spot_imgspot_img
Kamis 8 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 233

Prabowo Subianto Luncurkan Motor Listrik Nasional

0
Prabowo Subianto motor listrik fokusjabar.id
Motor Listrik Nasional (foto: web)

BEKASI, FOKUSJabar.id: Presiden Prabowo Subianto menilai pengembangan motor listrik nasional atau molinas dapat menjadi gambaran nyata penerapan konsep Indonesia Incorporated.

Hal tersebut di sampaikan saat peluncuran motor listrik nasional beserta ekosistem pendukungnya di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 13 Agustus 2026.

BACA JUGA:

BGN Buka Kanal Khusus untuk Guru

Menurut Prabowo, hadirnya motor listrik nasional merupakan hasil kerja bersama yang melibatkan berbagai kekuatan di dalam negeri. Kolaborasi tersebut mencakup perusahaan swasta, BUMN, pelaku usaha hingga kalangan akademisi.

Konsep Indonesia Incorporated yang di maksud Prabowo merupakan semangat untuk menyatukan berbagai elemen nasional agar dapat bekerja secara bersama-sama dalam memperkuat perekonomian sekaligus kemampuan Indonesia.

Ia menekankan, kekuatan tersebut harus mencakup berbagai lapisan. Baik kelompok yang kuat maupun yang masih membutuhkan dukungan.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang mengambil bagian dalam proses pengembangan motor listrik nasional.

Ia menyebut kontribusi perusahaan swasta, BUMN, pengusaha, wiraswasta serta institusi akademik sebagai bagian penting dalam membangun kemampuan nasional.

“Di sini saya ingin ucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan kepada semua unsur dari perusahaan-perusahaan swasta, para entrepreneur, wiraswasta, BUMN, akademis yang menghasilkan para pakar yang merupakan inti daripada research and development dari Litbang,” ujar Presiden di kutip antara.

Presiden juga menyoroti pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi sebuah negara di tengah perkembangan zaman.

Menurutnya, kemampuan mengembangkan sekaligus memanfaatkan teknologi menjadi salah satu faktor yang menentukan kekuatan suatu bangsa pada era modern.

BACA JUGA:

Menkeu: Pengawasan Anggaran Program MBG Diperketat

Karena itu, kerja sama antara pemerintah, sektor usaha dan lingkungan akademik di nilai perlu terus di perkuat.

Kolaborasi lintas sektor tersebut di perlukan untuk meningkatkan kemampuan Indonesia dalam menguasai teknologi sekaligus mendorong pertumbuhan industri yang berbasis pada kekuatan dalam negeri.

Prabowo dalam acara tersebut juga memberikan apresiasi kepada sejumlah pengusaha yang hadir. Mereka adalah Anindya Novyan Bakrie, James Tjahaja Riady, Wishnu Wardhana, dan Hapsoro Sukmonohadi. Presiden menyebut para pengusaha tersebut sebagai “pejuang-pejuang ekonomi.”

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi sebelumnya menjelaskan bahwa program motor listrik nasional tidak berhenti pada peluncuran satu merek maupun satu model kendaraan.

Pemerintah menyiapkan molinas sebagai bagian dari pembangunan sebuah ekosistem kendaraan listrik yang melibatkan berbagai sektor.

Ekosistem tersebut nantinya mencakup sejumlah aspek penting. Mulai dari industri dan manufaktur hingga penyediaan komponen serta baterai.

Pengembangan infrastruktur pengisian daya dan penggantian baterai juga menjadi bagian dari ekosistem yang di siapkan.

Selain itu, pengembangan molinas akan di dukung sektor pembiayaan, distribusi serta layanan purnajual.

Pemerintah juga akan mendorong penguatan penyerapan pasar agar keberadaan motor listrik nasional dapat berkembang secara berkelanjutan.

Dalam pembangunan ekosistem tersebut, PT Len Industri di tunjuk untuk menjalankan peran sebagai integrator utama.

Perusahaan tersebut akan mengorkestrasi kolaborasi berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengembangan ekosistem motor listrik nasional.

BACA JUGA:

Skema Orang Berduit Dilarang Gunakan BBM Pertalite Segera Diterapkan

Prasetyo mengatakan, pengembangan ekosistem kendaraan listrik di harapkan memberikan dampak yang lebih luas terhadap industri nasional.

Program tersebut di targetkan mampu memperkuat hilirisasi, meningkatkan kapasitas manufaktur, serta memperkuat rantai pasok yang berasal dari dalam negeri.

Selain memperkuat sektor industri, pengembangan motor listrik nasional juga di nilai dapat membuka peluang ekonomi baru.

Kesempatan tersebut mencakup penciptaan lapangan kerja serta peningkatan keterlibatan UMKM maupun koperasi dalam ekosistem kendaraan listrik nasional.

“Pada saat yang sama, pengembangan motor listrik akan di arahkan untuk mendukung ketahanan energi melalui pengurangan ketergantungan terhadap BBM dan peningkatan pemanfaatan energi listrik,” ucap Prasetyo.

Melalui pengembangan molinas dan ekosistem pendukungnya, pemerintah berharap kemampuan industri dalam negeri semakin kuat.

Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperluas penguasaan teknologi, memperkuat rantai industri nasional, serta mendorong kerja sama berbagai elemen melalui semangat Indonesia Incorporated.

(Jingga Sonjaya)

Sambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, KWT Tasikmalaya Buat Olahan Berkualitas

0
tasikmalaya fokusjabar.id
Wakil Wali Kota Dicky Candra bersama Sekretaris Komisi IV DPRD Evi Silviani dan Kepala DKP3 Ely Suminar, saat meninjau stand makan pangan olahan di Gedung BPP Cipedes (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI sangat terasa berbeda di halaman Kantor Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya Jawa Barat (Jabar).

Emak-emak dari Kelompok Wanita Tani (KWT) binaan BPP Kecamatan Cipedes gelar lomba produk pangan olahan, kreasi seni KWT, kebun KWT, pameran dan bazar serta berbagai kegiatan menarik lainnya.

BACA JUGA:

Bukan Sekadar Ziarah, Pramuka Tasikmalaya Bawa Pesan Penting untuk Generasi Muda di Era Digital

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra Negara menyampaikan apresiasi dan pujian atas inovasi olahan pangan yang di hasilkan KWT.

Acara tersebut juga di hadiri Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya Evi Silviani, Kepala DKP3, Ely Suminar, para lurah, tim penyuluh pertanian serta sejumlah tamu penting lainnya.

Dicky Candra mengungkapkan, [roduk olahan pangan KWT ternyata hasilnya luar biasa dan sangat inovatif. Bahkan ada beberapa produk olahan yang memiliki pangsa pasar dan potensi besar untuk di kembangkan.

“Setelah di cicipi, ternyata makanan olahan yang di buat KWT sangat luar biasa. Rasanya enak dan gurih walaupun berbahan hasil pertanian dari ubi jalar, kelapa. Ini perlu di kembangkan sehingga menjadi potensi ekonomi lokal masyarakat,” ungkap Dicky Candra.

Menurutnya, dengan promosi yang tepat dan dukungan bahan baku yang cukup serta modal, produk-produk pangan olahan KWT Kecamatan Cipedes bisa bersaing dan naik kelas serta bisa menembus pasar yang lebih luas (regional dan nasional).

BACA JUGA:

Petani Milenial Tasikmalaya Terapkan TABELA, Targetkan Produktivitas Padi hingga 10 Ton per Hektare

Dicky Candra menjelaskan, para anggota KWT tidak berasal dari kalangan ekonomi yang mapan dan berlebih. Karenanya mereka sangat membutuhkan dorongan, bantuan hingga kerja sama dari pihak pemerintah  atau Aghnia guna memperlancar produksi dan pengembangan sisi pemasaran produk.

“Pemerintah tentu tidak akan tinggal diam untuk membantu. Tapi kami harus jujur bahwa dengan kondisi fiskal saat ini yang belum stabil, tentu tidak akan maksimal dalam memberikan bantuan. Meski begitu, pemerintah tetap bergerak untuk mendorong ibu-ibu KWT agar terus berkarya dan berinovasi,” paparnya.

Aktor senior itu bahkan mencontohkan, di mana pernah ia temui, kisah seorang penjual susu kedelai yang setiap hari keliling di area terminal untuk menjual susu kedelai. Namun berkat kolaborasi dan dukungan dari para aghnia, usaha kecil itu kini berkembang besar dan bahkan rutin berbagi bantuan ke sesama hingga miliaran rupiah.

BACA JUGA:

Petugas Hadapi Ular Kobra Berbisa Saat Evakuasi Jenazah Perempuan dari Sumur Tua di Tasikmalaya

“Beliau sukses karena mau bersinergi. Nah, KWT kita juga bisa seperti itu. Mereka tidak bisa berdiri sendiri. Perlu ada yang membantu segala macamnya, mempromosikan dan menguatkan,” ucapnya.

Dicky Candra menyampaikan rasa bangga dan salut atas semangat ibu-ibu KWT BPP Cipedes. Menurutnya, kegiatan seperti ini membuktikan bahwa pemberdayaan perempuan di bidang pertanian dan pangan bisa menjadi penggerak ekonomi lokal.

“Saya berharap, KWT di wilayah lain bisa mencontoh semangat inovasi ibu-ibu KWT Kecamatan Cipedes Kita dorong agar menjadi kelompok yang kreatif untuk kemajuan perekonomian Kota Tasikmalaya,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dalam membangun daerah. Perlu sinergi dan gotong royong dengan berbagai elemen masyarakat, dunia usaha dan para dermawan.

(Seda)

IMTI Petakan Wisata Ramah Muslim di Jabar, Penilaian Dimulai dari Depok hingga Bandung

0
wisata ramah muslim IMTI fokusjabar.id
Kunjungan Tim Penilai Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) di Masjid At-Thohir (foto: depok.go.id)

DEPOK, FOKUSJabar.id: Pemerintah Jawa Barat (Jabar) kembali menjadi perhatian dalam pengembangan wisata ramah muslim di Indonesia. Setelah meraih peringkat pertama dalam penilaian Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025, kini kembali menjalani evaluasi untuk memastikan kesiapan destinasi wisata ramah muslim di berbagai daerah.

Penilaian tersebut di lakukan oleh Tim IMTI dengan menyusuri sejumlah wilayah di Jawa Barat. Proses evaluasi mencakup beberapa daerah. Mulai dari Kota Depok, Bogor, Karawang, Kabupaten Bandung Barat hingga Kota Bandung.

BACA JUGA:

Bekas TPS Liar di Limo Terindikasi Radioaktif, DLHK Depok Siapkan Penanganan

Ketua Tim Penilai IMTI, Tawfiq Ikhtianto mengatakan, Jawa Barat sebelumnya berhasil menempati posisi teratas setelah penilaian di lakukan terhadap 15 provinsi di Indonesia.

Capaian itu menjadi salah satu indikator perkembangan wisata ramah muslim di Jawa Barat.

Menurut Tawfiq, Jawa Barat juga pernah memperoleh penghargaan serupa dalam ajang yang di selenggarakan di Singapura. Namun, capaian pada tahun sebelumnya tidak menjadi dasar untuk menentukan hasil penilaian berikutnya.

“Alhamdulillah, Jawa Barat tahun kemarin paling tinggi dan mendapatkan peringkat pertama. Namun, pada penilaian IMTI 2026 akan di lakukan evaluasi kembali secara objektif untuk memastikan setiap daerah memperoleh penilaian yang sesuai dengan kondisi di lapangan,” jelasnya.

Evaluasi IMTI tersebut menjadi bagian dari upaya untuk terus mendorong pertumbuhan destinasi wisata yang mampu memenuhi kebutuhan wisatawan muslim.

Penilaian di lakukan agar setiap daerah memiliki gambaran mengenai aspek yang perlu di tingkatkan dalam memberikan layanan kepada wisatawan.

Tawfiq menjelaskan, pengembangan wisata ramah muslim tidak hanya berkaitan dengan keberadaan destinasi wisata. Lebih jauh, konsep tersebut di harapkan dapat di wujudkan melalui peningkatan kualitas layanan dan fasilitas. Sehingga keberadaannya benar-benar dapat di rasakan oleh masyarakat maupun wisatawan.

BACA JUGA:

Polsek Beji Depok Amankan Lima Remaja Diduga Hendak Tawuran, Dua Bawa Parang

“Tujuannya untuk pengembangan wisata ramah muslim. Sehingga masyarakat dapat merasakan keberadaannya,” jelas Dia.

IMTI sendiri merupakan indeks yang di gunakan untuk mengukur kesiapan sekaligus daya saing destinasi wisata ramah muslim di Indonesia.

Dalam penyusunannya, IMTI mengacu pada kerangka Global Muslim Travel Index (GMTI).

Jawa Barat menjadi salah satu provinsi yang mendukung pengembangan destinasi wisata ramah muslim berkelas dunia.

Perkembangan sektor tersebut di Jawa Barat juga di nilai cukup baik. Sehingga mendapat perhatian dalam upaya penguatan wisata ramah muslim di Indonesia.

Aspek yang di nilai oleh tim juga tidak terbatas pada akses perjalanan menuju suatu destinasi. Tim IMTI turut melihat berbagai fasilitas dan tempat yang berkaitan dengan kegiatan pariwisata. Termasuk hotel, museum, serta sejumlah fasilitas lainnya.

Melalui penilaian tersebut, kondisi setiap daerah dapat di petakan secara lebih menyeluruh. Hasil evaluasi di harapkan dapat menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas destinasi wisata ramah muslim di Jawa Barat sekaligus memperkuat daya saing pariwisata di tingkat yang lebih luas.

Dengan evaluasi yang di lakukan secara objektif berdasarkan kondisi di lapangan, pengembangan wisata ramah muslim di Jawa Barat di harapkan tidak hanya mempertahankan capaian yang telah di raih pada IMTI 2025.

Penilaian IMTI 2026 juga menjadi kesempatan bagi setiap daerah untuk terus memperbaiki layanan, fasilitas serta kesiapan destinasi dalam memenuhi kebutuhan wisatawan muslim.

(Jingga Sonjaya)

Tak Perlu Repot, Sewa Goldenbird Kini Bisa Dipesan Tanpa Download Aplikasi

0
BANDUNG, FOKUSjabar.id
Bluebird Group menghadirkan dua kanal digital untuk layanan Goldenbird, yakni aplikasi MyBluebird dan web reservation -Ist- (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Bluebird Group terus memperluas kemudahan akses layanan sewa kendaraan Goldenbird. Langkah ini merespons tren masyarakat yang semakin mengandalkan kanal digital untuk merencanakan perjalanan.

Penggunaan kanal digital untuk penyewaan kendaraan di Indonesia kini menyentuh angka 70 persen dari total pemesanan. Fenomena ini membuktikan tingginya kebutuhan pelanggan terhadap sarana transportasi yang praktis dan terintegrasi.

Baca Juga: Tak Cukup PJU di Tengah Jalan, Bandung Siapkan Pola Zig-Zag untuk Terangi Soekarno-Hatta

Menjawab perubahan gaya hidup tersebut, Bluebird Group menghadirkan dua pilihan kanal digital untuk layanan Goldenbird, yakni aplikasi MyBluebird dan situs web reservation.

Melalui kedua platform ini, calon penumpang dapat memeriksa informasi layanan, memilih jenis armada, menghitung estimasi biaya, serta mereservasi kendaraan.

Chief Marketing Officer PT Blue Bird Tbk, Monita Moerdani, membeberkan alasan meluncurkan dua pilihan ini.

“Bagi kami, kemudahan reservasi bukan hanya menyediakan akses digital, tetapi juga memberikan pilihan kanal yang sesuai dengan kebutuhan. Melalui MyBluebird dan web reservation, pelanggan dapat memilih cara yang paling nyaman untuk mengakses dan melakukan reservasi Goldenbird,” kata Monita, Kamis (13/8/2026).

Fitur Lengkap Aplikasi MyBluebird vs Kemudahan Web Reservation

Monita menjelaskan bahwa aplikasi MyBluebird menawarkan pengalaman perjalanan yang lebih personal. Pengguna aplikasi bisa memantau posisi armada, menyimpan metode pembayaran, serta memanfaatkan fitur In-App Chat dengan pengemudi.

Selain itu, aplikasi ini menyajikan program berlangganan voucher hemat dan penukaran poin EZPoint.

Di sisi lain, platform web reservation hadir memanjakan pengguna baru yang membutuhkan proses cepat. Wisatawan mancanegara atau pelanggan baru bisa memesan kendaraan lewat guest mode tanpa harus mengunduh aplikasi terlebih dahulu.

Pilihan Armada dan Fleksibilitas Pembayaran

Goldenbird siap melayani berbagai agenda mobilitas, mulai dari antar-jemput bandara, perjalanan bisnis, hingga liburan keluarga. Pengelola menyediakan tiga pilihan armada: Standard, Premium, dan Luxury.

Menariknya, Bluebird Group mengusung strategi Multi-Product, Multi-Channel, dan Multi-Payment (3M). Melalui web reservation, pelanggan dapat membayar menggunakan kartu kredit, kartu debit, Virtual Account, hingga QRIS.

“Bagi kami, yang terpenting adalah memastikan layanan Goldenbird dapat hadir untuk menjawab beragam kebutuhan mobilitas, dengan akses yang semakin mudah dan pengalaman yang tetap konsisten. Dengan menghadirkan pilihan kanal, layanan, dan metode pembayaran yang lebih fleksibel, kami ingin menjaga Goldenbird tetap relevan dengan kebutuhan dan gaya hidup masyarakat yang terus berkembang,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Heboh Dugaan Pelecehan Al-Qur’an di The Sounds Project, Ulama Tasikmalaya Sampaikan 4 Sikap

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Pimpinan Pondok Pesantren Miftahulhuda Jamauziyyah Tasikmalaya KH. Yan Yan Al-Bayani (ist)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kecaman keras terus mengalir dari pelbagai elemen masyarakat atas dugaan pelecehan Al-Qur’an dalam festival musik The Sounds Project di Ancol, Jakarta Utara.

Salah satu stan pameran mempromosikan produk dengan memberikan tantangan hafalan Al-Qur’an Surah Ad-Duha kepada pengunjung. Mirisnya, pengelola stan menyediakan minuman beralkohol merek Newport sebagai hadiah.

Baca Juga: Bukan Sekadar Ziarah, Pramuka Tasikmalaya Bawa Pesan Penting untuk Generasi Muda di Era Digital

Aksi tersebut memicu kemarahan umat Islam karena menodai kemuliaan kitab suci Al-Qur’an.

Ulama kharismatik Tasikmalaya sekaligus Pimpinan Ponpes Miftahulhuda Jamauziyyah Mangkubumi, KH. Yan Yan Al-Bayani, mengutuk keras aksi penistaan tersebut. Ia mendesak Polda Metro Jaya segera menangkap pelakunya.

“Seluruh ulama dan umat Islam di Kota Tasikmalaya, dengan tegas mengutuk aksi penistaan dan pelecehan Al-Qur’an yang selama ini sangat dimuliakan dan dijunjung tinggi seluruh umat muslim. Ini sudah sangat keterlaluan dan mencederai hati kami semua sebagai umat Islam,” tegas Yan Yan Al-Bayani dalam keterangannya, Kamis (13/8/2026).

Empat Poin Pernyataan Sikap Ulama Tasikmalaya

Yan Yan menegaskan bahwa pelaku sudah melompati batas nilai agama. Tindakan menukarkan ayat suci dengan minuman beralkohol sangat bertentangan dengan ajaran Islam.

Merespons keresahan warga, Yan Yan Al-Bayani menyampaikan empat pernyataan sikap resmi dari para ulama dan kaum muslim Tasikmalaya:

  • Mendesak kepolisian, khususnya Polda Metro Jaya, untuk mengusut kasus ini secara tuntas, memeriksa seluruh panitia acara, dan menangkap pelaku pelecehan Al-Qur’an.
  • Mencabut izin perusahaan pembuat minuman beralkohol yang memproduksi hadiah tantangan hafalan Surah Ad-Duha tersebut.
  • Mengajak seluruh umat Islam untuk terus menjaga kesucian Al-Qur’an serta mengamalkan isinya dalam kehidupan sehari-hari.
  • Mendesak pemerintah dan DPR RI agar segera merevisi pasal penistaan agama guna memberikan hukuman seberat-beratnya kepada pelaku.

Imbauan Tetap Tenang dan Tidak Terprovokasi

Kendati gelombang protes bergulir deras, Yan Yan mengimbau masyarakat luas agar tetap menyikapi persoalan ini secara bijak dan kepala dingin.

Ia meminta umat Islam menjaga persatuan nasional dan tidak terpancing provokasi yang dapat merugikan banyak pihak.

(Seda)

Empat Hari Dicari, Korban Terseret Arus Pangandaran Akhirnya Ditemukan 2 Km dari TKP

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: proses evakuasi korban

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Tim SAR gabungan menemukan korban yang terseret arus perairan Pangandaran dalam kondisi meninggal dunia, Kamis (13/8/2026).

Petugas mengonfirmasi penemuan jasad korban pada hari keempat pencarian. Jarak lokasi penemuan membentang sekitar 2 kilometer dari Titik Kejadian Perkara (TKP), tepatnya di Blok Karang Luhur.

Baca Juga: 7.973 Jiwa di Pangandaran Terdampak Kekeringan, Kemensos Langsung Beraksi

Koordinator Pos (Korpos) SAR Pangandaran, Edwin Purnama, menyebutkan bahwa keberhasilan pencarian ini melibatkan banyak unsur relawan dan aparat.

“Alhamdulillah korban yang diduga terseret arus telah diketemukan di sekitar 2 km dari TKP. Dengan bantuan dari rekan-rekan perahu pesiar kelompok 4, lalu ada SAR Barracuda, Pos TNI Angkatan Laut dan Satpol Air Polres Pangandaran,” ujar Edwin.

“Untuk lokasi penemuannya di Karang Luhur,” tambahnya.

Proses Evakuasi di Tengah Laut

Ketua SAR Barracuda, Sakio, menjelaskan bahwa tim bergerak cepat melakukan evakuasi seusai menerima laporan dari saksi mata.

“Setelah mendapat telepon dari saksi yang awal menemukan jenazah korban, pertama dievakuasi oleh Basarnas. Nah, setelah itu mendapat bantuan dari SAR Balawista,” kata Sakio.

Sakio mengungkapkan jasad korban mengalami perubahan bentuk fisik akibat empat hari mengapung di lautan. Petugas mendapati posisi korban mengambang telentang saat pertama kali menemukannya.

“Waktu tim temukan itu korban tergeletak. Cuman ada sedikit perubahan dari jasad awal ya. Karena memang sudah 4 hari. Kemungkinan itu awalnya dari benturan perahu ke ombak,” ujarnya.

“Untuk pakaian masih sebagian lengkap,” tambahnya.

Profesi Korban dan Imbauan Keselamatan

Korban mengantongi identitas bernama Sudirman. Almarhum mengadu nasib sehari-hari sebagai tekong perahu pesiar di Pantai Pangandaran.

“Saudara Sudirman ini sehari-harinya itu mencari pengunjung atau tamu untuk bisa ia bawa berwisata baik ke Pasir Putih maupun keliling Pangandaran melalui jalur laut,” jelas Sakio.

Menanggapi cuaca ekstrem yang kerap melanda wilayah pesisir, Sakio meminta seluruh nelayan dan pengemudi perahu untuk disiplin memakai alat keselamatan.

“Siapa pun yang melaut apalagi mau menyeberang pakai gelombang, itu wajib pakai jaket pelampung. Apalagi ini tekong pesiar, nah itu sudah pasti satu syarat mutlak itu wajib pakai life jacket atau jaket pelampung,” pungkasnya.

Seusai merampungkan proses identifikasi, petugas langsung menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga untuk menjalani proses pemakaman.

(Sajidin)

Tak Cukup PJU di Tengah Jalan, Bandung Siapkan Pola Zig-Zag untuk Terangi Soekarno-Hatta

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, Rasdian Setiadi di Balai Kota Bandung Kamis (13/8/2026) (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan menambah penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang koridor Jalan Soekarno-Hatta. Petugas mengeksekusi tahap awal mulai dari turunan Flyover Kopo hingga ruas Batununggal menggunakan 106 tiang dan 212 lampu.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, Rasdian Setiadi, menjelaskan bahwa petugas akan menancapkan PJU baru tersebut di median tengah jalan dengan ketinggian sembilan meter.

Baca Juga: Adzikry Fadlilah Kembali ke Persijap, Persib Ingin Sang Pemain Muda Pulang Lebih Matang

“Dalam waktu dekat, kita akan memasang PJU setinggi 9 meter di median tengah jalan, mulai dari turunan Flyover Kopo sampai ruas Batununggal,” kata Rasdian di Balai Kota Bandung, Kamis (13/8/2026).

Setiap tiang PJU menyangga dua setang lampu yang mengarah ke kanan dan kiri jalan. Melalui total 106 tiang, jumlah lampu terpasang mencapai 212 unit.

Berbagi Peran Bersama Pemprov Jawa Barat

Rasdian menegaskan bahwa proyek ini menjadi bagian dari strategi menyeluruh untuk menerangi Jalan Soekarno-Hatta. Pemkot Bandung telah menyepakati pembagian tugas bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menggarap ruas sisanya.

“Kita sudah sepakat untuk sharing dengan provinsi, di mana pihak provinsi akan membangun PJU sepanjang kurang lebih 7 kilometer dari Samsat sampai Bundaran Cibiru. Pembagian ini sudah diinstruksikan oleh Wali Kota dan Gubernur untuk segera ditindaklanjuti,” katanya.

Khusus area garapan Pemkot Bandung, Rasdian mengupayakan proses pemasangan berjalan mulai akhir Agustus 2026 atau paling lambat awal September.

“Pengerjaan dari turunan Flyover Kopo sampai Batununggal sudah bisa pada akhir Agustus ini, atau paling lambat awal September,” ucapnya.

Desain Lampu Zig-Zag untuk Jalur Lebar

Pemprov Jawa Barat merancang pola pemasangan berbeda untuk ruas kawasan Samsat hingga Bundaran Cibiru. Petugas akan menaruh PJU di sisi kanan dan kiri jalan.

Rasdian menyebut lebar Jalan Soekarno-Hatta pada kawasan tersebut menembus 25 hingga 30 meter. Hal itu membuat PJU di tengah jalan tidak sanggup menjangkau seluruh sudut secara maksimal.

“Karena lebar jalan di ruas tersebut mencapai 25 hingga 30 meter, PJU existing yang posisinya di tengah tidak bisa menerangi sisi paling kanan maupun kiri jalan,” jelasnya.

Dishub Bandung tetap mempertahankan PJU yang sudah berdiri di median tengah. Sementara itu, petugas menyusun lampu tambahan dari Samsat ke Bundaran Cibiru dengan pola zig-zag agar penerangan tersebar merata.

“Lampu existing di bagian tengah akan tetap bertahan, sementara pemasangan tambahannya akan zig-zag sampai ke Bundaran Cibiru,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)