Menjelang Laga Kontra PSM Pemain Persib dalam Kondisi Bugar
JNE dan Shopee Siapkan Dua Tiket Nonton Final Piala Dunia 2018
BANDUNG, FOKUSJabar.id : JNE kembali membagikan kebahagiaan bagi seluruh pelanggannya dengan mengajak nonton langsung final Piala Dunia 2018 di Moskow, Rusia. Setelah diperuntukan bagi para pelanggan setia yang tergabung dalam JNE Loyalty Card (JLC), program Race to Moscow pun diperuntukkan bagi para pelanggan online marketplace, Shopee.
Vice President of Marketing JNE, Eri Palgunadi menuturkan, setelah ditunjuk sebagai Partner Logistik Resmi Pesta Bola dan FMA untuk Piala Dunia 2018, JNE tidak hanya men-support pengiriman seluruh kebutuhan Piala Dunia 2018 ke lebih dari 400 titik di Indonesia. JNE pun memberikan apresiasi bagi para pelanggannya melalui program Race to Moscow.
”Setelah kami siapkan bagi pelanggan setia kami yang telah menjadi member JLC, kami pun akan membagikan tiket final Piala Dunia 2018 di Moscow plus akomodasi bagi pelanggan Shopee. Program Race to Moscow bagi pelanggan Shopee ini berlangsung mulai 17 Mei dan ditutup pada 3 Juni 2018,” ujar Eri saat dihubungi, Senin (21/5/2018).
Melalui kolaborasi ini, lanjut Eri, diharapkan bisa semakin menggaungkan kemeriahan Piala Dunia 2018 di Indonesia. Bahkan dengan reputasi Shopee sebagai salah satu online marketplace terbesar, pihaknya punya keyakinan jika program tersebut sangat tepat untuk mengapresiasi pelanggan JNE yang sering berbelanja di Shopee.
“Apalagi JNE dan Shopee sudah bekerjasama baik selama ini. Jadi program ini sangat tepat untuk mengapresiasi pelanggan kami yang berbelanja di Shopee,” terangnya.
Country Brand Manager Shopee, Rezki Yanuar manambahkan, pihaknya sangat mengapresiasi kolaborasi dengan JNE yang sudah menjadi partner logistik sejak lama. Program Race to Moscow bersama Shopee pun akan menjadi keuntungan lebih bagi pengguna setia Shopee.
“Dengan program ini, kami harap bisa makin meningkatkan transaksi pengguna di Shopee sehingga kesempatan untuk menyaksikan final Piala Dunia 2018 secara langsung di Moscow makin terbuka lebar,” ujar Rezki.
Untuk bisa mendapatkan kesempatan nonton langsung final Piala Dunia 2018 di Moscow, para pelanggar Shopee bisa mulai meningkatkan transaksi mereka selama masa periode. Pihak JNE dan Shopee, akan menetapkan dua orang pemenang dengan poin tertinggi atau pemesanan terbanyak dan akan diumumkan pada akhir periode.
“Untuk mekanismenya seperti apa, dapat ditemukan di aplikasi Shopee. Dan dua pemenang tersebut akan mendapatkan hadiah tiket nonton langsung final Piala Dunia 2018 serta tiket pesawat pulang pergi plus pengurusan visa serta akomodasi selama di Rusia,” tegasnya.
(ageng/bam’s)
Dinsosnangkis Kota Bandung Intensifkan Penanganan Gepeng Selama Bulan Ramadhan
BANDUNG, FOKUSJabar.id : Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan (Dinsosnangkis) Kota Bandung terus melakukan upaya untuk mewujudkan Kota Bandung bebas dari Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Salah satunya dengan melakukan pemantauan gelandangan dan pengemis (gepeng) di sejumlah titik di Kota Bandung pada bulan Ramadhan 1439 Hijriah.
”Untuk awal-awal bulan Ramadhan ini memang belum ada peningkatan jumlah gepeng secara signifikan. Tapi pada pertengahan bulan Ramadhan, kami yakin akan banyak yang berdatangan ke Kota Bandung,” ujar Kepala Dinsosnangkis Kota Bandung, Tono Rusdiantono saat ditemui di kawasan Sadang Serang, Senin (21/5/2018).
Tono menyebut, setidaknya ada 32 titik di Kota Bandung yang dipantau pihaknya dalam rangka mewujudkan Kota Bandung bebas PMKS. Diantaranya di kawasan Pasir Koja, Pasteur, Gatot Subroto, dan Laswi.
“Selain itu, kami lebih mengintensifkan operasi yang biasanya dilakukan empat kali seminggu dan pada bulan Ramadhan ini kita lakukan hampir setiap hari. Dalam operasi tersebut kita kerjasama dengan Satpol PP, KODIM dan aparat kewilayahan,” terangnya.
Selain menggelar operasi, pihaknya pun mengimbau semua pihak untuk tidak memberikan uang kepada gepeng di jalanan. Tindakan tersebut justru tidak mendidik, bahkan membuat gepeng semakin malas dan terus meminta-minta.
”Jadi kuncinya ada di warga Kota Bandung maupun wisatawan yang berkunjung ke Kota Bandung untuk tidak memberikan uang kepada gepeng. Begitupun bagi yang melakukan pengumpulan uang di jalanan yang tidak berizin dan mengganggu lalu lintas, kita akan larang. Untuk sanksi, baik bagi gepeng atau kencleng di jalanan, kita masih menunggu standar minimal pelayanan sosial,” pungkasnya.
(ageng/bam’s)
DLHK BandungTerapkan Inovasi di Setiap RW
BANDUNG, FOKUSJabar.id: Inovasi Dimas Bagus Wijanarko (42), pria asal Jakarta penggagas kampanye Get Plastik (Gerakan Tarik Plastik), menginisiasi Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung dalam mengurangi sampah plastik di Kota Bandung.
Dimas pun didapuk untuk memberikan workshop terkait mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar.
Sekretaris DLHK Kota Bandung, Dedi Dharmawan mengaku sangat mengapresiasi hasil karya Dimas yang mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar untuk vespa 2 tak miliknya.
Jika alat tersebut digunakan di tiap RW di Kota Bandung, pihaknya optimistis bisa mengurangi sampah plastik di Kota Bandung.
“Kalau hasil karya Dimas ini digunakan di RW, selain sampah plastik habis di tempat, minyak hasil proses dengan metode distilasi bertingkat ini bisa digunakan untuk bahan bakar triseda. Atau bisa juga digunakan untuk keperluan lain,” ujar Dedi saat ditemui di kantor DLHK Kota Bandung, Jalan Sadang Tengah, Sadang Serang Kota Bandung, Senin (21/5/2018).
Dedi menuturkan, persoalan sampah plastik di Kota Bandung sudah dalam tahapan sangat serius. Sebanyak 40 persen sampah Kota Bandung merupakan sampah an-organik yang sebagaian besar merupakan sampah plastik.
“Kalau diproses oleh DLHK, akan panjang jalurnya penyelesaiannya. Tapi kalau metode yang diterapkan Dimas ini juga diterapkan oleh semua kewilayahan di Kota Bandung mulai dari tingkat RW, saya pikir persoalan sampah plastik akan cepat terselesaikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat juga,” tegasnya.
Seperti diketahui, Dimas mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar dilakukan dengan teknik distilasi bertingkat. Metode yang digunakan yakni pirolisis yakni proses dekomposisi termokimia bahan organik melalui pemanasan tanpa menggunakan oksigen atau dengan kadar oksigen sesedikit mungkin.
Metode ini, lanjutnya, hanya menghasilkan residu berupa black carbon atau arang yang dapat dengan mudah terurai secara organik serta gas propylene yang tidak berbahaya. Untuk menggunakan metode ini hingga berhasil, Dimas mengaku memerlukan riset hingga empat tahun.
Untuk mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar, Dimas hanya menggunakan peralatan sederhana. Yakni serangkaian pipa yang terhubung dengan tabung vakum bertekanan tinggi dan tersambung dengan gas elpiji yang berfungsi sebagai pemanas.
Caranya, sampah plastik yang sudah disiapkan dimasukan kedalam tabung vakum. Lalu tabung tersebut dipanaskan hingga 400 derajat celcius dan lima menit kemudian keluar tetesan minyak murni dari pipa setelah melalui jalur ‘pendingin’.
Melalui metode distilasi ini, sampah plasti bisa diubah menjadi bahak bakar jenis solar, premium, atau minyak tanah. Meski dari nilai oktan hanya 82, dibawah standar Pertamina, namun tidak akan mempengaruhi kinerja mesin 2 tak.
(ageng/bam’s)
Ubah Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar Vespa
BANDUNG, FOKUSJabar.id: Dimas Bagus Wijanarko (42), melakukan perjalanan sejauh 1.200 km dengan menggunakan vespa yang berbahan bakar dari sampah plastik. Dimas yang juga penggagas kampanye Get Plastik (Gerakan Tarik Plastik) asal Jakarta ini sedang melakukan dari Jakarta ke Bali.
Dimas menuturkan, cara mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar dilakukan dengan teknik distilasi bertingkat. Metode yang digunakan yakni pirolisis yakni proses dekomposisi termokimia bahan organik melalui pemanasan tanpa menggunakan oksigen atau dengan kadar oksigen sesedikit mungkin.
Metode ini, lanjutnya, hanya menghasilkan residu berupa black carbon atau arang yang dapat dengan mudah terurai secara organik serta gas propylene yang tidak berbahaya. Untuk menggunakan metode ini hingga berhasil, Dimas mengaku memerlukan riset hingga empat tahun.
”Saya bukan akademisi atau teknisi, saya hanya berbekal ilmu yang saya baca dari artikel. Saya pun bukan pencipta alat ini dan metode ini sebenarnya sudah ada sejak bertahun-tahun. Saya hanya merakit ulang dan menggunakannya untuk kampanye pengurangan sampah plastik,” ujar Dimas saat ditemui di kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung, Jalan Sadang Tengah, Sadang Serang Kota Bandung, Senin (21/5/2018).
Untuk mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar, Dimas hanya menggunakan peralatan sederhana. Yakni serangkaian pipa yang terhubung dengan tabung vakum bertekanan tinggi dan tersambung dengan gas elpiji yang berfungsi sebagai pemanas.
Caranya, sampah plastik yang sudah disiapkan dimasukan kedalam tabung vakum. Lalu tabung tersebut dipanaskan hingga 400 derajat celcius dan lima menit kemudian keluar tetesan minyak murni dari pipa setelah melalui jalur ‘pendingin’.
“Ide ini muncul saat muncul fakta kalau Indonesia merupakan negara penyumbang sampah plastik terbesar ke lautan kedua setelah Tiongkok. Dalam satu tahun, ada sekitar 180 juta ton sampah plastik yang dibuang ke laut. Itu membuat saya resah sehingga ditahun 2014 saya mulai riset ini dan mulai mengabdikan diri untuk mengurangi sampah plasti sampai sekarang. Memang banyak cara untuk mengolah sampah plastik, tapi saya menilai jika cara ini cukup efektif,” tegasnya.
Dimas menuturkan, plastik yang dibuat di Indonesia memiliki kandungan minyak hingga 80 sampai 85 persen. Sementara sisanya merupakan black carbon atau microplastik.
“Ini yang membuat proses penguraian menjadi lama karena sebagian besar minyak. Dengan mengubah menjadi bahan bakar, ini akan lebih bernilai ekonomi apalagi jika ada penelitian yang lebih serius,” tuturnya.
“Kalau dibakar justru lebih bahaya karena residunya jadi kabonmonoksida yang berbahaya. Dengan metode distilasi ini, sampah plastik bisa diubah menjadi bahan bakar solar, premium atau minyak tanah. Nilai oktannya hanya 82, dibawah premium dan belum sama dengan standar yang diberlakukan Pertamina. Tapi bilangan oktan tidak mempengaruhi kinerja mesin motor Vespa yang saya pakai karena bermesin 2 tak,” pungkasnya.
Saat ini, Dimas tengah melanjutkan perjalanan ke Rajagaluh, Majalengka. Dimas diprediksi akan tiba di Bali pada tanggal 30 Juni 2018 setelag melewati sekitar 15 titik pemberhentian untuk mengkampanyekan pengurangan sampah plastik.
(ageng/bam’s)
Pemkot Bandung Kerjasama dengan Lembaga
BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melakukan kerjasama dengan beberapa lembaga pendidikan dan lembaga pemerintahan non kementerian. Penandatanganan kerjasa dilakukan di Ruang Tengah, Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana Kota Bandung, Senin (21/5/2018).
Kerjasama yang dijalin Pemkot Bandung dengan lembaga pemerintahan non kementerian diantaranya dilakukan dengan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Republik Indonesia, dan Rumah Sakit Umum Pusat dr. Hasan Sadikin.
Sedangkan kerjasama dengan lembaga pendidikan diantaranya dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Universitas Al Ghifari Bandung, Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Jenderal Achmad Yani Cimahi dan Sekolah Tinggi Hukum Bandung (STHB).
Penjabat Wali Kota Bandung, Muhamad Solihin menuturkan, kerjasama antara Pemkot Bandung dengan Komnas HAM RI meliputi kerjasama pemajuan, perlindungan, penegakan dan pemenuhan HAM. Sedangkan dengan lembaga pendidikan, terkait pelayanan, pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
”Kita harap kerjasama ini bisa optimal dan menguntungkan kedua belah pihak. Misalnya dengan Komnas HAM RI untuk mewujudkan Kota Bandung sebagai Kota Ramah HAM yang masih perlu dioptimalkan,” ujar Solihin usai penandatangan kerjasama di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana Kota Bandung, Senin (21/5/2018).
Sementara untuk kerjasama dengan lembaga pendidikan, lanjutnya, diharapkan bisa meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bandung. Dengan kerjasama yang dijalin, ASN Kota Bandung bisa melanjutkan pendidikan dan penelitian di lembaga pendidikan tersebut sehingga menghasilkan hal yang bermanfaat bagi masyarakat.
”Jadi hasil penelitian tidak hanya bagus dari sisi akademik, tapi juga harus bermanfaat bagi masyarakat. Dan kami, Pemkot Bandung, memberikan ruang kepada lembaga pendidikan terkait melakukan penelitian atau magang di lingkungan Pemkot Bandung,” tegasnya.
(ageng/bam’s)
HARKITNAS Momen Tingkatkan Inovasi
BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengajak warga Kota Bandung untuk terus menumbuhkembangkan semangat inovasi dan kreativitas dalam mengisi momen kemerdekaan. Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati pada hari ini, Senin (21/5/2018), harus jadi momentum membangkitkan semangat inovasi dan kreativitas.
“Jangan pernah puas dengan apa yang sudah dicapai, dan kami dari pemerintah terus berupaya membangkitkan semangat kreativitas warga karena itu bisa menggerakan ekonomi. Terus jaga dan tingkatkan predikat Kota Bandung sebagai kota kreatif,” ujar Penjabat Wali Kota Bandung, Muhamad Solihin saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana Kota Bandung, Senin (21/5/2018).
Sebagai kota dengan semuber daya manusia berkualitas, Kota Bandung pun mempunyai kemampuan menebarkan semangat inovasi dan kreativitas ke seluruh penjuru Indonesia. Pasalnya, Bandung memiliki beberapa perguruan tinggi terbaik di Indonesia.
Salah satu inovasi dan kreativitas yang terus didorong Pemkot Bandung, lanjutnya, yakni pemanfaatan media komunikasi. Pemerintah bersama dengan masyarakat, harus mampu memanfaatkan kecanggihan teknologi dengan sebaik-baiknya.
“Jangan pernah berpikir untung rugi kalau ingin warga kreatif. Bagaimana kita memanfaatkan media informasi dan komunikasi untuk kebaikan, bukan saling menghujat. Jangan sampai media jadi sarana memecah belah bangsa. Dan momen Hari Kebangkitan Nasional harus dimaknai bagaimana kita menjaga persatuan dna kesatuan bangsa dengan lebih baik. Itu yang jadi tantangan di jaman sekarang, karena ada pihak yang justru tidak senang dengan kondisi aman saat ini,” tegasnya.
(ageng/bam’s)









