spot_imgspot_img
Jumat 14 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8178

Masa Transisi Kota Bekasi, Dirjen Otda: Pemegang Pemerintahan Tidak Boleh Kosong

0

BEKASI, FOKUSJabar.id: Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Sumarsono menyebut bahwa pemerintahan negara harus segera diisi oleh pejabat yang ditunjuk Kemendagri apabila kepala daerah sedang melaksanakan cuti.

Demikian ditegaskan Sumarsono saat memberikan pengarahan umum penyelenggaraan pemerintah Kota Bekasi pada massa transisi menjelang berakhirnya tugas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi periode 2013-2018, di Aula Nonon Sontanie, Kantor Wali Kota Bekasi, Jumat (9/3/2018).

Dia menegaskan bahwa pemerintahan harus berjalan sesuai koridor. Sedetik pun pemegang pemerintahan tidak boleh kosong. Maka, sesuai kebutuhan instrumennya ditunjuk pejabat kepala (Pj) atau penjabat sementara (Pjs) kepala daerah, atau pelaksana tugas (Plt) kepal daerah, atau pelaksana harian (Plh) kepala daerah.

“Pjs wali kota pada 10 Maret 2018 hari terakhir menjabat. Kita akan evaliasi untuk menjadi Pejabat (Pj) wali kota. Siapa pun yang ditunjuk tinggal menunggu Surat Keputusan dan Gubernur Jabar yang akan melantik,” ungkap dia.

Lebih lanjut Sumarsono mengatakan, Pejabat (Pj) wali kota memiliki kewenangan dan tanggung jawab sepertihalnya tugas wali kota begitupun dengan haknya.

“Agar memastikan roda pemerintahan berjalan baik, Pj bisa melalukan promosi dan rotasi pejabat atas seizin Mendagri dengan alasan untuk menunjang pemerintahan. Pejabat wali kota pun diberikan hak sesuai aturan yang ada,” kata Sumarsono.

Adapun tugas pokok pejabat masa transisi, kata dia, di antaranya untuk meneruskan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) daerah dalam tugas pemerintahan dan pelayanan warga.

Kemudian memastikan kinerja OPD serta menyukseskan perhelatan Pilkada Serentak, dan menegaskan netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam pesta demokrasi Pilkada.

“Pj wali kota akan selesai hingga ditetapkan wali kota dan wakil wali kota baru. Untuk itu, agar berksinambungan masa transisi, Pj harus didampingi para Kepala OPD terkait. Sehingga OPD terkait bisa menjelaskan progres pembangunan kepada kepala daerah yang baru. Jadi tidak memulai kerja dari nol lagi, ” jelas Sumarsono.

Sumarsono mengatakan, ada tujuh oranf kepala daerah di Jabar dengan masa akhir tugas yang berbeda.

Dia menyebut Pjs Bupati Purwakarta direncanakan akan dilantik Gubernur Jawa Barat pada 13 Maret 2018.

” Kalau di Kota Bekasi tinggal tunggu jadwal pelantikan. Tanggal 10 Maret sepertinya tidak bisa, karena bertepatan HUT Kota Bekasi berarti pada 11 Maret akan ditunjuk pelaksana harian (Plh) bisa dari pejabat provinsi Jawa Barat atau Sekda Kota Bekasi,” kata dia.

Untuk diketahui, Kemendagri telah menunjuk Ruddy Gandakusumah sebagai Pjs Wali Kota Bekasi yang akan menyelesaikan tugas pada 10 Maret atau bertepatan dengan masa akhir jabatan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu.

Kedua pimpinan Kota Bekasi itu sebelumnya mengajukan cuti di luar tanggungan negara untuk mengikuto Pilkada Serentak 2018.

Rahmat Effendi kembali mencalonkan sebagai Wali Kota Bekasi dan Ahmad Syaimhu mencalonkan sebagai Wakil Gubernur Jabar 2018.

(LIN)

DPRD Jabar Berharap Debat Cagub-Cawagub Tonjolkan Visi-misi

0
Ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: DPRD Provinsi Jawa Barat berharap seluruh pasangan calon gubernur-wakil gubernur yang akan tampil dalam debat 12 Maret 2018 bisa menampilkan visi misi mereka kepada publik melalui acara itu.

Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari berharap debat nanti berjalan lancar dan setiap calon bisa menyampaikan visi misi.

Momentum itu diharapkan setiap calon bisa mengutarakan pemikiran terbaiknya untuk kemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Jabar.

“Kami berharap visi misi para calon bisa menjawab persoalan yang ada di Jabar dan bukan menjadi sarana saling menjatuhkan,” kata Ineu di Bandung, Jumat (9/3/2018).

Ineu pun yakin pemandu acara nanti akan membuat susana debat menjadi menarik disaksikan.

” Kalau tidak salah, debat nanti dipandu Rosiana Silalahi. Saya kira nanti bakal menarik disaksikan,” jelas dia.

Untuk diketahui, Panitia Debat Publik Kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar 2018 menyediakan 1.600 kursi atau masing-masing 400 kursi untuk setiap pendukung pasangan dan 300 kursi undangan.

Tidak hanya itu, panitia pun menyediakan panggung kesenian bagi 15 orang dari setiap pendukung calon untuk memeriahkan acara yang akan digelar di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) itu.

(LIN)

Fisik Essien Akan Ditingkatkan

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Pelatih fisi Persib Bandung, Yaya Sunarya menuturkan, Michael Essien kondisi kebugarannya sudah membaik setelah sebelumnya mengalami cedera lutut.

Saat mengalami cedera, pemain asal Ghana ini menjalankan, program pemulihan di London. Essien pun tak membutuhkan waktu lama untuk berlatih setelah berada di Bandung.

“Terus dia bikin terapi dengan koordinasi gerak dan mobility di Chelsea, ternyata mengalami perkembangan cukup baik di segi proses pemulihan. Tapi sejak dia datang, dia langsung bisa ikut hanya dengan beberapa hari, bisa ikut latihan internal kita,” kata Yaya, Kamis (7/3/2018).

Pelatih fisik yang mengantarkan Persib meraih gelar juara Indonesia Super League (ISL) 2014 ini menuturkan, meski Essien sudah bugar. Pihaknya akan mempersiapkan program khusus untuk menaikan kondisi fisik.

“Tapi tentunya untuk mendukung supaya bisa lebih baik lagi harus ada latihan spesifik untuk bisa upgrade lagi kondisi fisik,” jelasnya.

(Arif/DH)

Diduga Ilegal, Panwaslu Diminta Hentikan Kegiatan Sosialisasi Desk Pilkada Ciamis

0
Diduga Ilegal, Panwaslu Diminta Hentikan Kegiatan Sosialisasi Desk Pilkada Ciamis. (FOKUSJaabar/Ibenk)

CIAMIS, FOKUSJabar.id : Sejumlah aktivis yang tergabung di Forum Peduli Masa Depan Pendidikan Kabupaten Ciamis melaporkan kegiatan sosialisasi Pilkada di SMA/SMK di Ciamis yang dilakukan oleh Desk Pilkada Kabupaten Ciamis ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) setempat, Kamis (8/3/2018).

Ketua forum tersebut, Andi Ali Fikri menduga, sosialisasi Pilkada kepada pemilih pemula yang juga siswa SMA/SMK di Ciamis oleh Desk Pilkada Ciamis adalah ilegal.

Andi berpendapat seperti itu bukan tanpa alasan. Pihaknya sudah mengonfirmasi Balai Pendidikan Provinsi Jabar yang menjadi domain SMA/SMK, di Jalan Ir. H. Djuanda Ciamis. Andi mengungkapkan, bahwa Balai tidak pernah mengeluarkan rekomendasi maupun izin tentang sosialisasi Pilkada di sekolah kepada Desk Pilkada Ciamis.

“Balai Pendidikan hanya mendapatkan tembusan. Dan tidak melahirkan rekomendasi maupun izin tentang sosialisasi tersebut. Itu makanya kami merasa bahwa ini, kalau bahasa sundanya mah lepat. Lebih tepatnya, ini ya, mungkin ilegal,” ujar Andi usai memberikan berkas pelaporan kepada Pawaslu Ciamis.

Forum Peduli Masa Depan Pendidikan Kabupaten Ciamis sendiri, kata Andi, sudah berdiri sejak tahun 2013. Forum beraktivitas memantau semua geliat dan perjalanan pendidikan.

Pihaknya melaporkan Desk Pilkada yang diketuai oleh Asep Sudarman yang juga Sekretaris Daerah Ciamis ke Panwaslu karena berkaitan dengan wilayah pendidikan dan Pilkada.

“Karena ini kan sensitif ya, masalah pendidikan. Siswa juga harus dijaga. Harus bersih gitu kan. Jangan sampai nanti akhirnya golput ini akan menambah. Karena tidak percayanya lagi masyarakat. Tidak percanya lagi siswa,” ujarnya.

Andi sendiri beberapa kali mengikuti sosialisasi Pilkada yang dilakukan Desk Pilkada Ciamis di SMK Negeri 1 dan SMA Negeri 2 Ciamis. Di SMA Negeri 2, katanya, kegiatan sosialisasi oleh Desk Pilkada tersebut menghentikan kegiatan ujian siswa.

“Balai menyatakan tidak boleh ada sosialisasi apa pun di dalam kegiatan belajar mengajar (KBM). Dan ini kan menjadi masalah. Bahkan sudah ada curhat dari keluarga, (siswa), orangtuanya, kalau sampai gagal ujiannya gara-gara ini dia akan melaporkan,” ucap Andi.

Sehingga, Andi dan puluhan aktivis lain yang tergabung di dalam Forum Peduli Masa Depan Pendidikan Kabupaten Ciamis juga meminta Panwaslu agar menghentikan kegiatan sosialisasi Pilkada oleh Desk Pilkada Ciamis kepada siswa SMA/SMK.

“Implikasinya terlalu panjang gitu kan, maka kita harus antisipasi. Karena durasi kita masih panjang di Pilkada. Jangan sampai di tengah jalan kemudian ada permasalahan,” katanya.

Kedatangan Forum Peduli Masa Depan Pendidikan Ciamis di Panwaslu diterima langsung oleh Komisioner Panwaslu, Fahmi Fajar Mustofa. Menanggapi laporan Forum tersebut, Fahmi menyatakan, pihaknya akan segera membahas permasalahannya di dalam rapat pleno komisioner.

“Jika berdasarkan kajian ditemukan unsur pelanggaran, kita pasti memprosesnya dan memberhentikan sosialisasi yang dilakukan Desk Pilkada Ciamis,” tegas Fahmi.

(Ibenk/DH)

KPU Minta PPK dan PPS Sukseskan Pemilu 2019 Mendatang

0
PPK Dan PPS Komponen Penyelenggara Pemilu Wajib Sukseskan Pesta Demokrasi (FOKUSJabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id : Pemilu yang akan berlangsung tahun 2019 mendatang yang akan memilih DPD, DPRD Provinsi, DPRRI dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden harus berlangsung sukses. Oleh karena itu seluruh elemen masyarakat berkewajiban untuk menyukseskannya terlebih Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS).

Hal itu dikatakan Ketua KPU Kota Tasikmalaya Kholis Muchlis saat Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Anggota PPK dan PPS di Saung Gunung Salem (SGS), Jalan Bebedahan Kecamatan Purbaratu Kota Tasikmalaya, Kamis (08/03/2018).

”PPK dan PPS ini bagian terpenting dari KPU, mereka bertugas melakukan proses tahapan pemilu di tingkat kecamatan, tugasnya membantu KPU dalam melaksanakan tahapan-tahapan Pemilu 2019 mendatang,” ungkap Kholis.

Dalam pelantikan tersebut, 30 anggota PPK dan 207 anggota PPS yang dilantik dan diambil sumpah.

(Seda)

Soal Fisik Pemain Persib ini Kata Yaya

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Pelatih fisik Persib Bandung, Yaya Sunaryamengatakan,  setelah berlatih selama tiga bulan, kondisi fisik tim menunjukkan progres. Tim pelatih pun masih memiliki waktu untuk menaikan fisik pemainnya.

“Kalau misalkan fisik, kita harus ada di atas. Kita sudah running di 80 persen (sekarang),” kata Yaya di Sosi Universe Fitness, Kota Bandung, Kamis (08/3/2018).

Selain melihat dari latihan, Yaya juga harus melihat langsung kondisi fisik pemainnya pada pertandingan uji coba. Maung Bandung sendiri berencana akan menggelar pertandingan uji coba menghadapi tim Liga 1 dan 2 pada pekan depan.

“Kita mesti lihat dari grafik permainan selain latihan, kita bisa lihat lebih jelas untuk melihat persentasi pemain. Karena ukuran untuk melihat kualitas di tes fisik, kurang mendukung untuk melihat lebih jelas,” ucapnya.

“Kita naikkan intenstas minggu ini, tapi dengan program yang beda, kalau dulu ‎kita bikin di aerobik sekarang kita lebih banyak ke speed and endurance. Kalau misalnya hari ini kita bikin aerobik endurance tapi koordinasi gerak tentunya ada di moderate,” jelasnya.

(Arif/DH) ‎

Boling Incar Dua Emas di Asian Games 2018, Jabar Manfaatkan Keuntungan Tuan Rumah

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Peluang Indonesia untuk meraih dua medali emas di cabang olahraga bowling pada Asian Games XVIII, Agustus 2018 mendatang, cukup berat. Indonesia sendiri harus bersaing dengan negara kuat seperti Jepang, Korea Selatan, Malaysia, dan Singapura.

Saat ini, pelatnas bowling Asian Games XVIII/2018 dihuni oleh tujuh atlet putra dan tujuh atlet putri. Ketujuh atlet putri yakni Alisha Nabila (Jabar), Nadya Pramanik (Jabar), Tannya Roumimper (Jatim), Sharon Limansantoso (DKI Jakarta), Putty Insavilla Armein (Jatim), Novie Phang (DKI Jakarta) dan Aldira Indriayati (Sumut). Sementara tujuh atlet putra yakni Ryan Lalisang (DKI Jakarta), Hengky (DKI Jakarta), Yeri Romadhona (DKI Jakarta), Hardy Rachmadian (Sumut), Diwan Rezaldy Syahrir (DKI Jakarta), Billy M Islam (Jatim), dan M Fachri (Jatim).

“Nanti akan diambil enam atlet putra dan enam atlet putri yang akan menjadi tim inti bowling Indonesia di Asian Games 2018. Peluang Alisha dan Nadya masuk tim inti pun cukup terbuka lebar. Atlet Jabar sempat mengisi tim Pelatnas Putra yakni Adhiguna Widianoro, namun dia mengundurkan diri,” ujar Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengprov PBI Jabar, Hermawan saat ditemui di Siliwangi Bowling Center, Jalan Lombok Kota Bandung, Kamis (8/3/2018).

Keuntungan sebagai tuan rumah Asian Games XVIII/2018 bisa membuka peluang Indonesia meraih medali emas dari cabang olahraga bowling cukup terbuka lebar. Hal ini melihat pada pengalaman SEA Games 2015 di Kuala Lumpur, dimana Malaysia sebagai tuan rumah mampu mengalahkan dominasi Singapura dan menjadi juara umum di cabang olahraga bowling.

“Ini yang bisa dimanfaatkan Indonesia sebagai tuan rumah. Atlet kita bisa lebih mengenal lane bowling yang akan digunakan. Bahkan di test event kemarin, hanya diikuti oleh atlet Indonesia tanpa mengundang atlet dari negara Asia lainnya. Itu akan jadi keuntungan kita.” tegasnya.

(ageng/DH)