spot_imgspot_img
Kamis 13 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Heboh Dugaan Pelecehan Al-Qur’an di The Sounds Project, Ulama Tasikmalaya Sampaikan 4 Sikap

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kecaman keras terus mengalir dari pelbagai elemen masyarakat atas dugaan pelecehan Al-Qur’an dalam festival musik The Sounds Project di Ancol, Jakarta Utara.

Salah satu stan pameran mempromosikan produk dengan memberikan tantangan hafalan Al-Qur’an Surah Ad-Duha kepada pengunjung. Mirisnya, pengelola stan menyediakan minuman beralkohol merek Newport sebagai hadiah.

Baca Juga: Bukan Sekadar Ziarah, Pramuka Tasikmalaya Bawa Pesan Penting untuk Generasi Muda di Era Digital

Aksi tersebut memicu kemarahan umat Islam karena menodai kemuliaan kitab suci Al-Qur’an.

Ulama kharismatik Tasikmalaya sekaligus Pimpinan Ponpes Miftahulhuda Jamauziyyah Mangkubumi, KH. Yan Yan Al-Bayani, mengutuk keras aksi penistaan tersebut. Ia mendesak Polda Metro Jaya segera menangkap pelakunya.

“Seluruh ulama dan umat Islam di Kota Tasikmalaya, dengan tegas mengutuk aksi penistaan dan pelecehan Al-Qur’an yang selama ini sangat dimuliakan dan dijunjung tinggi seluruh umat muslim. Ini sudah sangat keterlaluan dan mencederai hati kami semua sebagai umat Islam,” tegas Yan Yan Al-Bayani dalam keterangannya, Kamis (13/8/2026).

Empat Poin Pernyataan Sikap Ulama Tasikmalaya

Yan Yan menegaskan bahwa pelaku sudah melompati batas nilai agama. Tindakan menukarkan ayat suci dengan minuman beralkohol sangat bertentangan dengan ajaran Islam.

Merespons keresahan warga, Yan Yan Al-Bayani menyampaikan empat pernyataan sikap resmi dari para ulama dan kaum muslim Tasikmalaya:

  • Mendesak kepolisian, khususnya Polda Metro Jaya, untuk mengusut kasus ini secara tuntas, memeriksa seluruh panitia acara, dan menangkap pelaku pelecehan Al-Qur’an.
  • Mencabut izin perusahaan pembuat minuman beralkohol yang memproduksi hadiah tantangan hafalan Surah Ad-Duha tersebut.
  • Mengajak seluruh umat Islam untuk terus menjaga kesucian Al-Qur’an serta mengamalkan isinya dalam kehidupan sehari-hari.
  • Mendesak pemerintah dan DPR RI agar segera merevisi pasal penistaan agama guna memberikan hukuman seberat-beratnya kepada pelaku.

Imbauan Tetap Tenang dan Tidak Terprovokasi

Kendati gelombang protes bergulir deras, Yan Yan mengimbau masyarakat luas agar tetap menyikapi persoalan ini secara bijak dan kepala dingin.

Ia meminta umat Islam menjaga persatuan nasional dan tidak terpancing provokasi yang dapat merugikan banyak pihak.

(Seda)

spot_img

Berita Terbaru