spot_imgspot_img
Jumat 3 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 146

Dompet Tipis? Ini Strategi Liburan Saat Long Weekend 14–17 Februari

0
Dompet Tipis? Ini Strategi Liburan Saat Long Weekend 14–17 Februari
Dompet Tipis? Ini Strategi Liburan Saat Long Weekend 14–17 Februari

GAYA HIDUP,FOKUSJabar.id: Akhir pekan panjang atau Long Weekend pada 14–17 Februari memberi ruang bagi banyak orang untuk berhenti sejenak dari rutinitas. Empat hari libur ini menjadi waktu ideal untuk bepergian singkat, mencari suasana baru, atau sekadar mengisi ulang energi sebelum kembali beraktivitas.

Namun, euforia long weekend sering beriringan dengan lonjakan pengeluaran. Harga tiket transportasi naik, kamar penginapan cepat penuh, hingga tarif destinasi wisata ikut terkerek karena tingginya permintaan. Kondisi ini kerap membuat rencana liburan terasa berat di kantong.

Baca Juga: Sentuhan Bos Koi Ubah Situ Cipanten Majalengka Jadi Magnet Wisata Jabar

Padahal, liburan tidak selalu identik dengan biaya besar. Perencanaan yang matang dan pilihan yang tepat dapat membuat perjalanan tetap nyaman tanpa menguras tabungan.

Langkah paling rasional dimulai dari memilih destinasi yang tidak terlalu jauh. Perjalanan singkat ke area sekitar kota sering kali sudah cukup memberi suasana berbeda tanpa perlu biaya transportasi besar. Selain lebih hemat, waktu perjalanan yang singkat juga membuat liburan terasa lebih santai.

Pemesanan akomodasi sejak jauh hari juga membantu mengamankan harga yang lebih bersahabat. Guest house, homestay, atau penginapan sederhana bisa menjadi alternatif nyaman dibanding hotel berbintang yang tarifnya melonjak saat musim liburan.

Agar long weekend tetap menyenangkan dan terkendali, terapkan beberapa strategi berikut:

1. Tetapkan Anggaran Sejak Awal

Tentukan batas pengeluaran sebelum berangkat. Cara ini membantu mengontrol belanja selama perjalanan.

2. Pilih Destinasi Dekat

Lokasi yang mudah dijangkau menghemat biaya transportasi sekaligus tenaga.

3. Susun Itinerary Sederhana

Rencana perjalanan yang realistis mencegah pengeluaran tambahan akibat jadwal yang terlalu padat.

4. Manfaatkan Ruang Publik Gratis

Taman kota, pantai terbuka, jalur trekking, atau area car free day bisa menjadi pilihan rekreasi tanpa tiket mahal.

5. Nikmati Kuliner Lokal

Warung atau kedai khas daerah sering menawarkan cita rasa autentik dengan harga lebih ramah.

6. Manfaatkan Promo Digital

Aplikasi perjalanan dan layanan makanan biasanya menawarkan diskon khusus menjelang akhir pekan panjang.

7. Ajak Teman dan Berbagi Biaya

Sistem patungan untuk transportasi dan penginapan membuat perjalanan terasa lebih ringan sekaligus lebih seru.

Long weekend 14–17 Februari tidak harus menjadi beban finansial. Dengan strategi sederhana dan sikap bijak dalam mengatur pengeluaran, momen libur singkat tetap bisa menghadirkan pengalaman menyenangkan tanpa meninggalkan rasa khawatir setelah kembali ke rutinitas.

(Jingga Sonjaya)

Sentuhan Bos Koi Ubah Situ Cipanten Majalengka Jadi Magnet Wisata Jabar

0
Majalengka, FOKUSJabar.id
Ribuan Koi Premium Ubah Wajah Situ Cipanten, Majalengka Diserbu Wisatawan

MAJALENGKA,FOKUSJabar.id: Situ Cipanten di Desa Gunungkuning, Kabupaten Majalengka, mencuri perhatian publik setelah menghadirkan konsep wisata baru yang memadukan keindahan alam dengan sentuhan eksklusif. Destinasi ini kini ramai diperbincangkan di media sosial dan menarik lonjakan kunjungan dari berbagai daerah.

Transformasi Situ Cipanten berawal dari inisiatif Hartono Soekwanto, pengusaha asal Bandung yang dikenal sebagai “Bos Koi”. Pada Januari 2026, ia menyumbangkan lebih dari 2.000 ekor ikan koi kelas premium ke danau tersebut. Kehadiran ribuan koi berkualitas kontes itu langsung mengubah suasana dan karakter wisata air yang sebelumnya sudah terkenal dengan kejernihan airnya.

Baca Juga: Bos Koi, Irfan Hakim Akan Munggahan di Situ Cipanten Majalengka, Kapan?

Pengunjung kini merasakan pengalaman berbeda saat menaiki perahu transparan di tengah ribuan koi berwarna-warni. Sensasi ini menjadi daya tarik utama yang mendorong peningkatan kunjungan secara signifikan. Bahkan, pemesanan perahu transparan tercatat penuh hingga akhir Februari 2026.

Komedian asal Majalengka, Oghel Zulvianto, mengaku menerima banyak pesan dari masyarakat yang penasaran dan ingin melihat langsung perubahan tersebut.

“Banyak yang DM, bilang sudah datang bareng keluarga. Antusiasmenya luar biasa, bukan cuma warga Majalengka, tapi juga dari luar daerah,” ujar Oghel.

Lonjakan wisatawan turut menggerakkan perekonomian lokal. Kepala Desa Gunungkuning, Rudi Yudistira Gozali, menyebut jumlah kunjungan meningkat berkali lipat dalam beberapa pekan terakhir. Wisatawan datang dari berbagai wilayah di Jawa Barat, Jakarta, hingga luar pulau.

Dampak Terhadap UMKM Setempat

Kehadiran wisatawan berdampak langsung pada pelaku UMKM dan masyarakat sekitar. Warung, pedagang, serta penyedia jasa wisata ikut merasakan pertumbuhan pendapatan seiring ramainya kunjungan.

Momentum ini dalam perkiraan terus berlanjut. Pada 15 Februari 2026, Hartono Soekwanto terjadwalkan kembali berkunjung ke Situ Cipanten bersama sejumlah figur publik, seperti Irfan Hakim dan Panji Petualang. Kehadiran mereka memicu spekulasi tentang inovasi lanjutan yang akan memperkuat posisi Situ Cipanten sebagai destinasi unggulan di Majalengka.

Dengan kombinasi air danau yang jernih, rindangnya pepohonan, serta ribuan koi premium yang berenang bebas, Situ Cipanten menawarkan panorama unik yang sulit ditemukan di tempat lain. Spot-spot foto alami di sekitar danau pun semakin memperkuat daya tarik visualnya.

Kini, Situ Cipanten tidak hanya terkenal sebagai wisata alam, tetapi juga sebagai contoh kolaborasi antara pelaku usaha dan masyarakat desa dalam mengangkat potensi daerah menjadi destinasi yang kompetitif.

(Abdul)

Pejabat Pangandaran Diduga Terlibat Praktik Investasi Bodong, Masyarakat Dorong APH Tindak Tegas

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: ‎Tokoh pemuda Pangandaran, Tian Kadarisman (Istimewa).

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Polemik dugaan investasi bodong MBA di Kabupaten Pangandaran terus memantik perhatian publik, isu ini tidak hanya menyangkut kerugian finansial, tetapi juga menyeret nama sejumlah pejabat daerah sehingga memunculkan pertanyaan serius soal etika dan kepercayaan publik.

Tokoh pemuda Pangandaran, Tian Kadarisman, menilai persoalan tersebut melampaui sekadar investasi bermasalah. Ia melihat dampak sosial yang lebih luas karena masyarakat diduga menaruh kepercayaan pada figur publik yang dianggap memberi legitimasi.

Baca Juga: Di Usia 70 Tahun, Pasutri Cimerak Pangandarn Bertahan Hidup dari Sapu Lidi Rp1.800

“Ini bukan hanya soal kerugian materiil. Ada dugaan penyalahgunaan kepercayaan masyarakat. Dampaknya meluas dan menimbulkan keresahan sosial,” ujar Tian.

Menurutnya, sejumlah keluarga mengalami tekanan ekonomi, hubungan antarwarga merenggang, dan kepercayaan publik terhadap institusi ikut tergerus.

Isu semakin kompleks setelah muncul dugaan keterlibatan oknum anggota DPRD Kabupaten Pangandaran dalam promosi atau ajakan kepada masyarakat untuk bergabung dalam skema MBA. Dalam kultur masyarakat Pangandaran yang menjunjung tinggi peran tokoh publik, kehadiran seorang anggota dewan masyarakat menilainya sebagai bentuk jaminan moral.

“Ketika masyarakat melihat ada anggota DPRD yang ikut, banyak yang menganggap kegiatan itu aman. Kepercayaan seperti itu sangat berharga dan tidak boleh pejabat salahgunakan,” tegasnya.

Tian menilai dugaan tersebut menyentuh aspek etika jabatan sekaligus berpotensi memasuki ranah hukum. Ia merujuk pada UU Nomor 17 Tahun 2014 tentang MD3 yang telah diperbarui dengan UU Nomor 13 Tahun 2019. Regulasi itu mewajibkan anggota DPRD menjaga martabat, kehormatan, serta tidak menyalahgunakan jabatan dan pengaruh.

Konflik Kepentingan yang Merusak Kepercayaan Publik

Kode Etik DPRD juga melarang konflik kepentingan maupun tindakan yang merusak kepercayaan publik, dengan mekanisme pemeriksaan melalui Badan Kehormatan.

Dari sisi pidana, Tian menjelaskan aparat penegak hukum dapat menelusuri unsur dugaan penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 492 KUHP Baru (UU Nomor 1 Tahun 2023) apabila menemukan unsur subjektif yang terpenuhi. Pihak yang turut serta, menyuruh, atau membantu terjadinya perbuatan tersebut juga dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan penyertaan dalam hukum pidana.

Ia juga menyoroti aspek regulasi jasa keuangan. UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang P2SK mewajibkan setiap penghimpunan dana masyarakat memiliki izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tanpa izin resmi, aktivitas tersebut dapat masuk kategori ilegal.

Jika pola operasional menunjukkan sistem bonus perekrutan yang bergantung pada dana anggota baru tanpa kegiatan usaha riil, praktik itu berpotensi masuk kategori money game atau skema ponzi. Bahkan, penyidik dapat menelusuri dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang sesuai UU Nomor 8 Tahun 2010 apabila menemukan indikasi penyamaran aliran dana.

Karena itu, Tian mendorong OJK dan aparat kepolisian bergerak profesional dan transparan dalam mengusut kasus ini. Ia meminta penyidik menelusuri aliran dana, pola perekrutan, struktur keuntungan, hingga kemungkinan pihak lain yang memberi legitimasi.

Ia menyebut dukungan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat melalui unit Financial Monitoring and Development (Fismondev) akan membantu menghadirkan gambaran hukum yang lebih komprehensif.

Tian menegaskan semua pihak harus menghormati asas praduga tak bersalah. Namun ia juga menilai pengawasan publik tetap penting agar proses hukum berjalan tuntas.

“Kita tidak boleh menghakimi sebelum ada putusan hukum tetap. Tapi integritas pejabat publik dan perlindungan masyarakat harus menjadi prioritas,” pungkasnya.

(Sajidin)

Jelang Imlek dan Ramadan, Polres Tasikmalaya Kota Perkuat Sinergi Lintas Elemen

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Wakil Wali Dicky Candra Negara, saat memberikan sambutan dalam acara Silaturrahmi Akbar di Mako Polres Tasikmalaya Kota (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Menjelang perayaan Imlek dan datangnya Ramadan 1447 Hijriah, Polres Tasikmalaya Kota menggalang sinergi kekuatan lintas elemen melalui Silaturahmi Akbar bertema “Keberagaman Menjadi Kekuatan untuk Keamanan Kota Tasikmalaya”. Kegiatan berlangsung di halaman Mapolres Tasikmalaya Kota, Jalan Letnan Harun, Bungursari, Kamis (12/2/2026).

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto memimpin langsung kegiatan tersebut. Wakil Wali Kota Tasikmalaya Dicky Candra Negara turut hadir bersama Ketua MUI Aminuddin Bustomi, jajaran Forkopimda, ulama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, organisasi keagamaan, serta berbagai unsur kemasyarakatan.

Baca Juga: Wabup Tasikmalaya Lepas Petinju Zildan Wakili Jabar di VNW–BPI Nasional

Kapolres Andi menegaskan silaturahmi ini bertujuan memperkuat solidaritas dan sinergi di tengah keberagaman suku, agama, dan latar belakang masyarakat Tasikmalaya.

“Melalui silaturahmi ini kita rajut kebersamaan dan bangun sinergi untuk saling menguatkan. Kita akan menghadapi Imlek dan Ramadan, sehingga keamanan dan kenyamanan harus kita wujudkan bersama,” ujar Andi.

Ia menekankan, tanggung jawab menjaga kondusivitas kota tidak hanya berada di pundak kepolisian. Seluruh elemen masyarakat perlu terlibat aktif dalam menjaga ketertiban.

Menurutnya, keberagaman justru menjadi fondasi utama persatuan. Andi mengibaratkan keberagaman seperti komponen bangunan kayu, tiang, pintu, dan jendela yang saling melengkapi hingga berdiri kokoh.

“Keberagaman adalah kekuatan besar untuk memperkokoh persatuan dan menjaga keamanan Kota Tasikmalaya,” tegasnya.

Perkuat Komunikasi Lintas Sektor

Wakil Wali Kota Dicky Candra Negara mengapresiasi inisiatif Polres Tasikmalaya Kota. Ia menilai silaturahmi akbar ini memperkuat komunikasi lintas sektor sekaligus mempererat persaudaraan antarwarga.

“Silaturahmi menjadi momentum penting untuk meningkatkan kolaborasi demi mewujudkan kamtibmas yang aman dan nyaman,” ujarnya.

Ia memastikan pemerintah daerah terus membangun komunikasi intensif dengan kepolisian, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat guna menjaga stabilitas daerah, terutama menjelang dua momentum besar keagamaan tersebut.

Dalam rangkaian kegiatan, Polres Tasikmalaya Kota juga memaparkan hasil pengungkapan sejumlah kasus, mulai dari narkoba, pencurian kendaraan bermotor, hingga peredaran minuman keras. Polres turut memperkenalkan kesiapsiagaan personel Patroli Maung Galunggung yang siaga 24 jam menjaga keamanan wilayah.

Melalui kolaborasi ini, Polres dan Pemerintah Kota Tasikmalaya berharap suasana Imlek dan Ramadan dapat berlangsung aman, damai, dan penuh kebersamaan.

(Seda)

Wapres Gibran Dorong Produk UKM Kuasai Etalase Ritel Modern

0
Nasional, FOKUSJabar.id
Produk UKM Dinilai Tak Kalah Saing, Wapres Minta Akses Diperluas, (Surce: wapresri.go.id)

NASIONAL,FOKUSJabar.id: Pemerintah mempercepat langkah penguatan usaha kecil dan menengah (UKM) dengan mendorong produk lokal menempati ruang strategis di pusat perbelanjaan dan jaringan ritel modern. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menilai keberpihakan terhadap produk dalam negeri harus terlihat nyata, terutama dari sisi penempatan dan akses pasar.

Gibran menyampaikan komitmen tersebut saat menerima jajaran Himpunan Peretail dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Ia menegaskan, produk UKM perlu tampil di etalase utama agar konsumen mudah mengenali dan menjangkaunya. Menurutnya, dukungan ritel modern memegang peran penting dalam memperkuat daya saing produk lokal di tengah derasnya arus barang impor.

Ketua Umum Hippindo, Budihardjo Iduansjah, menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti arahan tersebut. Ia akan menginstruksikan seluruh anggota asosiasi agar memberi ruang strategis bagi merek-merek lokal. Baik untuk di pusat perbelanjaan maupun toko ritel modern.

“Kami akan menyampaikan masukan tersebut kepada anggota agar merek lokal benar-benar menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Terlebih mendapatkan tempat yang strategis,” ujar Budihardjo usai pertemuan.

Menurutnya, Wapres menilai kualitas produk UKM Indonesia mampu bersaing dengan produk luar negeri. Namun, pelaku usaha tetap membutuhkan dukungan ekosistem yang lebih adil untuk mempercepat pertumbuhan.

Skema Konsinyasi dan Biaya Sewa

Salah satu persoalan yang mengemuka ialah tingginya biaya sewa serta skema konsinyasi yang kerap membebani pemasok kecil. Gibran meminta sektor ritel memberikan dukungan melalui margin yang lebih rendah bagi produk lokal.

“Menghadapi tantangan biaya dan konsinyasi, arahan Pak Wapres agar ritel memberikan dukungan lebih besar kepada pemasok produk lokal dengan margin yang lebih ringan,” jelas Budihardjo.

Selain mendorong penguatan UKM, Gibran juga mengapresiasi gerakan Belanja di Indonesia Aja (BINA) yang mengusung konsep wisata belanja sebagai penggerak ekonomi dan sumber devisa.

“Wisata belanja bisa menjadi tulang punggung ekonomi. Kehadiran turis akan membawa devisa sekaligus menggerakkan sektor ritel dan UMKM,” ujarnya.

Dalam pertemuan itu, Hippindo turut mengundang Wapres untuk menghadiri rangkaian kegiatan BINA menjelang Imlek dan Idul Fitri. Serta menghadiri Indonesia Retail Summit yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang.

Pertemuan tersebut juga melibatkan pengurus Hippindo serta pelaku industri ritel dari berbagai sektor. Mulai dari investasi, CSR, hingga pemilik merek nasional.

Melalui sinergi pemerintah dan pelaku ritel, pemerintah berharap produk lokal semakin dominan di pasar domestik. Kemudian mampu bersaing lebih kuat di tengah kompetisi global.

(Jingga Sonjaya)

Di Usia 70 Tahun, Pasutri Cimerak Pangandarn Bertahan Hidup dari Sapu Lidi Rp1.800

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
‎Poto: Pengusaha Sapu Lidi Pangandran Uuk Rukaenah saat melaut lidi.

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Usia senja tidak membuat Uuk Rukaenah (65) dan suaminya, Saedin (70), berhenti berjuang. Pasangan lansia asal Desa Masawah, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran ini masih mengandalkan tenaga sendiri untuk bertahan hidup.

Setiap pagi, keduanya berangkat bersama meninggalkan rumah sederhana mereka. Jika tidak membantu di sawah milik orang lain, mereka menyusuri kebun untuk mencari daun kelapa. Dari daun-daun itu, Uuk dan Saedin mengolahnya menjadi sapu lidi.

Baca Juga: Ziarah Massal di Karang Sari, Tradisi Religius yang Terus Hidup di Pangandaran

Tangan renta mereka mengikat satu per satu lidi hingga rapi, lalu menjualnya seharga Rp1.800 per ikat.

“Kalau tidak ke sawah, kami cari daun kelapa ke kebun orang untuk dijadikan sapu lidi,” ujar Uuk, Kamis (12/2/2026).

Dalam kondisi tubuh yang fit, mereka mampu menghasilkan 9 hingga 10 ikat per hari. Namun ketika badan terasa lelah atau sakit, jumlah produksi menurun drastis. Pendapatan pun ikut menyusut.

“Kalau lagi kurang sehat, hasilnya berkurang. Mencari Rp100 ribu itu susah sekali,” tuturnya.

Untuk mengumpulkan Rp100 ribu, mereka membutuhkan waktu sekitar 10 hari, bahkan lebih. Uang tersebut mereka gunakan untuk membeli kebutuhan pokok yang harganya terus naik.

“Harga sekarang mahal, bumbu dapur juga. Garam saja kami beli yang paling murah,” katanya pelan.

Kehidupan mereka jauh dari kemewahan. Setiap hari, Uuk dan Saedin hanya memikirkan satu hal: bagaimana dapur tetap mengepul. Bagi keduanya, bisa makan setiap hari sudah menjadi nikmat yang patut disyukuri.

Meski hidup dalam keterbatasan, pasangan ini tidak tenggelam dalam keluhan. Mereka memilih tetap bekerja dan menjaga semangat.

“Kalau mengeluh, kami malah tidak bisa makan. Jadi harus tetap semangat. Harapannya semoga harga lidi bisa naik,” ucap Uuk.

Di balik kerutan wajah dan langkah yang mulai melambat, Uuk dan Saedin menyimpan keteguhan yang jarang terlihat—bertahan dalam sunyi, bekerja tanpa henti, demi sekadar menyambung hidup.

(Sajidin)

Wali Kota Bandung Soroti Kesenjangan Sosial Saat Lantik Ratusan Pejabat

0
Bandung, FOKUSJabar.id
Pemkot Bandung Perkuat Struktur Pemerintahan Lewat Pelantikan Pejabat, (Surce: bandung.go.id)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota Bandung kembali menggerakkan roda birokrasi melalui pelantikan ratusan pejabat di lingkungan Balai Kota, Kamis (12/2/2026). Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memimpin langsung prosesi tersebut sebagai langkah konsolidasi menghadapi dinamika pembangunan kota.

Sebanyak 153 pejabat administrator dan pengawas serta satu pejabat fungsional pembina industri resmi mengemban tugas baru. Farhan menegaskan para pejabat tidak sekadar menduduki jabatan struktural, tetapi memikul amanah untuk menjaga integritas dan menghadirkan keadilan sosial.

Baca Juga: Ramadan 2026, Pemkot Bandung Perketat Patroli Hiburan Malam dan Tertibkan PMKS

“Jabatan ini bukan hanya posisi, tetapi tanggung jawab moral untuk memastikan pelayanan publik berjalan adil dan berpihak pada masyarakat,” tegasnya.

Farhan mendorong penguatan sektor perdagangan, industri, dan ekonomi kreatif sebagai fondasi utama perekonomian Kota Bandung. Ia mengingatkan, sektor pariwisata pernah menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Rp1,2 triliun, namun kontribusinya kini masih berada di bawah Rp1 triliun.

Meski demikian, ia melihat peluang pertumbuhan tetap terbuka lebar. Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat yang mencapai 5,85 persen menurutnya menjadi momentum bagi Bandung untuk melaju lebih cepat.

Namun Farhan mengingatkan, pembangunan tidak boleh hanya mengejar angka pertumbuhan. Ia menyoroti penurunan tingkat kesejahteraan sebagian warga yang terlihat dari pergeseran status desil 3 ke desil 2 dan 1. Kondisi itu menunjukkan kesenjangan sosial masih menjadi pekerjaan rumah serius.

“Prinsip kita dalam SDGs adalah no one is left behind. Tidak boleh ada satu orang pun yang tertinggal,” ujarnya.

3 Fokus Utama Pejabat Baru

Sejak menjabat pada September lalu, Farhan mengunjungi lebih dari 80 kelurahan dan bertemu hampir seluruh ketua RW. Dari kunjungan tersebut, ia menemukan sejumlah kondisi kemiskinan ekstrem, termasuk seorang janda dengan dua anak di Kecamatan Cidadap yang tinggal di rumah rawan longsor.

Dalam arahannya, Farhan menekankan tiga fokus utama bagi pejabat yang baru dilantik yakni pemerataan layanan publik, optimalisasi inovasi, dan penguatan integritas.

“Integritas adalah wajah kita di mata masyarakat. Jika integritas kita buruk, maka wajah pemerintahan juga ikut buruk,” tegasnya.

Ia berharap seluruh pejabat menunjukkan loyalitas, dedikasi, dan profesionalisme dalam satu kesatuan kepemimpinan, serta mampu menjadi agen perubahan demi mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berpihak pada rakyat.

Beberapa pejabat yang turut dilantik antara lain Tubagus Agus Mulyadi, Dicky Wisnumulya, Bariati Ratna Aju, Yana Supriatma, Edi Suparyoto, serta Dedi Priyadi Nugraha sebagai Pembina Industri pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung.

(Jingga Sonjaya)