spot_imgspot_img
Senin 12 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8179

Sudrajat: Mari Berdemokrasi Secara Sehat, Jangan Menanggapi Aspirasi dengan Emosi

0
(FOKUSJabar/Ibenk)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Calon Gubernur (Cagub) Jawa Barat nomor urut 3 Sudrajat mengatakan, apa yang dia sampaikan pada saat debat publik kedua di Balairung Depok, Senin (14//5/2018), masih ada dalam koridor demokrasi.

“Saudara-saudara sekalian apa yang sudah saya sampaikan itu dalam koridor demokrasi. Dimana aspirasi itu bebas untuk disampaikan, begitu juga dengan cita-cita dari masing-masing Paslon,” katanya seusai menghadiri undangan Badan Pengawas Pemilu Jawa Barat untuk dimintai klarifikasi, Sabtu kemarin (19/5/2018) .

Dia juga mengajak kepada masyarakat Jawa Barat untuk berdemokrasi secara sehat dan cerdas maksudnya, jangan sampai aspirasi ditanggapi dengan emosi.

“Saya hanya mengajak kepada seluruh masyarakat semuanya, marilah kita berdemokrasi secara sehat dan secara pandai, dan cerdas. Jangan menggunakan emosi tetapi semua dalam ukuran-ukuran demokrasi yang kita fahami bersama,” ucap dia.

Dia menegaskan, masyarakat Jawa Barat harus bisa bersama-sama menjaga diri serta harus mempunyai etika. Dalam berdemokrasi, katanya, seorang politisi harus mempunyai cara-cara yang lebih bermartabat.

(Ibenk/Bam’s)

Kang Emil: Banjar Harus jadi Kota Tujuan Pariwisata

0
(FOKUSJabar/Boip)

BANJAR, FOKUSJabar.id: Kunjung Ridwan Kamil (RK) disambut hangat warga Kota Banjar. Mengenakan peci hitam dan pakaian putih kang Emil sapaan akrab calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 1 ini melakukan dialog dengan wargi pasar Banjar.

Menurut dia, Kota Banjar ini sudah baik dan harus ditingkatkan lagi pembangunanya. Apalagi dari sektor pariwisata masih sangat jauh perlu ada konsep yang bagus.

“Terutama sektor pariwisatanya di Banjar sangat kurang. Maka jangan sampai Banjar hanya untuk didengar saja tetapi harus menjadi tujuan orang datang untuk berpariwisata,” jelas dia, Minggu (20/05/2018).

Emil punya strategi khusus untuk sektor pariwisata. Oleh karena itu dia berjanji bila terpilih menjadi Gubernur ia akan memperhatikan Banjar dari berbagai sektor terutama pariwisata.

(Boip/Bam’s)

Ini Janji Cagub No1 untuk Kota Banjar

0
(FOKUSJabar/Boip)

BANJAR, FOKUSJabar.id: Calon Gubernur (Cagub) Jawa Barat, Ridwan Kamil (Kang Emil) blusukan ke pasar Induk Banjar, Minggu (20/05/2018) siang. Emil meninjau langsung pergerakan perekonomian masyarakat setempat.

“Saya datang ke Banjar untuk meninjau langsung bagaimana kondisi perkonomian masyarakatnya terutama di pasar,” ucapnya.

Kang Emil berjanji akan memberikan resep jitu untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bandung yang juara di tingkat nasional. Karena bagi dia, peningkatan kesejahteraan adalah tolak ukur untuk mencapai kebahagiaan masyarakat.

“IPM Kota Bandung juara tingkat nasional, tentu itu berkat ide gagasan saya. Sehingga saya nanti bila menjadi Gubernur akan memberikan resep itu untuk Kota Banjar siapapun yang terpilih,” pungkasnya.

(Boip/Bam’s)

Banyak Penyelewengan DD karena Belum Ada Sistem

0
ilustrasi (Web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Kapolda Jabar, Irjen Pol Agung Budi Maryoto menegaskan, tahun 2017 lalu pihaknya menangani sembilan kasus penyelewengan Dana Desa (DD). Lima diantaranya sudah P21. Sementara tahun ini, terdapat lima kasus laporan masyarakat.

Direktur Pelaksanaan Anggaran Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Didyk Choiroel mengungkapkan, penyelewengan DD banyak terjadi pada saat pembagian tahap pertama dan kedua tahun 2015.

” Mungkin pada saat itu masih euforia. Selain itu, kita juga belum memiliki sistem monitoring evaluasi yang efektif,” sebut  Didyk.

Berbeda dengan tahun 2017, sistem penyaluran DD lebih efektif sehingga memperkecil ruang penyelewengan bagi Kepala Desa (Kades) dan perangkatnya.

Mulai tahun 2017, penyaluran DD melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). Dengan begitu, dana dari kas negara diterima oleh kas Pemerintah Daerah (Pemda). Tentunya harus menyampaikan bukti-bukti yang pembangunan oleh desa.

” Pemda harus menyampaikan laporan tentang adanya Peraturan Daerah (Perda) APBD, APBDes. Kemuadian dilihat ada evaluasi perencanaan dan output. Nah itu yang membuat Pemda dan Desa lebih berhati-hati,” ungkap Didyk.

(Ibenk/Bam’s)

Setelah Asyik, Hasanah juga Dipanggil Bawaslu Jabar

0
Ketua Bawaslu Jabar Harminus Koto. (FOKUSJabar/Ibenk)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Ketua Bawaslu Jabar, Harminus Koto mengungkapkan, pihaknya memanggil Paslon Gubernur-Wakil Gubernur nomor urut 2 Hasanudin-Anton Charliyan (Hasanah), Minggu (20/5/2018).

Pemanggilan Hasanah dan timnya masih berkaitan dengan debat publik Pilgub kedua di Depok, Senin (14/5/2018) lalu.

” Paslon no2 dipanggil karena kejadian yang kemarin di debat publik,” kata Harminus.

Harminus mengatakan, pihaknya menilai bahwa pada saat debat publik itu tim Hasanah terdengar meneriakkan Jokowi. Sehingga patut diduga telah melakukan pelanggaran tata tertib debat Pilgub Jabar kedua.

” Hal serupa kan menyebut-nyebut nama Presiden,” ucap Harminus.

Meskipun surat pemanggilan dilayangkan kepada Hasanah Jumat (18/5/2018), tetapi sampai Sabtu pukul 17.00 WIB,  pihaknya belum menerima konfirmasi dari Hasanah.

(Ibenk/Bam’s)

Alumni SMPN-2 Ciamis Gelar Buka Bersama

0
ciamis
(FOKUSJabar/Husen Maharaja)

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Ikatan kekeluargaan alumni Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri-2 Ciamis sampai saat ini masih terjalin kuat kendati dalam keseharian jarang bertemu karena mempunyai kesibukan masing-masing.

Bukti masih kuatnya ikatan kekeluargaan alumni SMPN-2 angkatan 1987 tersebut bisa terlihat saat sejumlah alumni menggelar buka bersama disalah satu rumah makan.

Terlihat mereka akrab bercengkrama tanpa canggung seperti saat sedang sekolah dahulu. Dan para alumni tersebut saat bersilaturahmi antar rekan didampingi isti dan suami masing-masing sehingga benar-benar acara temu kangen tersebut bebas dari prasangka tidak baik karena saat sekarang ini masing-masing sudah mempunyai keluarga.

“Kebetulan tahun ini kami kedatangan teman sekolah yang puluhan tahun tidak bertemu karena Dia tinggal di negara Jerman,” kata Dadang Gunari Ketua Ikatan Alumni SMPN-2 Ciamis.

Dadang mengatakan, dengan kedatangan salah satu alumni ke Indonesia untuk bertemu dengan para Alumni saat ini merupakan satu kesempatan yang langka karena tidak bisa bertemu setiap saat.

“Jangankan bertemu dengan yang beda negara dengan teman-teman satu kota saja jarang akibat kesibukan masing-masing. Maka acara saat ini merupakan moment sangat penting bagi kami untuk silaturahmi dalam upaya lebih mempererat persodaraan,” ungkapnya.

(Husen Maharaja/DAR)

Tak Masuk Rilis Ustadz Kemenag, Ini Kata Ustadz Abdul Somad, Bahctiar Nasir dan Arifin Ilham

0

JAKARTA.FOKUSjabar.co.id: Nama Bachtiar Nasir, Ustad Arifin Ilham, Buya Yahya dan Ustad Abdul Somad tak termasuk dalam rilis 200 nama penceramah yang dirilis Kemenag. Bagaimana tanggapan mereka?

“Nanti saya akan coba klarifikasi,” kata Bachtiar di Hotel Bidakarta, Jakarta Selatan, Jumat (18/5/2018).

Bachtiar yang merupakan anggota Dewan Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-Ulama) tersebut mengatakan 200 penceramah terlalu sedikit apabila dibandingkan dengan total jumlah penceramah di Indonesia. Dia pun menduga Kemenag masih akan memperbarui daftar penceramah yang direkomendasikan itu.

“Merilis seperti itu kan memang untuk kepentingan kementerian bukan berarti kalau namanya nggak masuk kemudian nggak resmi. Mungkin masih proses yang lain masih dimasukin, karena kan banyak sekali ustaz,” tuturnya.

Malahan, Bachtiar sedikit berkelakar bila Kemenag kemungkinan tak mengenalnya. Dia pun berencana bersilaturahmi ke Kemenag.

“Kalau sudah kenal lain lagi, mungkin belum kenal aja,” ujarnya.

Melalui unggahan di akun media sosial Instagram miliknya, Ustadz Abdul Somad akhirnya memberi jawaban terkait alasan dia tidak masuk dalam daftar 200 mubalig yang dirilis Kemenag tersebut.

Ustadz yang akrab disapa UAS itu Sabtu (19/5/2018) mengunggah tangkapan layar percakapannya dengan seseorang di aplikasi berbalas pesan instan WhatsApp.

“Bagaimana tanggapan ustadz: Ustad tdk termasuk dlm 200 mubaligh rujukan KEMENAG?” tanya seseorang kepada Abdul Somad.

Berdasarkan balasan ustadz asal Pekanbaru itu, dia tidak masuk daftar karena jadwalnya penuh hingga tahun 2020 mendatang.

“Sebab kemenag tidak ingin mengecewakan masyarakat. Karena saya penuh sampai 2020,” balas Ustaz Abdul Somad.

Sebelumnya Kemenag meluncurkan daftar 200 nama penceramah yang direkomendasikan. Daftar itu dirilis mengingat Kemenag kerap mendapat pertanyaan tentang rekomendasi penceramah atau mubalig. Menag Lukman Hakim Saifuddin menyebut 200 nama penceramah itu telah memenuhi tiga kriteria yaitu mempunyai kompetensi keilmuan agama yang mumpuni, reputasi yang baik, dan berkomitmen kebangsaan yang tinggi.

Lukman mengatakan daftar nama tersebut merupakan rilis awal yang dihimpun dari masukan tokoh agama, ormas keagamaan, dan tokoh masyarakat. Jumlah daftar ini tentu akan terus bertambah seiring dengan masukan dari berbagai pihak.

(dar)