spot_imgspot_img
Minggu 4 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Truk Muatan Tanah Menggunung Marak Melintas di Jalur Nasional Pangandaran, Pengendara Resah

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Mobil truk dump bermuatan tanah belakangan ini gencar melintas di Jalur Nasional wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Muatan tanah yang menggunung hingga melampaui batas bak truk memicu kecemasan para pengguna jalan, terutama akibat sebaran debu dan potensi jatuhnya material batu ke aspal.

Pantauan di sepanjang Jalan Nasional Padaherang-Kalipucang merekam lalu lalang armada truk yang mengangkut beragam material bangunan. Sopir truk membawa tanah, cadas putih (cabluk), hingga bebatuan hitam.

Baca Juga: Curi Perhiasan Emas Rp10 Juta di Pangandaran, Pemuda 18 Tahun Kepergok dan Ditangkap Warga

Salah satu armada truk berwarna kuning tampak mengangkut tanah hingga membumbung tinggi melewati batas bak belakang. Sopir hanya mengandalkan lembaran terpal biru untuk menutupi muatan tersebut.

Armada truk ini melintas saban siang hari, baik dari arah Padaherang menuju Pangandaran maupun jalur sebaliknya. Warga setempat mengonfirmasi intensitas perlintasan truk pengangkut material ini semakin tinggi dalam beberapa pekan terakhir.

Para pengguna jalan mengeluhkan paparan debu tebal yang mengganggu jarak pandang dan memicu rasa perih pada mata. Ceceran material dari bak truk juga mengancam keselamatan para pengendara di belakangnya.

“Debunya lumayan. Kalau terpalnya kurang rapat, tanahnya berjatuhan di jalan. Mata saya kadang suka perih kalau berada di belakangnya,” kata Andi, warga Tasikmalaya yang sedang melintas menuju Pangandaran, Minggu (4/10/2026).

Keluhan serupa datang dari Nur (26), warga Kecamatan Padaherang. Ia menyaksikan armada truk pengangkut material melintas hampir setiap hari.

“Setiap hari ada, kadang beriringan dua sampai tiga truk,” ujar Nur.

Nur mengingatkan para pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya para pengendara sepeda motor yang melaju persis di belakang iring-iringan truk material.

Muatan Menggunung Ancam Akses Utama Wisata

Kondisi muatan truk yang melebihi kapasitas bak (overload) menjadi perhatian utama warga sekitar. Tutupan terpal yang longgar berpotensi menyebarkan ceceran tanah serta bebatuan ke permukaan jalan nasional.

Selain mengotori jalur utama, ceceran material keras tersebut bisa memicu kecelakaan lalu lintas.

Terlebih lagi, ruas jalan Padaherang-Kalipucang merupakan urat nadi Jalan Nasional yang menjadi rute utama menuju kawasan wisata pantai Pangandaran.

Rute vital ini saban hari menampung lalu lintas kendaraan pribadi, angkutan barang, bus antarkota, hingga kendaraan wisatawan yang hendak menuju Pangandaran maupun wilayah Jawa Tengah.

Pengendara jalan hingga kini belum mengetahui pasti asal pengangkutan material tanah tersebut maupun lokasi tujuannya.

Masyarakat mendesak instansi terkait agar mengintensifkan pengawasan terhadap armada pengangkut material, khususnya menyangkut kelaikan kendaraan, kerapatan penutup muatan, hingga batas jam operasional.

Warga meminta aparat menindak tegas armada truk yang membawa muatan berlebih agar aktivitas pengangkutan tanah tidak membahayakan keselamatan pengguna Jalan Nasional Padaherang-Kalipucang.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru