BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan menggandeng PLN untuk memetakan sejumlah titik rawan kabel listrik, menyusul insiden seorang pengendara motor tersengat listrik akibat kabel yang menjuntai ke badan jalan di Jalan Kopo.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, insiden tersebut terjadi setelah hujan yang disertai angin menyebabkan sejumlah kabel listrik bertabrakan dengan pohon hingga mengalami gangguan.
“Kejadian yang semalam itu saya sedang mau follow up dulu. Kemarin hujan hanya dua jam, tetapi kabel listrik bertabrakan dan pohon tumbang. Kita sedang melakukan mitigasi lagi,” kata Farhan di Pasar Kosambi Bandung Selasa (1/9/2026).
Baca Juga: Pendopo Kota Bandung Diusulkan Jadi Cagar Budaya Nasional
Farhan bersyukur insiden tersebut tidak sampai menimbulkan kebakaran. Ia memastikan Pemkot Bandung akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kondisi korban maupun penanganan jaringan listrik.
“Alhamdulillah tidak terjadi kebakaran. Saya bersama Camat, nanti akan memastikan korban tertangani dan masalah listrik oleh PLN juga sudah ditangani,” katanya.
Menurutnya, korban yang tersengat listrik saat melintas di Jalan Kopo dilaporkan dalam kondisi baik dan tidak mengalami kondisi serius.
“Korban alhamdulillah tidak apa-apa,” ucapnya.
Ke depan, Pemkot Bandung bersama PLN akan melakukan mitigasi dengan memetakan titik-titik yang berpotensi membahayakan masyarakat. Perhatian khusus diberikan pada jaringan kabel yang berada di sekitar pepohonan.
Baca Juga: Sepanjang Agustus, Polres Cimahi Ungkap 80 Kasus Narkoba
“Penanganan ke depannya tentu bersama PLN kita akan memitigasi titik-titik mana saja yang rawan, terutama yang dekat dengan pepohonan,” jelasnya.
Selain kabel listrik, keberadaan pohon yang berpotensi mengganggu jaringan juga menjadi perhatian. Pemkot Bandung akan kembali melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) untuk melakukan pemangkasan pohon bersama PLN.
“Mau tidak mau DPKP sekarang akan turun lagi bersama PLN untuk melakukan pemangkasan pohon. Itu memang agak berbahaya,” pungkasnya.
(Yusuf Mugni)



