spot_imgspot_img
Kamis 8 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 232

SDN 7 Ciamis Gelar Lomba Kaulinan Tradisional

0
SDN 7 Ciamis fokusjabar.id
Kegiatan lomba kaulinan tradisional di SDN 7 Ciamis

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Ratusan murid SDN 7 Ciamis Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar) ikut lomba permainan tradisional dan lomba permainan Pramuka.

Hal itu di benarkan Kepala SDN 7 Ciamis, Kiki Kohara. Menurut Dia, perlombaan permainan tradisional dan lomba permainan Pramuka untuk memberikan edukasi kepada para peserta didik tentang permainan masa lalu yang harus di lestarikan.

BACA JUGA:

Lewat Dongeng Sunda, Anak-anak Ciamis Diajak Menelusuri Jejak Leluhur Galuh

“Lomba ini kami gelar dalam momen peringatan hari Pramuka dan HUT ke-81 Kemerdekaan RI,” ungkapnya.

Kiki menuturkan, gelaran lomba permainan (Kaulinan) tradisional itu dalam upaya mengenalkan terkait permainan tradisional Sunda kepada anak didik.

“Lomba ini di gelar agar anak didik mencintai Kaulinan tradisional,” ucapnya.

Selain itu, dalam upaya membentuk karakter pribadi yang kuat kepada peserta didik melalui filosofi permainan tradisional, membangun kekompakan dan disiplin.

“Makna yang terkandung dalam setiap permainan itu adalah  pentingnya kerja sama dan disiplin dalam mencapai satu tujuan serta fokus terhadap cita cita serta tujuan yang di capai,” jelasnya.

Perlombaan yang di pertandingkan, Orah orayan, Ayam dan Musang, estafet gelas plastik, estafet bola tongkat, blind PBB dan lintas sungai.

BACA JUGA:

GOW dan IIDI Ciamis Gelar Talkshow Kesehatan Mental Perempuan, Bahas Cara Kelola Stres

“Alhamdulillah anak didik kami sangat antusias saat mengkiti lomba tradisional ini karena mungkin mereka baru mengetahuinya,” pungkas Kiki.

(Husen Maharaja)

PSGC Ciamis: Pemain Lokal Dapat Tempat di Liga 2

0
psgc ciamis fokusjabar.id
Tim PSGC Ciamis

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Persiapan PSGC Ciamis menuju Liga 2 musim 2026/2027 tidak hanya berbicara soal mendatangkan pemain berpengalaman. Di balik proses pembentukan skuad, Laskar Singacala juga membawa misi memberikan ruang lebih besar bagi talenta pesepak bola lokal.

Asisten Pelatih PSGC Ciamis, Eka Ramdani menegaskan, pemain lokal tetap menjadi perhatian dalam penyusunan skuad. Menurutnya, keberadaan pemain dari luar daerah maupun rencana kerja sama dengan Persib tidak boleh membuat potensi pesepak bola Ciamis kehilangan kesempatan.

BACA JUGA:

Pelatih PSGC Ciamis Heri Kiswanto Coret 7 Pemain dan Tunggu Keputusan Manajemen Soal Pemain Asing

Eka menyebut, pihaknya telah berkomunikasi dengan manajemen mengenai pentingnya mengakomodasi pemain daerah.

Ia ingin pemain Ciamis tidak sekadar menjadi pelengkap. Tetapi benar-benar memiliki kesempatan untuk berkembang dan bersaing.

“Saya sudah komunikasi sama manajemen. Tidak hanya mengakomodir dari Akademi Persib karena memang tujuan Persib bekerja sama dengan Ciamis itu untuk pengembangan pemain,” kata Eka.

Ia menegaskan, tim pelatih memiliki komitmen untuk tetap mengutamakan pemain lokal dalam proses pembentukan tim.

“Saya sama staf pelatih juga mengutamakan pemain dari Ciamis,” lanjutnya.

Komitmen tersebut menjadi penting karena PSGC Ciamis saat ini tengah membangun skuad yang akan tampil di kompetisi kasta kedua sepak bola Indonesia.

Persaingan yang semakin ketat membuat setiap pemain harus mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya untuk mendapatkan tempat.

Eka mengatakan, saat ini sudah ada dua pemain lokal Ciamis yang mendapat kesempatan mengikuti latihan bersama tim. Kesempatan tersebut menjadi tahap awal bagi pemain daerah untuk membuktikan kemampuan di level yang lebih tinggi.

BACA JUGA:

Eka Ramdani: PSGC Ciamis Masih Tunggu 4-6 Pemain Persib

Menurutnya, pintu bagi pemain lokal masih terbuka. Tim pelatih berharap, proses seleksi dan pematangan skuad dapat melahirkan lebih banyak pemain Ciamis yang mampu bersaing dengan pemain dari luar daerah.

Di sisi lain, PSGC memang tengah menjalin kerja sama dengan Persib. Sejumlah pemain dari klub asal Bandung tersebut di proyeksikan bergabung untuk memperkuat Laskar Singacala sekaligus menjadi bagian dari program pengembangan pemain.

PSGC di perkirakan mendapat tambahan sekitar empat hingga lima pemain dari Persib. Namun, kedatangan mereka masih menunggu izin dari tim Persib.

“Kalau dari Persib sekitar empat atau lima pemain. Kita masih menunggu karena Coach Igor juga belum bisa melepas mereka ke sini,” ujar Eka.

Bagi PSGC, kehadiran pemain dari Persib diharapkan dapat memberikan pengalaman dan kualitas tambahan. Namun, pada saat yang sama, pemain lokal tetap harus memiliki jalur untuk berkembang bersama tim.

Eka menilai, perpaduan antara pemain lokal dan pemain dari luar daerah justru dapat menjadi lingkungan yang baik bagi perkembangan talenta Ciamis.

Pemain muda daerah bisa mendapatkan pengalaman baru sekaligus belajar dari pemain yang memiliki jam terbang lebih tinggi.

Selain pemain dari Persib, PSGC juga masih menunggu kedatangan dua pemain asing untuk melengkapi komposisi tim. Pembentukan skuad pun masih berjalan dan belum sepenuhnya final.

Meski demikian, keberadaan pemain lokal tetap menjadi salah satu bagian penting dari rencana jangka panjang PSGC.

Tim pelatih ingin keberadaan klub tidak hanya menghadirkan prestasi di kompetisi. Tetapi juga menjadi wadah bagi pesepak bola muda Ciamis untuk berkembang.

Dengan demikian, Liga 2 musim 2026/2027 di harapkan tidak hanya menjadi panggung bagi pemain-pemain baru yang di datangkan PSGC.

Kompetisi tersebut juga menjadi kesempatan bagi talenta lokal untuk menunjukkan bahwa pemain Ciamis mampu bersaing dan menjadi bagian dari perjalanan Laskar Singacala.

(Mia)

TMMD ke-129 Ubah Wajah Parungponteng Tasikmalaya

0
Parungponteng Tasikmalaya fokusjabar.id
Penutupan TMMD di Tasikmalaya

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Suasana khidmat dan penuh kebersamaan menyelimuti Lapangan Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat (Jabar), Kamis (13/8/2026) kemarin.

Sebanyak 500 peserta berkumpul untuk menyaksikan penutupan resmi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0612/Tasikmalaya.

BACA JUGA:

FPADS Tasikmalaya Tuntut Transparansi Aset Desa

​Mengusung tema inspiratif “Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa,” program yang berlangsung sebulan penuh sejak 15 Juli hingga 13 Agustus 2026 ini bukan sekadar agenda seremonial belaka.

Ini adalah bukti nyata kolaborasi apik antara prajurit TNI, pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjawab kebutuhan esensial warga di pelosok desa.

​Selama pelaksanaan TMMD ke-129, Satgas bersama warga bahu-membahu mewujudkan berbagai infrastruktur vital yang langsung di rasakan manfaatnya.

Berdasarkan laporan resmi, sasaran fisik yang berhasil di selesaikan meliputi:

​Infrastruktur Pengaspalan Jalan Semi Hotmix:

​Kampung Jamburarang: Panjang 1.020 meter (lebar 2,5 meter)

​Kampung Cilintung: Panjang 400 meter (lebar 2,5 meter)

​Kampung Nagrog: Panjang 380 meter (lebar 2,3 meter)

​Kampung Pasir Nete: Panjang 197 meter (lebar 2,5 meter)

​Pembangunan Pendukung & Kesejahteraan:

​Pembuatan Tembok Penahan Tanah (TPT) sepanjang 154 meter dengan tinggi 2 meter.

​Rehabilitasi 5 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

​Pembangunan 5 unit sumur bor untuk akses air bersih.

​Seluruh hasil pembangunan ini telah di serahterimakan secara resmi oleh Dandim 0612/Tasikmalaya, Letkol Czi M. Imvan Ibrahim kepada Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin melalui penandatanganan berita acara.

​Lebih dari Sekadar Angka dan Infrastruktur

​Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Irdam III/Siliwangi Brigjen TNI Robertson Ismail menegaskan bahwa esensi dari TMMD jauh melampaui ukuran panjang jalan atau jumlah bangunan fisik yang berdiri.

​”Ukuran keberhasilan sesungguhnya adalah ketika hasil pembangunan mampu memperlancar aktivitas masyarakat, membuka akses perekonomian, meningkatkan kualitas kesehatan, serta mendorong kemandirian dan kesejahteraan secara berkelanjutan,” tegas Brigjen TNI Robertson dalam amanatnya.

BACA JUGA:

Sambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, KWT Tasikmalaya Buat Olahan Berkualitas

​Pembangunan fisik ini juga berjalan beriringan dengan penguatan SDM melalui kegiatan nonfisik.

Sinergi ini turut mengusung lima program unggulan TNI AD. Mulai dari Ketahanan Pangan, TNI Manunggal Air, rehabilitasi RTLH dan MCK, percepatan penurunan stunting, hingga program Bersatu dengan Alam.

​Merawat Harapan, Menjaga Warisan Gotong Royong

​Meski upacara penutupan telah usai yang di tandai dengan peninjauan langsung ke jalan semi hotmix di Kampung Cilintung serta kunjungan haru ke kediaman Saadah, salah satu penerima manfaat rehabilitasi RTLH tugas utama baru saja di mulai.

​Pesan kuat yang di gaungkan dari Parungponteng adalah keberlanjutan. Jalan yang mulus harus di jaga, sumur bor harus di rawat dan rumah yang layak harus menjadi fondasi kehidupan warga yang lebih baik.

Namun yang paling utama dari semuanya adalah memastikan agar api semangat gotong royong tidak pernah padam di tengah masyarakat.

(Abdul Latif)

FPADS Tasikmalaya Tuntut Transparansi Aset Desa

0
FPADS fokusjabar.id
Puluhan warga Desa Simpang Kabupaten Tasikmalaya mengelar aksi damai menuntut transparansi aset desa

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Puluhan warga yang tergabung dalam Forum Peduli Aset Desa Simpang (FPADS) usai menggelar aksi damai di bundaran Jalan Raya Simpang, Kecamatan Bantarkalong Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat (Jabar), Kamis (13/8/2026).

Aksi ini di gelorakan sebagai bentuk desakan kepada Pemerintahan Desa Simpang agar lebih transparan dalam mengelola kekayaan dan potensi ekonomi desa.

BACA JUGA:

Heboh Dugaan Pelecehan Al-Qur’an di The Sounds Project, Ulama Tasikmalaya Sampaikan 4 Sikap

​Ketua FPADS, Ade Sumarna menegaskan, aksi tersebut merupakan momentum penting bagi masyarakat untuk mendorong reformasi tata kelola aset desa secara menyeluruh.

​”Kami desak BPD dan Pemerintah Desa Simpang secepatnya memperbarui Peraturan Desa (Perdes) tentang tata kelola kekayaan desa serta menjamin adanya keterbukaan publik,” ujar Ade.

​Ia meyakini, apabila pengelolaan aset di lakukan secara profesional, bersih dan transparan, Desa Simpang memiliki potensi besar untuk berkembang dan membangun jauh lebih pesat di bandingkan wilayah lainnya.

Sekretaris FPADS, Idang menambahkan, Desa Simpang menyimpan potensi Pendapatan Asli Desa (PADes) yang cukup besar. Jika di manfaatkan secara optimal, hal ini di yakini mampu mendongkrak perekonomian dan kesejahteraan masyarakat lokal.

​”Potensi ekonomi dan PADes cukup besar, di topang dengan adanya pasar, kawasan pertokoan, area parkir serta tanah kas desa yang di nilai bisa mendorong dan mempercepat pembangunan wilayah jika di kelola secara benar,” kata Idang.

​Idang juga mengingatkan bahwa seluruh proses penyelamatan dan pemanfaatan aset desa wajib berpedoman pada regulasi yang berlaku. Yakni, UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan Permendagri Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Aset Desa.

​Kedua regulasi tersebut memiliki tujuan utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendongkrak PADes.

BACA JUGA:

Bukan Sekadar Ziarah, Pramuka Tasikmalaya Bawa Pesan Penting untuk Generasi Muda di Era Digital

Adapun poin utama tuntutan warga mencakup transparansi pengelolaan tanah kas desa, Pasar Simpang, kawasan pertokoan, retribusi parkir hingga transparansi APBDes.

​Menanggapi aksi tersebut, Kepala Desa Simpang, Budi Zenal Abdurahman menyambut baik dan mengapresiasi aspirasi yang di sampaikan FPADS.

Dia menilai, kritik tersebut sebagai wujud kepedulian masyarakat demi kemajuan Desa Simpang ke depan.

​Budi berkomitmen untuk segera menindaklanjuti tuntutan warga dengan mengambil langkah-langkah konkret bersama lembaga terkait.

​”Kami sangat mengapresiasi kepedulian dan kritik membangun dari FPADS dan warga. Kami akan secepatnya berkoordinasi dengan BPD untuk memperbarui Perdes mengenai tata kelola aset Desa Simpang,” tegas Budi.

Budi menyatakan, pihaknya telah bermusyawarah dengan Ketua BPD Simpang, Undang Solehudin dan menyepakati sejumlah ketentuan untuk menindaklanjuti tuntutan warga.

​Berikut daftar aset desa yang saat ini tengah dalam proses pendataan dan verifikasi lanjutan:

​Tanah Kas Desa dan tanah milik/aset desa.

​Pasar Desa, termasuk kios, los, bangunan, dan fasilitas pendukungnya.

​Pertokoan Desa dan bangunan usaha di atas lahan desa.

​Bangunan atau pertokoan di sekitar lokasi terminal.

​Area parkir dan lahan untuk kepentingan umum.

​Sarana dan prasarana umum desa.

​Aset berupa bangunan dan fasilitas pendidikan yang memerlukan verifikasi status.

​Aset berupa fasilitas kesehatan yang perlu di verifikasi ulang.

​Bangunan, tanah, sarana, dan prasarana lainnya yang tercatat sebagai aset Desa Simpang.

(Abdul Latif)

Bupati Garut: Prioritas Anggaran untuk Layanan Dasar dan Ekonomi

0
bupati garut anggaran fokusjabar.id
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin memastikan pengelolaan anggaran daerah akan di prioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dan memperkuat ekonomi.

Hal tersebut di sampaikan Syakur dalam Rapat Paripurna Penandatanganan Nota Kesepakatan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) TA 2025–2026 dan KUA-PPAS TA 2027 di Ruang Rapat DPRD Garut, Jalan Patriot, Kecamatan Tarogong Kidul, Kamis (13/8/2026) kemarin.

BACA JUGA:

Bupati Apresiasi Pelayanan Cepat Kantor Imigrasi Garut

Bupati Garut menjelaskan, kesepakatan tersebut merupakan bagian penting dalam proses penyusunan APBD.

Pembahasan di lakukan dengan mempertimbangkan kondisi pendapatan dan belanja daerah, kebijakan pemerintah pusat dan provinsi serta perkembangan sosial dan ekonomi masyarakat.

“Kita menyadari bahwa pelaksanaan APBD TA 2026 berlangsung dalam kondisi yang dinamis. Perkembangan kebijakan pendapatan daerah, belanja daerah, kebijakan pemerintah pusat dan provinsi serta dinamika sosial dan ekonomi masyarakat menjadi pertimbangan utama kami dalam melakukan penyesuaian kebijakan anggaran,” ungkapnya.

Di tengah keterbatasan kemampuan fiskal daerah, pemerintah daerah harus semakin selektif dalam menentukan program dan kegiatan yang di biayai melalui APBD.

“Sementara itu, dalam proyeksi kondisi fiskal yang penuh tantangan di tahun-tahun mendatang, kita perlu semakin selektif dalam menentukan program dan kegiatan prioritas,” tegasnya.

Bupati memastikan anggaran akan di arahkan pada program yang berdampak langsung terhadap masyarakat.

Prioritas tersebut mencakup pemerataan akses layanan dasar serta peningkatan produktivitas ekonomi melalui sektor pertanian, peternakan, pariwisata, ekonomi kreatif dan industri potensial.

BACA JUGA:

Bupati Garut Dorong Pelayanan Publik dan Pembangunan Desa

Bupati Garut menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kabupaten Garut atas sinergi, masukan serta koreksi selama proses pembahasan penyesuaian kebijakan anggaran.

(Bambang Fouristian)

Prabowo Subianto Luncurkan Motor Listrik Nasional

0
Prabowo Subianto motor listrik fokusjabar.id
Motor Listrik Nasional (foto: web)

BEKASI, FOKUSJabar.id: Presiden Prabowo Subianto menilai pengembangan motor listrik nasional atau molinas dapat menjadi gambaran nyata penerapan konsep Indonesia Incorporated.

Hal tersebut di sampaikan saat peluncuran motor listrik nasional beserta ekosistem pendukungnya di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 13 Agustus 2026.

BACA JUGA:

BGN Buka Kanal Khusus untuk Guru

Menurut Prabowo, hadirnya motor listrik nasional merupakan hasil kerja bersama yang melibatkan berbagai kekuatan di dalam negeri. Kolaborasi tersebut mencakup perusahaan swasta, BUMN, pelaku usaha hingga kalangan akademisi.

Konsep Indonesia Incorporated yang di maksud Prabowo merupakan semangat untuk menyatukan berbagai elemen nasional agar dapat bekerja secara bersama-sama dalam memperkuat perekonomian sekaligus kemampuan Indonesia.

Ia menekankan, kekuatan tersebut harus mencakup berbagai lapisan. Baik kelompok yang kuat maupun yang masih membutuhkan dukungan.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang mengambil bagian dalam proses pengembangan motor listrik nasional.

Ia menyebut kontribusi perusahaan swasta, BUMN, pengusaha, wiraswasta serta institusi akademik sebagai bagian penting dalam membangun kemampuan nasional.

“Di sini saya ingin ucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan kepada semua unsur dari perusahaan-perusahaan swasta, para entrepreneur, wiraswasta, BUMN, akademis yang menghasilkan para pakar yang merupakan inti daripada research and development dari Litbang,” ujar Presiden di kutip antara.

Presiden juga menyoroti pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi sebuah negara di tengah perkembangan zaman.

Menurutnya, kemampuan mengembangkan sekaligus memanfaatkan teknologi menjadi salah satu faktor yang menentukan kekuatan suatu bangsa pada era modern.

BACA JUGA:

Menkeu: Pengawasan Anggaran Program MBG Diperketat

Karena itu, kerja sama antara pemerintah, sektor usaha dan lingkungan akademik di nilai perlu terus di perkuat.

Kolaborasi lintas sektor tersebut di perlukan untuk meningkatkan kemampuan Indonesia dalam menguasai teknologi sekaligus mendorong pertumbuhan industri yang berbasis pada kekuatan dalam negeri.

Prabowo dalam acara tersebut juga memberikan apresiasi kepada sejumlah pengusaha yang hadir. Mereka adalah Anindya Novyan Bakrie, James Tjahaja Riady, Wishnu Wardhana, dan Hapsoro Sukmonohadi. Presiden menyebut para pengusaha tersebut sebagai “pejuang-pejuang ekonomi.”

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi sebelumnya menjelaskan bahwa program motor listrik nasional tidak berhenti pada peluncuran satu merek maupun satu model kendaraan.

Pemerintah menyiapkan molinas sebagai bagian dari pembangunan sebuah ekosistem kendaraan listrik yang melibatkan berbagai sektor.

Ekosistem tersebut nantinya mencakup sejumlah aspek penting. Mulai dari industri dan manufaktur hingga penyediaan komponen serta baterai.

Pengembangan infrastruktur pengisian daya dan penggantian baterai juga menjadi bagian dari ekosistem yang di siapkan.

Selain itu, pengembangan molinas akan di dukung sektor pembiayaan, distribusi serta layanan purnajual.

Pemerintah juga akan mendorong penguatan penyerapan pasar agar keberadaan motor listrik nasional dapat berkembang secara berkelanjutan.

Dalam pembangunan ekosistem tersebut, PT Len Industri di tunjuk untuk menjalankan peran sebagai integrator utama.

Perusahaan tersebut akan mengorkestrasi kolaborasi berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengembangan ekosistem motor listrik nasional.

BACA JUGA:

Skema Orang Berduit Dilarang Gunakan BBM Pertalite Segera Diterapkan

Prasetyo mengatakan, pengembangan ekosistem kendaraan listrik di harapkan memberikan dampak yang lebih luas terhadap industri nasional.

Program tersebut di targetkan mampu memperkuat hilirisasi, meningkatkan kapasitas manufaktur, serta memperkuat rantai pasok yang berasal dari dalam negeri.

Selain memperkuat sektor industri, pengembangan motor listrik nasional juga di nilai dapat membuka peluang ekonomi baru.

Kesempatan tersebut mencakup penciptaan lapangan kerja serta peningkatan keterlibatan UMKM maupun koperasi dalam ekosistem kendaraan listrik nasional.

“Pada saat yang sama, pengembangan motor listrik akan di arahkan untuk mendukung ketahanan energi melalui pengurangan ketergantungan terhadap BBM dan peningkatan pemanfaatan energi listrik,” ucap Prasetyo.

Melalui pengembangan molinas dan ekosistem pendukungnya, pemerintah berharap kemampuan industri dalam negeri semakin kuat.

Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperluas penguasaan teknologi, memperkuat rantai industri nasional, serta mendorong kerja sama berbagai elemen melalui semangat Indonesia Incorporated.

(Jingga Sonjaya)

Sambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, KWT Tasikmalaya Buat Olahan Berkualitas

0
tasikmalaya fokusjabar.id
Wakil Wali Kota Dicky Candra bersama Sekretaris Komisi IV DPRD Evi Silviani dan Kepala DKP3 Ely Suminar, saat meninjau stand makan pangan olahan di Gedung BPP Cipedes (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI sangat terasa berbeda di halaman Kantor Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya Jawa Barat (Jabar).

Emak-emak dari Kelompok Wanita Tani (KWT) binaan BPP Kecamatan Cipedes gelar lomba produk pangan olahan, kreasi seni KWT, kebun KWT, pameran dan bazar serta berbagai kegiatan menarik lainnya.

BACA JUGA:

Bukan Sekadar Ziarah, Pramuka Tasikmalaya Bawa Pesan Penting untuk Generasi Muda di Era Digital

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra Negara menyampaikan apresiasi dan pujian atas inovasi olahan pangan yang di hasilkan KWT.

Acara tersebut juga di hadiri Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya Evi Silviani, Kepala DKP3, Ely Suminar, para lurah, tim penyuluh pertanian serta sejumlah tamu penting lainnya.

Dicky Candra mengungkapkan, [roduk olahan pangan KWT ternyata hasilnya luar biasa dan sangat inovatif. Bahkan ada beberapa produk olahan yang memiliki pangsa pasar dan potensi besar untuk di kembangkan.

“Setelah di cicipi, ternyata makanan olahan yang di buat KWT sangat luar biasa. Rasanya enak dan gurih walaupun berbahan hasil pertanian dari ubi jalar, kelapa. Ini perlu di kembangkan sehingga menjadi potensi ekonomi lokal masyarakat,” ungkap Dicky Candra.

Menurutnya, dengan promosi yang tepat dan dukungan bahan baku yang cukup serta modal, produk-produk pangan olahan KWT Kecamatan Cipedes bisa bersaing dan naik kelas serta bisa menembus pasar yang lebih luas (regional dan nasional).

BACA JUGA:

Petani Milenial Tasikmalaya Terapkan TABELA, Targetkan Produktivitas Padi hingga 10 Ton per Hektare

Dicky Candra menjelaskan, para anggota KWT tidak berasal dari kalangan ekonomi yang mapan dan berlebih. Karenanya mereka sangat membutuhkan dorongan, bantuan hingga kerja sama dari pihak pemerintah  atau Aghnia guna memperlancar produksi dan pengembangan sisi pemasaran produk.

“Pemerintah tentu tidak akan tinggal diam untuk membantu. Tapi kami harus jujur bahwa dengan kondisi fiskal saat ini yang belum stabil, tentu tidak akan maksimal dalam memberikan bantuan. Meski begitu, pemerintah tetap bergerak untuk mendorong ibu-ibu KWT agar terus berkarya dan berinovasi,” paparnya.

Aktor senior itu bahkan mencontohkan, di mana pernah ia temui, kisah seorang penjual susu kedelai yang setiap hari keliling di area terminal untuk menjual susu kedelai. Namun berkat kolaborasi dan dukungan dari para aghnia, usaha kecil itu kini berkembang besar dan bahkan rutin berbagi bantuan ke sesama hingga miliaran rupiah.

BACA JUGA:

Petugas Hadapi Ular Kobra Berbisa Saat Evakuasi Jenazah Perempuan dari Sumur Tua di Tasikmalaya

“Beliau sukses karena mau bersinergi. Nah, KWT kita juga bisa seperti itu. Mereka tidak bisa berdiri sendiri. Perlu ada yang membantu segala macamnya, mempromosikan dan menguatkan,” ucapnya.

Dicky Candra menyampaikan rasa bangga dan salut atas semangat ibu-ibu KWT BPP Cipedes. Menurutnya, kegiatan seperti ini membuktikan bahwa pemberdayaan perempuan di bidang pertanian dan pangan bisa menjadi penggerak ekonomi lokal.

“Saya berharap, KWT di wilayah lain bisa mencontoh semangat inovasi ibu-ibu KWT Kecamatan Cipedes Kita dorong agar menjadi kelompok yang kreatif untuk kemajuan perekonomian Kota Tasikmalaya,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dalam membangun daerah. Perlu sinergi dan gotong royong dengan berbagai elemen masyarakat, dunia usaha dan para dermawan.

(Seda)