spot_imgspot_img
Senin 5 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 147

Dari Jalur Sekolah hingga Berobat, Begini Pentingnya Jembatan Pongpet bagi Warga Margacinta Pangandaran

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Kondisi jembatan usai putus

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Amblasnya Jembatan Gantung Pongpet melumpuhkan aktivitas warga Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran. Sarana penyeberangan ini menjadi akses utama masyarakat selama puluhan tahun untuk menghubungkan desa dan kecamatan.

Kepala Desa Margacinta, Enceng Anwar Solihin menegaskan arti penting jembatan ini bagi pergerakan warga.

Baca Juga: Bupati Pangandaran Alami Luka Usai Jembatan Pongpet Putus

“Kalau per kecamatan itu penghubung Cibanten Margacinta, kalau per kabupaten mungkin penghubung Cijulang. Karena banyak warga masyarakat yang ingin ataupun yang bertujuan ke wilayah Cijulang itu lewat jembatan itu,” ujar Enceng, Senin (31/8/2026).

Jalur Tersibuk Pengangkut Hasil Hutan

Enceng menceritakan betapa padatnya lalu lintas harian di atas jembatan tersebut. Banyak petani menggantungkan hidupnya pada akses penyeberangan ini.

“Bukan hanya tangan kosong ataupun bukan hanya menggunakan motor tapi dengan muatan yang sangatlah berat. Apalagi di Dusun Margajaya notabene warganya petani kebun, petani hutan, menanam kayu. Jadi bukan hanya dilintasi orang bawa belanjaan, tapi palen kayu pun suka melintas ke jembatan itu juga,” katanya.

Ambruk Setelah Acara Peresmian

Kodim 0625 Pangandaran sebenarnya baru saja menyelesaikan renovasi jembatan. Musibah justru terjadi tepat ketika warga merayakan selesainya perbaikan.

“Nah, kemarin kami sedang bahagia-bahagianya peresmian malah putus,” ucapnya.

Kegembiraan warga memang sempat membuncah saat proses peresmian berlangsung. Enceng mengaku kaget melihat ribuan warga memadati lokasi.

“Kami hanya meminta yang hadir itu LK, kepala dusun, RT, RW. Tapi ternyata masyarakat karena saking bahagianya tingkat kehadiran masyarakat itu hampir di angka 60 persen total sedesa Margacinta,” katanya.

Sejarah Bangunan Sejak Tahun 1992

Para pekerja membangun Jembatan Gantung Pongpet pertama kali pada tahun 1992. Pengelola hanya menerapkan perbaikan skala ringan selama bertahun-tahun, termasuk merenovasi lantai jembatan.

“Itu dibangun awal di tahun 1992. Kalau tiap tahun juga ada, tapi itu hanya perbaikan ringan saja. Dulu kan pakai kayu, tapi bobotnya terlalu berat, maka digantilah dengan plat cor besi. Tapi karena besi ya kena karat, kena hujan, korosif, sehingga mudah lapuk,” jelas Enceng.

Enceng memaparkan bahwa jembatan ini memegang rekor terpanjang, tertinggi, serta tersibuk ketimbang empat jembatan lain yang Kodim 0625 Pangandaran kerjakan.

“Karena itu satu jalur pendidikan dipakai anak-anak sekolah. Yang kedua jalur pertanian. Yang ketiga ketika warga ingin berobat dilewatinya ke situ,” ujarnya.

Putusnya jembatan memaksa warga mengambil rute melingkar yang sangat jauh. Warga yang hendak berobat menuju arah selatan harus memutari empat desa, yakni Cibanten, Kartayasa, Cijulang, dan Pamonggajan. Sementara jika memilih rute utara, warga wajib melintasi lima desa sekaligus: Cimindi, Parakan Mangu, Cintakarya, Karangbenda, serta Palinggihan.

“Jadi ini jalur vital. Saya mohon kepada pihak terkait kiranya bisa membuka akses untuk warga Margacinta mendapatkan jembatan yang representatif, jembatan permanen,” pungkasnya.

(Sajdin)

Bupati Pangandaran Alami Luka Usai Jembatan Pongpet Putus

0
Pangandaran@fokusjabar.id
Bupati Pangandaran Citra Pitriyami usai insiden anjlok jembatan gantung Pongpet (fokusjabar.id/Sajidin)

‎PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Bupati Pangandaran Citra Pitriyami di laporkan mengalami luka ringan usai insiden Jembatan Gantung Pongpet Margajaya anjlok.

Kini kondisi Bupati di pastikan sudah membaik dan dapat kembali menjalankan aktivitas seperti biasa.

‎Peristiwa itu terjadi saat prosesi peresmian jembatan yang berlokasi di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran pada Minggu (30/8/2026) sore.

‎Saat jembatan tiba-tiba anjlok sesaat setelah prosesi peresmian berlangsung, Bupati Citra bersama rombongan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan sejumlah warga yang berada di atas jembatan ikut terjatuh.

Baca Juga: Jembatan Pongpet Pangandaran Putus, Ada Kaitan Dengan Mistis?

‎Bupati Citra bahkan sempat tertindih oleh orang lain yang berada di atas jembatan. Akibat kejadian tersebut, Bupati mengalami luka ringan berupa lecet pada bagian tangan dan sempat mengalami syok.

‎Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Kabupaten Pangandaran, Raden Detty Marieta, membenarkan kondisi terkini Bupati Citra.

‎”Alhamdulillah, Ibu sudah baik. Hanya memar sedikit,” ujar Detty melalui WhatsApp, Senin (31/8/2026) siang.

‎Detty mengatakan, Bupati Citra menghadiri sekaligus meresmikan jembatan tersebut atas undangan Dandim 0625/Pangandaran.

‎”Iya, Ibu di undang oleh Pak Dandim untuk meresmikan jembatan,” ucapnya.

‎Menurutnya, setelah kejadian tersebut Bupati Citra tidak mengalami kondisi serius. Saat ini, aktivitas pemerintahan maupun kegiatan Bupati berjalan normal.

Baca Juga: Jembatan Pongpet Terputus, Kodim 0625 Pangandaran Angkat Bicara

‎”Iya, sudah,” ucap Detty saat di tanya mengenai aktivitas Bupati Citra.

‎Di ketahui, Jembatan Gantung Pongpet Margajaya anjlok sesaat setelah diresmikan dan dilintasi rombongan pejabat serta warga. Jembatan tersebut merupakan jalur vital penghubung antar desa di wilayah Cijulang dan Cimerak.

‎Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena terjadi saat kegiatan peresmian jembatan yang baru selesai dibangun. Hingga kini Pemkab Pangandaran bersama Kodim 0625 masih melakukan evaluasi terkait insiden tersebut.

‎(Sajidin)

Branding di Bandara Husein Sastranegara, Ini Target Pemkot Bandung

0
Bandung@fokusjabar.id
Pemerintah Kota Bandung Genjot Branding di Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung.(Istimewa)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Kembalinya penerbangan komersial di Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung dimanfaatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk memperkuat branding pariwisata. Identitas Bandung kini ditampilkan sejak wisatawan pertama kali menginjakkan kaki di bandara.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa mengatakan, penguatan branding dilakukan melalui kolaborasi antara Pemkot Bandung, pengelola bandara, dan pihak swasta.

Menurut Adi, Bandara Husein memiliki posisi strategis sebagai salah satu pintu masuk wisatawan ke Kota Bandung. Karena itu, wajah pariwisata Bandung perlu langsung terasa begitu penumpang tiba.

Baca Juga: Rendiana Awangga: 2026 Tahun Infrastruktur Kota Bandung

“Pemerintah Kota Bandung kolaborasi dengan bandara, ada pihak swasta juga. Kita dari kami cukup intensif untuk me-branding Kota Bandung. Tentunya ini belum tuntas, terus akan kita makin matangkan,” kata Adi di Balai Kota Bandung, Senin (31/8/2026).

Sejumlah ornamen dan elemen visual bernuansa Bandung pun mulai ditempatkan di area bandara. Di antaranya tempat duduk dan elemen berbentuk kabin yang menjadi bagian dari konsep branding.

Bandara juga dilengkapi layar LED berukuran panjang hingga sekitar 10 meter yang menampilkan berbagai pesan bernuansa Bandung.

Ungkapan khas seperti wilujeng landing dan sampurasoon turut digunakan untuk memberikan pengalaman yang lebih kuat bagi wisatawan sejak tiba di Kota Bandung.

“Yang menjadi ikon itu di sana sudah ada tempat duduk kemudian ada kabin. Itu khas. Apalagi dengan LED yang panjang sampai 10 meter dan menampilkan kata-kata yang Bandung,” katanya.

Persetujuan Wali Kota Bandung

Adi menyebut, konsep branding tersebut telah mendapat persetujuan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dan dikembangkan melalui kolaborasi dengan desainer.

Tak hanya mengandalkan ornamen visual, branding Kota Bandung di Bandara Husein juga membawa pesan tentang inklusivitas.

Salah satunya melalui lukisan karya penyandang disabilitas, Muhammad Syafiq atau Oki. Karya tersebut sebelumnya ditampilkan dalam rangkaian Asia Afrika Festival.

Menurutnya, karya tersebut dipilih karena memiliki pesan kuat tentang Bandung sebagai kota yang terbuka dan memberikan ruang bagi siapa pun untuk berkontribusi.

“Dibuatnya juga oleh difabel. Kalau buat Pak Wali, Bandung itu kota inklusif, kota yang sangat terbuka. Siapa pun bisa memberikan kontribusi buat Kota Bandung,” ungkapnya.

Sementara itu, Disbudpar masih memantau dampak kembali beroperasinya penerbangan Garuda Indonesia dari Bandara Husein terhadap kunjungan wisatawan.

Penerbangan Perdana Garuda Indonesia

Penerbangan perdana Garuda Indonesia kembali melayani Bandara Husein pada 14 Agustus 2026. Dengan operasional yang baru berjalan sekitar setengah bulan, evaluasi masih akan dilakukan bersama pengelola bandara.

“Kita mungkin akan evaluasi ini di bulan Agustus seperti apa. Penerbangan juga karena baru bulan pertama, bahkan setengah bulan. Kita nanti koordinasi juga dengan pihak bandara,” ujarnya.

Baca Juga: Bandung Kumpulkan Bantuan Rp2 M untuk Korban Gempa NTT

Evaluasi tersebut akan melihat stabilitas frekuensi penerbangan hingga jumlah penumpang yang menggunakan Bandara Husein.

Adi menilai, salah satu dampak paling potensial dari kembali aktifnya penerbangan komersial adalah meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Bandung.

“Kalau saya melihat yang sangat akan berubah itu adalah jumlah kunjungan wisman, wisatawan mancanegara. Mungkin ini akan lebih banyak jumlahnya dibandingkan dengan yang sebelum-sebelumnya,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Jembatan Pongpet Pangandaran Putus, Ada Kaitan Dengan Mistis?

0
Pangandaran@fokusjabar.id
Penampakan Kondisi jembatan Pongpet saat ini.(fokusjabar.id/Sajidin)

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Kepala Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Pangandaran, Enceng Anwar Solihin, menjadi salah satu saksi mata saat Jembatan Gantung Pongpet putus sesaat sebelum diresmikan. 

‎Saat kejadian, Enceng berada dalam satu rombongan Forkopimda. Posisinya tepat di belakang Bupati Pangandaran Citra Pitriyami, Dandim 0625, Kepala Dinas PUPR, dan Sekretaris PUPR.

‎Ia menceritakan detik-detik mencekam sebelum jembatan ambruk. Enceng mengaku merasakan ada yang janggal sebelum insiden terjadi. 

Baca Juga: Jembatan Pongpet Terputus, Kodim 0625 Pangandaran Angkat Bicara

‎”Saya juga udah merasakan hal yang beda. Jembatan udah goyang seperti tidak seperti biasanya. Udah goyang-goyang ke samping,” ujar Enceng, Senin (31/8/2026).

‎Firasat tidak enak itu membuatnya langsung mengingatkan orang nomor satu di Pangandaran. 

“Terus saya bilang gini sama Ibu Bupati, ‘Bu, Ibu heunteu paur? tenang, hnteu pak Kuwu da rata’. Pas Ibu Bupati selesai bicara itu ‘jeplak’ (sling putus),” katanya.

Jembatan Mencapai 30 Meter

‎Ia mengaku sempat panik luar biasa. Apalagi jurang di bawah jembatan mencapai 30 meter dan dipenuhi bebatuan karang besar.

‎”Mata saya merem melek merem melek gitu kan saking gilanya. Alhamdulillah walaupun semalaman saya nyeri cangkeng, nyeri punggung,” ucapnya.

‎Enceng menyebut faktor kelebihan beban atau overload sebagai penyebab putusnya jembatan.

‎”Ya, itu yang saya tahu itu mah overloading saja. Saya bukan orang teknis,” ujarnya.

‎Ia menyoroti rambu peringatan yang sebenarnya sudah terpasang. Di jembatan tertulis maksimal 3 orang yang boleh melintas. Namun antusiasme warga yang membludak membuat imbauan itu diabaikan.

‎”Tapi kan ketika melihat orang yang begitu banyaknya, ya kan terkadang orang itu mengabaikan apa yang sudah menjadi ketentuan. Ya, jadi itu mah mungkin udah nasib mungkin,” katanya.

Jembatan Gantung Ekstrem

‎Enceng juga menegaskan tidak ada kaitannya dengan hal mistis. “Enggak ada (hal mistis),” tegasnya.

‎Menurut Enceng, Jembatan Pongpet termasuk jembatan gantung paling ekstrem di Pangandaran. 

Baca Juga: Baru Diresmikan Bupati Pangandaran, Jembatan Gantung Pongpet Langsung Patah

‎”Tingginya sekitar 30 meteran dari papan jembatan ke sungai. Kalau jatuh ke bawah, ya jangan harap hidup,” katanya.

‎Panjang jembatan mencapai 65 meter. Ukuran itu dinilainya terlalu panjang untuk jembatan gantung.

‎”Jadi itu mah layaknya dibangun jembatan permanen. Maka akses pendidikan, perekonomian, kesehatan semuanya akan clear. Dan tidak dihantui perasaan takut jatuh ke bawah menimpa batu,” pungkasnya.

(Sajidin)

Babak Baru Polemik Situ Cibeureum Tasikmalaya

0
Tasikmalaya@fokusjabar.id
Suasana kesepakatan antara kedua belah pihak soal Karaoke di Situ Cibeureum yang menuai polemik berkepanjangan.(Istimewa)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Kawasan wisata Situ Cibeureum di Kota Tasikmalaya akhirnya bernapas lega. Polemik panjang terkait suara bising musik karaoke dari warung-warung setempat. Yang sempat viral karena disebut mirip sound horeg dan mengusik ketenangan warga resmi mereda.

Melalui musyawarah mufakat di Aula Kantor Kecamatan Tamansari pada Senin (31/8/2026), pihak pedagang dan masyarakat sepakat menempuh jalan damai.

​Mediasi yang dipimpin langsung oleh Camat Tamansari Gatot Setyobudi. Turut dihadiri oleh Kapolsek Tamansari AKP Nuraeni dan Danramil 1209 Kapten Inf. Andri Mulyono. 

Baca Juga: Komunitas ISTC Gelar Karnaval Sepatu Roda Kostum Unik

Pertemuan tersebut berhasil mencairkan ketegangan setelah sebelumnya sempat diwarnai mosi tidak percaya akibat lambatnya penanganan dari oknum pemangku kebijakan wilayah.

​Komitmen Pedagang dan Langkah Tegas Pemerintah

​Koordinator pedagang Situ Cibeureum, Iwan, menyatakan kesiapan pihaknya untuk patuh terhadap norma dan aturan yang berlaku demi menjaga ketertiban umum.

Senada dengan itu, penanggung jawab kios, Ombik, mengakui sempat terjadi miskomunikasi akibat provokasi oknum tak bertanggung jawab. Yang memperkeruh situasi di lapangan.

​Menanggapi hal tersebut, Camat Tamansari Gatot Setyobudi menegaskan bahwa penyelesaian ini harus dilakukan secara komprehensif. Mencakup penataan fisik bangunan kios hingga regulasi aktivitas hiburan.

Baca Juga: Komisi I DPRD Tasikmalaya Soroti Selisih Rp4,6 M dalam Dokumen APBD Perubahan

Pemerintah kecamatan berencana membentuk Kelompok Masyarakat (Pokmas) serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk mengawasi kawasan secara berkelanjutan.

​Menjaga Kondusivitas Pasca-Kesepakatan

​Aparat penegak hukum turut memberikan pesan kuat agar perdamaian ini dijaga konsistensinya. Danramil 1209 Kapten Inf. Andri Mulyono mengingatkan agar momentum kemerdekaan tidak dicoreng oleh konflik horizontal

Sementara Kapolsek Tamansari AKP Nuraeni menekankan pentingnya merealisasikan poin-poin yang telah tertuang dalam resume kesepakatan tertulis.

​Kini, tantangan terbesar bukan lagi meredam ketegangan, melainkan konsistensi seluruh pihak dalam mematuhi aturan baru. Agar kawasan Situ Cibeureum benar-benar menjadi destinasi wisata yang tertib, nyaman, dan ramah bagi semua kalangan.

(Abdul Latif)

Rendiana Awangga: 2026 Tahun Infrastruktur Kota Bandung

0
Bandung@fokusjabar.id
Anggota Komisi III DPRD Kota Bandung, Rendiana Awangga.(Istimewa)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Sejumlah persoalan infrastruktur yang selama ini dikeluhkan warga Kota Bandung mulai menunjukkan progres penanganan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tahun ini menggenjot pembangunan dan perbaikan fasilitas publik, mulai dari penerangan jalan umum (PJU), trotoar hingga penanganan jalan berlubang.

Anggota Komisi III DPRD Kota Bandung, Rendiana Awangga mengatakan, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu pekerjaan yang cukup menonjol pada 2026.

Baca Juga: Ekek Keling Sunda Terancam Punah, DPRD Jabar Dorong Political Will 

Bahkan, ia menilai tahun ini menjadi momentum bagi Pemkot Bandung untuk memperkuat pembangunan infrastruktur di berbagai sektor.

“Memang, tahun ini bisa dibilang merupakan tahunnya infrastruktur bagi Pemerintah Kota Bandung di bawah kepemimpinan Wali Kota Bandung,” kata Rendiana Awangga, Senin (31/8/2026).

Menjawab Kebutuhan Dasar Masyarakat

Menurutnya, pembangunan yang berjalan saat ini tidak hanya menyasar proyek baru. Pemerintah juga mulai menjawab kebutuhan dasar masyarakat yang sebelumnya banyak dikeluhkan.

“Kita melihat beberapa persoalan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat seperti PJU, trotoar maupun jalan-jalan berlubang sudah mulai dikerjakan dan progresnya mulai terlihat,” ujarnya.

Salah satu proyek yang mendapat perhatian DPRD Kota Bandung adalah penambahan PJU di Jalan Soekarno-Hatta. Pemkot Bandung berencana memasang sekitar 2.400 titik PJU di ruas jalan utama tersebut.

Rendiana menyambut baik rencana itu. Menurutnya, keberadaan PJU penting untuk mendukung keamanan dan kenyamanan masyarakat yang beraktivitas di jalan, terutama pada malam hari.

“Kita juga menyambut baik pembangunan PJU di Jalan Soekarno Hatta yang rencananya akan dipasang sekitar 2.400 titik,” katanya.

Realisasi Pembangunan PJU

Namun, realisasi pembangunan PJU tersebut membutuhkan koordinasi lintas pemerintahan. Pemkot Bandung saat ini berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun pemerintah pusat.

“Ini bagian dari upaya pemerintah kota berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, maupun pemerintah pusat agar pelaksanaannya bisa dilakukan tahun ini,” jelasnya.

Rendiana menyebut, terdapat sekitar delapan ruas trotoar dengan skala pembangunan cukup besar yang masuk dalam program tahun ini.

Ia berharap pembangunan trotoar tidak sekadar memperbaiki tampilan kota. Fasilitas tersebut harus memberikan ruang yang aman dan nyaman bagi pejalan kaki.

“Kemudian beberapa pembangunan trotoar juga sudah mulai berjalan. Kalau tidak salah ada sekitar delapan ruas trotoar yang cukup besar. Harapannya tentu masyarakat Kota Bandung bisa menggunakan fasilitas tersebut dengan lebih nyaman,” ungkapnya.

Anggaran Cukup Besar

Untuk sektor jalan, Pemkot Bandung menyiapkan anggaran cukup besar. Sejumlah pekerjaan bahkan telah memasuki proses lelang dan ditargetkan mulai dikerjakan tahun ini.

“Untuk jalan juga anggarannya cukup besar tahun ini. Beberapa pekerjaan sudah masuk proses lelang dan akan dikerjakan tahun ini,” katanya.

Baca Juga: Bandung Kumpulkan Bantuan Rp2 M untuk Korban Gempa NTT

DPRD Kota Bandung mendorong agar pembangunan tersebut tidak kembali tertunda. Percepatan pekerjaan dinilai penting agar persoalan infrastruktur yang telah lama dikeluhkan masyarakat segera mendapat penyelesaian.

Rendiana mengatakan, DPRD akan melihat perkembangan pembangunan di lapangan sekaligus memastikan program yang dijalankan pemerintah sesuai dengan kebutuhan warga.

“Jadi insya Allah apa yang dikeluhkan masyarakat tahun lalu, sekarang mulai terlihat jawabannya melalui pembangunan infrastruktur,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Jembatan Pongpet Terputus, Kodim 0625 Pangandaran Angkat Bicara

0
Pangandaran@fokusjabar.id
Letkol Czi Citra Kurniawan.(fokusjabar.id/Sajidin)

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Jembatan Pongpet di Dusun Margajaya, Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, mengalami putus sling saat digunakan dalam rangkaian peresmian. Tali sling di sisi kanan jembatan terlepas dari blok angkur saat rombongan melintas.

‎Komandan Kodim 0625 Pangandaran Letkol Czi Citra Kurniawan mengakui adanya kelalaian dari pihaknya karena tidak mengontrol jumlah orang yang melintas di atas jembatan tersebut.

‎”Memang kesalahan kami dari Kodim, pada saat pelaksanaan peresmian kami tidak mengontrol kapasitas yang melewati jembatan tersebut,” ujar Letkol Czi Citra Kurniawan kepada sejumlah wartawan Senin, (31/8/2026).

Baca Juga: Baru Diresmikan Bupati Pangandaran, Jembatan Gantung Pongpet Langsung Patah

‎Peristiwa itu terjadi setelah rombongan Forkopimda, termasuk Bupati Pangandaran dan Dandim 0625 Pangandaran, melintasi jembatan. Saat itu, tali sling di sebelah kanan terlepas dari blok angkur.

‎Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, sejumlah anggota Kodim, pemerintah daerah, dan masyarakat mengalami luka-luka ringan.

‎”Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Ada beberapa dari pihak Kodim, Pemda serta masyarakat yang terluka akibat kejadian tersebut,” katanya.

‎Menurutnya, kerusakan yang terjadi bukan pada konstruksi bagian bawah jembatan. Rangka bawah disebut masih dalam kondisi utuh, sementara sling di salah satu sisi terlepas.

Jembatan Gantung 65 Meter

‎Kodim menyebut jembatan gantung sepanjang 65 meter, lebar 1,8 meter dengan ketinggian 30 meter dari dasar sungai itu merupakan proyek nasional presiden Prabowo Subianto.

Jembatan ini memiliki kapasitas beban maksimal sekitar 2 ton. Namun, penggunaan idealnya dibatasi hingga 60 persen dari kapasitas tersebut.

‎Sebelum digunakan, pihak Kodim juga telah memasang aturan mengenai jumlah pengguna jembatan. Untuk pejalan kaki, maksimal tiga orang dari masing-masing sisi, sedangkan sepeda motor hanya diperbolehkan melintas satu per satu secara bergantian.

‎Namun, saat kejadian jumlah orang yang berada di atas jembatan diperkirakan mencapai lebih dari 40 orang.

‎”Untuk saat kejadian saya tidak menghitung pasti, itu sekitar lebih kurang 40 orang lebih di jembatan tersebut. Memang kesalahan kami Kodim tidak mengontrol batas maksimum masyarakat yang melewati jembatan tersebut,” ujarnya.

‎Padahal, jembatan tersebut sebelumnya telah dilakukan uji coba. Komandan Kodim mengaku sempat menguji jembatan dengan menggunakan dua sepeda motor sekitar satu pekan sebelum peresmian.

Uji Coba Jembatan

‎Selain itu, sekitar enam orang juga sempat melintasi jembatan tersebut dalam rangka memastikan keamanan sebelum digunakan masyarakat.

‎”Uji coba dilaksanakan sekitar bulan Agustus. Satu minggu sebelum saya melaksanakan peresmian, saya sudah melaksanakan uji coba di jembatan tersebut untuk memastikan jembatan aman dilewati masyarakat,” katanya.

‎Pasca kejadian, Kodim langsung melakukan evaluasi dan pemeriksaan terhadap kondisi jembatan serta memastikan kondisi para korban. Selanjutnya, perbaikan akan dilakukan setelah proses evaluasi dan perencanaan konstruksi selesai.

‎”Kami akan melaksanakan perbaikan semaksimal mungkin sehingga kejadian musibah tersebut tidak akan terulang lagi,” ujarnya.

‎Kodim 0625 Pangandaran juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Pangandaran atas kejadian tersebut.

‎”Kami dari Kodim 0625 Pangandaran mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada warga Pangandaran. Dalam rangka mengawal program strategis ini terjadi musibah di wilayah Pangandaran,” katanya.

Sistem Padat Karya

‎Jembatan tersebut merupakan bagian dari program pembangunan jembatan melalui sistem padat karya yang melibatkan Kodim dan masyarakat. 

‎Program itu ditujukan untuk membantu akses masyarakat, terutama di bidang pendidikan, pertanian, perekonomian, kesehatan, dan pariwisata.

Baca Juga: Saat Legenda dan Pemimpin Masa Kini Bertemu, Citra Pitriyami Hidupkan Sosok Dewi Siti Samboja

‎Saat ini, Kodim 0625 Pangandaran tengah mengerjakan lima jembatan di wilayah Kabupaten Pangandaran. Lokasinya berada di Desa Margacinta, Parakanmangu, Kondangjajar, Cikugur, dan Desa Kertajaya.

‎Dari lima jembatan tersebut, tiga jembatan selain Margacinta disebut telah selesai dan menjalani uji beban. Hasilnya, sejauh ini tidak ditemukan kendala.

‎”Kejadian ini merupakan evaluasi yang sangat berharga bagi kami. Ke depan kami akan lebih meningkatkan komunikasi serta koordinasi dengan dinas terkait, dalam hal ini PU Kabupaten Pangandaran, sehingga jembatan dapat digunakan masyarakat secara aman,” pungkasnya.

(Sajidin)