BOGOR,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Bogor mempercepat penataan lahan di sepanjang Jalan Bojonggede-Kemang (Bomang) secara bertahap. Penataan ini berjalan sesuai petunjuk Bupati Bogor dengan melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).
Pemerintah daerah tidak memfokuskan lahan Bomang untuk satu kegiatan saja. Setiap sektor menempati area khusus sesuai fungsi dan kebutuhan instansi terkait.
Baca Juga: Bupati Bogor Finalisasi Perubahan APBD 2026, Program Prioritas Diminta Segera Dituntaskan
Koordinator Ketahanan Pangan Bomang Kapten Inf. Wawan menjelaskan pemetaan kawasan ini terbagi menjadi 20 area terpadu.
“Jadi semuanya ada 20 area. Area 1 dimulai dari lampu merah Jampang dan berakhir di Area 20 setelah rel. Namun, Area 20 tidak memungkinkan untuk pertanian karena terlalu dekat dengan hutan kota. Jadi, area tersebut akan menjadi bagian dari hutan kota,” ujar Kapten Inf. Wawan, Senin, 28 September 2026.
Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) mengelola porsi lahan paling luas untuk sektor pertanian dan perkebunan.
“Untuk dinas-dinas lain, mereka menempati porsi lahan masing-masing, sesuai dengan kapasitas dan kebutuhan lahan masing-masing. Untuk pertanian memang fokusnya Distanhorbun,” jelasnya.
Berbagai OPD lain mulai membangun fasilitas pendukung. Dinas Perikanan menyiapkan instalasi bioflok pada salah satu blok lahan.
Kemudian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyartakan lahan serta menyiapkan area hijau.
Dinas Perhubungan membenahi aspek keselamatan lalu lintas dengan memasang rambu di beberapa persimpangan Jalan Bomang.
Pengembang kawasan juga memplot area khusus untuk destinasi ekowisata. Kapten Wawan menegaskan area ekowisata siap memasuki tahap pembenahan berdasarkan konsep awal.
Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menggarap Area 5 dan Area 6. Alat berat sudah meratakan serta mengupas permukaan tanah di Area 5.
Sementara itu, Area 6 menampung lahan CSR yang berguna sebagai tempat karantina tanaman relokasi. Penataan area tersebut menyesuaikan fungsi lahan yang sedang berjalan.
“Untuk dinas-dinas yang lain, sesuai dengan fungsi masing-masing. Jadi, masing-masing menempati porsi sesuai kapasitas dan kebutuhan lahan,” katanya.
Gunakan Alat Berat dan Tetap Jaga Kontur Tanah
Tim lapangan mengerahkan armada alat berat demi mempercepat pembenahan lahan. Tiga unit ekskavator langsung bekerja saat Bupati Bogor meninjau lokasi.
Petugas kemudian menambah satu unit traktor guna meratakan lahan yang sulit.
“Sekarang ada tambahan lagi traktor. Mereka sudah mengerjakan di area sana. Area yang paling berat dan belum tuntas adalah Area 3 karena panjangnya sekitar 1,3 kilometer,” ungkapnya.
Meskipun mengerahkan alat berat, tim tidak meratakan seluruh permukaan kawasan. Tim tetap memperhatikan kondisi asli kontur tanah.
Kapten Wawan membiarkan sebagian tebing dan ceruk tanah tetap alami demi menahan badan jalan. Perubahan kontur ekstrem bisa mengancam kestabilan struktur jalan raya.
“Kalau seluruhnya rata, otomatis akan berpengaruh terhadap kontur jalan. Maka dibiarkan mengikuti posisi tanah sebagai penahan jalan dan tebing,” jelasnya.
Pembagian kawasan menjadi 20 area mempermudah setiap OPD menjalankan program kerja.
Melalui strategi terpadu ini, Pemkab Bogor mengembangkan jalur Bomang secara berkelanjutan. Sektor pertanian, perikanan, lingkungan hidup, perhubungan, olahraga, hingga ekowisata tumbuh berdampingan.
(Jingga Sonjaya)



