spot_imgspot_img
Senin 5 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 170

Mengenal Yayasan Galuh Saluyu Rahayu Sauyunan, Gerakan Umat Berbasis Masjid di Ciamis

0
Yayasan Galuh Saluyu Rahayu Sauyunan fokusjabar.id
Peresmian Yayasan Galuh Saluyu Rahayu Sauyunan

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Yayasan Galuh Saluyu Rahayu Sauyunan hadir sebagai wadah pengabdian masyarakat yang mengusung tiga bidang utama (pendidikan, kemanusiaan dan pemberdayaan umat).

Berbasis masjid, yayasan ini membawa semangat “Sauyunan Ngarahayukeun Umat” untuk membangun masyarakat yang berilmu, berakhlak, berdaya dan sejahtera.

BACA JUGA:

Prestasi Azkiya Namira Bawa MI Al Mu’minin Ciamis ke Tingkat Nasional

Yayasan Galuh Saluyu Rahayu Sauyunan tersebut di resmikan di Masjid Besar Al-Ikhlas Kecamatan/Kabuaten Ciamis Jawa Barat (Jabar), Selasa (25/8/2026) kemarin.

Ketua Yayasan Galuh Saluyu Rahayu Sauyunan, Abdul Hadi mengatakan, yayasan tersebut di bentuk sebagai wadah untuk meneruskan nilai pengabdian, kebersamaan, pendidikan dan kepedulian terhadap umat.

“Yayasan Galuh Saluyu Rahayu Sauyunan hadir sebagai ikhtiar untuk meneruskan nilai pengabdian, kebersamaan, pendidikan dan kepedulian terhadap umat,” kata Abdul Hadi.

Menurutnya, yayasan tidak hanya di arahkan menjadi lembaga administratif. Tetapi menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai potensi masyarakat dalam kegiatan yang berorientasi pada kemaslahatan.

Salah satu ciri utama yayasan terletak pada filosofi namanya. Galuh mencerminkan warisan keluhuran nilai dan kebijaksanaan budaya. Saluyu menggambarkan keselarasan dalam ilmu, wawasan, iman dan amal.

Rahayu bermakna keselamatan, kesejahteraan dan kemaslahatan dan Sauyunan mencerminkan gotong royong, kebersamaan dan kolaborasi.

Filosofi tersebut kemudian di terjemahkan melalui prinsip silih asah, silih asih dan silih asuh.

“Silih asah melahirkan pendidikan, silih asih (kemanusiaan), silih asuh melahirkan pemberdayaan. Sauyunan adalah gerak langkah, rahayu menjadi tujuan akhir,” katanya.

Tiga Bidang Pengabdian

Yayasan Galuh Saluyu Rahayu Sauyunan memiliki visi “Membangun peradaban umat yang berilmu, berakhlak, berdaya dan sejahtera melalui pendidikan, kemanusiaan dan pemberdayaan umat berbasis masjid.”

Bidang pendidikan di arahkan pada pengembangan pendidikan berbasis masjid yang tidak hanya mencerdaskan. Tetapi juga membentuk akhlak dan mengembangkan potensi masyarakat.

Sementara bidang kemanusiaan mencakup kepedulian, pelayanan sosial dan penguatan solidaritas. Adapun pemberdayaan umat di arahkan untuk memperkuat kapasitas, kemandirian, ekonomi, kewirausahaan dan berbagai potensi masyarakat.

BACA JUGA:

Masjid di Ciamis Didorong Jadi Pusat Pemberdayaan Ummat

Abdul Hadi menuturkan, masjid menjadi bagian penting dalam konsep pengabdian tersebut. Masjid di harapkan berkembang menjadi ruang bertemunya berbagai aktivitas yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Pembangunan umat di mulai dari kemanusiaan, sosial, teknologi, pertanian, perikanan dan bagaimana memberdayakan jamaah,” ungkapnya.

Karena itu, berbagai potensi masyarakat akan menjadi bagian dari pengembangan program yayasan. Tidak hanya kegiatan keagamaan, tetapi juga sektor sosial, ekonomi, teknologi, pertanian, perikanan hingga kewirausahaan.

Berawal dari Masjid Al-Ikhlas

Lahirnya Yayasan Galuh Saluyu Rahayu Sauyunan memiliki hubungan erat dengan sejarah Masjid Al-Ikhlas.

Gagasan tersebut berangkat dari perjalanan keluarga besar almarhum R.H.A.H. Bratawidjaja yang di kenal dengan sapaan Aki Abah.

Sosok tersebut bersama keluarga di kenal memiliki perhatian terhadap pendidikan agama, keilmuan dan nilai-nilai keagamaan.

Kediaman keluarga kemudian di wakafkan oleh anak, menantu, cucu dan keturunannya. Tanah dan bangunan tersebut selanjutnya di bangun masyarakat menjadi Masjid Al-Ikhlas Tonjong pada Agustus 1995.

Berdasarkan prasasti yang berada di lingkungan masjid, proses serah terima wakaf tanah dan bangunan di laksanakan pada 20 Agustus 1995.

Masjid tersebut kemudian di bangun dan di renovasi kembali dengan dukungan masyarakat. Proses pembangunan berlangsung sejak 27 April 2005 hingga 20 Oktober 2006.

Perjalanan dakwah Masjid Al-Ikhlas kemudian berkembang hingga menjadi masjid besar kecamatan pada awal 2025.

Dari perjalanan tersebut, lahir gagasan untuk memperluas semangat pendidikan, ilmu dan kepedulian terhadap sesama melalui sebuah yayasan.

Yayasan Galuh Saluyu Rahayu Sauyunan kemudian di bentuk pada awal Agustus 2026.

“Dari wakaf lahir masjid, dari masjid tumbuh kebersamaan, dari kebersamaan lahir kolaborasi pengabdian dan dari kolaborasi pengabdian di harapkan tumbuh rahayu bagi umat,” demikian filosofi yang melatarbelakangi perjalanan yayasan.

Melalui semangat “Sauyunan Ngarahayukeun Umat,” yayasan ini di harapkan menjadi wadah yang mempertemukan pendidikan, kemanusiaan dan pemberdayaan dalam satu gerakan berkelanjutan.

Dengan prinsip silih asah, silih asih, silih asuh dan sauyunan, keberadaan yayasan di targetkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Tetapi mampu menghadirkan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

(Mia)

Hipmi Kota Tasikmalaya Serukan Jaga Kondusivitas Agar Dunia Usaha Makin Melesat

0
Hipmi Kota Tasikmalaya fokusjabar.id
Ketua Umum HIPMI Arif Hidayat Putra, bersama para pengusaha Muda Kota Tasikmalaya, saat menggelar acara Ngariung Bareng (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kota Tasikmalaya Jawa Barat (Jabar) mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kota santri agar tetap kondusif, tertib, aman dan damai di tengah dinamika serta berbagai isu nasional yang terus mengalir.

Ketua Umum BPC Hipmi Kota Tasikmalaya, Arif Hidayat Putra mengatakan, berbagai perkembangan dan dinamika nasional yang terus menjadi perhatian publik harus di sikapi secara bijak agar tidak menimbulkan keresahan yang akan berdampak terhadap stabilitas sosial dan ekonomi di daerah.

BACA JUGA:

Dorong Inklusi Keuangan Kampus, Jurusan Ekonomi Pembangunan UNSIL Tasikmalaya Gelar Edukasi Pasar Modal

“Secara pribadi dan organisasi kami mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama menjaga Kota Tasikmalaya agar tetap kondusif, tertib, aman dan damai. Apa pun situasi dan dinamika yang berkembang di pusat, mari kita sikapi dengan kepala dingin dan tetap menjaga persatuan agar di daerah tetap kondusif,” ungkap Arif Hidayat Putra.

Ia menuturkan, dinamika nasional yang terus berkembang saat ini harus menjadi perhatian berbagai kalangan, termasuk dunia usaha.

Dinamika politik, ekonomi, sosial dan kebijakan pemerintah, daya beli masyarakat hingga perkembangan informasi di media sosial, tentu dapat memberikan pengaruh terhadap iklim dunia usaha di daerah.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpancing dan terprovokasi dengan informasi-informasi yang belum terverifikasi maupun narasi provokatif yang berpotensi memperkeruh situasi.

“Masyarakat tetap waspada dan tidak mudah terprovokasi atau terpancing oleh informasi maupun ajakan provokatif di media sosial yang sumbernya tidak jelas. Perbedaan pandangan merupakan hal yang biasa, tetapi jangan sampai mengganggu persatuan dan ketertiban serta keamanan daerah,” paparnya.

Menurutnya, menjaga kondusivitas daerah akan berkaitan erat dengan keberlangsungan dan kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat.

“Lingkungan yang aman dan nyaman akan memberikan kepastian dan kenyamanan bagi pelaku usaha, investor, UMKM, pekerja maupun masyarakat dalam menjalankan aktivitas ekonomi sehari-hari,” tegasnya.

BACA JUGA:

Viman Lepas Kafilah Kota Tasikmalaya ke Festival GEMAS dan GUNTARA Jabar

“Kalau situasi daerah kondusif, kegiatan ekonomi bisa lebih melejit, pelaku UMKM bisa berjualan, pengusaha bisa menjalankan usahanya, investasi bisa tumbuh dan masyarakat bisa beraktivitas dengan tenang,” Dia menambahkan.

Dirinya juga mendorong para pengusaha muda tidak hanya berorientasi pada keuntungan bisnis. Tetapi juga bisa mengambil peran dalam menjaga stabilitas sosial dan membangun komunikasi yang sehat di tengah masyarakat.

Ia menilai, generasi muda memiliki posisi strategis dalam menghadapi derasnya arus informasi. Karena itu, anak muda harus mampu menjadi bagian dari solusi dengan menyebarkan informasi yang positif, melakukan verifikasi sebelum membagikan informasi serta menghindari konten yang dapat memicu konflik dan perpecahan.

“Anak muda harus menjadi bagian dari solusi dari sebuah kondisi. Jangan sampai media sosial menjadi ruang untuk memperbesar perbedaan, tapi harus menjadi ruang untuk menyampaikan gagasan, membangun kolaborasi dan memperkuat persatuan,” pintanya.

Pihaknya menghormati perbedaan pandangan di tengah dinamika yang ada. Namun setiap perbedaan dapat di sampaikan melalui mekanisme yang demokratis, konstitusional dan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat luas.

“Kita boleh beda pandangan dan penilaian, tetapi harus tetap satu sebagai masyarakat Kota Tasikmalaya. Mari kita jaga lingkungan, fasilitas publik, persatuan dan keamanan daerah,” tuturnya.

BACA JUGA:

Raih Predikat Kwarcab Tergiat Jabar, Pramuka Kota Tasikmalaya Rayakan HUT ke-65 Penuh Prestasi

Arif juga meminta, seluruh elemen masyarakat tidak memberikan ruang bagi aksi-aksi provokasi, penyebar hoaks maupun tindakan anarkis yang dapat merugikan masyarakat dan mengganggu aktivitas dunia usaha di Kota Tasikmalaya.

“Kota Tasikmalaya adalah rumah kita bersama. Di tengah dinamika nasional, mari kita tetap tenang, jaga persatuan, jaga ekonomi dan bersama-sama mewujudkan daerah yang aman, nyaman, produktif dan kondusif,” tutupnya.

(Seda)

Prestasi Azkiya Namira Bawa MI Al Mu’minin Ciamis ke Tingkat Nasional

0
Azkiya Namira Panaham Ciamis fokusjabar.id
Azkiya Namira atlet Panaham Ciamis

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Prestasi membanggakan kembali di torehkan Azkiya Namira, atlet Panahan muda asal Desa Jelat Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar).

Siswi MI Al Mu’minin Ciamis itu sukses membawa nama sekolah dan daerah ke tingkat nasional setelah meraih dua gelar pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Federasi Panahan Tradisional Indonesia (Fespati) 2026 di Kota Malang, Jawa Timur.

BACA JUGA:

Sekda Ciamis Apresiasi Yayasan Galuh Saluyu Rahayu, Kolaborasi Bangun Ummat

Kejurnas Fespati 2026 berlangsung pada 22–24 Agustus 2026 di Lapangan Villa Bukit Tidar, Kota Malang.

Ajang tersebut di ikuti hampir 1.500 atlet Panahan dari berbagai provinsi di Indonesia. Sehingga persaingan sangat ketat.

Turun pada kategori U15 putri, Azkiya Namira berhasil meraih Juara 2 Umum Nasional. Tak berhenti di satu nomor, ia kembali menunjukkan kemampuan terbaiknya dengan meraih Juara 3 Umum Nasional pada kategori Hunting Pelajar Putri.

Dua capaian tersebut menambah catatan prestasi Azkiya sekaligus menjadi kebanggaan bagi keluarga dan MI Al Mu’minin Ciamis. Prestasinya juga menunjukkan bahwa atlet muda dari daerah mampu bersaing dengan Pemanah dari berbagai wilayah di Indonesia.

Azkiya mengaku bahagia dan bersyukur dapat tampil serta membawa pulang prestasi dari Kejurnas Fespati 2026.

Ia menyebut, dukungan kedua orang tua menjadi salah satu motivasi utama dalam mengikuti berbagai event dan turnamen Panahan.

“Saya sangat bersyukur dan bahagia bisa tampil di kejuaraan ini. Terima kasih terutama kepada kedua orang tua yang selalu mendukung mengikuti event dan turnamen ke mana pun,” ujar Azkiya.

Azkiya juga menyampaikan apresiasi kepada pelatih, Al Asad Academy, pihak sekolah serta keluarga yang selama ini memberikan bimbingan dan dukungan dalam perjalanan prestasinya.

“Saya juga berterima kasih kepada pelatih, Al Asad Academy, pihak sekolah dan keluarga. Kalau tidak ada mereka, saya tidak akan bisa seperti ini,” tuturnya.

Kepala MI Al Mu’minin Ciamis, Lisnawati turut mengapresiasi pencapaian yang di raih Azkiya.

Menurutnya, prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi sekolah karena anak didiknya mampu menunjukkan kemampuan dan membawa nama MI Al Mu’minin hingga ke ajang nasional.

BACA JUGA:

Disbudpora Ciamis Rilis Agenda Tradisi Budaya Agustus–September 2026

Lisnawati berharap, prestasi Azkiya dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk berani mengembangkan bakat dan potensi yang di miliki.

Ia juga berharap, Azkiya dapat terus menjaga semangat belajar dan berlatih sehingga prestasinya semakin berkembang.

Dukungan sekolah di harapkan dapat terus berjalan seiring dengan pembinaan yang di lakukan di luar sekolah. Dengan begitu, para siswa tidak hanya memiliki prestasi akademik, tetapi juga dapat berkembang melalui berbagai bidang sesuai minat dan bakatnya.

Ayah Azkiya, Diki mengaku terharu sekaligus bahagia melihat putrinya mampu meraih prestasi membanggakan di tingkat nasional.

“Sebagai orang tua tentu kami sangat terharu dan bahagia melihat Azkiya bisa meraih prestasi seperti ini. Semoga menjadi motivasi untuk terus berkembang dan berprestasi,” ujar Diki.

Diki juga menyampaikan terima kasih kepada Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudpora) serta KORMI Ciamis yang selama ini turut memberikan dukungan kepada Azkiya.

Selain itu, ia memberikan apresiasi kepada Nasirin, guru di sekolah Al-Mu’minin yang pertama kali mengenalkan olahraga Panahan kepada Azkiya.

“Pak Nasirin adalah guru yang pertama mengenalkan olahraga Panahan melalui pihak sekolah. Dari sana terus di kembangkan di Al Asad Academy Ciamis,” kata Diki.

Setelah mengenal olahraga Panahan, Azkiya terus mengembangkan kemampuannya melalui latihan rutin di Al Asad Academy Ciamis.

Dukungan keluarga juga terus di berikan agar dirinya dapat berkembang dan meraih prestasi yang lebih tinggi.

Diki berharap, perjalanan Azkiya di dunia panahan dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak muda lainnya di Kabupaten Ciamis untuk berani menekuni olahraga dan mengembangkan potensi yang di miliki.

(Mia)

Pendamping PKH di Pangandaran Dilaporkan IRT

0
pendamping PKH Pangandaran fokusjabar.id
Sepeda motor milik terduga pelaku penupian

‎‎PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Maryati asal Kecamatan/Kabupaten Pangandaran Jawa Barat (Jabar) mengaku menjadi korban dugaan penipuan gadai mobil.

Dia melaporkan kejadian tersebut ke Polres Pangandaran Polda Jabar, Selasa (25/8/2026).

‎BACA JUGA:

Gazebo di Jalan Pamugaran Pangandaran Dipasangi Police Line

‎Pelaku yang di laporkan berinisial E yang di sebut bekerja sebagai pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

‎Menurut Maryati, awalnya dia di tawari gadai satu unit mobil Timor oleh Syamsul. Mobil tersebut di sebut milik E yang butuh uang untuk biaya masuk sekolah anaknya.

‎Tak lama kemudian, E bersama Syamsul dan seorang pria bernama Asep datang menemui Maryati. Setelah berunding, di sepakati nilai gadai mobil Rp12 juta dengan jangka waktu 2 bulan.

‎Namun saat transaksi berlangsung, Maryati baru mengetahui mobil Timor itu ternyata masih dalam status gadai ke pihak lain senilai Rp10 juta.

‎”Karena kesepakatan sudah di buat, saya menyerahkan uang Rp10 juta untuk menebus mobil itu dari pemegang gadai sebelumnya. Lalu Rp2 juta saya berikan langsung ke E. Total Rp12 juta,” ujar Maryati di Pangandaran.

‎Beberapa minggu kemudian, E bersama Syamsul kembali datang. Mereka menyampaikan mobil akan di tebus karena ada yang mau membeli. Karena percaya, Maryati menyerahkan kunci mobil kepada E.

‎Saat itu E meninggalkan sepeda motor berpelat merah dan meminta Syamsul menunggu. Namun hingga kini, mobil maupun uang Rp12 juta belum di kembalikan.

‎E sempat kembali menemui Maryati dengan menggunakan motor Honda Beat dan memberikan berbagai alasan terkait keberadaan mobil tersebut.

‎Merasa di rugikan, Maryati kemudian menahan sementara sepeda motor Honda Beat milik E dan motor berpelat merah yang sebelumnya di tinggalkan di rumahnya sebagai jaminan.

‎BACA JUGA:

Terjaring Razia Jam Malam di Pangandaran, Remaja Perempuan Tiba-Tiba Meraung Kesurupan

‎”Sampai saya membuat laporan, E masih memberikan berbagai alasan dan belum menyelesaikan permasalahan tersebut,” kata Maryati.

‎Atas kejadian itu, Maryati bersama suaminya telah membuat laporan resmi ke Polres Pangandaran agar kasus ini di tindaklanjuti.

‎Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait masih menunggu proses hukum lebih lanjut dari kepolisian.

Gadai mobil memang solusi cepat untuk dana tunai, namun rawan di salahgunakan oleh oknum penipu.

Oleh karena itu, masyarakat harus jeli, cek legalitas, pastikan BPKB dan surat perjanjian jelas serta waspada terhadap janji yang terlalu bagus untuk jadi kenyataan.

(Sajidin)

Persib Bandung Luncurkan Jersey 2026/27, Usung Tema ‘Lives Inside Us’

0
jersey persib bandung 2026/27 fokusjabar.ud
Persib Resmi Luncurkan Jersey Musim 2026/2027

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Persib Bandung secara resmi memperkenalkan jersey yang akan di gunakan untuk mengarungi kompetisi Super League musim 2026/2027.

Peluncuran tersebut berlangsung di Bandung Arena, Kota Bandung, Selasa (25/8/2026), sebagai bagian dari rangkaian peluncuran skuad dan mitra Persib yang terangkum dalam tema besar “Manah Jeung Getih.”

BACA JUGA:

Beckham Putra Nugraha Siap Hadapi Manila Digger FC

Mengusung konsep “Lives Inside Us,” jersey musim ini membawa pesan tentang identitas, nilai dan semangat yang terus hidup di dalam Persib dan seluruh elemen yang menjadi bagian dari klub.

Lebih dari sekadar perlengkapan pertandingan, jersey menjadi simbol kebanggaan yang menghubungkan klub, Kota Bandung, pemain dan Bobotoh.

“Lives Inside Us” merefleksikan hubungan yang terus terjaga antara Persib dan Bobotoh. Semangat tersebut tidak hanya hadir ketika para pemain bertanding di lapangan. Tetapi juga hidup dalam diri setiap orang yang merasa memiliki ikatan dengan Persib.

Konsep ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perjalanan sebuah klub tidak di bangun oleh satu elemen saja. Ada kerja keras pemain dan tim, dukungan manajemen, identitas kota serta energi Bobotoh yang bersama-sama membentuk kekuatan Persib.

“Kami ingin jersey musim ini tidak hanya menjadi identitas yang di kenakan ketika Persib bertanding. Tetapi juga menjadi bagian dari cerita setiap Bobotoh,” kata Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan.

“‘Lives Inside Us’ menggambarkan semangat yang terus hidup di dalam diri kita untuk menjaga kebanggaan, menghadapi tantangan, dan terus melangkah bersama,” Dia menambahkan.

Pihaknya berharap, setiap jersey yang di kenakan Bobotoh dapat membawa rasa memiliki dan menjadi bagian dari perjalanan baru Persib di musim ini.

Kelme Hadirkan Teknologi Spesial untuk Jersey Persib Bandung

Untuk jersey Persib Bandung musim 2026/2027, Kelme menghadirkan K-Loomax sebagai teknologi material utama, dengan Shift Loop 26YN Jacquard Circular Fabric sebagai bagian dari struktur kainnya.

BACA JUGA:

Merumput di SJH vs Manila Digger, Ramon Tanque: No Problem

Teknologi ini teruji dapat membantu menciptakan sirkulasi udara yang baik sekaligus menjaga bobot jersey tetap ringan. Sehingga pemain dapat bergerak lebih leluasa dan tetap nyaman selama pertandingan.

Terdapat struktur tiga dimensi pada material yang di pakai guna mendukung sirkulasi udara yang lebih baik serta kemampuan moisture-wicking dan quick-dry untuk membantu mengelola kelembapan selama aktivitas dengan intensitas tinggi.

Karakteristik tersebut membantu mengurangi rasa lengket dan gesekan pada kulit. Sehingga memberikan pengalaman penggunaan yang lebih nyaman bagi pemain maupun Bobotoh.

Di sisi desain, teknologi jacquard memungkinkan pengembangan berbagai pola yang kompleks dan memiliki visual recognition yang kuat, dengan perpaduan karakter retro dan modern yang memberikan identitas tersendiri pada tampilan jersey.

Violet Wu selaku International Sales Director of Kelme mengatakan, sebagai merek berstandar global, Kelme selalu berupaya konsisten dalam menghadirkan standar material yang premium, teknologi dan pengembangan dengan standar kualitas yang sama untuk setiap klub atau negara yang bekerja sama dengan Kelme.

BACA JUGA:

Ini Alasan Persib Bandung Pilih SJH versus Manila Digger FC

“Hal tersebut yang kami lakukan untuk Persib. Kami ingin memastikan setiap detail pada jersey musim ini tidak hanya memiliki performa dan kualitas yang baik. Tetapi juga mampu merepresentasikan karakter Persib dan apa yang berarti bagi Bobotoh. Bagi kami, ‘Lives Inside Us’ memiliki makna yang sangat kuat,” ungkapnya.

“Jika Persib lives inside us sebagai bagian dari identitas dan semangat Bobotoh, Persib juga lives inside us sebagai bagian dari perjalanan Kelme dalam menciptakan sesuatu yang terbaik bersama klub ini. Kami berharap, jersey ini dapat merepresentasikan semangat tersebut. Baik di dalam maupun di luar lapangan,” ucapnya.

(Arif)

Bupati Garut Dorong Penguatan Karakter Generasi Muda

0
Bupati Garut fokusjabar.id
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin (kiri)

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin secara resmi membuka kegiatan Opening Ceremony Gebyar Ustadz/Ustadzah Nusantara dan Festival Gema Sakinah Tingkat Provinsi Jawa Barat di Gedung Pendopo, Jalan Kiansantang, Kecamatan Garut Kota, Selasa (25/8/2026).

Kegiatan yang di selenggarakan oleh Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Provinsi Jawa Barat dengan dukungan BKPRMI Kabupaten Garut ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Asda I Pemkesra, perwakilan Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat, Dinas Pendidikan Kabupaten Garut serta Majelis Ulama Indonesia (MUI).

BACA JUGA:

Bupati Garut Apresiasi Open Turnamen Bulu Tangkis Danrem 062/TN Cup III 2026

Bupati Garut menyampaikan rasa gembira dan apresiasinya atas terselenggaranya gelaran tingkat provinsi ini. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana penting dalam mencetak tenaga pendidik keagamaan yang berdedikasi dan kompeten.

“Kegiatan ini sangat baik untuk menyiapkan para ustadz dan ustadzah yang berkualitas serta hebat. Sehingga mereka dapat menjadi ujung tombak dalam pembangunan karakter anak bangsa. Khususnya dalam menjalankan berbagai aktivitas di masjid,” kata Bupati Garut.

Ia menegaskan, pembentukan karakter berbasis masjid akan membawa dampak domino yang positif bagi tumbuh kembang anak-anak serta masa depan bangsa.

“Di harapkan bisa menyebar ke anak-anak yang lain. Sehingga ke depan kita bisa menyiapkan Generasi indonesia emas,” ungkap Syakur.

Bupati Garut mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada jajaran BKPRMI Provinsi Jawa Barat beserta seluruh pihak yang telah memercayakan dan mensukseskan agenda strategis ini di Kabupaten Garut.

BACA JUGA:

CFD Gemar di Garut Tembus 6.786 Partisipan

Melalui Gebyar Ustadz/Ustadzah Nusantara kita mencari dai yang cerdas dan berakhlak.

Kegiatan ini adalah ikhtiar bersama agar Islam rahmatan lil’alamin benar-benar di rasakan di tengah masyarakat.

(Bambang Fouristian)

Bupati Garut Apresiasi Open Turnamen Bulu Tangkis Danrem 062/TN Cup III 2026

0
bupati garut bulu tangkis fokusjabar.id
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin hadir dalam acara pembukaan Open Turnamen Bulu Tangkis Danrem 062/TN Cup III Tahun 2026 se-Wilayah Korem 062/TN yang berlangsung di Sport Center Maung Korem 062/TN, Jalan Baratayudha, Kecamatan Garut Kota, Selasa (25/8/2026).

Syakur menekankan pentingnya penyelenggaraan kompetisi olahraga secara konsisten sebagai langkah nyata mendukung program pemerintah pusat.

BACA JUGA:

Bupati Garut Dorong Sinergi Pembangunan dan Pemanfaatan AI

Menurut Bupati Garut, hal ini selaras dengan Asta Cita Nomor 4 Presiden Prabowo Subianto. Yakni, penguatan prestasi olahraga untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa.

Danrem 062/TN, Kolonel Inf Dadi Sutandi menyampaikan, turnamen edisi ketiga ini fokus pada pembinaan atlet sejak dini. Tujuannya,  mencetak generasi pembulu tangkis berprestasi di masa depan.

“Jadi saya mengharapkan ini yang bertanding, ini bisa menjadikan ke depannya atlet-atlet yang lebih baik. Terlebih kita sudah mendidik sejak dari SD, SMP, SMA,” jelas Danrem 062/TN.

BACA JUGA:

Bupati Garut Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Klinik Utama Armina

Turnamen yang mengusung sistem gugur ini di ikuti oleh ratusan peserta dari berbagai tingkatan yang terbagi dalam dua kategori utama. Yakni, Kategori Pelajar dengan 268 peserta dan Kategori Umum dengan 65 peserta.

Melalui turnamen ini kita lihat bahwa bulu tangkis bukan hanya olahraga, tapi juga perekat persatuan.

Mari terus dukung dan bina atlet muda, karena dari turnamen inilah lahir juara-juara dunia masa depan.

Selain melahirkan juara, turnamen ini penting untuk pembinaan usia dini dan menjaga gaya hidup sehat.

Dengan semangat “Dari Lapangan ke Dunia” semoga atlet yang bertanding bisa mengharumkan nama daerah di level nasional maupun internasional.

(Bambang Fouristian)