spot_img
Rabu 17 Juli 2024
spot_img
More

    DLHK BandungTerapkan Inovasi di Setiap RW

    BANDUNG, FOKUSJabar.id: Inovasi Dimas Bagus Wijanarko (42), pria asal Jakarta penggagas kampanye Get Plastik (Gerakan Tarik Plastik), menginisiasi Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung dalam mengurangi sampah plastik di Kota Bandung.

    Dimas pun didapuk untuk memberikan workshop terkait mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar.

    Sekretaris DLHK Kota Bandung, Dedi Dharmawan mengaku sangat mengapresiasi hasil karya Dimas yang mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar untuk vespa 2 tak miliknya.

    Jika alat tersebut digunakan di tiap RW di Kota Bandung, pihaknya optimistis bisa mengurangi sampah plastik‎ di Kota Bandung.

    “‎Kalau hasil karya Dimas ini digunakan di RW, selain sampah plastik habis di tempat, minyak hasil proses dengan metode distilasi bertingkat ini bisa digunakan untuk bahan bakar triseda. Atau bisa juga digunakan untuk keperluan lain,” ujar Dedi saat ditemui di kantor DLHK Kota Bandung, Jalan Sadang Tengah, Sadang Serang Kota Bandung, Senin (21/5/2018).

    ‎Dedi menuturkan, persoalan sampah plastik di Kota Bandung sudah dalam tahapan sangat serius. Sebanyak 40 persen sampah Kota Bandung merupakan sampah an-organik yang sebagaian besar merupakan sampah plastik.

    “Kalau diproses oleh DLHK, akan panjang jalurnya penyelesaiannya. Tapi kalau metode yang diterapkan Dimas ini juga diterapkan oleh semua kewilayahan‎ di Kota Bandung mulai dari tingkat RW, saya pikir persoalan sampah plastik akan cepat terselesaikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat juga,” tegasnya.

    Seperti diketahui, Dimas mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar dilakukan dengan teknik distilasi bertingkat. Metode ‎yang digunakan yakni pirolisis yakni proses dekomposisi termokimia bahan organik melalui pemanasan tanpa menggunakan oksigen atau dengan kadar oksigen sesedikit mungkin.

    Metode ini, lanjutnya, hanya menghasilkan residu berupa black carbon atau arang yang dapat dengan mudah terurai secara organik serta gas propylene yang tidak berbahaya.‎ Untuk menggunakan metode ini hingga berhasil, Dimas mengaku memerlukan riset hingga empat tahun.

    ‎Untuk mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar, Dimas hanya menggunakan peralatan sederhana. Yakni serangkaian pipa yang terhubung dengan tabung vakum bertekanan tinggi dan tersambung dengan gas elpiji yang berfungsi sebagai pemanas.

    Caranya, sampah plastik yang sudah disiapkan dimasukan kedalam tabung vakum. Lalu tabung tersebut dipanaskan hingga 400 derajat celcius dan lima menit kemudian keluar tetesan minyak murni dari pipa setelah melalui jalur ‘pendingin’.

    Melalui metode distilasi ini, sampah plasti bisa diubah menjadi bahak bakar jenis solar, premium, atau minyak tanah. Meski dari nilai oktan hanya 82, dibawah standar Pertamina, namun tidak akan mempengaruhi kinerja mesin 2 tak.‎

    (ageng/bam’s)

    Berita Terbaru

    spot_img