.

Yusep menambahkan, pihak Dinas Sosial harus cepat memberikan penjelasan. Jangan sampai kejadian serupa terulang kembali.

” Siapa yang akan bertanggung jawab atas kejadian ini. Dan saya mendorong aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas,” pungkas Yusep.

(Andian/DAR)

Selalu Jadi Pilihan Utama In-Kyun Bersyukur

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Pemain asing Persib Bandung, Oh In-Kyun selalu menjadi andalan pelatih Roberto Carlos Mario Gomez pada tujuh pertandingan terakhir kompetisi Liga 1 2018.

Pemain bernomor punggung 33 ini telah tampil di lapangan selama 622 menit dan mampu menyumbangkan satu gol untuk tim kebanggaan Bobotoh.

Selalu mendapatkan kesempatan bermain, In-Kyun mengaku bersyukur, pasalnya tidak mudah menembus skuad inti tim Maung Bandung.

“Tuhan selalu memberi saya jalan terbaik dalam hidup saya. Saya pun akan melakukan yang terbaik untuk apa yang Tuhan berikan kepada saya,” kata Inkyun, Minggu (20/5/2018).

In-Kyun menambahkan, akan terus berusaha menampilkan permainan terbaiknya saat mendapatkan kesempatan bermain, termasuk saat menghadapi PSM Makassar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Rabu (23/5/2018).

“Saya senang bisa tampil sampai pekan ketujuh tanpa ada masalah. Pertandingan berikutnya kembali bekerja keras, memberikan yang terbaik buat Persib,” tegasnya.

(Arif) ‎