spot_imgspot_img
Jumat 3 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 148

Bupati Garut Mapag Gumiwang Ci Garut dan Ziarah Leluhur

0
Bupati Garut Mapag Gumiwang fokusjabar.id
Bupati Garut ziarah ke makam leluhur

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin pimpin Mapag Hurip Gumiwang Ci Garut, Napak Darma Lingga Buanadan ziarah ke makam Bupati ke-I, III, IV, V, VI dan XIII, Kamis (12/2/2026).

Rangkaian kegiatan tersebut dalam rangka memperingati Hari Jadi Garut (HJG) ke-213.

BACA JUGA:‎

Bupati Garut Pantau Bapokting di Pasar Guntur Ciawitali

‎Kegiatan di awali dengan prosesi Upacara Adat Mapag Hurip Gumiwang Sumur Ci Garut di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Garut.

Syakur menjelaskan, upacara tersebut merupakan momentum penting untuk merenungi kembali awal mula berdirinya Kabupaten Garut serta jasa para leluhur.

Menurut Bupati Garut, memahami sejarah adalah kunci untuk melangkah ke depan dengan penuh tanggung jawab.

‎”Kita melaksanakan ini untuk mengingatkan kepada masyarakat tentang perjalanan awal keberadaan Kabupaten Garut serta mengingat kembali apa yang sudah di lakukan para leluhur kita,” ungkap Syakur.

Kata Dia, membangun Garut harus benar-benar serius. Syakur berharap, ke depan semakin banyak perubahan yang terjadi di Kabupaten Garut.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika menyebut, Sumur Ci Garut di identifikasi sebagai salah satu peninggalan awal sejarah Garut.

‎”Sumur ini bukan hanya mata air. Namun sumber cerita, sumber kehidupan dan sumber pertama kali ngebangun peradaban di Kabupaten Garut,” kata Beni.

Dia mengatakan, proses ngarawat sumur Ci Garut merupakan wujud pengingat dan penghormatan kepada leluhur yang sudah menancapkan jejak sejarah.‎

‎Acara di lanjutkan dengan prosesi Napak Darma Lingga Buana di Titik Nol Garut. Yakni, Jalan Kiansantang (depan Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah/BPKAD Garut).

KataBeni, prosesi tersebut mengandung simbol identitas dan komitmen kuat untuk membangun Garut yang adil, makmur dan sejahtera.

BACA JUGA:

Bupati Garut Perintahkan Kades Transparan dan Ikuti Arahan Pusat

Pelaksanaan kedua upacara adat tersebut secara resmi menjadi sejarah baru dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Garut ke-213.

Pemkab Garut berharap, generasi muda dapat lebih mengenal dan bangga akan sejarah tanah kelahirannya.

Pengetahuan akan jati diri daerah di anggap penting agar semangat menjaga kelestarian budaya tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

‎”Semoga ini menjadi langkah awal yang mulia untuk menjaga dan menguatkan jati diri Garut agar tetap lestari dan mendatangkan keberkahan bagi kita semua,” kata Beni.‎

‎Selajutnya Bupati Garut dan unsur Forkopimda ziarah ke makam para leluhur dan Bupati terdahulu yang tersebar di beberapa titik di Garut Kota.

Ziarah pertama ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cipeujeuh Kelurahan Paminggir. Lokasi itu menjadi tempat peristirahatan terakhir Bupati Garut pertama, Raden Adipati Arya (RAA) Adiwidjaya.

‎Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Garut, Aji Sekarmaji menjelaskan, makam tersebut menjadi bukti otentik peralihan masa pemerintahan dari Kabupaten Balubur Limbangan ke Kabupaten Garut.

RAA Adiwidjaya menjabat sebagai Bupati pertama pada periode 1813–1831.

‎”Beliau adalah putra sulung dari Dalem Sumedang, Pangeran Kornel. Selain makam RAA Adiwidjaya, di kompleks ini juga terdapat makam istri beliau, Raden Ajeng Situ Ningrum,” jelas Aji.

Ziarah kemudian di lanjutkan ke Kompleks Makam Keluarga Hoofd Panghoeloe Raden Haji Muhammad (R.H.M.) Moesa di Jalan Kabupaten, Kecamatan Garut Kota.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Garut, Totong menyampaikan, area pemakaman tersebut di peruntukkan bagi keturunan dan kerabat dekat sang Penghulu Besar.

BACA JUGA:

Tak Terima Diklaim BPBD, Organisasi Rentan Duduki Kantor Sekda Garut

‎”Di lokasi ini, di makamkan tokoh-tokoh besar. Di antara mereka ada yang menjadi wedana, Patih, Penghulu dan Bupati pada masa kolonial hingga kemerdekaan,” ungkapnya.

‎Tercatat lima Bupati Garut yang di makamkan di kompleks tersebut. Yakni, Raden Adipati Suryanatakusuma (Bupati Garut ke-III, 1833–1871).

Raden Adipati Aria Wiratanudatar VII (Bupati Garut ke-IV, 1871–1915), Raden Adipati Aria Soeria Kartalegawa (Bupati Garut ke-V, 1915–1929).

Raden Adipati Aria Moehammad Moesa Soeria Kartalegawa (Bupati Garut ke-VI, 1929–1944), dan Raden Gahara Wijaya Surya (Bupati Garut ke-XIII, 1960–1966).

(Bambang Fouristian)

Bos Koi, Irfan Hakim Akan Munggahan di Situ Cipanten Majalengka, Kapan?

0
bos koi situ cipanten majalengka@fokusjabar.id
Bos Koi Hartono Soekwanto bersama Irfan Hakim di Situ Cipanten Majalengka.(Abdul Latif/fokusjabar.id)

MAJALENGKA,FOKUSJabar.id: Tradisi Munggahan atau menyambut datangnya bulan suci Ramadan yaitu identik dengan makan bersama keluarga. 

Namun, ada yang berbeda dan jauh lebih spektakuler munggahan kali ini di Situ Cipanten, Desa Gunungkuning, Majalengka pada Minggu (15/02/2026) mendatang.

​Hartono Soekwanto, pengusaha sukses asal Bandung yang di juluki Bos Koi, memilih Situ Cipanten sebagai lokasi munggahan istimewa. 

Baca Juga: Mengintip Ribuan Koi Harga Selangit di Situ Cipanten Majalengka

Hartono Sukwanto datang tidak sendirian, ia memboyong rombongan besar, mulai dari Irfan Hakim, Panji Petualang, hingga jamaah pengajian untuk bersyukur atas karunia alam sebelum memasuki bulan puasa.

Munggahan dengan “Sedekah” Alam

​Bagi Hartono Soekwanto munggahan kali ini bukan sekadar berkumpul. Ia membawa misi pelestarian lingkungan dengan menebar kembali ribuan ikan Koi kelas premium di Situ Cipanten.

​”Alhamdulillah, saya bersama Irfan Hakim, Panji Petualang, dan rombongan ibu-ibu pengajian akan melakukan Munggahan di Situ Cipanten,” ungkap Hartono.

Sebelumnya Bos Koi Hartono Soekwanto pada Januari 2026 lalu menebar 2 ribu lebih ikan Koi kelas premium dengan nilai pantastis di Situ Cipanten Majalengka.

Bahkan satu ekor Koi Sultan tersebut harganya ada yang setara dengan Pajero Sport karena memiliki darah langsung dari Jepang.

​Nah kenapa momen munggahan kali ini menjadi sangat emosional, karena Irfan Hakim pun turut menyumbangkan 2.000 ekor ikan koi kesayangannya yang dikembangbiakkan khusus di rumahnya. 

Alih-alih menyimpannya untuk koleksi pribadi, Irfan memilih melepasnya di Situ Cipanten agar ikan-ikan tersebut bisa hidup lebih bahagia di habitat yang luas dan alami.

​Ikatan Batin dan Energi Positif

​Pilihan lokasi Situ Cipanten untuk acara Munggahan ini bukan tanpa alasan. Hartono mengaku memiliki ikatan batin yang sangat kuat dengan tempat ini. 

Menurutnya, energi alam di Situ Cipanten sangat ideal untuk peristirahatan ikan-ikan “Sultan” miliknya.

​”Energi alam di sini luar biasa. Ikan-ikan yang saya tebar sebulan lalu semuanya sehat, bahagia, dan tidak ada yang mati meskipun cuaca sedang ekstrem,” tambahnya.

Berkah Munggahan Bagi Warga Desa

​Acara Munggahan para pesohor ini ternyata membawa dampak ekonomi luar biasa bagi warga setempat. 

Baca Juga: Situ Cipanten, Danau Jernih Majalengka yang Disulap Jadi Istana Koi Sultan

Kepala Desa Gunung Kuning, Rudi Yudistira Gozali, menyebutkan bahwa antusiasme masyarakat untuk ikut “Munggahan” sambil melihat Koi Sultan melonjak tajam. Dan ​Wisata Perahu Transparan, Sudah terpesan penuh (full booked) hingga Maret.

​Ekonomi Lokal, Warung dan UMKM di sekitar danau kecipratan berkah dari ramainya pengunjung yang penasaran melihat langsung aksi Bos Koi dan Irfan Hakim.

​Kegiatan Munggahan ini menjadi simbol harmonisasi antara manusia, hobi berkelas, dan pelestarian alam yang memberikan manfaat nyata bagi kemajuan Desa Gunungkuning.

(Abdul Latif)

DPC PDI Perjuangan Kota Banjar Gelar Konsolidasi Organisasi

0
banjar@fokusjabar.id
DPC PDIP Kota Banjar konsolidasi organisasi jelang musyawarah ranting dan anak ranting.(Agus Purwadi/fokusjabar.id)

BANJAR, FOKUSJabar.id: Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kota Banjar, terus memanaskan mesin parpol jelang Pemilu 2029 dengan menggelar konsolidasi organisasi.

Konsolidasi organisasi tersebut di laksanakan di Sekretariat DPC PDI Perjuangan Kota Banjar, Jalan Brigjen M Isa, Kamis (12/2/2026).

“Setelah sukses menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab), sekarang menggelar Musyawarah Ranting (Pengurus Tingkat Desa) dan musyawarah Anak Ranting (Pengurus Tingkat RW),” ungkap Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Banjar Nana Suryana.

Baca Juga: Ketua GPI Soroti Kinerja Kejari Kota Banjar Terkait Dugaan Korupsi

Dan rapat ini, kata Nana, merupakan bagian dari persiapan konsolidasi organisasi menjelang Musyawarah Ranting dan Anak Ranting.

Jadi, Nana menegaskan bahwa, musyawarah pengurus ranting dan anak ranting harus selesai dalam kurun waktu satu pekan kedepan.

“Kami restrukturisasi baik ranting maupun anak ranting. Satu minggu kedepan ini harus sudah beres semua,” jelas mantan Wakil Wali Kota Banjar ini. 

Restrukturisasi mulai tingkat anak ranting ini, lanjut Nana, yaitu supaya seluruh mesin partai terus berjalan. Dan ketika nanti ada berbagai program dari DPP PDI Perjuangan yang pro rakyat akan tersampaikan ke masyarakat.

Baca Juga: Setahun Kepemimpinan Sudarsono–Supriana, Aliansi Pemuda Nilai Banjar “Stagnan”

“Yaitu melalui pengurus ranting maupun anak ranting. Mesin kami siapkan. Jadi ketika nanti akan di gunakan kita sudah siap,” jelasnya. 

Ketika di tanya target kursi DPRD Kota Banjar untuk pemilu 2029?. Nana menyampaikan, bahwa untuk menjawab hal tersebut nanti bisa di lihat setelah pengurus tingkat anak ranting sampai DPC PDI Perjuangan telah beres.

“Untuk menghitung itu (Target krsi-red) nanti kalau udah beres semua bisa di prediksi,” pungkasnya.

(Agus Purwadi)

Rencana Bongkar Teras Cihampelas, Pemkot Bandung Gandeng Kejari dan KPK

0
bandung@fokusjabar.id
Pemerintah Kota Bandung Gandeng Kejari dan KPK Dalam Proses Pembongkaran Teras Cihampelas Kota Bandung. (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung belum akan mengeksekusi penataan Teras Cihampelas sebelum seluruh aspek hukum, teknis, dan administrasi di nyatakan tuntas.

Hal itu di lakukan untuk mengantisipasi persoalan hukum maupun potensi kerugian negara di kemudian hari.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, bahwa setiap kebijakan yang di ambil harus memiliki landasan regulasi yang jelas.

Baca Juga: Selama Ramadan, Pemkot Bandung Perketat Razia PMKS Juga Club Malam

Karena itu, Pemkot Bandung menggandeng Kejaksaan Negeri melalui nota kesepahaman (MoU) terkait pendampingan hukum di bidang perdata dan tata usaha negara.

“Kami sudah bekerja sama dengan Kejaksaan Negeri melalui MoU khususnya untuk pendampingan unsur perdata dan tata usaha negara. Ini penting agar setiap kebijakan yang di ambil memiliki dasar hukum yang kuat,” kata Farhan, Kamis (12/2/2026).

Tak hanya itu, Pemkot Bandung juga mengajukan permohonan analisis kepada Koordinator Supervisi dan Pencegahan (Korsupgah) KPK.

Langkah ini di lakukan sebagai upaya pencegahan potensi persoalan hukum serta memastikan tidak ada risiko kerugian negara dalam proses pembongkaran Teras Cihampelas.

“Kami juga mengajukan analisis dari Korsupgah KPK untuk memastikan bahwa nanti proses pembongkaran tidak menimbulkan potensi kerugian negara. Prinsipnya, semua harus clear secara hukum,”jelasnya.

Farhan menjelaskan, saat ini Pemkot Bandung masih melakukan kajian menyeluruh dari sisi teknis struktur bangunan serta kewenangan lintas perangkat daerah.

Proses tersebut melibatkan Dinas Perhubungan, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, serta unsur kewilayahan.

Baca Juga: Satpol PP Kota Bandung Bongkar Bangunan Tanpa PBG

Seluruh tahapan administrasi di koordinasikan oleh Asisten Daerah III guna memastikan proses berjalan rapi dan akuntabel.

Setelah seluruh kajian rampung dan administrasi di nyatakan lengkap, Farhan menyebut dia akan menghadap Gubernur untuk penyerahan perizinan sebelum penataan di mulai.

“Kalau semuanya sudah rapi, saya akan menghadap Pak Gubernur untuk menyerahkan perizinan. Setelah itu baru kita mulai,”pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

PAN Usulkan Prabowo Subianto-Zulkifli Hasan, Ini Tanggapan Berkelas PSI

0
Prabowo Subianto PSI fokusjabar.id
Sekretaris Dewan Pembina PSI, Grace Natalie Louisa (foto: web)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Wakil Ketua Umum PAN, Eddy Soeparno mengusulkan Prabowo Subianto berpasangan dengan Zulkifli Hasan sebagai paslon presiden 2029.

Sekretaris Dewan Pembina PSI, Grace Natalie Louisa mengatakan, usul PAN merupakan hal yang wajar bagi Partai Politik (Parpol) sebagai bagian dari aspirasi.

BACA JUGA:

Bursa Capres 2029 Mulai Menghangat, Dedi Mulyadi Masuk Radar Nasional

Hanya saja menurut Grace, masih prematur kalau saat ini sudah mengurusi Pilpres 2029.

“Kami yakin Pak Prabowo Subianto akan memilih yang terbaik,” kata Grace di kutip tempo.co, Kamis (12/2/2026).

Untuk itu, PSI mengajak agar partai koalisi pendukung pemerintahan Prabowo-Gibran untuk lebih fokus bekerja. Sebab, masih banyak janji-janji kampanye pemerintahan yang masih harus di tuntaskan.

Wakil Ketua Umum PSI, Ronald Aristone Sinaga menambahkan, pihaknya tetap konsisten mendukung duet Prabowo-Gibran hingga dua periode pemerintahan.

Pihaknya menghormati sikap Parpol koalisi yang mengusulkan nama lain atau tak eksplisit mendorong duet Prabowo-Gibran untuk melanjutkan periode kedua.

“PSI tetap dukung Prabowo-Gibran,” ungkapnya.

Wakil Ketua Umum PAN, Eddy Soeparno beralasan mengusulkan nama Zulkifli Hasan sebagai calon pendamping Prabowo Subianto di Pilpres 2029.

Menurut Dia, dengan mengusung Zulkifli Hasan maka elektoral partai akan menjadi lebih hidup. Sebab, kader dan mesin politik partai akan bekerja lebih keras ketika Ketua Umumn di usulkan untuk menjadi pasangan calon presiden.

BACA JUGA:

Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Turunkan Biaya Haji Lewat Pembangunan Kampung Haji

Sementara Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad menganggap dukungan yang di sampaikan sejumlah partai untuk Prabowo melanjutkan periode kedua pemerintahan sebagai doa.

Soal sikap partai, Gerindra hingga saat ini belum membahas siapa yang akan di dapuk menjadi wakil Prabowo mendatang.

(Bambang Fouristian)

Longsor Timbun Jalan di Mekarsari, Damkar Rancah Gerak Cepat

0
Rancah Ciamis Longsor fokusjabar.id
Personel Damkar pos wmk Rancah saat membersihkan material tanah longsor

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Tebing longsor di Dusun Samarang Desa Mekarsari Kecamatan Rancah Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar) longsor.

Meterial tebing longsor berupa tanah menutupi jalan gang di wilayah Dusun Samarang. Sehingga tidak bisa di lalui kendaraan roda dua maupun pejalan kaki.

BACA JUGA:

Hujan Deras di Ciamis Picu Bencana Longsor

Karena jalan tersebut bagi masyarakat cukup vital, Damkar pos WMK Rancah membersihkan material tanah yang menggunung.

“Kejadian longsor Rabu (11/2/2026) sore kemarin saat hujan deras,” kata Kasatpol PP Kabupaten Ciamis, Ega Anggara Alqausar melalui Kasi Pengendalian dan Penanganan Kebakaran Trisyanto, Kamis (12/2/2026).

Menurut Trisyanto, pihak Damkar pos WMK Rancah di mintai bantuan Pemerintahan Desa Mekarsari untuk membersihkan material tanah longsor.

“Alhamdulillah, saat ini kondisi jalan sudah kembali bisa di lalui kendaraan dan pejalan kaki,” pungkasnya.

(Husen Maharaja)

Selama Ramadan, Pemkot Bandung Perketat Razia PMKS Juga Club Malam

0
bandung@fokusjabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.(Yusuf Mugni/fokusjabar.id)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) akan memperketat patroli penertiban gelandangan dan pengemis
serta memastikan penutupan tempat hiburan malam selama bulan suci Ramadan 2026.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, langkah tersebut di lakukan untuk menjaga kenyamanan warga dalam menjalankan ibadah puasa.

Farhan menyebut, dalam operasi penertiban yang telah di gelar sebelumnya, petugas gabungan dari Dinas Sosial dan Satpol PP mengamankan 77 orang.

Baca Juga: Satpol PP Kota Bandung Bongkar Bangunan Tanpa PBG

Yang terindikasi sebagai Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 20 orang yang tercatat ber-KTP Kota Bandung.

“Dari berbagai daerah bahkan ada juga yang datang dari luar Jawa. Semuanya sudah kita bina, di tampung sementara lalu di kembalikan ke daerah asal masing-masing,” kata Farhan, Kamis (12/2/2026).

Ia menegaskan, patroli akan di lakukan secara berkelanjutan sepanjang Ramadan untuk memastikan ruang publik tidak di salahgunakan.

“Operasi akan terus berjalan. Bagaimanapun juga kami harus memastikan ruang publik tetap tertib, aman dan nyaman untuk masyarakat,”katanya.

Terkait arus pendatang, Farhan mengakui Pemkot tidak dapat memantau sejak awal kedatangan. Namun, apabila terjaring razia, mereka akan menjalani pembinaan sebelum di fasilitasi kembali ke daerah asal.

Baca Juga: Bluebird Luncurkan 50 Unit Taksi Listrik di Kota Bandung

“Kita bina dulu, masuk ke rumah penampungan, setelah itu baru kita fasilitasi untuk kembali ke kampung halaman masing-masing. Itu akan terus kita lakukan,” jelasnya.

Selain penertiban PMKS, Pemkot Bandung juga memastikan penutupan tempat hiburan malam selama Ramadan. Kebijakan tersebut akan di tuangkan dalam surat edaran resmi yang segera di terbitkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

“Penutupan tempat hiburan malam selama bulan puasa itu wajib. Sama seperti pada hari besar keagamaan lainnya. Surat edarannya segera keluar,”pungkasnya.

(Yusuf Mugni)