spot_imgspot_img
Selasa 25 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Dorong Inklusi Keuangan Kampus, Jurusan Ekonomi Pembangunan UNSIL Tasikmalaya Gelar Edukasi Pasar Modal

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Siliwangi (UNSIL) Tasikmalaya terus mendorong peningkatan literasi investasi pasar modal di kalangan mahasiswa.

Seluruh dosen pengampu mata kuliah Pasar Modal Jurusan Ekonomi Pembangunan UNSIL bekerja sama dengan Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia (GIBEI) FEB UNSIL Tasikmalaya dan Reliance Sekuritas menggelar Kuliah Umum Pasar Modal.

Baca Juga: Viman Lepas Kafilah Kota Tasikmalaya ke Festival GEMAS dan GUNTARA Jabar

Panitia menghadirkan narasumber praktisi berpengalaman dari Kantor Pusat Reliance Sekuritas, Theresia Fransisca, selaku Senior Staff Client Admin.

Para mahasiswa serta dosen pembimbing memperoleh pemahaman literasi sekaligus panduan teknis mengenai pembukaan Rekening Dana Nasabah (RDN). Proses ini menjadi tahapan awal wajib bagi pemula sebelum terjun ke industri pasar modal Indonesia.

Menghubungkan Teori Akademik dengan Praktik Industri Financial

Dosen pengampu Mata Kuliah Pasar Modal Jurusan Ekonomi Pembangunan UNSIL, Rifky Wahyu Ramadhan, menjelaskan bahwa kuliah umum ini bertujuan mempertemukan pembelajaran akademik dengan praktik nyata di industri pasar modal.

Rifky menegaskan, mahasiswa UNSIL tidak hanya mempelajari konsep investasi secara teoritis di ruang kuliah. Tetapi juga mendapatkan pemahaman teknis sebelum memulai investasi.

“Kegiatan edukasi investasi tentu memiliki manfaat penting dalam membangun fondasi literasi investasi bagi para mahasiswa. Tujuannya untuk menentukan pilihan langkah investasi kedepan,” ungkap Rifky Wahyu, Senin (24/8/2026).

Rifky menyebut bahwa mahasiswa membutuhkan pengalaman praktis untuk melengkapi teori pasar modal yang sudah mereka pelajari.

“Dari literasi ini, mahasiswa dapat mengetahui secara langsung bagaimana tahapan awal untuk masuk ke dunia investasi. Salah satunya melalui pembukaan Rekening Dana Nasabah (RDN), sebagai langkah awal untuk berinvestasi di pasar modal,” ujarnya.

Siapkan Program Sekolah Pasar Modal Berkelanjutan

Rifky menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi pembuka dari rangkaian program penguatan literasi pasar modal yang akan berlangsung secara berkelanjutan.

“Kegiatan hari ini, langkah awal. Dan Insya Allah, kami akan melanjutkan kegiatan pada tanggal 28 Agustus 2026 dan 7 Oktober 2026. Tentu dengan materi yang lebih mendalam melalui program Sekolah Pasar Modal. Harapannya, mahasiswa tidak hanya mengenal pasar modal, tetapi benar-benar memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai investasi,” paparnya.

Lewat rangkaian acara ini, pihak jurusan berharap mahasiswa mampu menguasai materi pasar modal secara menyeluruh. Mulai dari mekanis transaksi, analisis dasar, hingga manajemen risiko investasi.

Rifky menilai kolaborasi antara perguruan tinggi, GIBEI, dan industri sekuritas sebagai langkah strategis dalam menjembatani kebutuhan akademik dengan perkembangan industri keuangan.

“Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membangun sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan dan kemampuan mengambil keputusan ekonomi dan keuangan secara bijak. Karenanya kolaborasi ini sangat penting diperkuat, agar mahasiswa dapat memperoleh akses terhadap pengetahuan dan praktik investasi dari sumber yang profesional dan kompeten,” terang Rifky Wahyu.

Melalui kegiatan ini, Jurusan Ekonomi Pembangunan UNSIL bersama GIBEI FEB UNSIL dan Reliance Sekuritas mempertegas komitmen mereka dalam memperluas inklusi keuangan di lingkungan perguruan tinggi.

“Rangkaian kegiatan Sekolah Pasar Modal yang akan dilaksanakan mendatang, menjadi kelanjutan dari komitmen. Sekaligus memperkuat kesiapan mahasiswa dalam menghadapi perkembangan industri keuangan dan pasar modal di masa mendatang,” pungkasnya.

(Seda)

spot_img

Berita Terbaru