TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Semarak Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kota Tasikmalaya Jawa Barat (Jabar) tidak pernah padam. Salah satunya di gelar komunitas Inline Skate Tasikmalaya Club (ISTC).
Mereka turun ke jalan dengan sepatu roda warna warni dengan mengenakan kostum unik dan menarik. Alhasil menjadi pusat perhatian para pengguna jalan.
BACA JUGA:
Teater Bolon Tasikmalaya Rayakan 30 Tahun, Sajak Sunda hingga Wayang Golek Semarakkan Kota
Aksinya bukan baris berbaris atau perlombaan tradisional agustusan di lapangan. Puluhan anak-anak ISTC memilih karnaval roda berkeliling kota.
Mereka meluncur kompak dan rapih sambil melambaikan tangan ke warga yang sedang menyaksikan berselancar roda di jalanan.
Ada sesuatu yang membuat karnaval roda berjalan ini terlihat spesial. Yakni dari kostum yang mereka pakai.
Para pesepatu roda itu mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan ada yang dandan seperti peri, putri salju, dokter, pilot, polisi, chef dan pramugari.
Saat melintas di jalanan beraspal, sorak sorai warga mengiringi setiap putaran roda. Anak-anak tampak percaya diri dan semangat, meski harus melintas di jalanan kota yang padat kendaraan dan pejalan kaki.
Ketua Komunitas ISTC, Nurul Aripin mengungkapkan, kegiatan ini sengaja di kemas berbeda untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Temanya kostum budaya dan profesi. Untuk budaya, kami ingin anak-anak lebih mengenal kekayaan Indonesia, jangan sampai mereka lupa dengan baju adat dan keberagaman budaya Indonesia. Sementara kostum profesi untuk mengasah cita-cita mereka sejak dini,” ungkap Nurul Aripin.
Melalui kegiatan ini anak-anak tidak hanya berolahraga. Tapi juga belajar menghargai budaya, berani tampil dan belajar bahwa kemerdekaan bisa di rayakan dengan cara kreatif dan inovatif.
Humas ISTC, Andia Reshi menambahkan, karnaval roda ini menjadi penutup rangkaian kegiatan HUT ke-81 RI yang di gelar.
“Kami sengaja gelar di akhir Agustus. Harapannya bisa jadi momen yang berkesan untuk anak-anak. Sambil main skate, mereka juga di kenalkan pada keberagaman budaya bangsa,” ungkapnya.
Ia mengaku, antusiasme anggota begitu luar biasa. Bahkan para orang tua pun ikut mendukung dengan menyiapkan kostum dan mendampingi anak-anak saat berselancar di atas aspal jalanan.
“Lihat mereka (anak-anak), senang seperti ini. Kami jadi termotivasi untuk terus bikin kegiatan positif. Semoga ini bisa jadi motivasi mereka untuk terus semangat belajar, semangat berlatih skate dan semangat mencintai Indonesia,” ungkapnya.
“Kita ingin menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan bisa di rayakan oleh siapa pun dengan cara kreatif. Namun yang penting tetap menanamkan cinta tanah air, nasionalisme, kreativitas dan kebanggaan terhadap budaya sendiri,” kata Andia Reshi.
BACA JUGA:
Komisi I DPRD Tasikmalaya Soroti Selisih Rp4,6 M dalam Dokumen APBD Perubahan
Dinda (8), peserta asal Ciamis yang kini duduk di bangku kelas 2 mengaku senang bisa mengikuti karnaval sepatu roda.
“Saya merasa senang bisa mengikuti karnaval ini. Saya menggunakan kostum Peri yang di desain Ibu untuk di pakai hari ini” katanya.
Sementara Wawan orang tua Dinda menjelaskan, sejak usia lima tahun, buah hatinya sudah menyukai sepatu roda, hingga mau masuk komunitas sepatu roda.
“Awalnya sempat khawatir karena takut jatuh. Tapi setelah belajar, Alhamdulillah sudah bisa dan lancar berselancar di jalanan” jelanya.
Sepanjang rute, anak-anak ISTC membagikan senyum dan semangat kemerdekaan.
Aksi mereka bukan hanya hiburan, tapi juga edukasi bergerak sambil berolahraga.
Warga yang sedang melihat pun banyak yang mengabadikan momen spesial itu lewat ponsel mereka.
(Seda)



