spot_imgspot_img
Senin 5 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ketua DPRD Pangandaran Soroti Konser Letto: ‘Jangan Diaku-aku Jadi Kegiatan Hari Jadi’

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran Asep Noordin memberikan tanggapan kritis terkait rencana kehadiran grup musik Letto dalam rangkaian perayaan Milangkala ke-14 Kabupaten Pangandaran. Ia mengimbau pemerintah daerah agar tidak mengklaim agenda tersebut sebagai kegiatan resmi hari jadi jika penyelenggaraannya berasal dari pihak luar.

Asep menjelaskan bahwa perbankan seperti Bank Indonesia (BI) dan Bank BJB yang menginisiasi konser musik tersebut.

Baca Juga: ETLE Pangandaran Segera Diterapkan, Warga Soroti Kesiapan SDM dan Anggaran Rp1,3 Miliar

“Letto itu kan menurut informasi panitia agendanya BI. Maksud saya BI dengan perbankan lah termasuk BJB. Sudah jangan diaku-aku itu menjadi kegiatan hari jadi,” kata Asep saat ditemui di gedung DPRD, Senin (5/10/2026).

Saran Mendasar Mengenai Efektivitas dan Manfaat Bagi Masyarakat

Pemerintah daerah perlu memberikan arahan kepada lembaga keuangan yang ingin berpartisipasi dalam perayaan hari jadi. Asep menginginkan kegiatan yang membawa dampak positif jangka panjang bagi warga ketimbang sekadar hiburan singkat.

“Kalau bisa kegiatannya yang jauh lebih manfaat untuk masyarakat. Jangan yang sifatnya satu malam habis dan tidak jadi apa-apa,” ujarnya.

Ia meragukan potensi pertunjukan musik semacam itu dalam mendatangkan turis secara masif. Menurut pandangannya, pemerintah daerah harus mengarahkan fokus pada acara yang mampu menarik minat wisatawan untuk berkunjung dan menginap.

“Itu pun tidak akan menambah berbondong-bondong wisatawan datang ke Pangandaran karena pengen lihat event itu. Enggak lah, jangan terlalu mimpi untuk itu,” katanya.

“Event-event yang mana yang bisa narik orang, narik wisatawan untuk stay di Pangandaran dan sebagainya,” sambung Asep.

Dorongan Pertimbangan Kondisi Daerah Bagi BUMN dan BUMD

Asep menegaskan bahwa pihak legislatif sebatas menyampaikan masukan serta pengingat bagi seluruh pihak terkait.

“Ya, kami hanya mengingatkan,” ucapnya.

Ia meminta pemerintah daerah turut mengarahkan BUMN maupun BUMD agar selalu mempertimbangkan kondisi riil daerah saat merancang program partisipasi.

“Situasi kondisi seperti ini dan sebagainya, buat kegiatan yang kira-kira jauh lebih manfaat untuk kepentingan masyarakat,” pungkasnya.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru