spot_imgspot_img
Senin 5 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 151

Kebakaran Lahan Ilalang Gegerkan Warga Buniseuri Ciamis, Api Nyaris Dekati Permukiman

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot : Personel Damkar pos WMK Kawali dan BPBD Kabupaten Ciamis saat memadamkan api di lahan kebun Pepaya yang berlokasi di Dusun Kota Desa Buniseuri

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Personel Damkar pos Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK) Kawali bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis meredam kobaran api yang membakar lahan ilalang kebun pepaya di Dusun Kota, Desa Buniseuri, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Dugaan sementara mengarah pada aksi pembakaran sampah oleh oknum tidak bertanggung jawab. Pelaku mengabaikan kobaran api yang membesar lalu meninggalkan lokasi begitu saja.

Baca Juga: Daftar Kecamatan Terdampak Kekeringan di Ciamis Terus Meluas

Warga sekitar merasa lega karena kobaran api tidak menyambar pemukiman penduduk yang berdiri amat dekat dari titik kebakaran.

Respon Cepat Petugas di Tengah Cuaca Terik

Kasi Pengendalian dan Penanganan Kebakaran Satpol PP Ciamis, Trisyanto (mewakili Kasatpol PP Ciamis Rd. Ega Anggara Alqausar), mengonfirmasi kejadian tersebut. Petugas piket Damkar pos WMK Kawali menerima laporan darurat saat cuaca sedang sangat terik.

“Mendapat laporan itu personel yang sedang siaga di Mako Damkar pos WMK Kawali langsung bergerak cepat menindaklanjuti laporan itu,” katanya, Minggu (30/8/2026).

Damkar WMK Kawali mengerahkan dua personel armada beserta satu unit mobil tangki pancar menuju tempat kejadian perkara (TKP).

Warga Lokal Pertama Kali Temukan Titik Api

Petugas bekerja ekstra keras untuk memadamkan kobaran api sebelum merembet lebih jauh.

“Setibanya di lokasi personel Damkar langsung berjibaku memadamkan api dengan dibantu personel BPBD Kabupaten Ciamis,” ucapnya.

Trisyanto menambahkan bahwa warga yang bermukim dekat kebun pepaya tersebut menjadi pihak pertama yang melihat kepulan asap dan kobaran api. Kesigapan warga melapor ke petugas berhasil mencegah bencana yang lebih besar di wilayah pemukiman.

(Husen Maharaja)

Daftar Kecamatan Terdampak Kekeringan di Ciamis Terus Meluas

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot : Situasi penyaluran air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kekeringan akibat musim kemarau di Kabupaten Ciamis kian meluas. Jumlah wilayah yang melapor mengalami krisis air kini bertambah dari 15 kecamatan menjadi 17 kecamatan.

“Di wilayah yang terdampak warga masyarakat cukup kesulitan mendapatkan air bersih untuk keperluan mereka sehari harinya,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis Ani Supiani, Minggu (30/8/2026).

Baca Juga: Warga Pasirpeuteuy Ciamis Tumpah Ruah, Jalan Sehat hingga Tabligh Akbar Meriahkan HUT RI

Ani menyebutkan bahwa 17 kecamatan tersebut mencakup 31 desa yang kini mengalami krisis air bersih cukup parah. Terlebih warga di puluhan desa tersebut memerlukan pasokan air secara berkala untuk memenuhi kebutuhan harian mereka.

“Di sejumlah wilayah yang krisis air bersih sangat memerlukan droping air,” ucapnya.

Untuk meringankan beban warga, Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui BPBD menggandeng berbagai pihak untuk mendistribusikan pasokan air bersih secara langsung ke titik-titik krisis.

Ratusan Tangki Air Layani Belasan Ribu Jiwa

BPBD Ciamis mencatat penyaluran bantuan air bersih sudah berlangsung ke berbagai titik krisis.

“Jumlah total air bersih yang telah tersalurkan untuk warga yang terdampak kekeringan sudah mencapai 766.000 leter yang diangkut 157 tangki,” jelasnya.

Bantuan air bersih ini berhasil menjangkau 14.847 jiwa di 17 kecamatan se-Kabupaten Ciamis untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka sehari-hari.

(Husen Maharaja)

Warga Pasirpeuteuy Ciamis Tumpah Ruah, Jalan Sehat hingga Tabligh Akbar Meriahkan HUT RI

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot : Anggota DPRD Kabupaten Ciamis Nur Mutaqin saat mengibarkan bendera saat star jalan sehat dimulai di Dusun Pasirpeuteuy Desa Pawindan dan warga saat lomba senam

CIAMIS,FOKUSjabar.id: Warga Dusun Pasirpeuteuy memadati lapangan RT 04/RW 01 Dusun Pasirpeuteuy, Desa Pawindan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Mereka menghadiri kegiatan jalan sehat hasil garapan Karang Taruna bersama Paguyuban Warga Pasirpeuteuy.

Panitia mengusung tema “Pasirpeuteuy Ngahiji Ngajaga Lembur Sangkan Mukti” untuk memeriahkan peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 ini.

Baca Juga: Kemarau Panjang, Hutan Jati Seluas 1 Hektare di Ciamis Terbakar

Kolaborasi Bersama Mahasiswa KKN IAID

Sejak pagi hingga sore hari, warga mengikuti rangkaian acara seru dari panitia. Panitia merancang seluruh kegiatan ini bersama mahasiswa Institut Agama Islam Darussalam (IAID) yang sedang menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Pawindan.

Selain mengocok perut lewat lomba liwet antar-RT se-Dusun Pasirpeuteuy, warga juga mengikuti senam bersama dan jalan sehat.

Sebagai puncak acara pada malam hari, panitia menggelar Tabligh Akbar. Acara ini menjadi bentuk rasa syukur warga atas anugerah kemerdekaan dari para pahlawan.

Apresiasi Pemerintah Desa dan Kehadiran Anggota DPRD

Kepala Desa Pawindan, Ahmad Kartoyo, menyampaikan rasa bangganya terhadap antusiasme masyarakat.

“Kami atas nama pemerintahan Desa Pawindan sangat mengapresiasi sekali kegiatan semarak kemerdekaan yang diselenggarakan warga Dusun Pasir Peuteuy ini,” kata Kepala Desa Pawindan Ahmad Kartoyo, Minggu (30/8/2026).

Ahmad Kartoyo mengapresiasi kerja keras panitia pelaksana. Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada anggota DPRD Kabupaten Ciamis dari Partai Demokrat, Nur Mutaqin, yang bersedia hadir dan memberikan dukungan langsung.

Meskipun acara ini berada di tingkat dusun, kehadiran wakil rakyat tersebut memberi semangat tersendiri bagi seluruh warga Pasirpeuteuy.

(Husen Maharaja)

Marc Klok Optimistis Persib Lolos ACL 2

0
Marc Klok Kunci Kemenangan fokusjabar.id
Marc Klok (foto: Arif)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Kapten Persib Bandung, Marc Klok, antusias menghadapi Manila Digger pada play-off AFC Champions League Two (ACL 2) 2026/2027.

Marc Klok menegaskan, kemenangan menjadi target yang ingin di raih pada pertandingan tersebut agar skuad Maung Bandung lolos ke AFC Champions League Two.

BACA JUGA:

Ikwan Ali Tanamal Antusias Debut Bersama Persib di Level Asia

Pertandingan play-off AFC Champions League Two ini di jadwalkan akan berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat (SJH), Kabupaten Bandung, Senin (31/8/2026).

“AFC Champions League Two selalu menjadi pertandingan yang menarik, entah itu fase grup atau play-off,” kata Marc Klok saat konferensi pers, Minggu (30/8/2026).

“Bagi klub, ini adalah pertandingan yang penting juga bagi para pemain, selalu menyenangkan untuk bermain di sini,” ucapnya menambahkan.

Pemain yang berposisi sebagai gelandang ini menegaskan, skuad Maung Bandung tidak ingin terlalu jauh memikirkan calon lawan maupun persaingan di fase grup.

Marc Klok menuturkan, fokus seluruh tim saat ini adalah menuntaskan pertandingan play-off AFC Champions League Two menghadapi Manila Digger.

“Kami hanya punya satu target di pertandingan besok yaitu untuk menang dan lolos ke babak grup. Kami tahu apa yang ada di fase grup nanti, tapi kami akan lebih dulu, menuntaskan pekerjaan dengan di pertandingan besok,” ungkapnya.

BACA JUGA:

Pemain yang menggunakan nomor punggung 23 ini memastikan, seluruh elemen tim telah melakukan persiapan secara maksimal.

“Semua orang lapar, semua orang fokus ke pertandingan. Kami sudah mempersiapkan segalanya dengan baik. Jadi semua orang juga cukup percaya diri dan siap berkontribusi di pertandingan besok,” tegasnya.

(Arif)

3 Pemain Absen, Persib Bandung Pede Hadapi Manila Digger

0
persib bandung manila fokusjabar.id
Igor Tolic (foto: web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic memastikan timnya sudah siap menghadapi Manila Digger pada play-off AFC Champions League Two (ACL 2) 2026/2027.

Igor Tolic mengatakan, pihaknya sudah mempersiapkan anak asuhnya dengan matang untuk melakoni pertandingan di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Senin (31/8/2026).

BACA JUGA:

Persib vs Manila Digger, Teja Paku Alam: Saya Siap

“Persiapan normal untuk setiap pertandingan. Bekerja mengasah taktik, menilai para pemain, siapa yang akan mulai dari awal, siapa yang akan masuk di babak kedua dan mengubah permainan, menemukan orang yang tepat untuk melakukan tugas tersebut,” katanya, Minggu (30/8/2026).

Dengan persiapan yang sudah di lakukan, pelatih asal Kroasia ini merasa optimis anak asuhnya bisa menampilkan permainan terbaiknya dan meraih kemenangan serta lolos ke AFC Champions League Two 2026/2027.

“Dan saya yakin bahwa kita telah menemukan formula yang tepat. Dan kemudian mereka akan mengeksekusinya. Sehingga lolos ke babak grup,” ucapnya.

Sementara itu, Igor Tolic memastikan tiga pemainnya masih harus menepi saat menghadapi Manila Digger. Yakni Luciano Guaycochea, Gakuto Notsuda dan Sandy Walsh.

Ketiganya masih menjalani proses pemulihan cedera. Sehingga belum dapat di turunkan dalam pertandingan penting tersebut.

“Masih Lucho (Luciano Guaycochea), Sandy Walsh dan Gakuto Notsuda (yang akan absen di pertandingan),” ungkapnya.

Igor Tolic mengatakan, meskipun tiga pemain tersebut absen, namun ia sudah mempersiapkan penggantinya.

Menurut Igor Tolic, siapapun pemain yang mendapat kesempatan bermain di pastikan bakal berusaha menampilkan permainan terbaiknya.

“Mereka tidak bisa bermain tapi, kami pun terus mencari solusi atas cedera mereka. Yang pasti, mereka terus berusaha untuk pulih sesegera mungkin,” tegasnya.

(Arif)

Ikwan Ali Tanamal Antusias Debut Bersama Persib di Level Asia

0
Ikwan Ali Tanamal fokusjabar.id
Ikwan Ali Tanamal

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Ikwan Ali Tanamal menyambut antusias kesempatan menjalani debut resmi bersama Persib Bandung di laga pendahuluan AFC Champions League (ACL) Two 2026/2027 menghadapi Manila Digger di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Senin (31/8/2026).

Baginya, kesempatan tampil dalam pertandingan resmi Persib Bandung sekaligus membuka peluang mencicipi kompetisi level Asia untuk pertama kalinya merupakan sebuah kebanggaan.

BACA JUGA:

Bek Persib Julio Cesar Tebar Sinyal Bahaya untuk Manila Digger FC

Karena itu, pemain yang sebelumnya menjalani masa peminjaman bersama Persis Solo tersebut bertekad memberikan kemampuan terbaik apabila di percaya tampil.

“Suatu kebanggaan dan pengalaman terbaik buat saya. Karena pertama kali mengikuti level Asia (ACL). Semoga bisa membantu tim dalam pertandingan dan semoga bisa meraih hasil yang positif,” kata Ikwan Ali Tanamal.

Ikwan mengaku tidak terlalu terbebani dengan status laga yang akan menjadi debut resminya. Sebaliknya, pertandingan tersebut justru menjadi motivasi tambahan untuk membuktikan kemampuannya.

Bek kelahiran Cibinong, Kabupaten Bogor memiliki bekal pengalaman dari sejumlah pertandingan pramusim yang telah di jalani.

Selain tampil di Piala Presiden 2026, Ikwan mendapatkan pengalaman menghadapi klub Asia dalam rangkaian Dewata Challenge Series.

Persib Bandung menghadapi Sabah FC dari Malaysia, Tampines Rovers dari Singapura, dan DPMM FC dari Brunei Darussalam dalam agenda pramusim tersebut.

Pengalaman itu di nilai membantu Ikhwan mempersiapkan diri menghadapi atmosfer pertandingan internasional.

“Kalau grogi ya nggak sih. Cuma ya sebagai motivasi saja buat saya karena kan ini juga pertandingan Asia pertama buat saya. Semoga lah saya bisa menampilkan yang terbaik buat PERSIB dan bisa membantu tim,” pungkasnya.

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, Penjaga gawang Persib Bandung, Teja Paku Alam menegaskan, dia dan kolega berada dalam kondisi siap menghadapi laga pembuka AFC Champions League (ACL) Two 2026/2027 kontra Manila Digger FC.

Menurut Teja Paku Alam, persiapan intensif sekitar 10 hari menjadi modal penting tim kebanggaan Bobotoh untuk mengunci tiket ke fase grup kompetisi ACL Two.

Teja Paku Alam menilai, seluruh program latihan yang di berikan tim pelatih selama masa persiapan berjalan dengan baik dan mampu di jalani dengan fokus serta intensitas tinggi.

(Bambang Fouristian)

Ekek Keling Sunda Terancam Punah, DPRD Jabar Dorong Political Will 

0
burung Ekek Keling Sunda fokusjabar.id
burung Ekek Keling Sunda (foto; JawaPos)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Kondisi burung Ekek Keling Sunda atau Ekek Geling Jawa (Cissa thalassina) di Jawa Barat (Jabar) tengah menjadi perhatian karena populasinya di sebut semakin terbatas.

Burung yang merupakan satwa endemik Jawa Barat tersebut masuk kategori Kritis atau Critically Endangered dalam daftar International Union for Conservation of Nature (IUCN).

BACA JUGA:

4 Manfaat Rebusan Daun Sirih untuk Burung Murai Batu

Perkiraan jumlah individunya di alam liar juga menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan. Data yang di sampaikan dalam perkembangan terbaru pada Sabtu, 29 Agustus 2026 menyebut, populasi Ekek Keling Sunda di perkirakan hanya berkisar 25 hingga 250 ekor.

Sebelumnya, WALHI Jawa Barat memperkirakan jumlah yang tersisa berada pada kisaran 50 hingga 250 ekor.

Situasi tersebut membuat upaya penyelamatan burung endemik ini mulai di dorong masuk ke ranah kebijakan.

Anggota DPRD Jawa Barat, Daddy Rohanady menyatakan akan membawa persoalan konservasi Ekek Keling Sunda ke forum legislatif.

Ia menilai, di perlukan political will yang kuat agar perlindungan satwa tersebut dapat di lakukan secara lebih serius.

“Tentu saja ini banyak pihak dari lingkungan mungkin Dinas Lingkungan Hidup dan ada juga bersinggungan dengan Komisi 2 yang membidangi konservasi. Saya akan coba suarakan ini di forum, nah tinggal nanti political will-nya yang di butuhkan cukup besar itu seperti apa,” kata Daddy di kutip antara.

Menurut Daddy, penyelamatan Ekek Keling Sunda tidak dapat di lakukan hanya oleh satu lembaga. Pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten dan kota yang masih memiliki kawasan yang sesuai bagi habitat burung tersebut di nilai perlu di libatkan. Termasuk dalam kemungkinan pengembangan habitat baru.

“Beberapa daerah kabupaten saya kira masih berpotensi sebagai habitat mereka untuk kemudian mari kita coba,” ucapnya.

Ekek Keling Sunda di ketahui menghuni kawasan hutan dataran tinggi. Terutama hutan montane dan submontane dengan ketinggian sekitar 500 hingga 2.000 meter di atas permukaan laut.

Sejumlah wilayah seperti Gunung Halimun, Gunung Salak, Gunung Gede, dan Gunung Pangrango pernah menjadi lokasi keberadaan burung tersebut.

Namun, keberadaan spesies itu kini semakin sulit di temukan. WALHI Jawa Barat menyebut Ekek Keling Sunda masih terpantau di beberapa kawasan. Termasuk Gunung Salak dan Gunung Gede Pangrango.

Terbatasnya jumlah individu membuat proses pengamatan dan interaksi di habitat alaminya menjadi semakin sulit.

“Kalau di Jawa Barat itu terpantau masih ada beberapa. Cuma sulit kalau kita menjelajah atau observasi, misalnya di Gunung Salak dan Gunung Gede Pangrango. Masih terkadang kita bisa melihat, cuma karena jumlahnya terbatas maka interaksinya susah,” ujar Manajer Divisi Pendidikan WALHI Jabar M. Jefry Rohman.

Tekanan terhadap populasi Ekek Keling Sunda berasal dari sejumlah faktor. Kerusakan dan kehilangan habitat menjadi salah satu ancaman utama karena berkurangnya kawasan hutan dapat mengganggu ruang hidup satwa tersebut.

Selain itu, perburuan untuk perdagangan burung juga menjadi persoalan. Termasuk penangkapan Ekek Keling Sunda untuk di jadikan burung master dalam melatih suara burung kicau.

BACA JUGA:

Peringati Hari Bhayangkara ke-79, Polres Pangandaran Gelar Lomba Burung Merpati

Kondisi di lapangan membuat perlindungan habitat menjadi bagian penting dari upaya konservasi. Berdasarkan perkiraan WALHI Jawa Barat, jumlah Ekek Keling Sunda yang masih bertahan di sejumlah kawasan hutan Jabar berada pada kisaran 50 hingga 250 ekor.

Sementara itu, pemberitaan terbaru menyebut estimasi yang lebih rendah, yakni 25 hingga 250 ekor. Perbedaan angka tersebut menunjukkan masih adanya keterbatasan dalam pendataan populasi secara pasti.

Di tengah ancaman kepunahan, sejumlah upaya konservasi telah berjalan. Taman Safari Indonesia di sebut melakukan penangkaran Ekek Keling Sunda dan menyiapkan rencana pelepasliaran empat ekor koleksinya.

Upaya tersebut mendapat apresiasi dari DPRD Jawa Barat karena di nilai menunjukkan adanya pihak yang telah mengambil langkah nyata untuk menjaga keberadaan spesies tersebut.

Sebelumnya, pendiri Taman Safari Indonesia, Tony Sumampau juga menyoroti kondisi Ekek Keling Sunda yang di nilai semakin memprihatinkan.

Burung tersebut di sebut nyaris punah di kawasan Gunung Pangrango karena sudah tidak lagi di temukan.

Perburuan untuk kepentingan perdagangan burung kicau menjadi salah satu faktor yang di sebut memperburuk kondisi populasinya.

Selain penangkaran dan pelepasliaran, keberhasilan konservasi juga membutuhkan pemantauan populasi serta pengelolaan habitat secara berkelanjutan.

Penelitian mengenai karakteristik habitat Ekek Geling Jawa di Resort Cikaniki, Taman Nasional Gunung Halimun Salak yang tersedia dalam repositori Universitas Tanjungpura pada 2026, turut mencatat keberadaan spesies tersebut di sejumlah titik kawasan hutan dan menekankan pentingnya upaya pelestarian.

Daddy sebelumnya menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi burung tersebut.

“Yang pertama, secara pribadi saya prihatin dengan kondisi ini. Karena Ekek Keling Sunda itu kan salah satu hewan yang merupakan entitas khusus Jawa Barat. Ini adalah pekerjaan rumah kita semua,” kata Daddy.

Hingga Sabtu, 29 Agustus 2026, penyelamatan Ekek Keling Sunda masih membutuhkan penguatan dari berbagai pihak.

DPRD Jawa Barat berencana membawa persoalan tersebut ke forum legislatif. Sementara pemerintah daerah yang memiliki kawasan habitat atau wilayah yang berpotensi menjadi habitat baru di harapkan ikut mengambil langkah.

Ancaman terhadap burung endemik tersebut tidak hanya berkaitan dengan jumlah populasinya yang terbatas. Tetapi juga dengan tekanan terhadap habitat dan perburuan.

Karena itu, dorongan political will yang di sampaikan DPRD Jabar menjadi bagian dari upaya agar persoalan konservasi Ekek Keling Sunda dapat diterjemahkan ke dalam langkah perlindungan yang lebih konkret.

Dengan melibatkan pemerintah, lembaga konservasi, masyarakat, serta berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan, upaya menjaga Ekek Keling Sunda di harapkan dapat di lakukan secara berkelanjutan.

Perlindungan habitat, pengendalian perburuan, pemantauan populasi, penangkaran dan pelepasliaran menjadi sejumlah langkah yang dapat berjalan beriringan untuk mencegah satwa endemik Jawa Barat tersebut semakin dekat dengan kepunahan.

(Jingga Sonjaya)