spot_imgspot_img
Selasa 1 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

20 Tahun Tut Wuri Handayani Cup, Konsisten Bina Pesepak Bola Pelajar Ciamis

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Selama dua dekade, Tut Wuri Handayani Cup terus menjadi salah satu wadah pembinaan bakat sepak bola bagi pelajar di Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar).

Memasuki penyelenggaraan ke-20, turnamen tersebut kembali di gelar di Lapang eks Yon Zipur 3 Ciamis, Senin (31/8/2026) sore.

BACA JUGA:

Pemain Korea Segera Perkuat PSGC Ciamis

Bertahannya turnamen hingga memasuki usia 20 tahun menjadi bukti konsistensi dalam memberikan ruang bagi generasi muda. Khususnya pelajar tingkat SMP dan SMA untuk mengembangkan kemampuan di lapangan hijau.

Ketua Pelaksana Tut Wuri Handayani Cup ke-20, Adang mengatakan, perjalanan panjang turnamen tersebut berawal dari gagasan almarhum Yana Diputra.

Almarhum, kata Adang, memiliki perhatian besar terhadap pembinaan olahraga. Terutama sepak bola di kalangan pelajar.

Menurutnya, gagasan tersebut terus di jaga hingga Tut Wuri Handayani Cup mampu bertahan dan kini memasuki penyelenggaraan yang ke-20.

“Ini merupakan sejarah yang luar biasa dari almarhum dalam bidang pembinaan olahraga. Kegiatan ini memberikan ruang dan peluang untuk menyalurkan minat, bakat dan prestasi generasi muda. Khususnya pelajar SMP dan SMA,” ujar Adang.

Pada edisi tahun ini, antusiasme sekolah untuk mengikuti kompetisi kembali terlihat. Untuk kategori SMP, sebanyak 48 tim putra dan enam tim putri ambil bagian.

Sementara di tingkat SMA, terdapat 33 tim putra dan enam tim putri yang turut berlaga.

Jumlah peserta tersebut menunjukkan bahwa kompetisi sepak bola antarpelajar masih mendapat perhatian besar.

Tut Wuri Handayani Cup pun tidak hanya menjadi ajang pertandingan. Tetapi juga ruang bagi pemain muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding dan mengukur kemampuan.

BACA JUGA:

PSGC Ciamis Siapkan 2 Laga Uji Coba Sebelum Kompetisi Liga 2

Dalam pelaksanaannya, panitia juga memberikan perhatian terhadap pemahaman aturan permainan. Bersama perangkat pertandingan, peserta dan ofisial di berikan edukasi mengenai regulasi terbaru sebelum kompetisi di mulai.

“Kita selalu menghadirkan wasit untuk memberikan edukasi tentang peraturan permainan yang terbaru. Alhamdulillah, di setiap pertandingan tidak terjadi miskomunikasi karena regulasi sudah di sampaikan dalam technical meeting,” kata Adang.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Ciamis, Dian Budiana menilai, keberadaan turnamen yang telah berlangsung selama 20 tahun ini memiliki peran penting dalam proses pembinaan atlet usia muda.

Menurut Dian, kompetisi menjadi salah satu sarana bagi pelajar untuk meningkatkan kemampuan. Dari ajang seperti inilah, pemain potensial di harapkan dapat terus berkembang dan memiliki kesempatan menapaki jenjang sepak bola yang lebih tinggi.

“Ini merupakan sarana bagi para pelajar untuk mengasah kemampuan dalam sepak bola. Tentunya tidak hanya untuk menyalurkan hobi, tetapi bisa menjadi batu loncatan menuju level profesional,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembinaan atlet membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Pemerintah daerah, sekolah sepak bola, klub, organisasi olahraga dan pemangku kepentingan lainnya harus memiliki peran bersama dalam menciptakan jalur pembinaan yang berkelanjutan.

Keberadaan PSGC Ciamis yang kini berlaga di Liga 2 juga di harapkan dapat menjadi motivasi bagi para pemain muda untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan demi mengejar karier profesional.

Anggota DPRD Kabupaten Ciamis, Asep Rahmat yang juga turut hadir menegaskan, pembibitan atlet harus di lakukan melalui proses panjang dan tidak dapat menghasilkan prestasi secara instan.

“Pola pembinaan dan pembibitan tidak bisa di lakukan secara instan. Tetapi melalui proses yang berkesinambungan, melibatkan semua pihak dan stakeholder,” katanya.

Memasuki usia dua dekade, Tut Wuri Handayani Cup kini memiliki sejarah panjang dalam perjalanan sepak bola pelajar di Ciamis.

Ke depan, konsistensi penyelenggaraan turnamen tersebut di harapkan dapat terus di iringi dengan sistem pembinaan yang mampu mengantarkan pemain-pemain potensial menuju jenjang yang lebih tinggi.

(Mia)

spot_img

Berita Terbaru