TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Tasikmalaya menggelar serangkaian kegiatan pemberdayaan warga untuk menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Kota Tasikmalaya. TP PKK mengarahkan fokus program pada isu ketahanan pangan keluarga serta kelestarian lingkungan hidup.
Organisasi wanita ini menggerakkan 30 kampung binaan di seluruh wilayah Kota Tasikmalaya. Langkah ini menjadi wujud partisipasi dan dukungan aktif TP PKK dalam mengawal pembangunan di Kota Santri.
Baca Juga: HUT ke-25 Kota Tasikmalaya, Catat Jadwal Kegiatannya dan Kenali Maskot Tata & Titi
Ketua Umum TP PKK Kota Tasikmalaya Bunda dr. Hj. Elvira Kamarrow Putri menegaskan bahwa masyarakat harus menyyukuri momen hari jadi daerah melalui aksi nyata yang membawa dampak positif.
“Ada dua kegiatan utama yang menjadi fokus lomba tahun ini. Pertama di bidang ketahanan pangan dan kedua di bidang lingkungan hidup,” ungkap dr. Elvira Kamarrow Putri, Minggu (4/10/2026) sore.
Gelar Lomba Cipta Menu dan Pengolahan Pangan Lokal
Pada bidang ketahanan pangan, TP PKK menyiapkan Lomba Cipta Menu pada 13 Oktober 2026 di Mayasari Plaza. Ajang ini memicu kreativitas kader PKK dalam mengolah komoditas pangan lokal menjadi sajian bergizi tinggi.
“Lomba ini diharapkan mampu mendorong kreativitas ibu-ibu PKK dalam mengolah pangan lokal menjadi menu yang sehat, bergizi, dan bernilai jual, untuk membantu pendapatan ekonomi keluarga,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa olahan pangan yang menyehatkan serta berkualitas dapat meningkatkan standar gizi keluarga sekaligus mendongkrak ekonomi warga.
Sasar Kebersihan Lingkungan dan Program Tasik Resik
Sementara pada sektor lingkungan hidup, TP PKK mengawal pelaksanaan Lomba Pengelolaan Sampah yang sedang berjalan di 30 kampung binaan. Tim juri akan turun meluncurkan penilaian lapangan pada 19 hingga 25 Oktober 2026 mendatang.
“Pengelolaan sampah menjadi isu krusial di setiap daerah, untuk menyelesaikan ini harus dimulai dari tingkat keluarga dan kampung. Melalui lomba ini, harapannya kesadaran masyarakat untuk memilah sampah, mendaur ulang, kemudian menjaga lingkungan bersih semakin meningkat, demi mendukung program prioritas Pemkot Tasikmalaya Tasik Resik,” paparnya.
dr. Elvira menegaskan bahwa lomba ini tidak sekadar mengejar piala atau predikat juara. Bahkan TP PKK ingin menjadikan setiap kampung binaan sebagai percontohan kawasan pemukiman yang bersih, asri, dan sehat.
Dorong Pelaku UMKM Kampung Binaan Naik Kelas
dr. Elvira menilai peringatan HUT ke-25 Kota Tasikmalaya memegang peran penting sebagai momentum kebangkitan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Terlebih kampung binaan PKK menyimpan potensi besar berupa produk olahan pangan dan kerajinan tangan yang siap menembus pasar lebih luas.
“Momentum HUT Kota Tasikmalaya ke-25 ini menjadi momentum pelaku UMKM untuk naik kelas. Dari lomba cipta menu saja, kemudian kita bisa melihat inovasi-inovasi yang luar biasa dari ibu-ibu PKK yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi usaha yang memiliki nilai ekonomi,” imbuhnya.
Melalui pelibatan aktif 30 kampung binaan, TP PKK Kota Tasikmalaya membuktikan bahwa perayaan hari jadi kota memberi manfaat konkret bagi ketahanan pangan, kebersihan lingkungan, serta pertumbuhan ekonomi keluarga.
(Seda)



