spot_imgspot_img
Senin 5 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 149

Titik Panas Karhutla Naik, Lonjakan di Kalteng dan Kalbar

0
titik panas Karhutla fokusjabar.id
foto: Ilustrasi

JAKARTA, FOKUSJabr.id: Jumlah titik panas (hotspot) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) secara nasional mencapai 20.378 titik per Sabtu (29/8/2026).

Angka tersebut meningkat di bandingkan 18.092 titik pada 28 Agustus 2026 dengan lonjakan signifikan terjadi di Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Barat (Kalbar).

BACA JUGA:

Karhutla Mengancam 6 Provinsi, BMKG Kerahkan Operasi Modifikasi Cuaca

Kenaikan jumlah titik panas Karhutla di Kalteng dari 7.703 menjadi 8.488 dan di Kalbar dari 3.384 menjadi 6.526 hotspot.

“Kementerian Kehutanan dalam posisi siaga penuh. Terutama menyikapi peningkatan hotspot di Kalteng dan Kalbar,” kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri, Ristianto Pribadi di kutip katadata, Senin (31/8/2026).

Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan yang bersumber dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20 pada tingkat kepercayaan high, medium dan low, jumlah hotspot nasional pada 29 Agustus 2026 tercatat 20.378 titik.

Mengalami peningkatan di bandingkan 18.092 titik pada 28 Agustus dan 14.788 titik pada 27 Agustus 2026. Data menggunakan cut off 29 Agustus pukul 23.59 WIB.

Di tengah peningkatan secara nasional tersebut, perkembangan pada enam provinsi prioritas menunjukkan kondisi yang beragam:

  • Kalimantan Selatan: turun dari 1.354 menjadi 867
  • Sumatera Selatan: turun dari 1.036 menjadi 808
  • Riau: turun tipis dari 265 menjadi 254
  • Jambi: turun dari 181 menjadi 159
  • Kalimantan Tengah: meningkat dari 7.703 menjadi 8.488
  • Kalimantan Barat: meningkat dari 3.384 menjadi 6.526.

Riastianto mengatakan, perkembangan positif juga terpantau di Riau. Pada Sabtu (29/8), hujan telah turun di sebagian wilayah dengan intensitas yang bervariasi. Bahkan mencapai hujan lebat di beberapa lokasi.

Namun, hujan belum merata karena masih terdapat wilayah yang belum mengalami hujan.

Kondisi ini mendukung upaya pengendalian karhutla, meskipun kewaspadaan tetap di jaga. Terutama pada area yang masih kering.

BACA JUGA:

Harga Telur tak Wajar jadi Sorotan Badan Gizi Nasional

Menurut dia, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa situasi karhutla masih dinamis. Penurunan hotspot di Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Riau dan Jambi serta mulai turunnya hujan di sebagian wilayah Riau menjadi perkembangan positif.

Namun, peningkatan hotspot di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat membuat penguatan kewaspadaan dan operasi di lapangan tetap menjadi prioritas.

Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan terus memperkuat pengendalian melalui patroli, groundcheck, pemadaman darat, penyekatan penjalaran api, mopping up, pendinginan serta pemantauan lokasi yang berpotensi mengalami penyalaan kembali.

Berdasarkan laporan operasi per 29 Agustus 2026 pukul 09.00 WIB, tercatat 112 laporan kejadian karhutla dan groundcheck firespot di 11 provinsi.

Dari jumlah tersebut, 47 kejadian telah di nyatakan padam. Sedangkan 65 lainnya masih dalam proses pemadaman.

Operasi pengendalian melibatkan Manggala Agni Kemenhut bersama TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha dan para pihak lainnya.

Strategi penanganan disesuaikan dengan kondisi di masing-masing wilayah. Termasuk karakteristik lahan gambut, ketersediaan sumber air, kondisi bahan bakar, arah penjalaran api serta potensi dampaknya terhadap masyarakat dan fasilitas publik.

Jarak Pandang

Jarak pandang dan kualitas udara dapat berubah mengikuti konsentrasi asap, arah dan kecepatan angin, curah hujan serta kondisi atmosfer.

Karena itu, perkembangan hotspot, kondisi api di lapangan, kualitas udara, sebaran asap, cuaca dan jarak pandang terus di pantau secara terpadu sebagai dasar menentukan langkah operasi berikutnya.

Kementerian Kehutanan mengimbau masyarakat untuk tidak membuka ataupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

Masyarakat di wilayah terdampak asap juga di minta terus mengikuti informasi resmi mengenai kualitas udara, cuaca dan jarak pandang serta menyesuaikan aktivitas apabila kondisi lingkungan memburuk.

Hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi melalui satelit dan tidak serta-merta menunjukkan satu kejadian kebakaran.

Satu kejadian kebakaran dapat terdeteksi sebagai beberapa hotspot. Sehingga setiap indikasi tetap memerlukan verifikasi melalui groundcheck dan pemantauan kondisi aktual di lapangan.

Masyarakat yang menemukan asap, titik api atau indikasi kebakaran di minta segera melapor agar dapat di tindaklanjuti petugas sedini mungkin melalui Posko Karhutla Kementerian Kehutanan pada nomor 021-5704618, WhatsApp +62 8131-00-35000, atau email [email protected].

(Bambang Fouristian)

Kepala BGN Sudaryono Soroti Pungli SPPG, Proses Secara Hukum

0
Sudaryono BGN fokusjabar.id
Kepala BGN, Sudaryono

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Nama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono (Mas Dar) telah di manfaatkan oleh oknum  penipu yang menyasar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah.

Sudaryono menegaskan, tak pernah memungut biaya atau memberikan janji kemudahan operasional dapur via pihak ketiga mana pun.

BACA JUGA:

BGN Hapus 80 Sekolah Elite dari Daftar Penerima MBG

Untuk itu, Dia mengimbau seluruh mitra kerja yang jadi korban pemerasan atau penipuan agar tidak ragu membawa kasus tersebut ke jalur hukum.

Kepala BGN menyebut, seluruh prosedur perizinan dan kelayakan dapur program Makan Bergizi Gratis (NBG) berjalan sesuai dengan mekanisme resmi tanpa melibatkan imbalan uang.

“Ada oknum-oknum yang mengatasnamakan saya atau pimpinan siapapun yang memberikan iming-iming akan di bantu SPPG yang belum beroperasi untuk segera beroperasi. Saya pastikan bohong dan itu adalah tindak pidana penipuan,” tegas Mas Dar.

Selain menyoroti masalah pungli, pimpinan BGN mengulas pentingnya penegakan disiplin dan standar operasional prosedur di area dapur MBG demi mencegah insiden fatal seperti keracunan makanan pada penerima manfaat.

Pengetatan jam kerja di berlakukan agar penanggung jawab lapangan selalu memantau jalannya alur produksi pengolahan makanan secara langsung.

“Kami telah mengeluarkan surat edaran jam ASN PPPK Kepala SPPG adalah jam operasional dapur, dari pukul 02.00 hingga 08.00, di tambah dua jam lagi saat penerimaan bahan baku di sore hari,” ungkapnya.

Kedisiplinan di area SPPG mencakup penerapan higienitas ketat. Seperti penggunaan perlengkapan pelindung diri, sarung tangan hingga penutup kepala pada tahap memasak dan pemorsian.

BACA JUGA:

BGN Kembalikan Uang Negara Rp311 Milyar dari SPPG Fiktif

Pihak BGN juga menyiapkan sanksi berat berupa pemberhentian secara tidak hormat bagi penanggung jawab SPPG yang terbukti bolos atau tidak hadir di tempat tugas selama 10 hari berturut-turut.

Kembalikan uang Negara

BGN juga telah mengembalikan uang negara sebesar Rp311 milyar dari sejumlah temuan penerima program MBG dan SPPG fiktif.

Menurutnya, tahun 2026 telah melakukan sejumlah pengurangan sekolah dan siswa penerima manfaat program MBG dan menyelidiki SPPG yang tidak beroperasi.

Berdasarkan hasil temuan, terdapat sebanyak 414 SPPG yang sudah mendapat anggaran, namun belum beroperasi.

“Uangnya sudah kita ambil, kita kembalikan ke kas negara Rp 311 milyar. Jadi ini kita sisir semua. Insyaallah so far so good lah ya, manageable gitu,” kata Mas Dar.

BACA JUGA:

BGN Masih Moratorium, Sudaryono: Pemilik SPPG Harap Sabar

Sudaryono menyebut, selain menemukan SPPG yang belum beroperasi, BGN juga menemukan adanya 6 juta penerima MBG yang terhitung dua kali atau double.

(Bambang Fouristian)

Berikut Susunan Pemain Persebaya Surabaya Musim 2026/27

0
Pemain Persebaya Surabaya fokusjabar.id
Persebaya Surabaya (foto: web)

SURABAYA, FOKUSJabar.id: Persebaya Surabaya secara resmi telah mengumumkan susunan pemain dan tim kepelatihan untuk menghadapi Super League 2026/2027.

Pengumuman tersebut dalam Launching Synergy Persebaya di halaman Balai Kota Surabaya, Sabtu (29/8/2026) kemarin.

BACA JUGA:

Persib Resmi Pinjamkan Dion Markx ke Persita, Ini Alasan di Balik Keputusan Maung Bandung

Mengutip JawaPos, Skuad Green Force musim ini di isi kombinasi pemain senior, talenta muda serta jajaran staf dengan spesialisasi kepelatihan, analisis, fisik dan sports science.

Komposisi Persebaya Surabaya musim ini terdiri dari 5 penjaga gawang, 10 bek, 11 gelandang dan 6 striker yang di perkenalkan.

Sejumlah nama penting tetap menjadi bagian skuad. Termasuk Francisco Rivera, Rachmat Irianto, Yuran Fernandes, Ramadhan Sananta hingga Reza Arya Pratama

Di posisi kiper, Persebaya Surabaya memiliki M. Reza Arya dengan nomor punggung 30, Kenzo Albar (27), Ilham Al Arif (1), Lutfi Masrohan (24) serta Ernando Ari Sutaryadi (21).

Persaingan di bawah mistar pun cukup menarik karena Reza Arya tampil menonjol pada Piala Presiden 2026 dengan menggagalkan dua tendangan penalti dalam kemenangan Green Force atas Persib Bandung di final.

Sektor pertahanan di huni Yuran Fernandes (4), Risto Mitrevski (5), Koko Ari Araya (33), Walber Mota (34), Syahrul Lasinari (22), Randy May (18), Arief Catur (2), Jefferson Silva (17), Mikael Tata (15) dan Yusuf Meilana (31).

Komposisi tersebut memberikan coach Bernardo Tavares banyak pilihan untuk meracik lini belakang sepanjang kompetisi.

Di lini tengah di isi Ricky Pratama (16), Aleandro Alan (72), Dimas Adi Prasetyo (13), Sadida Nugraha (55), Toni Firmansyah (68), Dicky Kurniawan (66), Ichsas Baihaqi (21), Gledson Paixao (40), Diogo Ramalho (20), Rachmat Irianto (53) dan Francisco Rivera (7).

Sementara di lini depan, terdapat Alex Martins (39), Malik Risaldi (77), Yann Mabella (14), Miguel Pereira (11), Alfan Suaib (12) serta Ramadhan Sananta (9).

Bernardo Tavares di percaya sebagai pelatih kepala Persebaya Surabaya untuk musim 2026/2027.

Pelatih asal Portugal tersebut akan bekerja bersama Paulo Renato Duarte, Uston Nawawi dan Andri Suyoko sebagai asisten pelatih.

Jajaran staf juga di perkuat Felipe Americo sebagai pelatih kiper dan Diogo Carvalho sebagai pelatih fisik.

Jose Felipe dos Santos di percaya mengisi posisi Head of Analyst. Sedangkan Pratama Wicaksana bertugas sebagai Medical Officer dan Sidik Maulana Tualeka menjadi manajer tim.

Komposisi tersebut menunjukkan perhatian Persebaya Surabaya tidak hanya tertuju pada aspek teknis di lapangan.

BACA JUGA:

Bek Persib Julio Cesar Tebar Sinyal Bahaya untuk Manila Digger FC

Struktur tim juga mencakup analisis pertandingan, pengembangan fisik serta dukungan medis sebagai bagian dari upaya membangun klub secara lebih profesional.

Tidak semua pemain yang masuk dalam struktur skuad hadir dalam Launching Synergy Persebaya. Alan Maulana dan Dimas Adi Prasetyo absen karena sedang memenuhi panggilan Timnas Indonesia kelompok usia.

Selain itu, beberapa pemain tidak masuk skuad utama karena menjalani masa peminjaman.

Mereka adalah Ilham Mujtaba, Sheva Kardanu, dan Dimas Wicaksono, sementara Dava Yunna berada di tim EPA Persebaya Surabaya.

Masih ada satu slot pemain asing yang belum terisi dalam skuad yang di perkenalkan kepada publik.

BACA JUGA:

27 Pemain Java United FC Siap Arungi Super League 2026/27

Pemain asing ke-11 tersebut belum bergabung dengan tim. Sehingga komposisi Green Force untuk Super League 2026/2027 masih berpotensi mengalami perubahan.

(Bambang Fouristian)

Komisi I DPRD Tasikmalaya Soroti Selisih Rp4,6 M dalam Dokumen APBD Perubahan

0
Komisi I DPRD Tasikmalaya fokusjabar.id
Anggota Badan Anggaran (Banggar), Aldira Yusuf Dikrian

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Komisi I DPRD Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat (Jabar) menyoroti ketidaksinkronan angka dalam dokumen KUA-PPAS Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 dengan dokumen anggaran yang di sampaikan Sekretariat Daerah.

Temuan tersebut mengemuka dalam rapat kerja Komisi I DPRD Kabupaten Tasikmalaya bersama Sekretariat Daerah dalam rangka pembahasan KUA-PPAS Perubahan APBD 2026.

BACA JUGA:

Lagu Legendaris Bikin Tasikmalaya Bernostalgia, Tiket Ludes dalam 3 Hari

Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Tasikmalaya sekaligus Anggota Badan Anggaran (Banggar), Aldira Yusuf mengatakan, terdapat perbedaan cukup signifikan antara angka yang tercantum dalam dokumen KUA-PPAS dengan dokumen yang di bawa perangkat daerah.

Dalam dokumen KUA-PPAS Perubahan APBD 2026, tercantum penambahan dan pergeseran anggaran pada Sekretariat Daerah sekitar Rp5,1 miliar.

Sementara itu, dalam dokumen yang di sampaikan Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah atau Asisten Daerah III, Lala Heryana, nilai penambahan dan pergeseran tersebut tercatat sekitar Rp372 juta.

“Artinya ada selisih sekitar Rp4,6 miliar antara dokumen KUA-PPAS dengan dokumen yang di sampaikan perangkat daerah,” ujar Aldira.

Menurut Aldira, perbedaan angka dengan nominal cukup besar itu perlu mendapat penjelasan yang jelas. Terutama terkait proses sinkronisasi antara perangkat daerah dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Pasalnya, dalam proses penyusunan APBD maupun perubahan APBD, perangkat daerah memiliki peran penting dalam menyusun dan menyampaikan kebutuhan anggaran kepada TAPD.

Karena itu, dokumen yang menjadi dasar pembahasan antara perangkat daerah dan TAPD semestinya menunjukkan angka dan substansi yang konsisten.

Meski menemukan perbedaan tersebut, Aldira menegaskan Komisi I tidak ingin terburu-buru menyimpulkan telah terjadi kesalahan dalam proses penganggaran.

Namun, perbedaan antara angka sekitar Rp5,1 miliar dalam KUA-PPAS dan Rp372 juta dalam dokumen perangkat daerah harus segera di verifikasi dan di jelaskan secara administratif.

“Yang perlu di pastikan adalah dari mana perbedaan angka itu muncul, bagaimana proses pengusulan dan pembahasannya serta angka mana yang secara resmi menjadi dasar pembahasan perubahan APBD,” kata Aldira.

Komisi I kemudian meminta Pemerintah Daerah melalui TAPD dan Sekretariat Daerah melakukan verifikasi dan rekonsiliasi terhadap kedua dokumen tersebut.

Selain itu, pemerintah daerah di minta memberikan penjelasan tertulis mengenai sumber munculnya perbedaan angka. Termasuk proses pengusulan, pembahasan hingga penetapan angka dalam KUA-PPAS Perubahan.

BACA JUGA:

Kemarau Panjang, Polres Tasikmalaya Salurkan 8.000 Liter Air Bersih ke Warga Sukaraja

Apabila dalam proses verifikasi di temukan kesalahan administratif, ketidaktepatan angka, ataupun ketidaksesuaian antara usulan perangkat daerah dengan dokumen KUA-PPAS, Komisi I meminta di lakukan perbaikan.

Komisi I juga meminta kepastian mengenai dokumen dan angka mana yang secara resmi menjadi dasar pembahasan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.

Sebagai bagian dari fungsi pengawasan dan pembahasan anggaran, pihaknya juga mengusulkan agar Banggar DPRD Kabupaten Tasikmalaya kembali membahas bagian yang mengalami ketidaksinkronan setelah pemerintah daerah menyelesaikan proses verifikasi dan rekonsiliasi.

Menurut Aldira, persoalan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan selisih nominal Rp4,6 miliar.

Lebih penting dari itu, DPRD ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang masuk dalam dokumen anggaran pemerintah daerah memiliki dasar usulan, proses pembahasan serta dokumen pendukung yang jelas dan dapat di pertanggungjawabkan.

“Ini bukan hanya soal perbedaan angka. Yang jauh lebih penting adalah memastikan dokumen anggaran konsisten, transparan, akurat dan bisa di pertanggungjawabkan,” tegasnya.

BACA JUGA:

Jogging Track Dadaha Ditertibkan, Pedagang Tasikmalaya Bakal Dipusatkan di Belakang GGM

Komisi I berharap, pemerintah daerah segera menyelesaikan verifikasi dan sinkronisasi dokumen. Sehingga pembahasan Perubahan APBD 2026 dapat berjalan dengan dasar anggaran yang jelas dan tidak menimbulkan persoalan administratif di kemudian hari.

(Farhan Kamil)

Duel Sengit Beda Generasi! Duet Veteran Hartono & Sang Idola Eko Yuli, Rebut Juara 2 Padel Cup Bandung

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Ketfot: Pengusaha Bandung Hartono Soekwanto alias Bos Koi mengukir prestasi gemilang bersama Eko Yuli dalam ajang Dago Vision Care 20/20 Padel Cup

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pengusaha Bandung Hartono Soekwanto alias Bos Koi mengukir prestasi gemilang bersama Eko Yuli dalam ajang Dago Vision Care 20/20 Padel Cup. Pasangan veteran ini sukses merebut gelar runner-up atau Juara 2 pada kategori Men Bronze Open setelah menembus partai puncak.

Ajang bergengsi yang berlangsung di Setiabudhi Social Club, Bandung, pada 29–30 Agustus 2026 tersebut menghadirkan pertarungan sengit antar-generasi.

Baca Juga: Persib Resmi Pinjamkan Dion Markx ke Persita, Ini Alasan di Balik Keputusan Maung Bandung

Duel Sengit Melawan Talenta Muda

Langkah Hartono (54) dan Eko Yuli (53) menuju podium kedua menyita perhatian publik. Pada laga final, duo senior ini bertanding melawan pasangan belia, Freandy dan Joshua, yang baru menginjak usia 14 tahun.

Perbedaan usia hingga puluhan tahun memicu tensi pertandingan yang sangat menegangkan. Hartono dan Eko Yuli terus memberikan perlawanan gigih sepanjang laga sebelum akhirnya Freandy dan Joshua mengunci gelar Juara 1.

Sementara itu, posisi Juara 3 kategori Men Bronze Open jatuh ke tangan pasangan Ely Miharjo (55) dan Erik Nurkamdani (40).

Mewujudkan Mimpi Berduet dengan Sang Idola

Pencapaian kali ini menyimpan kesan dan makna tersendiri bagi Boskoi. Ia sudah mengasah bakat tenis sejak umur 11 tahun dan mulai aktif bertanding pada usia 12 tahun. Kala itu, Eko Yuli sudah mengukir berbagai prestasi hebat dan menjadi sosok idola bagi Hartono.

Eko Yuli sendiri mencatat rekor mengagumkan sewaktu muda, antara lain menyabet Juara 1 Tunggal dan Ganda Kejuaraan Kelompok Umur (KU) 10 Wijoyo Suyono di Surabaya. Panitia memperbolehkan Eko Yuli tampil di kategori Bronze Open karena sang pemain belum pernah menjuarai kategori tersebut di daerah mana pun serta belum pernah memperkuat tim PON.

Kesempatan bertanding bersama senior yang ia kagumi membuahkan kebahagiaan mendalam bagi Hartono. Sosok yang dahulu hanya bisa ia kagumi dari jauh kini berdiri berdampingan sebagai rekan duet hingga naik podium bersama.

Masa Depan Cerah Olahraga Padel Indonesia

Meski harus mengakhiri laga di posisi kedua, Boskoi menyambut hasil pertandingan final ini dengan penuh kebanggaan dan rasa optimis.

Ia menilai kehadiran serta keberanian para pemain muda di lapangan sebagai sinyal positif bagi perkembangan olahraga padel di Tanah Air. Kehadiran talenta muda seperti Freandy dan Joshua membuktikan kemunculan bibit-bibit unggul baru yang siap menjadi masa depan padel Indonesia.

(IrfansyahRiza)

Teater Bolon Tasikmalaya Rayakan 30 Tahun, Sajak Sunda hingga Wayang Golek Semarakkan Kota

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Wakil Wali Kota Dicky Candra Negara, berfoto bersama peserta Maca Sunda dan Panitia, dalam kegiatan Pasanggiri Teater Bolon Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Jalan Argasari, Kelurahan Argasari, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya berubah menjadi panggung budaya. Teater Bolon Tasikmalaya merayakan Milangkala Ke-30 dengan menggelar Pasanggiri Lomba Maca Sajak Sunda serta pertunjukan seni budaya yang menyedot perhatian ratusan warga.

Lantunan sajak berbahasa Sunda dan tabuhan musik tradisional menggema di tengah hiruk pikuk kota. Perayaan ini membuktikan eksistensi tiga dekade Teater Bolon yang kian solid merawat akar budaya lokal.

Baca Juga: OJK Ungkap 15.226 Entitas Keuangan Ilegal Ditutup, Warga Ciamis Diminta Waspada

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra Negara, menyaksikan langsung gelaran tersebut bersama Anggota DPRD Kota Tasikmalaya Habib Qosim Nurwahab, Ketua DKKT Tatang Pahat, dan Kabid Kebudayaan Disporabudpar Kota Tasikmalaya Agus Fauzi.

“Sudah seharusnya ada program pelestarian budaya. Bisa pemerintah gerakkan, bisa juga lewat dukungan perusahaan melalui program CSR. Saya berharap kegiatan seperti ini bisa berkelanjutan dan mendapat dukungan semua pihak, terutama pemerintah, agar budaya ini manfaatnya mampu masyarakat luas rasakan,” ungkapnya, Minggu (30/8/2026).

Ia mengingatkan generasi muda agar tidak mengesampingkan identitas daerah di tengah gempuran budaya asing.

“Budaya luar boleh masuk, tapi jangan sampai kita kehilangan jati diri. Budaya daerah Sunda harus tetap hidup dan menggema di Jawa Barat termasuk di Tasikmalaya,” pintanya.

Inisiasi Anak Muda Bentengi Bahasa dan Sastra Sunda

Ketua Panitia Pasanggiri, Ahmad Sahid, menyebut lomba ini lahir dari keresahan atas meredupnya penggunaan bahasa Sunda di kalangan anak muda.

“Pasanggiri ini bentuk upaya kami mengenalkan kembali dan menumbuhkan rasa cinta anak-anak muda pada budaya sendiri. Sekarang banyak dari kita yang sudah jarang menggunakan bahasa Sunda, apalagi membaca sajak Sunda,” ungkapnya.

Panitia membagi peserta asal Kota Tasikmalaya ini ke dalam empat gelombang unjuk kebolehan. Pemenang dari tiap gelombang kemudian bertarung di babak final pada malam puncak acara.

Gaet Sastrawan Top dan Tutup Pentas Lewat Wayang Golek

Panitia melibatkan deretan budayawan serta sastrawan ternama sebagai dewan juri, antara lain Godi Suwarna asal Ciamis, Acep Zamzam Noor, Nazarudin Azhar, dan Saeful Badar.

Ke depan, panitia merancang Pasanggiri Maca Sajak Sunda tingkat Priangan Timur yang menjangkau peserta dari Tasikmalaya, Garut, Ciamis, hingga Banjar.

Kemeriahan pesta budaya ini berlanjut hingga malam hari melalui pertunjukan Wayang Golek. Tata lampu ciamik dan iringan musik tradisional membuat warga betah bertahan menikmati pagelaran.

Milangkala ke-30 menjadi bukti komitmen Teater Bolon dalam menyediakan ruang berekspresi bagi kesenian lokal. Di Jalan Argasari malam itu, perpaduan sajak, musik, dan wayang mempertegas aksi nyata komunitas ini dalam merawat warisan Sunda.

(Seda)

OJK Ungkap 15.226 Entitas Keuangan Ilegal Ditutup, Warga Ciamis Diminta Waspada

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Asmen Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha dan layanan Strategis OJK Gina Giyani, saat memberikan pemaparan terkait produk dan industri Jasa Keuangan kepad ratusan Masyarakat (fokusjabar/Seda)

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya terus mendorong pemahaman literasi serta inklusi keuangan warga Ciamis. Langkah ini bertujuan agar masyarakat memanfaatkan layanan jasa keuangan secara tepat sekaligus terhindar dari cengkeraman investasi bodong, pinjaman online (pinjol) ilegal, hingga judi online.

OJK Tasikmalaya menggandeng Anggota DPRD Kabupaten Ciamis, Muhamad Ijudin, untuk menggelar edukasi keuangan bertajuk “Kewaspadaan terhadap Investasi Ilegal, Pinjaman Online Ilegal, dan Judi Online”.

Baca Juga: Legislator Demokrat Ciamis Puji Kekompakan Warga Pasirpeuteuy, HUT RI ke-81 Digelar Meriah

Ratusan warga Kabupaten Ciamis memadati Aula Desa Mekarjaya dan Aula Desa Jelat untuk menyimak materi kewaspadaan tersebut.

Asisten Manajer PEPK dan LMS OJK Tasikmalaya, Gina Giyani, menerangkan bahwa Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 mencatat indeks literasi keuangan Indonesia menyentuh angka 69,57 persen, sementara indeks inklusi keuangan berada di posisi 93,61 persen.

“Capaian tersebut menunjukkan semakin banyak masyarakat yang telah mengakses layanan keuangan. Namun, peningkatan akses perlu diikuti dengan pemahaman yang memadai agar masyarakat dapat memilih dan menggunakan produk serta layanan jasa keuangan secara bijak,” ungkap Gina Giyani, Minggu (30/8/2026) sore.

Satgas PASTI Tutup Belasan Ribu Entitas Keuangan Ilegal

Keterbatasan pemahaman warga mengenai karakteristik produk keuangan sering menjadi celah bagi pihak penipu untuk melancarkan aksi jebakan pinjol maupun judi online.

Gina membeberkan data Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) yang telah menutup 15.226 entitas ilegal sejak 2017 hingga Juli 2026. Angka fantastis tersebut terdiri dari 2.112 investasi ilegal, 12.824 pinjol ilegal, 278 gadai ilegal, serta dua aktivitas ilegal lainnya.

“Melalui kegiatan edukasi literasi keuangan ini, kami ingin memberikan pemahaman kepada seluruh masyarakat khususnya di Ciamis. Pemahaman mengenai pinjaman online serta instrumen investasi yang legal. Kami berharap masyarakat dapat semakin cerdas dalam memilih produk keuangan dan tidak mudah tergiur dengan tawaran yang tidak jelas legalitasnya maupun manfaatnya,” ujarnya.

Ia mengingatkan masyarakat agar memverifikasi legalitas penyedia jasa sebelum bertransaksi, serta melarang keras pembagian data pribadi kepada pihak asing.

“Masyarakat harus selalu waspada terhadap penawaran-penawaran investasi, dengan mengiming-imingi keuntungan yang tidak wajar. Kami terus mengingatkan masyarakat untuk menerapkan prinsip 2L (Legal dan Logis), sebelum memutuskan untuk berinvestasi,” tegas Gina.

DPRD Ciamis Apresiasi Sinergi Edukasi Keuangan Desa

Anggota DPRD Kabupaten Ciamis, Muhamad Ijudin, menyebut edukasi ini merupakan ikhtiar bersama dalam memperluas jangkauan pemahaman keuangan hingga ke level pelosok desa.

“Kegiatan ini menjadi wujud komitmen OJK Tasikmalaya bersama Pemerintah Kabupaten Ciamis dan seluruh pemangku kepentingan. Tentunya dalam memperluas pemahaman masyarakat mengenai produk dan layanan jasa keuangan. Kami berharap peserta dapat mengenali instrumen investasi yang legal dan menggunakan pinjaman online secara bijak. Serta tidak terjebak dalam judi online yang saat ini marak di masyarakat,” ungkap Muhamad Ijudin.

Ia menegaskan bahwa warga pedesaan berhak mendapatkan informasi keuangan yang utuh agar mereka mampu mengambil keputusan finansial secara aman.

Kepala Desa Mekarjaya beserta Kepala Desa Jelat turut mendampingi warga yang antusias mengikuti sosialisasi hingga rampung. Ke depan, OJK Tasikmalaya akan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan desa di seluruh kawasan Priangan Timur. Hal itu demi menciptakan masyarakat yang cerdas finansial.

(Seda)