spot_imgspot_img
Senin 5 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 150

OJK Ungkap 15.226 Entitas Keuangan Ilegal Ditutup, Warga Ciamis Diminta Waspada

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Asmen Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha dan layanan Strategis OJK Gina Giyani, saat memberikan pemaparan terkait produk dan industri Jasa Keuangan kepad ratusan Masyarakat (fokusjabar/Seda)

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya terus mendorong pemahaman literasi serta inklusi keuangan warga Ciamis. Langkah ini bertujuan agar masyarakat memanfaatkan layanan jasa keuangan secara tepat sekaligus terhindar dari cengkeraman investasi bodong, pinjaman online (pinjol) ilegal, hingga judi online.

OJK Tasikmalaya menggandeng Anggota DPRD Kabupaten Ciamis, Muhamad Ijudin, untuk menggelar edukasi keuangan bertajuk “Kewaspadaan terhadap Investasi Ilegal, Pinjaman Online Ilegal, dan Judi Online”.

Baca Juga: Legislator Demokrat Ciamis Puji Kekompakan Warga Pasirpeuteuy, HUT RI ke-81 Digelar Meriah

Ratusan warga Kabupaten Ciamis memadati Aula Desa Mekarjaya dan Aula Desa Jelat untuk menyimak materi kewaspadaan tersebut.

Asisten Manajer PEPK dan LMS OJK Tasikmalaya, Gina Giyani, menerangkan bahwa Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 mencatat indeks literasi keuangan Indonesia menyentuh angka 69,57 persen, sementara indeks inklusi keuangan berada di posisi 93,61 persen.

“Capaian tersebut menunjukkan semakin banyak masyarakat yang telah mengakses layanan keuangan. Namun, peningkatan akses perlu diikuti dengan pemahaman yang memadai agar masyarakat dapat memilih dan menggunakan produk serta layanan jasa keuangan secara bijak,” ungkap Gina Giyani, Minggu (30/8/2026) sore.

Satgas PASTI Tutup Belasan Ribu Entitas Keuangan Ilegal

Keterbatasan pemahaman warga mengenai karakteristik produk keuangan sering menjadi celah bagi pihak penipu untuk melancarkan aksi jebakan pinjol maupun judi online.

Gina membeberkan data Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) yang telah menutup 15.226 entitas ilegal sejak 2017 hingga Juli 2026. Angka fantastis tersebut terdiri dari 2.112 investasi ilegal, 12.824 pinjol ilegal, 278 gadai ilegal, serta dua aktivitas ilegal lainnya.

“Melalui kegiatan edukasi literasi keuangan ini, kami ingin memberikan pemahaman kepada seluruh masyarakat khususnya di Ciamis. Pemahaman mengenai pinjaman online serta instrumen investasi yang legal. Kami berharap masyarakat dapat semakin cerdas dalam memilih produk keuangan dan tidak mudah tergiur dengan tawaran yang tidak jelas legalitasnya maupun manfaatnya,” ujarnya.

Ia mengingatkan masyarakat agar memverifikasi legalitas penyedia jasa sebelum bertransaksi, serta melarang keras pembagian data pribadi kepada pihak asing.

“Masyarakat harus selalu waspada terhadap penawaran-penawaran investasi, dengan mengiming-imingi keuntungan yang tidak wajar. Kami terus mengingatkan masyarakat untuk menerapkan prinsip 2L (Legal dan Logis), sebelum memutuskan untuk berinvestasi,” tegas Gina.

DPRD Ciamis Apresiasi Sinergi Edukasi Keuangan Desa

Anggota DPRD Kabupaten Ciamis, Muhamad Ijudin, menyebut edukasi ini merupakan ikhtiar bersama dalam memperluas jangkauan pemahaman keuangan hingga ke level pelosok desa.

“Kegiatan ini menjadi wujud komitmen OJK Tasikmalaya bersama Pemerintah Kabupaten Ciamis dan seluruh pemangku kepentingan. Tentunya dalam memperluas pemahaman masyarakat mengenai produk dan layanan jasa keuangan. Kami berharap peserta dapat mengenali instrumen investasi yang legal dan menggunakan pinjaman online secara bijak. Serta tidak terjebak dalam judi online yang saat ini marak di masyarakat,” ungkap Muhamad Ijudin.

Ia menegaskan bahwa warga pedesaan berhak mendapatkan informasi keuangan yang utuh agar mereka mampu mengambil keputusan finansial secara aman.

Kepala Desa Mekarjaya beserta Kepala Desa Jelat turut mendampingi warga yang antusias mengikuti sosialisasi hingga rampung. Ke depan, OJK Tasikmalaya akan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan desa di seluruh kawasan Priangan Timur. Hal itu demi menciptakan masyarakat yang cerdas finansial.

(Seda)

Baru Diresmikan Bupati Pangandaran, Jembatan Gantung Pongpet Langsung Patah

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Baru Diresmikan Bupati Pangandaran, Jembatan Gantung Pongpet Langsung Patah (Foto: Sajidin)

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Peresmian Jembatan Pongpet di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat memicu kekhawatiran warga. Jembatan gantung yang menjadi akses menuju Kampung Budaya ini mendadak patah sesaat setelah peresmian.

Bupati Pangandaran Citra Pitriyami memimpin langsung seremoni peresmian tersebut, Minggu (30/8/2026). Sejumlah pejabat turut mendampingi Bupati, salah satunya Dandim 0625/Pangandaran Letkol Czi Citra Kurniawan.

Baca Juga: Saat Legenda dan Pemimpin Masa Kini Bertemu, Citra Pitriyami Hidupkan Sosok Dewi Siti Samboja

Kerusakan fatal menghantam jembatan gantung berkonstruksi tali baja dan papan kayu tersebut begitu acara peresmian berakhir. Akses jalan baru ini langsung memutus rasa aman warga sekitar.

Kesaksian Warga dan Kondisi Lokasi Kejadian

Warga setempat, Asep Dani, membenarkan insiden mengejutkan di desa mereka. Ia mengelus dada lantaran peristiwa tersebut tidak menelan korban.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Jembatan patah sesaat setelah diresmikan Bupati Pangandaran,” kata Asep Dani, Minggu (30/8/2026).

Masyarakat menaruh harapan besar pada Jembatan Pongpet untuk menunjang perekonomian dan kunjungan wisatawan ke Kampung Budaya Margacinta. Kerusakan kilat pasca-peresmian ini meruntuhkan harapan warga.

“Yang pasti, untung saja tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut,” ujarnya.

Warga Desak Pemerintah Uji Teknis Kualitas Konstruksi

Pihak berwenang belum mengonfirmasi penyebab utama musibah ini. Tim teknis masih perlu memeriksa faktor material, konstruksi, hingga daya tampung beban jembatan gantung tersebut.

Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Pangandaran menunda pembukaan akses jembatan sebelum tim ahli menuntaskan pemeriksaan menyeluruh. Keselamatan warga dan wisatawan wajib menjadi prioritas utama.

Insiden ini menyisakan tanda tanya besar terkait kualitas proyek pembangunan jembatan. Publik kini menanti laporan resmi pemerintah mengenai penyebab patahnya jembatan beserta langkah perbaikannya.

(IrfansyahRiza)

Legislator Demokrat Ciamis Puji Kekompakan Warga Pasirpeuteuy, HUT RI ke-81 Digelar Meriah

0
pelecehan seksual Ciamis Guru
Anggota DPRD Ciamis Fraksi Demokrat Komisi D Nurmuttaqin

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ciamis dari Partai Demokrat, Nur Muttaqin, memberikan apresiasi tinggi terhadap kemeriahan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Dusun Pasirpeuteuy, Desa Pawindan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Nur Muttaqin memuji kerja keras panitia pelaksana yang sukses mengemas seluruh rangkaian acara hingga berlangsung meriah dan tertib.

Baca Juga: Kebakaran Lahan Ilalang Gegerkan Warga Buniseuri Ciamis, Api Nyaris Dekati Permukiman

Ia menilai kegiatan peringatan hari kemerdekaan ini menjadi sarana ampuh untuk mempererat tali silaturahmi serta merawat kekompakan antarwarga di Desa Pawindan.

“Kegiatan ini kedepannya harus lebih meriah dan kompak lagi diantara warga disini,” katanya, Minggu (30/8/2026).

Kolaborasi Pemuda Karang Taruna dan Mahasiswa KKN

Ketua Panitia Pelaksana, Ribo, menjelaskan bahwa jajaran pemuda-pemudi Karang Taruna merancang acara ini bersama mahasiswa Universitas Islam Darussalam (IAID) yang tengah menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Pawindan.

“Kami belajar untuk menggelar kegiatan ini dan Alhamdulillah sampai pada penutupan malam ini berjalan baik,” ucapnya.

Sinergi antara pemuda lokal dan mahasiswa KKN tersebut berhasil menghidupkan suasana perayaan dari pagi hingga malam hari.

Antusiasme Warga Ikuti Lomba dan Tabligh Akbar

Rangkaian acara semarak kemerdekaan ini menyedot antusiasme warga dari berbagai kalangan RT. Salah seorang warga Dusun Pasirpeuteuy, Cucuh Cunawati, mengaku sangat terkesan dengan kerja sama Karang Taruna dan Paguyuban Warga Pasirpeuteuy.

Cucuh bahkan terjun langsung menjadi peserta lomba senam mewakili lingkungan RT tempat tinggalnya.

“Malam ini kami masih menunggu hasil lomba senam yang tadi sambil menunggu kegiatan Tablik Akbar,” ungkapnya.

Puncak acara penutupan mempertemukan warga dalam kegiatan Tabligh Akbar sebagai wujud rasa syukur atas nikmat kemerdekaan.

(Husen Maharaja)

Persib Resmi Pinjamkan Dion Markx ke Persita, Ini Alasan di Balik Keputusan Maung Bandung

0
Bandung, FOKUSJabar.id
Dion Markx (foto: persib.co.id)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Persib Bandung kembali melepas salah satu pemain mudanya untuk mengarungi musim 2026/2027. Manajemen Maung Bandung resmi meminjamkan bek kanan Dion Wilhelmus Eddy Markx ke klub Liga 1 lainnya, Persita Tangerang.

Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, mengonfirmasi bahwa manajemen mengambil keputusan ini setelah berdiskusi intensif dengan jajaran pelatih dan sang pemain sendiri.

Baca Juga: Marc Klok Optimistis Persib Lolos ACL 2

Manajemen merancang skema peminjaman ini agar Dion bisa mengantongi jam terbang kompetitif dan jam tampil yang lebih melimpah di lapangan hijau. Jam terbang tersebut bakal mematangkan potensi terbaik sang pemain.

“Dari sisi teknis, Dion merupakan pemain muda yang memiliki talenta dan potensi besar untuk terus berkembang. Karena itu, kami melihat bahwa kesempatan bermain yang lebih banyak sangat penting bagi proses perkembangannya,” kata Adhitia, Minggu (30/8/2026).

“Setelah berdiskusi dengan tim pelatih dan Dion, kami menilai peminjaman ini menjadi pilihan yang baik untuk memberikan pengalaman dan ruang bermain yang dibutuhkannya,” ucapnya.

Prospek Bek Muda Maung Bandung di Persita

Dion Markx resmi mengenakan jersey Persib Bandung sejak awal musim Super League 2025/2026. Sepanjang musim tersebut, pemain yang beroperasi di sektor bek kanan ini mencatatkan satu kali penampilan bersama tim utama.

Adhitia menilai masa peminjaman bersama Persita Tangerang menjadi tempat penggemblengan ideal bagi Dion. Langkah ini bakal mengasah konsistensi performa serta tingkat kematangan bertanding sang bek muda.

“Kami berharap Dion bisa memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin, mendapatkan menit bermain yang cukup, dan terus berkembang sebagai pemain,” ucapnya.

Adhitia menegaskan bahwa Persib akan terus memantau grafik perkembangan Dion selama masa pinjaman sebelum memanggilnya kembali ke Bandung.

“Bagi kami, perkembangan pemain merupakan bagian penting dari perjalanan klub. Karena itu, kami akan terus memberikan dukungan agar Dion dapat berkembang dan kembali dengan pengalaman yang lebih matang,” ujar Adhitia.

(Arif)

Saat Legenda dan Pemimpin Masa Kini Bertemu, Citra Pitriyami Hidupkan Sosok Dewi Siti Samboja

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Bupati Pangandaran saat memerankan ‎Dewi Samboja (istimewa)

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Bupati Pangandaran Citra Pitriyami memerankan karakter Dewi Siti Samboja dalam pagelaran seni Niskala Gudha Dewi Siti Samboja. Pentas ini menghadirkan perjumpaan simbolik antara legenda masa lalu dan dinamika kepemimpinan masa kini.

Pegiat Sarasa Institut sekaligus aktivis Aliansi Masyarakat Pangandaran (Amparan), Tedi Yusnanda N, menyebut kedua figur hidup pada zaman berbeda namun mengusung tema perjuangan perempuan yang serupa.

Baca Juga: Misteri Nama “Tuti Nurhaeti” di Peta Blok Lahan Pantai Madasari Pangandaran

“Samboja tidak memilih berhenti sebagai korban. Ia melakukan transformasi identitas dan memasuki dunia ronggeng, dalam sejumlah versi terkenal sebagai Nini Bogem atau Nyi Rengganis. Ini menunjukkan perlawanan tidak selalu harus berhadapan langsung. Bisa lewat kecerdarkan, penyamaran, kesabaran dan kemampuan mengubah diri,” kata Tedi, Minggu (30/8/2026).

Tedi meyakini Samboja membawa simbol emansipasi melalui proses transformasi diri tanpa membiarkan tragedi masa lalu mengunci masa depannya.

“Dalam bahasa filsafat eksistensial, manusia tidak sepenuhnya ditentukan oleh apa yang telah terjadi kepadanya. Samboja memilih untuk bergerak, memilih untuk berubah,” ujarnya.

Narasi Kepemimpinan dan Ruang Identitas Mandiri

Tedi menilai sosok Citra Pitriyami memperlihatkan aktualisasi kontemporer dari simbol Dewi Siti Samboja. Struktur naratif kehidupan keduanya menunjukkan kemiripan peran yang kuat.

“Seorang perempuan yang berada di ruang kekuasaan yang telah memiliki sejarah sebelumnya, kemudian berusaha menemukan identitas dan jalannya sendiri,” katanya.

Setiap pemimpin baru senantiasa menerima warisan jaringan kekuasaan, kebijakan, hingga ingatan politik dari era sebelumnya.

“Bayang-bayang kekuasaan lama bisa berarti warisan pengaruh, ekspektasi publik, loyalitas politik, hingga pola hubungan yang sudah terbentuk. Pertanyaannya: apakah hanya menjadi kelanjutan, atau mampu membangun identitas politik sendiri?” kata Tedi.

Mengutip teori Antonio Gramsci, Tedi menjelaskan bahwa seseorang tidak harus memilih konfrontasi terbuka untuk lepas dari bayang-bayang kekuasaan masa lalu.

“Samboja memberikan metafora menarik. Ia tidak menghadapi Bajo dengan identitas lamanya. Ia melakukan transformasi. Dalam politik, ini bisa termaknai sebagai proses membangun otonomi politik,” ucapnya.

Pentas Seni Sebagai Legitimasi Sosial dan Kebudayaan

Tedi menyoroti langkah Bupati Citra yang memanfaatkan pementasan seni sebagai langkah membangun legitimasi sosial masyarakat. Mengacu pada pemikiran Pierre Bourdieu, legitimasi tumbuh dari reputasi serta nilai-nilai simbolik kebudayaan.

“Ketika Citra mengambil peran Samboja, ia memasuki wilayah simbol yang telah lama menjadi bagian dari identitas masyarakat Pangandaran. Beliau tidak hanya hadir sebagai pemegang jabatan, tetapi juga sebagai perempuan yang berada dalam ruang kebudayaan masyarakat yang Ia pimpin,” kata Tedi.

Tedi meluruskan bahwa pementasan seni ini bukan bentuk perlawanan terhadap pihak mana pun, melainkan murni resonansi simbolik kebudayaan.

“Seni memiliki kemampuan mempertemukan pengalaman berbeda tanpa menyatakan keduanya identik. Samboja menjadi cermin. Citra menjadi sosok yang bercermin,” ujarnya.

Mengakhiri analisisnya, Tedi menegaskan bahwa pesan utama perjumpaan simbolik ini bermuara pada otonomi seorang pemimpin dalam menentukan arah geraknya.

“Samboja tidak dapat menghapus tragedi yang menimpanya, tetapi ia dapat menentukan jalan setelahnya. Citra tidak dapat menghapus sejarah politik Pangandaran sebelumnya, tetapi secara simbolik ia memiliki ruang untuk menentukan seperti apa kepemimpinannya,” kata Tedi.

“Kekuasaan lama tidak selalu harus dihancurkan untuk dapat dilampaui. Kadang cukup ditinggalkan sebagai masa lalu, sementara seseorang membangun legitimasi dan identitasnya sendiri,” pungkas Tedi.

(Sajidin)

Misteri Nama “Tuti Nurhaeti” di Peta Blok Lahan Pantai Madasari Pangandaran

0
Pangandaran, FOKUSjabar.id
Poto: Peta blok di sekitar musala umum Pantai Madasari Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Polemik status tanah di kawasan wisata Pantai Madasari, Desa Masawah, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran kian memanas. Usai isu keberadaan makam di kawasan harim laut memicu kontroversi, kini muncul nama “Tuti Nurhaeti” dalam peta blok di sekitar musala umum.

Kemunculan nama tersebut memicu beragam pertanyaan dari warga setempat mengenai sosok serta dasar klaim penguasaan lahan tersebut.

Baca Juga: 6 Kebakaran Terjadi di Pangandaran Selama Agustus 2026, BPBD Ingatkan Bahaya Bakar Rumput Kering

Ketua Forum Masyarakat Peduli Wisata Madasari, Indra, mengonfirmasi bahwa pihak pemerintah desa yang menyerahkan dokumen peta tanah tersebut.

“Kami mendapat peta blok itu dari desa. Itu menjadi bahan kami. Jadi bukan gambar mainan, tetapi peta yang diberikan oleh Desa Masawah. Tentu kami sebagai masyarakat bertanya, nama orang tersebut siapa,” kata Indra, Minggu (30/8/2026).

Musala Umum Masuk Klaim Perorangan di Kawasan Harim Laut

Warga menaruh curiga karena nama tersebut mencakup area musala tempat ibadah wisatawan dan masyarakat umum.

“Yang lebih parah, ada satu musala yang diperuntukkan bagi masyarakat dan wisatawan, tetapi sekarang muncul dalam peta blok atas nama seseorang. Padahal itu harim laut, bahkan ada aliran sungai juga. Ini yang menjadi pertanyaan kami,” papar Indra.

Forum masyarakat langsung mendatangi Kantor Desa Masawah untuk meminta klarifikasi terkait sosok Tuti Nurhaeti. Namun, para perangkat desa mengaku tidak mengenali nama tersebut. Pihak forum juga mengonfirmasi ke sejumlah tokoh masyarakat setempat dengan hasil yang nihil.

“Kami pernah datang ke Kantor Desa Masawah dan disambut perangkat desa. Kami tanyakan nama Tuti Nurhaeti, ternyata mereka juga tidak tahu. Kita terus mencoba mencari informasi karena tidak ingin berasumsi yang tidak baik,” katanya.

Desak Pemerintah Buka Dokumen Riwayat Lahan

Indra menuntut penjelasan resmi dari dinas terkait mengenai asal-usul pencatatan nama perorangan di atas fasilitas umum dan kawasan lindung pantai.

“Misalnya memang ada orangnya, baik tinggal di Pangandaran maupun di luar Pangandaran dan masih hidup, kami meminta kejelasan. Tanah itu asal-usulnya bagaimana, dasar penguasaannya apa, dan bagaimana bisa tercatat di lokasi tersebut. Kami hanya ingin semuanya jelas,” ucapnya.

Ia menegaskan pentingnya transparansi informasi agar isu ini tidak berkembang menjadi fitnah atau bola liar di tengah masyarakat.

“Jangan sampai karena kami tidak mendapatkan informasi yang jelas, akhirnya masyarakat membuat asumsi sendiri. Kami justru ingin semuanya dibuka secara terang agar tidak terjadi kesalahpahaman,” tegasnya.

Sorotan Tokoh Nasional Susi Pudjiastuti

Kasus alih fungsi harim laut di Pantai Madasari ini juga memantik perhatian mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Indra menyampaikan apresiasi atas kepedulian tokoh asal Pangandaran tersebut.

“Kami mengapresiasi Bu Susi yang ikut menyoroti persoalan harim laut di Madasari. Ini menjadi perhatian bersama karena menyangkut kawasan yang selama ini digunakan masyarakat dan wisatawan,” ucapnya.

Mengakhiri keterangannya, Indra mendesak audit menyeluruh terhadap batas harim laut dan berkas pertanahan di Madasari.

“Intinya kami meminta keterbukaan. Kalau memang ada dasar hukumnya, silakan jelaskan. Kalau ada dokumennya, tunjukkan. Masyarakat berhak mengetahui agar persoalan ini tidak menjadi bola liar,” pungkasnya.

(Sajidin)

Kebakaran Lahan Ilalang Gegerkan Warga Buniseuri Ciamis, Api Nyaris Dekati Permukiman

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot : Personel Damkar pos WMK Kawali dan BPBD Kabupaten Ciamis saat memadamkan api di lahan kebun Pepaya yang berlokasi di Dusun Kota Desa Buniseuri

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Personel Damkar pos Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK) Kawali bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis meredam kobaran api yang membakar lahan ilalang kebun pepaya di Dusun Kota, Desa Buniseuri, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Dugaan sementara mengarah pada aksi pembakaran sampah oleh oknum tidak bertanggung jawab. Pelaku mengabaikan kobaran api yang membesar lalu meninggalkan lokasi begitu saja.

Baca Juga: Daftar Kecamatan Terdampak Kekeringan di Ciamis Terus Meluas

Warga sekitar merasa lega karena kobaran api tidak menyambar pemukiman penduduk yang berdiri amat dekat dari titik kebakaran.

Respon Cepat Petugas di Tengah Cuaca Terik

Kasi Pengendalian dan Penanganan Kebakaran Satpol PP Ciamis, Trisyanto (mewakili Kasatpol PP Ciamis Rd. Ega Anggara Alqausar), mengonfirmasi kejadian tersebut. Petugas piket Damkar pos WMK Kawali menerima laporan darurat saat cuaca sedang sangat terik.

“Mendapat laporan itu personel yang sedang siaga di Mako Damkar pos WMK Kawali langsung bergerak cepat menindaklanjuti laporan itu,” katanya, Minggu (30/8/2026).

Damkar WMK Kawali mengerahkan dua personel armada beserta satu unit mobil tangki pancar menuju tempat kejadian perkara (TKP).

Warga Lokal Pertama Kali Temukan Titik Api

Petugas bekerja ekstra keras untuk memadamkan kobaran api sebelum merembet lebih jauh.

“Setibanya di lokasi personel Damkar langsung berjibaku memadamkan api dengan dibantu personel BPBD Kabupaten Ciamis,” ucapnya.

Trisyanto menambahkan bahwa warga yang bermukim dekat kebun pepaya tersebut menjadi pihak pertama yang melihat kepulan asap dan kobaran api. Kesigapan warga melapor ke petugas berhasil mencegah bencana yang lebih besar di wilayah pemukiman.

(Husen Maharaja)